Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Bismillah, Ku Ikhlas Menerima


__ADS_3

Ia mengepal kuat kedua tangan nya dan berdiri menghampiri Reno.


Untuk pertama kalinya kedua pria yang pernah Ratu cintai kini bertemu di waktu dan tempat yang bersamaan.


"Kalau mau nyari ribut di luar bro" Ucap Agam tepat di depan wajah Reno.


"Ya lu biasa aja dong sama calon gw! ngapain lu masih godain dia?! dia udah mau nikah tau lu!" Sahut Reno dengan gaya gelapan karena takut.


"Why? Gw hanya temanan dengan Ratu sekarang. apa masalah nya?" Tanya Agam dengan ekspresi yang super dingin.


"Iya gw tunangannya, lu gak ada hak deketin dia lagi bang. mau lu teman atau mantan sekali pun lu udah gak pantas!" Balas Reno mulai memberanikan diri berbicara tegas.


"Ya terus kenapa?" Ucap Adam sambil mendorong kecil tubuh Reno.


"Lu cemburu?"


"Kata nya kalau sama lu bebas?"


"Gak ada larangan"


"Tuntutan"


"Atau pun rasa cemburu?"


"Mana buktinya?"


"Hah?!"


Ucap Agam yang memberikan pertanyaan bertubi tubi sambil menghentak kan tubuh Reno hingga kini tak bisa mundur lagi karena terhalang dinding Cafe.


"Jawab!" Bentak Agam dengan nada yang ditekan kan.


"Ya gw.. gw juga cemburu lah njir!" Sahut Reno yang hampir mati kata dibuat Agam.


"Nah itu lu punya rasa cemburu!, jadi jangan sok dewasa dengan sok menerima Ratu yang friendly ke semua orang tanpa memikirkan perasaan lu!" Balas Adam.


"Ya berarti lu gak dewasa kalau masih cemburuan ke teman dia bang" Jawab Reno yang masih bisa mengelak kan pendapatnya.


"Gak usah bawa kedewasaan dulu!" Agam menunjuk wajah Reno.


"Ini tentang hati yang mudah tergores dalam cicrle pertemanan yang mudah di pengaruhi" Ucap Agam.


"Serah lu dah bang!" Reno yang merasa kalah debat pun segera mengajak Ratu pulang.


"Ayo Rat kita pulang!" Ucap Reno dengan nada sewot sambil menatap Adam.


"Hah, kini lu tau kan arti dari cemburu gimana" Ucap Agam dalam hati sambil tersenyum.


"Ay eh, kak kamu gak apa-apa?" Tanya Ratu yang mulai menjauh karena di gandeng Reno dengan langkah cepatnya.


Agam hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis pada wanita yang masih ia cintai itu.


"Udah-udah guys.. yuk di lanjut acaranya. anggap aja tadi cuma iklan lewat sebentar haha" Teriak Salim yang melelehkan suasana tegang barusan.


Akhirnya pengunjung yang tadi nya berkerumun kini mulai bubar dan kembali ke kursinya masing-masing.


Tak lama dari itu, datang lah Tasya yang membawa nasi kotak. melihat Adam sedang memegangi pinggangnya saja, tentu membuat Tasya langsung menghampiri Adam dan panik takut Adam kenapa-napa.


"Ya Allah Dam lu kenapa hah?!" Ucap nya panik yang kepo ingin melihat kondisi Adam.


"Kaga apa-apa Sya buset santai aja sih haha" Elak Adam sambil beranjak ke belakang panggung.


"Hey diam dulu ih!" Ucap tegas Tasya sambil menggandeng tangan Adam dan menyuruhnya duduk.

__ADS_1


"Gimana mau diam ya lu yang narik tangan gw haha" Celetuk Adam tertawa melihat tingkah wanita yang lebih tua setahun dari umurnya itu.


Tanpa izin dulu Tasya pun langsung mengangkat kaos serta jaket Adam dan betapa terkejutnya Tasya saat melihat memar membiru di pinggang Adam.


