
Tiba disekolah seperti biasa tentunya didepan UKS para Destroy berkumpul namun kini semua terasa aneh dan sepi tanpa kehadiran tiga sosok besar yang sedang mengikuti perlombaan itu.
"Huam..sepi banget loh kak tanpa ada mereka bertiga ya" ucap Ratu yang masih mengantuk sambil menguncang-uncangkan kakinya
"Ya begitulah dek hehe, bingung mau ngapain gw juga tanpa mereka bertiga serasa kita bukan apa-apa hehe." balas Ferdi yang ikut merasakan hal yang sama.
Bel sekolah pun berbunyi akhirnya mereka berdua memisahkan diri ke kelas masing-masing, nampak begitu gelisah, galau merana Ferdi rasakan di tengah jam pelajarannya namun dia selalu berusaha semangat mengingat masih ada Ratu yang selalu setia mendampinginya.
Jam istirahat berdering keras menyuarkan suaranya membuat puluhan murid berlarian kearah kantin yang tentu saja Ratu dan Ferdi sudah sampai terlebih dahulu disana.
"Gimana kelas hari ini rat?" tanya Ferdi
"Bu toprak dua sedang pedasnya!, mang ! es mangga dua di gelas ya." teriak Ferdi sambil mengacungkan tangannya.
"Ya begitu-begitu aja sih kak hehe ga ada yang beda lancar semua alhamdulilah hehe" jawab Ratu sambil melepas topi abu-abunya itu.
"Syukur dah kalo begitu" balas Ferdi.
Tak lama kemudian makanan dan minuman yang Ferdi pesan tadi pun tiba dan langsung dilahap nya oleh mereka berdua. namun, ketenangan itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba seorang siswa bangor melempar bola ke kepala Ferdi.
"Woy..! teriak Ferdi yang langsung menghampiri siswa yang berlari itu.
"Kak tunggu!" teriak Ratu yang mengikuti Ferdi.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi dengan sengit saat siswa tersebut masuk ke lorong belakang sekolah besar itu.
"Mau kemana lagi lu bangsat hah?!" ucap Ferdi yang mengatur nafasnya saat siswa itu berhenti terdiam seketika.
"Lu yang mau kemana lay hahah" ucap Aldo dan genk nya seketika datang mengepung Ferdi.
"Maksud lu apaan nih hah?!" teriak Ferdi yang cukup panik melihat kiri kanan nya sudah terkepung genk brandal dari Aldo.
"Ya..hanya mau mengajari lu rasa sakit itu seperti apa haha seperti yang ketua lu lakuin sama gw!" balas bentakan dari Aldo menggelegar.
"Maju lu satu-satu anjing!" lanjut Ferdi sambil mengepal tangannya memasang kuda-kuda dari beladiri silatnya yang beraliran ASAD.
(Persinas ASAD merupakan kepanjangan dari Perguruan Silat Nasaional Ampuh Sehat Aman Damai.)
Anak buah Aldo pun maju seorang untuk menghadapi Ferdi, pertarungan pun tak terhindarkan namun dengan mudah Ferdi melumpuhkan anak buahnya Aldo itu.
"Masih berani maju lu hah?!" ujar Ferdi yang mengatur nafasnya memantapkan sikap kuda-kudanya.
"Serang!!" teriak Aldo yang membuat tujuh orang terakhir anak buahnya langsung mengeroyok Ferdi
Ferdi yang panik mencoba membuktikan kejantanan nya dengan tidak lari melainkan mencoba untuk menghadapinya dengan tenang. namun apa daya satu vs bertujuh tentu membuat Ferdi kewalahan yang mengharuskan dia terkapar lalu di pukuli, diinjak, dan di keroyok secara habis-habisan seperti maling motor yang diamuk masa setempat.
Tak berselang lama diwaktu yang tepat sebelum Ferdi menghembuskan nafas terakhirnya. Ratu datang dengan melempar sebatang balok ke tengah kerumunan itu.
"Woy!!" teriak Ratu dengan emosinya yang tenang.
Aldo pun memalingkan wajah kearah Ratu, dengan senyum jahat nya memandang Ratu seakan ada maksud tertentu dan mengisyaratkan genk nya untuk berhenti sejenak.
"Ga punya tit*t kalian hah?!" tanya Ratu dengan santai berjalan menghampiri mereka.
__ADS_1
Ferdi sempat keheranan dengan sikap Ratu yang cukup berbeda dari biasanya itu.
"Apa maksud lu hah?!" teriak salah satu anak buah Aldo.
"Tit*t hah lu ga tau? ga punya kali ya hahah laki kok main keroyokan" ucap Ratu yang masih cengengesan.
"Bangsat juga mulut lu ya, gw kasih punya gw juga menjerit keenakan lu hahah" ucap siswa itu sambil menarik kerah baju Ratu mendekatkan wajahnya.
"Ehm..yaudah ayo main di pojok kebun sana yuk hahah!" ucap manja Ratu sambil meludahi wajah siswa itu dan berlari menjauh dari sana.
"Sat...kejar!" teriak Aldo yang langsung berlari mengejar Ratu.
Kejar-kejaran pun terjadi kini Ratu diburu oleh delapan orang itu termasuk Aldo diantaranya.
