Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Dimana Ratu?


__ADS_3

Didalam markas sudah ada Ferdi, Dafa dan Adam yang sedang duduk bertiga. Axel yang baru masuk pun langsung menyatu dengan mereka.


"Sorry agak telat dam" ucap Axel dengan wajah serius nya.


"Sebelum nya gw ucapkan maaf karena udah mengganggu waktu istirahat kalian ya lay. dan gw ucapkan makasih untuk kalian semua karena bisa berkumpul malam ini di markas besar kita." ucap Adam begitu serius sampai tak ada senyum sedikitpun di wajahnya.


"Iya dam kalem, no problem for me" ucap Dafa.


"Iya dam kita keluarga ga usah merasa ga enak gitu" sambung Axel.


"Tadi gw ditelepon sama nyokap nya Ratu, katanya Ratu belum pulang sedari hari sabtu sore kemarin" jelas Adam.


Tentu itu membuat mereka bertiga melotot bukan main saat Adam memberi kabar itu.


"Nyokap bokapnya udah coba hubungi polisi tapi sampai saat ini mereka masih dalam tahap proses pencarian. maka dari itu nyokap nya nanyain ke gw tentang keberadaan Ratu karena yang mereka tahu terakhir Ratu izin itu kesekolah untuk menemui kita berempat" tutur Adam.


"Kita sebagai senior terdekatnya dan gw yang nurunin dia di depan gang kemarin. gw rasa kita ikut bertanggung jawab bro atas hilangnya Ratu" jelas Adam dengan wajah yang nampak sangat bersalah.


"Lah lu kenapa nurunin dia depan gang dam? kan biasanya sampai rumah." tanya Dafa dengan heran.


"Ortu gw ada urusan yang membuat gw harus segera pulang. dan disitu lah gw nyesal ninggalin Ratu di depan A*famidi itu." ucap Adam mengakui kesalahannya, dengan raut wajah stress sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Udah dam udah, mumpung masih jam 20.00an yuk kita cari dia. di alat GPS kita kelacak ga?" tanya Axel sambil mengeluarkan ponselnya dan mengecek alat GPS yang terpasang di ponselnya.


"Nah nih ketemu" ucap Axel dengan kaget karena GPS itu menunjukan bahwa posisi Ratu sedang berada di gudang kosong di tengah kebun ilalang.


"Iya makanya gw manggil lu semua untuk kita eksekusi dan cari tau siapa dalang dibalik semua ini" gumam Adam dengan mata yang mulai memerah menahan emosi dari sosok kembarannya.


"Bener dam, gw juga udah muak anjir. waktu itu si Roy yang bawa Ratu ke tempat karaoke, sekarang apa lagi nih haduh" Ferdi pun nampak kesal dengan keadaan ini.


"Dam..inget!, kontrol emosi lu agar lu bisa menganalisa semua kemungkinan yang nanti bakal terjadi" ucap Axel yang menatap tajam kearah Adam sambil mencengram lengan ketuanya itu. seakan Axel mengkhawatirkan apa yang akan terjadi jika Adam tak bisa menguasai dirinya.


"Ayo gw siap" ucap Adam yang membalas genggaman tangan Axel dan balik menatap tajam kearah Axel.


"Berangkat!" pinta Dafa lalu bersiap memakai masker buff hitamnya.

__ADS_1


Axel, Adam dan Ferdi pun memakai punya mereka masing-masing. dan perjalanan pun di mulai.


...****************...


Beralih ke gudang tempat penyekapan Ratu. sekelompok remaja berumur sekitar 20 tahunan berjumlah 25 orang menjaga ketat gudang itu baik dari luar maupun dalam.


Di sebuah ruangan nampak Ratu sedang terikat dari ujung kaki hingga tubuhnya di sebuah kursi dengan mulut tertutup lakban.


"Ya allah tolong hamba untuk keluar dari sini. seperti nya sudah sehari lebih saya disini. Momy papah pasti nyariin. tolong hamba ya allah" ucap Ratu dengan wajah yang sudah tak karuan kotor dan dekil.


Tiba-tiba Ratu dikagetkan dengan masuk nya ketua genk tersebut dan menghampiri dirinya. dengan gaya dan pakaian yang ga karuan dia mendekati Ratu dan memegang wajah gadis yang Adam cintai itu.


