Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Hari Kelulusan


__ADS_3

Hari berganti di Senin pagi. tiba hari dimana penentu kelulusan para Destroy, hari yang sudah mereka tunggu selama tiga tahun mengenyam pendidikan disini kini sudah tiba untuk menyambut siswa dan siswi SMK 729 kelas XII.


Berlokasi diparkiran sekolah. Axel, Dafa, dan Ferdi baru saja sampai kesekolah untuk mengambil surat kelulusan mereka yang akan dibagikan pada hari ini sesuai schedule kepala sekolah sebelumnya.


"Ayo lay, ke kelas" Axel mengajak kedua temannya.


"Ayo dah berangkat" Dafa beranjak menuju kelas mereka.


Dua jam kemudian setelah mereka bertiga rapat sejenak sekaligus pembagian surat kelulusan di kelas mereka yang di lakukan langsung oleh bu Dewi selaku wali kelas XII TSM II. mereka bertiga langsung berlari ke arah kursi lapangan dengan raut wajah bahagia bukan main.


"Ya allah terima kasih ya allah" teriak Ferdi memeluk dua kawan nya itu.


"Iya fer gw ga nyangka kita semua bisa lulus" ucap Dafa terharu.


"Benar banget lay, congrats ya buat kita semua." sambung Axel.


"Terima kasih ya allah" Ferdi dan Dafa bahkan sampai sujud syukur di pinggir lapangan.


"Coba liat nilai kalian bro" Axel duduk di kursi dan membuka amplopnya.


"Hm..ah wangi kelulusan daf hahaha" ucap Ferdi.


"Jiah bisa aja lu gayung love wkwkw" Dafa ngakak tertawa lepas.


"Hadeh gw matematika paling kecil nih suwe hehe" Ferdi menunjukan hasil nilai yang tertera.


"Kalo gw sih bahasa inggris yang paling down njir" ucap Dafa.


"Makanya jangan males lay belajar yang rajin haha" ucap Axel dengan menunjukan nilainya yang lebih bagus dari mereka berdua.


"Sombong amat!" geram Ferdi.


"Iri bilang boss! hahaha" Axel tertawa lepas.


"Eh kalo lu gimana dam?" tanya Dafa tanpa sadar bahwa ketuanya kini tak sedang bersama mereka.


Seketika tawa bahagia mereka yang tadi ceria berubah menjadi hening, melirik serentak ke arah amplop yang bertuliskan nama Adam Pratama Sanu.


"Jujur gw ga nyangka sih dam, jika semua akan berakhir seperti ini" ucap Axel dengan tangan gemetar mengambil amplop itu.


"Ga nyangka bahwa di hari kebahagiaan kita semua, Adam ga bisa hadir untuk hari ini" Dafa beranjak ke samping Axel mencoba menenangkan nya.


"Hari yang di tunggu-tunggu kita selama tiga tahun sekolah disini. namun Adam ga bisa merasakan kebahagiaan bareng kita" nampak lesu wajah Ferdi mengingat hal itu.


"Gw yakin sih Adam ga akan kenapa napa ya lay?" ucap Axel menguatkan hatinya.


"Yoi bener banget xel, Destroy ga akan pernah mati selama jiwa penghancur masih ada dalam hembusan nafas kita" jelas Dafa.


"Because, we are?" ucap Ferdi mengulurkan kepalan tangannya.

__ADS_1


"Destroyer.." jawab Dafa dan Axel serentak sambil menyambut kepalan tangan Ferdi.


"Udah sekarang dari pada larut dalam kesedihan yang tak berujung, mending jenguk Adam yuk? gw mau ngasih kabar bahagia ini ke dia" ucap Axel menunjukkan amplop untuk Adam.


"Gas yuk gas tanpa lama demi bos kita haha", Dafa langsung beranjak keparkiran dan ikuti oleh Axel dan Ferdi.


...****************...


