Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Destroyers Goes To Malang : "Kuat Iman"


__ADS_3

"Jrejeg...jeg..jrejeg"


Seperti itu lah kira-kira suara rel kereta yang bergesekan dengan roda kereta, memecah keheningan suasana malam yang di temani nyanyian para jangkrik disekitar jalur yang mereka lalui.


Jam 02.00 WIT, Adam terbangun dari tidurnya. melirik kiri kanan semua teman sekelasnya sudah tertidur lelap mengingat perjalanan yang cukup panjang bahkan kini mereka baru menempuh perjalanan 2 hari dua malam dikereta.


"Aih belum sampai juga ini hm?" Adam mengucek mata dan melihat jam tangannya.


"Horor juga ya kereta kalo malam begini haha" Adam berdiri dan berjalan-jalan sejenak melihat teman-temannya yang sedang tertidur.


"Sekalian absen ah" ucap Adam yang perlahan membuka pintu antar gerbongnya dan masuk ke toilet bergoyang yang diakibatkan karena pergesekan rel kereta dan roda.


"Ah..lega" gumam Adam sambil mengambil sedikit air dan membasuh ujung batang pisangnya sendiri.


Absen dalam kamus Destroy itu artinya ke toilet atau kamar mandi ya guys hehe, karena saking rutin nya mereka ke kamar mandi di setiap baru datang sekolah, jam istirahat dan pulang sekolah. Mereka selalu absen minimal 3x sehari selama di sekolah).


Setelah merasa lega membuang hajat. Adam kembali ketempat duduk nya dan melanjutkan tidurnya.


...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...


Singkat waktu, setelah sampai stasiun perjalanan mereka langsung dilanjutkan dengan menaiki bus untuk menuju ke penginapan yang telah disediakan oleh pihak tour.


Sesampainya di penginapan akhirnya mereka semua bisa menghirup nafas lega. semua murid menuruni bus dan di absen satu persatu untuk memastikan tak ada yang tertinggal.


"Huft.... Sampai juga lay hahahah!" teriak Ferdi.


"Heh, berisik lu be*go haha" celetuk Dafa.


Pembagian kamar pun di tentukan, setelah Destroy bernegoisasi dengan bu Dewi. akhirnya mereka berempat bisa mendapatkan 1 kamar walau dengan syarat di tambah satu orang dengan Jery Sufyan Latief karena memang sekamar harus berisikan lima orang sesuai rules yang sudah ditentukan.


Jery Sufyan Latief adalah siswa satu kelas dengan Destroy. tak jauh berbeda, dia pun sering mendapatkan perlakuan kurang pantas dari teman-teman sekelasnya maupun dari kelas lain. hanya karena kulit nya yang sedikit tidak normal.


Dengan sedikit keberatan, Destroy pun setuju dengan kesepakatan itu.


Setiap murid mulai menuju kamarnya masing-masing. sama hal nya dengan Jery yang langsung menghampiri Destroy untuk bergabung.


"Dam, gabung ya kita sekamar?" Jery mengawali sapaan nya kepada Adam yang sedang melangkah mencari nomor kamarnya.


"Yoi, santai aja jer ah kek baru kenal aje lu haha" balas Adam begitu ramah karena memang tak pernah memandang teman dari rupa maupun fisik.


"Dapet anggota baru nih bre kita ahaha" lanjut Axel merangkul Jery.


"Liat aja dulu kalo dia bisa lewati semua ujian dari kita hahah" balas Dafa.


"Nah ketemu lay" ucap Adam memberhentikan langkah kakinya.


"Dah cepat buka pegal nih kaki" gumam Ferdi.


"Sabar ***" balas Adam.


Singkat waktu malam pun tiba, nampak mereka sedang bersiap untuk makan malam bersama di aula yang tentu nya sudah disiapkan oleh para pihak penyelenggara.


"Ayo guys.. ready haha" ucap Axel yang bersemangat.


"Dam punya pomade?" tanya Jery yang sibuk sisiran menata rambutnya.


"Tuh di laci, udeh gw taruh barusan. sana ambil aje" balas Adam sambil mengancingi kemejanya.


"Anj*y boyband sob hehe" Ferdi menunjukan style terbaiknya.


"Dah ayo cepet ah banyak gaya kau" Adam mengusap wajah sahabatnya itu.


"Sial lu haha" Ferdi beranjak mengunci pintu kamar nya dan berangkat ke aula lantai 3.


Di Aula, nampak sudah ramai para murid memenuhi tempat itu. saling mengobrol, bercanda ria dan tertawa pun semua nampak ceria dimalam hari itu.


📞 "Wih proyek besar nih haha, siap itu mah gw urus asal duit jatah gw lu siapin ya?"


📞 ..........

__ADS_1


📞 "Beres... hahaha"


Begitu lah sedikit percakapan Roy dengan sosok misterius yang sering menghubunginya.