"Muach! Hahahahahah...lucu banget sih lu neng, seksi pula badan lu haha" dengan mudahnya pria itu mengecup kening Ratu tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Gw janji sama lu jika malam ini jagoan lu sudah terbunuh, gw akan nitip sesuatu sama lu ya haha" tawanya terbahak-bahak sambil mengusap perut Ratu.


Sontak itu membuat Ratu makin histeris dan ketakutan saat tahu dirinya kelak akan dijadikan pemuas nafsu bejat mereka. ditambah ancaman dia yang mengatakan bahwa Adam akan terbunuh malam ini membuat batin Ratu semakin drop dan seakan stress mulai menghampiri pikirannya.


"Gw janji rat jagoan lu akan terbunuh malam ini!" teriak pria itu didepan pintu sambil menunjuk Ratu dengan sebilah pisau yang nampak begitu mengkilap menandakan betapa tajamnya pisau tersebut.


...****************...


Setelah cukup lama menyisiri jalanan dan kebun-kebun yang begitu luas. Adam menghentikan laju motornya yang tentu saja diikuti oleh Dafa dan Axel.


"Kenapa berhenti disini dam?" tanya Axel.


"Itu gudang nya, sepertinya yang menculik Ratu bukan sembarang orang xel. kita harus bisa lebih cerdas dari mereka, motor biarin aja parkir disini kita kesana nya jalan agar mereka tak berpikir kita naik kendaraan, nanti kita tutupin motor kita pake rerumputan okey." perintah Adam


"Ehm..siap dam" jawab Axel.


Mereka bertiga pun mengumpulkan rerumputan serta illalang untuk menutupi motor mereka. sementara Adam masih berdiri untuk memantau pergerakan disekitar gudang tersebut.


"Ehm...ga bisa pakai cara itu dong kalo kondisi diluarnya begini" ucap Agam dalam batinnya.


"Lay sini lay" pinta Adam.

__ADS_1


Mereka bertiga menghampiri Adam, dan langsung mendengarkan apa yang akan Adam rencanakan untuk menyelamatkan Ratu kali ini.


Dengan berbagai isyarat bahasa tangan dan beberapa penuturan kata. tak butuh waktu lama untuk Adam menjelaskan strateginya kepada Destroy.


"Tapi dam kenapa sih kita ga panggil polisi aja buat bantu kita?" tanya Ferdi dengan heran.


"Gw ga tau apa yang ada didalam sana fer dan gw ga tau apa yang penculik itu lakukan. gw takut jika kita asal gerak Ratu lah yang akan kenapa-napa dan gw ga mau jika sampai dia yang terluka" tutur Adam.


"Yuk" Adam mengajak Ferdi mendekati gudang tua itu.


Kedatangan mereka disambut manis oleh komplotan mereka dengan sok ramah ia menyambut Adam dan Ferdi layak nya tamu spesial.


"Adam ya haha?yuk masuk cewek lu yang seksi udah nunggu dari tadi didalam" ucap pria yang berjaga diluar sambil menuntun Adam memasuki gudang tersebut.


Dengan sinis Adam menatap tiap-tiap bagian dari gudang tersebut, menganalisa beberapa kemungkinan yang akan terjadi dan apa yang akan dia lakukan kelak.


Saat Adam dan Ferdi berada didalam nampak 18 orang berjaga ketat disekitar mereka. dan datang lah ketua kelompok itu yang tadi menghampiri Ratu. di ketahui nama pria itu biasa dipanggil oleh anak buah nya dengan julukan Codet, karena terdapat dua buah luka di wajahnya. tentu ramai nya anak buah Codet disana membuat bulu kuduk Ferdi berdiri sekujur tubuhnya.


"Berani juga ya lu ketempat ini haha" ucap Codet sambil memainkan sebilah pisau yang dari tadi ia bawa.


"Dimana dia sekarang?!" teriak Adam.


"Ouh hust....santai dulu jagoan haha kita akan bermain dulu dong sejenak haha" tawa mereka semua dengan lantang.


"Apa maksud lu?!" teriak Adam.


...Bersambung......


Permainan apa sih yang dimaksud Codet🥲? lalu apa rencana Adam kali ini untuk menyelamatkan Ratu🧐? tunggu di next episode ya guys🙏🏼.


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".

__ADS_1


...See you on the next episode......


__ADS_2