Sesampainya dilorong rumah sakit, mereka bertiga terus melanjutkan langkahnya menuju kamar inap Adam.


"Sepi juga ya rumah sakit jam segini" ucap Dafa sambil melihat suasana rumah sakit yang beraromakan obat seperti pada umumnya.


Saat mereka masuk ke kamar Adam, nampak Ratu sedang tidur dikursi samping ranjang Adam berbaring.


"Ya ampun segitu cinta nya nih junior kita sama Adam hehe" Axel hanya tersenyum tipis melihat itu.


"Bener xel, cocok deh mereka berdua" lanjut Dafa ikut berbicara.


"Sayang, ayo bangun cantik" Axel mengusap rambut Ratu dengan lembut.


"Heh bodoh kali kau main sayang-sayangan aja, Adam dengar abis lu dibikin sop tulang iga wkwkw" ucap Dafa yang greget melihat ulah Axel.


"Eh iya maaf daf wkwkw refleks kali ada cewek cantik tidur ahaha" Axel langsung melepaskan tangan nya dari Ratu.


Tentu candaan mereka membuat Ratu terusik dan membuka matanya perlahan menyadari kedatangan para seniornya.


"Eh kalian rupanya kirain siapa hehe" ucap Ratu mengusap matanya.


"Iya rat kita sekalian mau ngasih surat kelulus... eh lah elu ngapa makan punya siapa itu aih?!" ucap Axel seketika tertawa dengan wajah panik.


"Ga tau sih wkwkw gw lapar, ada buah-buahan ada yakult ya gw sikat aja hehe" ucap Dafa sambil nyengir menunjuk meja yang sudah ada buah dan beberapa pack yakult.


"Ouh iya itu dari momy tadi, dia tadi kesini sama papah jengukin kak Adam. udah makan aja lanjut" jelas Ratu dengan senyum manisnya.


"Makasih ya rat lu udah sebaik itu sama sahabat gw" ucap Axel terharu memegang pundak Ratu.


"Ini semua ga sebanding dengan apa yang kak Adam lakukan buat gw kok kak hehe" ucap Ratu sambil meraih tangan Axel dan menggenggam kuat seakan memberi isyarat betapa khawatir dan bersedihnya dia melihat kondisi Adam yang belum sadarkan diri dari semalam.


"Oh ya dam, nih surat yang kita tunggu selama 3 tahun sekolah di SMK 729 loh hehe nih lu pegang ya" ucap Axel yang tersenyum manis sambil menyelipkan surat kelulusan milik Adam.


"Apa itu kak?" tanya Ratu dengan polosnya.


"Surat kelulusan dek, kita berempat lulus semua" ucap Axel bahagia.


"Wih alhamdulilah ya allah kau telah kabulkan doa hamba" Ratu mengusap wajahnya bersyukur atas kabar tersebut.


"Kak Adam kamu lulus kak ayo bangun kak" ucap Ratu memegang tangan Adam.


"Hebat nya lagi dek, walau bukan lulusan terbaik sekolah setidaknya Adam jadi lulusan terbaik di kelasnya dengan nilai ujian tertinggi diantara yang lain" jelas Axel menyampaikan kabar bahagia itu.

__ADS_1


"Waw.. kak dengar itu kak ayo bangun dong kak Adam hih kamu mah tidur mulu" nampak Ratu tersenyum namun matanya yang terus menetes tak bisa membohongi Destroy yang memang sedang merasakan duka yang mendalam karena sampai sekarang Adam belum terbangun dari masa kritisnya.


Bahkan orang tua Ratu yang tadi pagi menjenguk untuk membawakan bubur, buah-buahan, dan yakult sekalipun kondisi Adam belum juga sadarkan diri sampai sekarang.


"Sedih kak, sampai sekarang kak Adam belum juga sadar" ucap Ratu.