Dengan mudah Ratu melewati kantin yang tepat dengan mulus menghindari mamang es kobok yang membawa drum kecil berisikan air cucian piringnya. Namun bagi mereka berdelapan yang mengejar Ratu se edan-edannya pun tak bisa menghindari tukang es itu hingga..
"Bbyaaar"
Suara tumpahan air cucian piring itu saat dua anak buah Aldo menubruk tukang es itu.
"Bodoh kali kau ada gila-gila juga lah kau bangor anjeng!" gerutuk tukang es itu dengan logat medannya.
"Lah mamang ngapain lewat sini?" teriak siswa itu yang sudah basah kuyup dan bau karena tumpahan air cucian piring.
"Bacot ngelawan aja lah kau ku tengok" balas mamang tukang es membentak mereka berdua hingga nyali mereka pudar seketika.
Aldo pun tak ingin ambil pusing dengan tetap memerintahkan kelima anak buah nya terus mengejar Ratu.
Pengejaran pun berlanjut hingga di depan kantor guru Aldo menghentikan langkah nya menahan teman-temannya untuk ikut berhenti sejenak karena dia tau apa yang akan terjadi jika berlarian di depan kantor guru.
Namun na'as nya ketiga temannya yang lain tak mendengar aba-aba dari bosnya itu hingga mereka di teriaki dengan lantang oleh guru Teknik Kendaraan Ringan yaitu bu Arum.
"Heh..kalian sini hey!" bentakan nya memecah keheningan diruang guru itu.
"I..iya bu" ucap salah satu dari mereka bertiga menundukan kepala depan bu Arum.
"Kalian ini ya sudah gede masih aja lelarian kek bocah SD kalian tuh seharusnya.."
Dan ya kalian tau lah jika sudah seperti ini khutbah shalat juma'at pun tak terhindarkan oleh mereka bertiga.
(Khutbah shalat juma'at maksudnya di sini itu adalah ocehan atau omelan yang panjang ya guys haha)
"Hadeh si tolol susah sih dibilanginnya, puter balik bre kejar terus tuh bocah songong." perintah Aldo ke mereka berdua untuk terus mengejar Ratu.
Hingga Ratu melewati kamar mandi wanita dan berhenti sejenak, namun sialnya bagi mereka berdua yang berlari terus tanpa henti harus menabrak pintu kamar mandi yang terbuka tepat karena bu Lis baru selesai buang hajat.
"Gebrak.."
suara pintu besi kamar mandi ditubruk oleh mereka berdua.
"Ya allah kalian ini...ikut ibu ke ruangan BP sekarang!" ucap tegas bu Lis.
"Tapi bu bentar ini itu apa sih anu" ucap ga karuan siswa itu.
__ADS_1
"Ga ada tapi-tapian cepet!!!!" lanjut bentaknya.
"Iya bu" mereka berdua langsung mutar balik mengikuti arahan bu Lis.
Aldo yang kini tinggal sendiri pun tak gentar pantang menyerah dengan penuh keyakinan mencari cari jalan samping untuk terus mengejar Ratu.
"Woy berenti lu!!" teriak Aldo sambil berlari mendekati UKS.
Ratu hanya senyum-senyum sendiri sambil mengurangi kecepatannya tanpa menoleh kebelakang, dan tanpa sadar Aldo hampir meraih kerah baju Ratu namun...
Dengan sigap Ratu memeluk seorang gadis dari belakang dan membalikkan tubuh gadis itu sebagai pertahanan dirinya.
"Aldo!!!" teriak gadis itu terkejut saat melihat kekasihnya mengejar wanita lain.
Ya.. gadis yang barusan Ratu peluk tak lain dan tak bukan tentu saja itu Nindi yang secara kebetulan sekali sedang berdiri didepan UKS.
"Kamu apa-apaan sih hah kejar-kejaran sama adik kelas aku? sok mau kek difilm-film india gitu hah?!" jelas sewot gadis keturunan Jakarta-China itu.
"Eh e..engga sayang ma..maksud aku.." ucap Aldo yang belum selesai.
"Plakkk"
Suara nyaring tangan Nindi menampar pipi empuk Aldo yang langsung menimbulkan bekas merah.
"Balik ke kelas ayo cepat!" ucap Nindi sambil menunjuk ke arah kelasnya.
"I..iya sayang" ucap Aldo yang masih melirik tajam ke arah Ratu yang masih berdiri dibelakang Nindi.
Ratu pun tersenyum manis sambil menjulurkan lidahnya meledek Aldo yang sedang kena omel kekasihnya.
"Awas loh ya!." Aldo menunjuk Ratu.
"Udah diem ih." makin sewot Nindi.
Ratu tak banyak bicara, hanya mengacungkan jari tengahnya.
"Hahahahahha wkwkwk kena kan kau kak haha" tawa Ratu bahagia sambil beranjak ke kran air depan Uks.
"Hem males banget gw sebenernya harus meluk si Nindi hih" gerutu Ratu sambil mencuci tangannya dengan sabun.
"Eh iya kak Ferdi!" ucap Ratu yang baru teringat seniornya itu.
Ratu langsung bergegas kembali kelorong dimana dia meninggalkan Ferdi.
"Haduh, kak Ferdi kemana ?!" ucap Ratu yang makin panik saat lorong itu sudah sepi tanpa adanya Ferdi disana.
Ratu pun mencari kesana kesini keberadaan Ferdi, sampai pada akhirnya...
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1