"Ih bengkak loh Dam. bentar ya gw ambilin es batu dulu kita kompres" Tasya langsung beranjak mengambil es batu di lemari es yang ada di sana.


Duduk berdua dengan perhatiannya Tasya mengompres pinggang Adam dengan es batu yang sudah ia kepal menggunakan kain yang cukup tebal.


"Emang ini kenapa sih Dam gara-gara nya?" Tanya Tasya sambil terus mengompres pinggang Adam.


"Jatuh gw tadi kena ujung meja hehe" Sahut Adam dengan santainya.


"Lain kali hati-hati ah Dam. lu mah ceroboh sih orang nya" Balas Tasya.


Mendengar kata itu, seketika Adam mengingat sosok Ratu kembali yang pernah mengucapkan kata itu.


Yang kadang jika Adam berbuat salah pasti Ratu meyebut bahwa Adam ceroboh. sungguh hal sepele yang masih dirindukan hehe.


Suasana hening dan tenang Adam rasakan saat melihat wajah keibuan Tasya yang begitu perhatian mengopres lukanya.


Tanpa sadar Tasya pun tak sengaja menatap bola mata Adam yang berwarna coklat begitu menawan.


Suasana membuat mereka terbawa perasaan sampai kini saling tatap, menutup kedua matanya sambil mendekatkan bibir mereka berniat menyatukan keduanya.


Semakin dekat hingga saat tinggal menempelkan bibir mereka tiba-tiba Salim datang tanpa permisi apalagi salam terlebih dahulu.


Tentu hal itu membuat Adam dan Tasya saling membuang muka satu sama lain. wajah cantik nan bersih Tasya kini memerah perlahan.


"Siapa sih tuh orang Dam! sok jagoan banget mau nyari ribuut di sini heleh" Gerutu Salim yang sewot sambil meneguk air es di samping Adam.


"Hust... sabar ah haha. dah mending lu siapin lagu request'an penonton buat nanti gw nyanyiin. nunggu lama kesian nanti mereka kecewa" Sahut Adam memberi saran.


"Yaudah nanti lu susul ya?" Respon Salim yang melangkah duluan menuju panggung.


"Iya gak apa-apa gw maklumi. dah ayo kita nyanyi" Balas Adam yang menaruh es batu dari tangan Tasya dan menggenggam nya bergandengan menuju panggung.


...•••| 💔IBG Season 2💔 |•••...


Kembali ke Ratu, di sepanjang perjalanan dengan Reno. Ratu heran bercampur salut dengan sikap Adam yang sekarang.


Seperti yang ia tau bahwa biasanya Adam jarang sekali bisa menahan emosi jika ada yang mengganggunya, apa Adam yang sekarang sudah berubah menjadi lebih baik?


Entah lah semua pertanyaan itu masih berputar dalam pikiran Ratu.


Sesampai nya dirumah Ratu, akhirnya Reno mulai menyadari bahwa mungkin ada benarnya juga omongan Adam tadi di Cafe.


Dia tak bisa selamanya membebaskan Ratu karena bisa saja suatu saat dia khilaf dan kembali lagi bersama Adam.


Karena hall itu, Reno pun bicara empat mata dengan Ratu meminta agar dirinya memberi sedikit jarak kedekatannya dengan Adam.


Mau bagaimana pun juga, kini Ratu sudah hampir sah menjadi istri Reno yang mau tidak mau Ratu harus belajar mendengarkan ucapannya.


"Yaudah sayang next time kita fitting baju pengantin buat kamu ya, dan jangan lupa juga kamu harus izin dispensasi ke pabrik untuk acara pernikahan kita oke?" Tutur Reno pada Ratu.


"Iya Ren siap, btw maaf ya pasal kejadian di Cafe tadi. gw sadar memang gak seharusnya gw masih dekat dengan kak Adam." Ucap Ratu yang mengaku salah.


"Iya gak apa-apa sayang, maaf juga aku sempat emosi tadi sampai mukul dia hehe" Ucap Reno yang ikut luluh atas sikap dewasa yang Ratu tunjukkan.