"Iya mau gimana lagi rat emang kondisinya juga begini kita ga bisa maksain kan selain meminta pada yang diatas" balas Axel menenangkan adik kelasnya itu.


"Iya sih, kita hanya bisa berdoa aja ya kak sama sang kuasa" ujar Ratu.


"Yups bener rat" Axel memancarkan senyum palsunya agar Ratu nampak terhibur. walau dalam hati nya tentu Axel pun masih terpukul jika mengingat kejadian kemarin malam saat Adam tertembak.


Tanpa disadarin semua orang, nampak Agam yang berdiri memperhatikan kembarannya dipasang kan beberapa alat medis ringan.


"Hey" ucap Agam dengan wajah datarnya.


"Sebelumnya gw minta maaf dam jika karena ulah dan rencana gw kemarin malam bikin lu harus masuk Rumah sakit untuk pertama kalinya, bahkan harus dirawat seperti ini" ucap Agam menyesali semua perbuataannya.


"Ga apa-apa sih gam kek sama siapa aja lu hehe. apa yang lu lakukan itu udah benar. gw emang sayang dan cinta sama Ratu, walau disana ada Nindi yang buat gw bimbang. tapi alhamdulilah hati gw ga tergoyahkan karena hal itu haha" balas Adam dengan nada lembutnya.


"Gw juga sayang sama Ratu, apalagi saat dia cerita bahwa dia anak broken home dari situ ga tau kenapa gw malah seakan pengen menjaga hati dan perasaan dia lebih jauh. makanya kemarin gw atur rencana agar bukan kita yang menyentuh atau menyelamatkan Nindi yang digantung itu.." jelas Agam.


"Karena kalo kita yang nyelamatin Nindi pasti Ratu yang akan terluka kan?" tanya Adam menebak cara berpikir Agam.


"Tepat sekali jagoan haha" ucap Agam memuji kembarannya.


"Jangan bilang jagoan ke gw gam hehe" Adam perlahan duduk dan menyandarkan tubuhnya di ujung ranjang rumah sakit.


"Gw cuma lah pria yang culun, lemah, posesif dan ya gw hanya jadi bahan bully'an tanpa adanya jiwa lu" ucap Adam sambil menatap Ratu yang terus meneteskan airmata menangisi keadaan dirinya.


"Hust..." balas Agam sambil menepuk pundak Adam yang membuat Adam mengalihkan pandangan nya.


"Gw dan lu adalah satu raga, apa yang lu rasakan gw bisa rasakan. saat gw sakit lu juga akan merasakan sakit. ayo bangkit untuk mereka semua yang sayang sama kita dam" ujar Agam dengan penuh keyakinan menyemangati kembarannya itu.


"Maaf gam, jiwa kita berbeda, sifat kita berbeda. gw ga bisa menyatukan jiwa kita, karena itu sulit layak nya air dan minyak. jiwa kita ga akan bisa bersatu kecuali salah satu dari jiwa kita terbunuh dalam logika ini" balas Adam dengan polos sambil menyingkirkan tangan Agam dari pundaknya.


Agam hanya bisa menggelengkan kepala mendengar penuturan dari kembarannya itu yang selalu pasrah dengan keadaan.


Di tengah obrolan kedua jiwa dalam ketidaksadaran nya tersebut tiba-tiba bu Tini datang yang ditemani oleh teh Wina untuk menjenguk anak sekaligus adik mereka. mereka berdua menangisi keadaan Adam dalam pelukannya.


Destroy yang terduduk diam hanya bisa menundukan kepalanya merasa bersalah dalam hal ini. bu Tini pun menghampiri Destroy dan menanyakan semua kronologi kejadian semalam seperti apa sampai anak bungsunya harus dirawat dirumah sakit seperti ini.


Dengan tegas dan tanpa grogi sedikit pun Axel mulai menjelaskan secara rinci kronologi kejadian kemarin malam kepada bu Tini.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.

__ADS_1


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2