
Malam hari pukul 20.00 wib Ratu sedang bersantai dikamar ternyaman nya sembari mendengarkan musik menggunakan earphone kesayangannya.
"Ku harus pergi meninggalkan kamu..
yang telah hancurkan...aku..
sakitnya..sakitnya...oh sakitnya.."
Suara lembut Ratu ikut menyanyikan lagu yang sedang dia dengarkan saat itu.
Malam indah menemani Ratu dengan perlahan rintik hujan turun mengguyur rumah Ratu dan sekitarnya.
"Huah..sejuknya malam ini ya allah bikin mata ngantuk" ucap Ratu sambil menarik selimut menutupi sekujur tubuhnya.
"Neng mamah tidur dulu ya sayang.." bu Nisa masuk kekamar Ratu lalu menghampirinya dan mencium kening putri sulungnya itu.
"Siap mah dadah hehe" senyum manis Ratu.
Ratu pun mencoba tidur, namun tak bisa matanya terpejam memikirkan kejadian dua hari lalu saat dia bertemu dengan pacarnya.
Flashback On*
Sepulang sekolahnya Ratu, malamnya dia menghubungi Bibil teman kecilnya sejak dulu, untuk meminta tolong pertemukan Ratu dengan Reno sang kekasihnya.
"Iya bil, hooh bener gw pengen ketemu sama Reno gw pengen selesaiin masalah ini, kalo emang udah ga mau sama gw yaudah putus aja gitu maksudnya". cerita Ratu pada Bibil lewat ponselnya.
Dan mereka pun ketemuan pukul 19.50 wib. Ratu dan Bibil langsung capcus berangkat ke tongkrongan Reno.
Sesampainya di tempat tongkrongan Reno, Ratu langsung menghampirinya dan menarik tangan Reno dari sana.
"Ayo ikut sebentar" ucap Ratu tegas.
"Sini gw mau nanya sama lu Ren, maksudnya apa lu ga ada kabar? ninggalin gw tanpa sebab? semenjak kita pisah sekolah hah?" ucap Ratu menahan sedih yang nampak diwajahnya.
"Bu..bukan begitu maksud gw Rat, gw hanya ga percaya diri sama muka gw yang.." Reno menghela nafas.
"Gw masih sayang sama lu Rat, gw masih cinta namun gw ga percaya diri dengan wajah gw, di tambah lu udah deket sama abang-abangan lu yang tinggi besar. gw bisa apa?" ucap Reno melemas.
"Tapi ga begini caranya ren, lu ngejauhin gw tanpa kabar dan alasan. gw wanita gw juga butuh perhatian dari sosok pria yang gw cinta dan sayang yaitu lu!" ucap Ratu tegas menahan tetesan linang air matanya.
Bibil hanya melihat dari jauh perdebatan mereka. karena dia tau apapun keputusan Ratu tak akan bisa di ganggu gugat oleh siapapun termasuk orang tuanya.
__ADS_1
Reno meraih kedua tangan Ratu, mengangkatnya perlahan sambil bicara...
"Maaf Ratu, iya gw sadari ini salah gw maaf kalo gw salah ya" ucap Reno memohon.
"Maaf gw ga bisa Ren, kita putus aja gw udah terlalu sakit ditinggalin lu tanpa kabar sejauh ini" Ratu langsung menepis tangannya dari genggaman Reno.
"Ehm..lu akan menyesal Ratu." ucap Reno dengan nada berat.
"Gw ga pernah takut sedikit pun dengan ancaman ya ren maaf haha" Ratu bicara sambil menoleh kembali dan beranjak meninggalkan Reno.
"Ayo bil.." ajak Ratu dengan jalan duluan lalu di susul oleh Bibil.
Flashback off*
"Jahat ga sih gw mutusin Reno ya? eh kok jadi mikirin dia sih ah...bodo-bodo wkwkw anjir ngapain mikirin mantan haha" tawa Ratu melepas stress dan memilih list lagu selanjutnya diponselnya.
"Masih kesel juga sih kalo inget kejadian sama kak Adam ehm.." ucap Ratu sambil mengetik pesan Whatsapp ke Kakak kelasnya itu.
Tiba tiba...
"Cekling.."
Suara notif dari ponsel Adam ditengah derasnya hujan.