Tak lama dari obrolan singkat itu, Reno pun pamit pulang untuk sekedar istirahat dan menyiapkan segalanya untuk pernikahannya dengan Ratu yang tinggal menghitung bulan.


Singkat cerita dan drama, kini Ratu mulai menerima kembali kasih sayang yang Reno berikan. yang setelah beberapa tahun pergi dan menghilang tanpa kabar.


Sudah tidak terlalu canggung lagi untuk berboncengan dengan Reno.

__ADS_1


Berkeliling memilih barang-barang untuk seserahan dan tak luput juga mencari cincin serta perhiasan untuk nya nanti.


Hingga beberapa hari tepatnya setelah selesai memilih model undangan yang akan di cetak dan perhiasan yang sudah di beli.


Nampak Ratu dan Reno sedang mengobrol manja di teras rumahnya.


"Perhiasan udah, model undangan udah dan tenda juga udah ya sayang hehe tinggal pilih gaun besok lusa hari minggu mau?" Tutur Reno sambil menghisap vape yang ia pegang.


"Iya Ren mau hehe, tapi jangan ngerokok depan gw sih. kan lu tau gw punya asma" Pinta Ratu.


"Ouh iya lupa. ehm Rat kalau penyakit asma suka kambuh gak sih kalau lagi main ranjang?" Tanya Reno yang mulai khawatir akan malam pertamanya.


"Ya gak tau Ren, kalau gw nya kecapean ya gak bisa lama-lama" Jelas Ratu.


"Wah gak bisa main sampai pagi dong?" Celetuk Reno yang nampak risau memikirkan hal yang tak seharusnya ia pikirkan dulu.


"Bawel ih, nikah aja belum. lagi kaya kuat aja lu sampai pagi haha" Ledek Ratu mengangkat alis nya sebelah.


"Jeh ngeledek lu ya haha. gw kasih nanti ketagihan loh" Balas Reno yang meladeni candaan nakal calon istrinya itu.


"Gw gigit sampai buntung terus gw kasih ikan lele biar di makanin mau lu haha" Sahut Ratu yang tak kehabisan kata-kata.


"Ish ngeselin lu ya njir hahaha" Canda Reno sambil menggoda Ratu.


"Ah.. diam ah Reno hehe!" Bentak Ratu sambil tersenyum.


Candaan yang sungguh manis di sore itu, yang seharusnya Adam lah yang ada di posisi Reno kini.


Tapi sayang tak ada yang bisa menebak alur cerita yang sudah di tentukan oleh sang kuasa.


•••


Kini nampak cahaya orange mulai menyinari bumi tempat para makhluk berpijak, membuat Reno yang menyadari hal itu langsung pamit pulang karena takut kesorean.


"Jangan lupa lusa kita Fitting baju ya sayang" Ucap Reno dengan manis berniat mengingatkan kembali jadwal yang sudah ia susun.


"Iya siap hehe see you" Balas Ratu tersenyum manis.


"See you too Rat" Balas Reno yang mulai menjauh dari rumah Ratu.


Dengan hati riang, Ratu masuk rumah dan langsung bersiap tidur.


...+--- Sang_Perindu ---+...


Tak terasa kini sudah tiba di hari minggu, Ratu yang menyukai busana pun sangat bersemangat untuk Fitting baju hari ini.


Dengan segera ia mengajak mamah nya untuk mengantarkan nya ke rumah Reno.


Demi anak kesayangannya, bu Nisa pun tak bisa menolak apalagi beliau memang sedang ada perlu juga dengan orang tua Reno.


"Ayo mah" Ucap Ratu yang kini sudah naik di boncengan belakang dan memeluk mamahnya.


"Yuk"


Di perjalanan ke rumah Reno, Ratu sudah membayangkan baju pengantin apa yang akan di kenakan nya nanti.


"Ehm warna apa aja ya bagusnya?" Ucap Ratu bertanya sendiri dalam hatinya.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".


...See you on the next episode...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2