Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Free Class


__ADS_3

Langsung Up lagi lah ya hehe, aku akan ganti rasa kerinduan kalian sama novel ini. doain aku ya semoga sehat selalu agar selalu bisa hibur kalian semua para reader maupun author yang Rindu banggakan.


HAPPY NICE DAY!!


...----------------...


Keesokan harinya tepatnya hari jumat, tentu seperti biasa mereka berempat sudah berkumpul di depan Uks.


"Dam kita jadi kan free class?" tanya Ferdi sambil bolak-balik di teras Uks.


"Iya jadilah bre ngapain lagi kita hehe mapel udah ga ada" ucap Adam.


"Yoi bener, tinggal nunggu pengumuman lulus aja nih bismillah semoga kita lulus semua" lanjut Dafa.


"By the way Nindi belum lewat ya?" tanya Adam dengan santainya.


"Jeh...masih aja nyariin tuh orang ah, katanya naksir Ratu tapi masih aja belum move on ah biji lu dasar!" celetuk Axel yang tentu saja kesal karena Adam masih saja care terhadap Nindi.


"Eh selow lah becanda lah xel, becanda gw wkwkwk" Adam tertawa dengan puas.


"Eh lay dah mulai kumpul tuh ayo ke lapangan" ucap Ferdi sambil tengak tengok ke lapangan yang mulai ramai didatangi para murid.


"Gas..." ucap Adam.


Dan mereka pun ikut berkumpul dilapangan. disana sudah berdiri pak Jamas selaku kepala SMK 729 yang mengucapkan selamat pada siswa-siswi kelas XII yang sudah melewati UNBK dengan kidmat tanpa gangguan.


Pak Jamas pun menjelaskan bahwa selama 2 hari kedepan yaitu hari ini hari jumat dan sabtu pelajaran ditiadakan dan akan diganti dengan kegiatan class meeting atau yang biasa di sebut juga free class oleh mereka.


Dengan itu pak Jamas mengharapkan untuk setiap kelas di kejuruan nya masing-masing untuk berpartisipasi dalam class meeting itu.


Panjang drama singkat cerita, setelah selesai berkumpul dilapangan semua murid di bantu OSIS diarahkan untuk mendaftarkan kelas mereka untuk berbagai pertandingan seperti futsal, basket dan voli.


Tapi seperti biasa karena sifat ke'Introvert'an mereka. Destroy malah lebih memilih untuk bersih-bersih di markas kedua mereka yang tak lain dan tak bukan yaitu perpustakaan.


"Assalamualaikum bu!!" teriak Adam dengan lantang tanpa merasa malu sedikit pun.


"Aduh Adam...jangan berisik ini perpustakaan sayang" ucap wanita tua yang sudah mereka anggap sebagai orang tua nya disekolah ya siapa lagi jika bukan bu Nurul.


"Hehe..maaf bu Nurul. apa kabar bu?" ucap Adam menjadi santun dengan meraih tangan bu Nurul dan salim (cium tangan).


Diikuti oleh ketiga temannya, mereka semua melepas seragam kokoh nya dan menyiapkan peralatan bebersihnya.


"Bu sabun buat ngepelnya dimana?" tanya Axel.


"Itu tuh di kolong pojok Axel, makanya kalo nyari itu pakai mata jangan pakai mulut." ucap bu Nita yang memang sering julid namun sebenarnya sayang.


Adam dan Ferdi bagian menyapu seluruh lantai, Axel dan Dafa bagian mengepel. setelah sabun, ember, sapu dan kemoceng siap, mereka langsung bebersih dengan ikhlas tanpa pamrih.


Memang Destroy sedari kelas XI mulai rajin datang ke perpustakaan entah itu untuk sekedar membaca ataupun bersih-bersih bahkan mereka sering membantu bu Nita dan bu Nurul saat membagikan buku paket ke setiap kelas setiap akhir semester.


Bukan tanpa tujuan dan alasan Destroy melakukan itu semua, melainkan dengan tujuan untuk menguasai area perpus seutuhnya agar mereka bebas mengakses semua ruangan maupun peralatan disana.


Dan selama setahun ini mereka berhasil mendapatkan kepercayaan bu Nita dan bu Nurul untuk menjaga sekaligus membersihkan seluruh ruang perpustakaan. Amazing Destroy hehe.