"Wih cantik-cantik banget dam ahahah ahayde!!!" Ferdi yang sudah lama menjomblo tentu terpukau saat melihat para gadis memakai busana bebas ala oufit mereka masing-masing


"Segar benar ini mah mata hahah" ucap Dafa melirik kanan kiri.


"Keren sih ya siswi sekolah kita haha", Axel menyenggol Jery.


"Mantep-mantep xel body nya ya hehe" sebagai lelaki normal tentu Jery tak bisa menolak pemandangan indah malam itu di aula.


"Ya ga dam?" tanya Dafa.


"Dam?" Dafa menengok ke sebelahnya yang tanpa ia sadari sudah tidak ada Adam disampingnya.


"Lah kemana tuh bocah?!" ucap Dafa yang panik.


"Noh, udah ngambil nasi duluan dia haha" Axel menepuk pundak Dafa lalu menunjuk ke arah meja prasmanan.


"Sial tuh anak udah duluan aja!" ucap Ferdi lalu beranjak menghampiri Adam bersama yang lain.


"Jeh suwe lu ngambil piring ga bilang-bilang" ucap Ferdi lalu mengambil piring dan berbaris bersama Destroy.


"Gw lapar lay, bukan lagi sang*e ya gw ngambil nasi lah" ucap Adam singkat.


Mereka pun makan bersama di satu meja bundar. canda tawa dan lawakan tentu saja pasti terlontar ditengah makan besar itu. saking gila nya, bahkan Dafa dan Axel menuangkan sirup kewadah nasinya dan melahapnya tanpa rasa mual apalagi malu.


Jery yang melihat keanehan itu tercengang, seakan berfikir Destroy tak waras. tak hanya Jerry, puluhan pasang mata dari kelas lain ikut memperhatikan Destroy yang mencampurkan makanan nya dengan campuran yang tak wajar.


"Santuy... mereka memang begitu jer hahah" ucap Adam.


"Oh iya dam hehe untung lu masih nor...eh buset woy!!" Jery makin terkejut saat melihat Adam memakan buah semangka dengan nasi dan sayur sop.


"Aduh... gila semua hahaha" Jery tertawa puas tanpa memikirkan suasanan disana.


"Sip, mulai kena virus edan dia bre" ucap Ferdi berbisik.


...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...


Setelah puas makan malam dengan banyak nya varian lauk pauk di aula, Destroy kembali ke lantai dasar untuk ke kamarnya.


Namun di tengah menuruni tangga, langkah Destroy pun terhenti oleh Gabriela Pevita atau biasa di kenal dengan panggilan Gaby. yaitu seorang gadis cantik dari kejuruan APH, yang menjadi idam-idaman para lelaki di SMK 729. bisa dibilang Gaby ini seorang kembang sekolah yang begitu sempurna, dengan wajah cantik dan putih bersih dipadu dengan body goal nya bak gitar Spanyol.


Tentu tak mungkin ada yang tak menyukai sosok dirinya. namun sayangnya dibalik semua kelebihan itu, karena salah pergaulan menjadikan Gaby sosok kepribadian yang nakal dan senang dengan dunia malam.


"Hay... Destroyers.." sapa Gaby dengan dress pendek nan ketatnya berdiri di hadapan Destroy.


Ouh... god tentu saja kehadiran Gaby didepan mereka membuat mata mereka tak karuan menahan salting agar tak malu didepan Gaby. bahkan untuk Ferdi, sampai ada yang tegak namun bukan keadilan.


"Eh..e.. hay Gaby hehe" ucap Ferdi.


"Iya hahah " sambung Dafa yang sedang mematung menatap fokus kearah buah melon yang terbungkus rapi dibalik dress seksi nya Gaby.


"Biasa aja kali merhatiin nya hehe" jawab Gaby dengan santuy.


"Ada apa lu tumbenan banget ketemu kita" ucap Adam dengan wajah hambarnya.


"Ga apa-apa sih, gw cuma mau ngasih kalian hadiah aja karena gw udah lama banget ngefans sama kalian para Destroy" ucap Gaby sambil memainkan jarinya.


"Kita bukan artis Ftv apalagi Oppa Korea, apa yang lu kagumi dari kita sih buset dah" balas Adam.


"Gw suka dengan karakteristik kalian semua" ucap Gaby dan mendekati Jery lalu mengecup pipinya tanpa diduga.


Sontak itu membuat mereka semua terkejut dengan aksi Gaby yang sefrontal itu.


"Heh, ga sopan lu by. asal nyosor aje" ujar Adam.


"Kenapa? mereka senang kan?" balas Gaby tanpa merasa canggung sedikit pun dan lanjut mengecup pipi Axel, Daffa dan Ferdi.