Isi pesan Ratu :
"Makasih kak ya atas makian kakak untuk aku, sekarang aku sadar bahwa aku memang mungkin wanita murahan yang memberikan kecupan pada sembarang pria. makasih kak!"
Adam tak kuasa membalas pesan itu, hanya bisa meneteskan air matanya yang disamarkan oleh derasnya air hujan yang mengguyur sekujur tubuh Adam malam itu.
Waktu menunjukan pukul 23.00 malam namun hujan tak kala mereda, rasa ngantuk pun mulai menggoda Ratu untuk menutup kedua mata indahnya.
"Ehm..ngantuk banget sih hih pengen begadang nih padahal ah " celetuk Ratu sambil menahan matanya yang sudah berat sekali ingin terpejam.
Tak lama kemudian, Ratu tak kuasa menahan rasa ngantuknya hingga dia pun tertidur pulas ditemani suara gemercik hujan diatas atap rumahnya.
"Ya allah dingin sekali udaranya..hamba sudah tak kuat" ucap Adam menahan dinginnya hawa hujan malam saat itu.
Angka di jam terus berputar hingga kini menunjukan pukul 02.00 pagi. hujan pun berhenti dengan sendirinya.
Namun rasa dinginnya masih menggerayangi tubuh Adam sampai Adam pun menggigil menahan udara luar dipagi buta itu.
__ADS_1
"Ayo Adam bismillah Adam kuat hehe" senyum manis dari Adam terlontar ditengah basahnya baju yang dia pakai karena kehujanan tadi.
Semerbak wangi kembang tujuh rupa dan melati mulai mengganggu indra penciuman Adam yang tentu saja membuat Adam merasa resah karena kejadian horor itu
"Pang numpang pang numpang" ucap batin Adam yang mulai merasa takut.
"Demi kamu rat.. aku sayang kamu" sambung Adam sambil terus memegang kuat setangkai mawar itu menandakan komitmen pantang menyerah yang ia miliki.
…………
Waktu berjalan begitu cepat sampai tak sadar jam dinding dikamar Ratu sudah menunjukan pukul 05.45 wib.
"Huah...ehm dah pagi ya" Ratu membuka matanya perlahan di pagi yang begitu sejuk karena guyuran hujan kemarin.
"Kak Adam kok belum bales pesan aku sih hih ngeselin" gerutu Ratu dipagi hari.
Tak lama Ratu beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan sikat gigi.
Setelah selesai membersihkan wajah Ratu keluar rumah untuk menghirup udara pagi yang begitu sejuk.
"Ehm..hah..sejuk banget sumpah" ucap Ratu tersenyum bahagia melihat sekeliling kebun-kebun hijau diselimuti embun pagi.
Namun betapa terkejutnya Ratu saat melihat Adam di depan rumahnya dengan kondisi baju basah kuyup, bibir pucat dan wajah yang kurang sehat serta tubuh yang menggigil.
"Kak Adam!!" teriak Ratu begitu histeris melihat hadirnya Adam yang masih stay disana.
"Hey kakak..kaku ngapain disini hih udah gila ya kamu?!" tanya Ratu ke Adam dengan nada kesal bercampur sedih.
"Ehm..kamu ngapain kak Adam disini sampai hujan-hujanan segala hah?!' tanya Ratu sekali lagi dengan nada menahan derai airmatanya.
"Jawab..jangan kaya orang gagu lu..hem..ehem ehem" ucap Ratu dengan nada tersedu-sedu masih bertanya pada Adam yang dari tadi masih terdiam menggigil.
Adam menjatuhkan tubuhnya sambil menyangga kaki nya sebelah berlutut dihadapan Ratu.
"A..aku cinta sama kamu dek, a..aku sayang sama kamu..tolong maafin aku atas kejadian di Uks kemarin dek, aku ga bisa jauh dari kamu, tolong.." ucap Adam dengan bibir menggigil berbicara terbata-bata.
Mata Ratu langsung melotot mendengar ungkapan hati Adam. jantungnya berdetak begitu kencang tak karuan.
Namun sesaat setelah mendengar ungkapan Adam itu, Ratu langsung mengingat...
Bersambung...
__ADS_1
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
See you on the next episode...