Waktu berjalan cukup cepat hingga tak terasa jam 13.30 pun tiba. dilapangan, class meeting pun sudah di mulai kembali oleh para panitia OSIS sekalian. dilanjut dengan pertandingan futsal antara kelas XII TKR 1 melawan XII TSM 2. tidak seperti yang lain yang sibuk menyemangati kelas mereka masing-masing. setelah membersihkan perpustakaan dan selesai pulang shalat Jumat, Destroy justru malah tidur dengan pulas di gudang penyimpanan buku yang sudah mereka tata sejak setahun silam layaknya kamar sendiri.


Adam yang menyadari perubahan sinar matahari yang masuk lewat celah jendela gudang itu pun terbangun dengan wajah yang berantakan seperti gembel yang tak mandi selama 3 hari.


"Lay..lay..bangun woy dah jam berapa ini lu woy!" ucap Adam membangunkan ketiga temannya yang masih tertidur.

__ADS_1


"Ehm apaan dam?dah jam berapa emang? baru merem tadi pulang dari masjid hadeh udah dibangunin lagi" tanya Dafa yang mulai bangun bareng Axel dengan wajah kecutnya karena kesal.


"Ngantuk banget dam gila haha" ucap Axel sambil menggaruk kepalanya.


Ferdi yang sudah bangun terbengong ngumpulin nyawa yang belum masuk semua ke raganya. tentu Adam menyadarkan temannya itu yang nampak seperti orang kesambet.


"Fer..woy bangun hey" Adam menepuk-nepuk paha Ferdi.


"Jah angin duduk lagi nih" ucap Dafa nampak kaget sambil tersenyum.


"Wkwkw go*blok Dafa kebiasaan kalau ngomong sembarangan haha" Axel tertawa ngakak.


"Dah ayo ah keluar" ucap Adam sambil merogoh kantongnya yang terdapat kunci semua ruangan perpustakaan.


"Cek..lick"


Suara kunci terbuka dan Destroy pun keluar disambut dengan julid'an bu Nisa yang sedang ngemil.


"Haduh-aduh anak ibu baru pada bangun ya haha capek nyapu ngepelnya sayang?haha" ucap bu Nisa meledek mereka.


"Ah bu Nita kek baru kenal kita sehari dua hari aja hehe" celetuk Axel.


"Kalian kok ga ikut class meeting seperti yang lain?" tanya bu Nurul sambil menyedot es capcin kesukaannya.


"Lah kan bu Nurul tau kita ga suka olahraga bu hehe" jelas Adam.


"Haha..dasar kalian, yaudah tuh rapihin dulu kursi bekas yang baca tadi ga dirapihin." perintah bu Nurul.


"Siap bu Bos haha" ucap Adam.


Adam pun merapihkan kursi-kursi itu sesuai permintaan bu Nurul, setelah selesai dan mereka hendak keluar sejenak untuk cuci muka dan melihat pertandingan dilapangan.


"Nyari gara-gara nih bebenguk" ucap Ferdi sambil membunyikan tulang lehernya kekiri dan kanan.


"Olahraga dam haha" celetuk Axel.


Destroy pun menghampiri mereka dan melempar sepatu nya ke tengah mereka, yang membuat kartu poker dan uang mereka berantakan. jelas perbuatan Adam itu memancing amarah segerombolan siswa itu. Peraduan bacot pun tak terhindarkan.


"Woy apa-apaan lu? jagoan lu disini hah?!" ucap anak TPM itu.


"Iya gw jagoan disini kenapa lu? ga seneng hah?" ucap Adam tanpa terlihat rasa takut sedikitpun diwajahnya.


Dafa, Axel, dan Ferdi tak menyadari bahwa perlahan sosok Adam tergantikan oleh Agam yang kini menguasai tubuh sahabatnya itu. ya tentu bagaimana mereka akan tau karena semua itu terjadi didalam jiwa dan batin Adam sendiri.


"Berani lu nantang gw hah?!" siswa itu pun ngegas dengan cepat.


"Jangan kebanyakan hah heh hah heh lu" balas Agam dengan tenang.


"Fer, Daf amanin lokasi." pinta Agam sambil melempar kunci ke mereka berdua.


"Siap!" ucap Dafa lalu menangkap kunci itu.