__ADS_1


Mereka yang merasa bahagia bukan main hanya bisa mengusap kembali pipinya dan salting tak karuan.


"Aih Gaby jadi enak nih gw" ucap Axel senyum-senyum sendiri.


"Tau lu by, bukan nya kecup bibir aja hehe" celetuk Ferdi.


"Heh udah dikasih nawar lagi haha" Dafa menyenggol Ferdi.


"Eh iya lupa maaf hihi" sambung Ferdi.


"Sini dam, giliran lu" Gaby tersenyum manis merangkul leher Adam.


"Asik dapet kecupan kembang sekolah ga tuh haha" ucap Agam dengan riangnya dalam hati.


Perlahan Agam memiringkan kepalanya di ikuti oleh Gaby yang semakin mendekati wajah Agam.


Namun saat bibir mungil nan lembut Gaby semakin dekat dengan bibir Adam. tiba-tiba Adam menahan bibir lembut itu dengan 2 jarinya.


Gaby pun membuka matanya dan menatap Adam.


"Nge fans boleh, tapi ga perlu cium gw" ujar Adam dengan singkatnya.


"Ih lu mah dam. ngeselin mulu dari dulu!" Gaby yang kesal karena kecupan nya ditolak mentah-mentah pun memutuskan untuk langsung pergi dari hadapan Destroy saat itu juga.


"Eh bodoh!!! kenapa lu tolak hadiah dari bidadari sekolah kita anj*r!!!" ucap Ferdi menghampiri Adam dengan raut wajah kesal.


"Tau lu dam, hampir satu sekolah cowok naksir sama si Gaby. buat pacaran sama dia aja susah, apalagi dapet bibir seksinya bodoh!, dan lu malah tolak cuma-cuma!" Dafa menepuk pundak Adam nampak geram karena kebodohan yang Adam lakukan barusan.


"Emang tol*ol kembaran gw mah bro, banci dia mah!" Agam menghina Adam tepat di samping telinganya.


"Gw udah punya pacar, si Ratu Permata Sari. dia emang ga secantik dan ga sesempurna si Gaby." Adam mulai menjawab semua ucapan Destroy dengan tatapan kosong dan sangar layaknya hewan buas yang siap menerkam mangsanya.


"Bahkan dia pun ga akan tau jika tadi gw akan mencium bibir wanita lain kan?" Adam bertanya menantang menatap keempat temannya.


"Tapi perlu kalian inget lay, jarak bukan menjadi alasan untuk kita mendua apalagi mendustakan cinta. dan gw ga akan mengotori bibir gw dengan wanita lain selain Ratu." ucap Adam sambil menghampiri Dafa dan memegang pundaknya.


"Gaby emang kembang sekolah di SMK 729 lay, tapi Ratu tetap Berlian paling cantik di hati gw yang akan selalu gw jaga dengan komitmen dan kasih sayang gw daf!" ucap Adam dengan penegasan disetiap katanya.


Destroy pun hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya mendengar semua perkataan Adam. membungkam semua ucapan dan hinaan yang barusan terlontar dari teman-temannya termasuk Agam sang kembarannya sendiri.


Setelah menuturkan prinsipnya, Adam langsung beranjak meninggalkan Destroy untuk kembali kekamarnya.


"Pertahankan hubungan lu dam" Agam tersenyum manis sambil menatap kepergian Adam yang perlahan hilang dari pandangannya.


"Gw yakin Ratu bangga sama dia deh hehe" ucap Axel yang perlahan mengajak yang lain untuk ikut kembali kekamar mereka.


"So pasti " balas Dafa yang nampak malu sendiri dengan perkataannya yang telah menyinggung Adam barusan.


Mereka berlima pun kembali kekamarnya, berganti baju dan merebahkan badan untuk istirahat sejenak sebelum esok pagi harus terbangun lagi untuk menikmati matahari terbit dipuncak gunung Bromo.


Disisi lain dirumah Ratu, nampak ia bersiap pergi ke rumah bibil dengan motor merah andalan nya.


"Mom, aku pergi dulu ya assalamualaikum.." ucap Ratu dengan wajah lemasnya.


"Walaikumsalam hati-hati ya neng.." balas bu Nisa.


..."Jarak bukan menjadi alasan untuk kita mendua apalagi mendustakan cinta"...


...~Adam Pratama Sanu~...


Bersambung...


Hay guys kembali lagi bersama aku🤫, mohon maaf ya hampir seminggu lebih aku ga Up karena lagi sakit gigi😭.


Aku update sekarang khusus buat kekasih aku yang udah manjain Rindu saat lagi sakit kemarin hm... jadi makin sayang, dan ga lupa juga dong pasti buat kalian juga agar kalian bisa terus ngikuti jalan cerita Adam si sang Introvert hehe...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".

__ADS_1


...See you on the next episode......


__ADS_2