Mereka berdua bergegas masuk kembali ke perpustakaan itu dan mengunci pintu keluar. tentu itu menimbulkan tanda tanya untuk bu Nurul dan bu Nita mengapa Dafa mengunci pintu keluar.


"Hey kalian berdua ngapain lagi sih baru jam segini pintu keluar udah ditutup?" tanya heran dari bu Nurul.


"Maaf ibu ku tersayang, demi keamanan dan kesejahteraan the library my word. mohon bu Nita dan bu Nurul jangan keluar dulu ya beberapa menit saja" pinta Ferdi dengan sopan dan sok inggrisnya.


"Ayo bu saya pijitin" Dafa mencoba mengalihkan perhatian mereka.

__ADS_1


"Nah boleh deh ayo sini kebetulan ibu lagi pada pegel hehe abis jalan ke kantor TU (Tata Usaha) tadi." jelas bu Nurul.


"Siap bu hehe" ucap Dafa dan Ferdi serentak.


Kembali keteras, Agam dengan santai memasang kuda-kuda andalannya. lalu meminta Axel bersiap dengan kuda-kuda Muang Thai nya.


Mereka berlima pun ikut berdiri semua bersiap untuk adu tojos dengan Adam dan Axel.


"Serangg!!" perintah salah satu siswa yang sepertinya itu sang ketuanya.


Dan perkelahian didepan teras perpustakaan pun tak terelak kan. dengan sigap Agam menghajar ketiga siswa itu dengan jurus-jurus silatnya dengan santai. karena Adam masih sadar tak mau melukai siswa satu sekolahnya.


Axel pun sibuk menghadapi dua siswa itu di belakang Adam. kericuhan itu tentu membuat bu 2N sempat keheranan dan melirik kejendela arah teras tersebut.


(Bu Nurul dan bu Nita kita singkat jadi bu 2N aja ya guys, biar ga terlalu repot bacanya)


"Ada apa sih daf di depan ramai banget" tanya bu Nita mulai kepo.


"Eits...ga ada apa-apa bu biasa paling itu Taekwondo lagi latihan hehe" Dafa mencoba menahan bu Nita untuk kembali duduk di kursinya.


"Yaudah deh, nih lanjut tangan ibu pijit hehe lumayan pijit gratis ya bu Nurul haha" bu Nita nampak sedang dengan kebaikan mereka berdua.


"Siap bu Nita cantik" Dafa hanya menurut saja sambil melirik ke teras yang sebenarnya dia pun kepo dengan teman-temannya diluar.


"Iya bu Nita benar hehe" ucap bu Nurul.


Delapan menit kemudian kelima siswa itu tergeletak tak berdaya. Agam langsung meraih siswa yang ia anggap itu ketuanya, lalu menempelkan wajah siswa itu ke selembaran kertas yang menempel ditembok perpustakaan.


"Lu baca bro...nginjek lantai perpus harus lepas sepatu! beraninya lu nginjek lantai ini pake sepatu bau lu hah!" bentak Agam.


"Dan bodoh nya lu ga tau malu bang*sat main judi main kartu disekolah ini" lanjut Agam membentak mereka.


Agam mendorong dia hingga terpental ke teman-temannya.


"Lu pergi sekarang, selama lu ga bisa patuhi aturan di sini jangan pernah lu nginjekin kaki di perpustakaan ini lagi!" Agam menegaskan kepada mereka berlima.


"Hah...siapa sih lu? perpus ini punya lu apa berani-berani nya larang kita hah?!" Ia balik membentak Agam.


"Gw ga akan larang lu pada kalo lu bisa patuhi peraturan di sini" Agam menekankan setiap kata yang ia ucap.


"Siapa lu sebenernya hah?!" teriak salah satu siswa itu.


"We are Destroyer" ucap Axel dengan gagahnya.


Mereka semua tercengang saling menatap rekannya di kiri kanan saat mendengar nama Destroyer. dengan sigap mereka lari menuruni tangga perpus dengan terpontang panting ga karuan.


Agamm mengulurkan tangan menyalami Axel dengan ciri khas ala Destroynya.


"Huh..mantap olahraga bangun tidur dam haha" ucap Axel dan masuk kembali ke perpus bersama Adam.


"Yoi" jawab Agam singkat sambil melangkah.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".

__ADS_1


...See you on the next episode......


__ADS_2