Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Free Class #Part 2


__ADS_3

... Wajah Agam tersiram oleh air yang entah dari mana asalnya. Adam yang terkejut pun langsung terbangun dan tengak tengok ke kiri kanan layaknya manusia goa yang baru bangun dari tidurnya.


"Hah? siapa? woy?!" tanya Adam panik melihat sekelilingnya.


"Heh bangun lu dih ngimpi apa ngigo lu wkwkw" tawa Dafa melihat temannya itu yang seperti orang kebingungan.


"Lah emang gw dimana?" tanya Adam mengucek matanya.


"Lu masih di pinggir lapangan dam, ngapain lu tidur disini ampe udah pada sepi lagi wkwkw" jelas Dafa.


"Dibangunin susah banget yaudah gw siram aja pakai air kran dah ah wkwk" celetuk Ferdi.


"Ga berani ngasih langsung ampe kebawa mimpi dia bro haha" ucap Axel melihat minuman yang ia beri tadi masih utuh disamping Adam.


"Maaf bre ketiduran gw ngantuk" Adam garuk-garuk kepala.


"Shit... gw kira semua itu nyata, ternyata hanya mimpi hm" gumam Adam dalam hatinya.


"Hilih bukan ketiduran lu mah, emang mau ngelamun jorok aja tentang Nindi wkwk" celetuk Ferdi.


"Anjir, sial lu fer haha. dah ah ayo pulang udah jam berapa ini haduh" ucap Adam mengalihkan obrolannya untuk menutupi rasa malu nya itu.


"Jeh...kita nungguin lu doang anjir, nyari kesana kesini murid udah pada bubar kok lu belum keliatan. gw kira lu pulang duluan njir" ucap Axel nampak rasa kesalnya terluapkan.


"Eh malah pules disini haha" Ferdi melanjutkan ucapan Axel.


"Dah jangan bawel lu pada ah, ayo pulang wkwk" Adam langsung beranjak bangun sambil tersenyum malu menggenggam tisyu itu.


Mereka pun mengikuti ketuanya ke parkiran dan bubar pulang ke rumah masing-masing.


...****************...


Waktu pun berganti menjadi Sabtu di pagi hari jam 08.00 Destroy baru sampai ke Uks mengingat sudah tak ada jam pelajaran maka mereka pun datang sesuka hatinya. Bahkan hari ini mereka memakai baju bebas kesekolah.


"Masih free claas ya dam?" tanya Axel.


"Yoi haha" jawab singkat Adam.


Saat sedang asik mengobrol dan bercanda ria tiba-tiba Ratu duduk disamping Adam tanpa mereka sadari.


"Iya kak bener haha untung aja lu siram kemarin ya haha* ucap Ratu mencoba masuk ke obrolan mereka.


Sejenak Destroy terdiam dan menoleh kearah Ratu yang sangat begitu cantik dengan baju bebas yang ia kenakan hari ini. membuat semua seniornya terpesona dengan busana yang ia pakai.


Dengan kaos putih, kardigo coklat dan celana lev'is bolong-bolong, membuat penampilannya sangat menawan memanjakan mata Adam Pratama Sanu. ditambah harumnya parfum yang Ratu pakai begitu menyatu dengan cuaca cerah dipagi hari.


"Hey apa kabar sayang?!" tanya Adam langsung memeluk adik kecilnya dengan begitu erat.


Dengan rasa rindu tak bertemu lima hari, tentu Ratu pun merasakan hal yang sama yang dirasakan Adam. hingga ia membalas pelukan hangat dari kakak kelas kesayangannya itu.


"Hm..baik kak alhamdulilah hehe." jawab Ratu melepas pelukan Adam.


"Yoi hai Ratu sehat ya hehe" sapa Axel.


"Berasa lama ya ga ketemu lu lima hari hihi" Dafa pun ikut menyapa adik kecilnya itu.


"Apa kabar Ratu?" senyum manis Ferdi lontarkan.


"Sehat kok kak sehat alhamdulilah hehe.., Oh ya gimana UNBK kalian? lancar ? hihi" tanya balik Ratu yang begitu ramah.


"Baik rat alhamdulilah kok lancar hehe" jawab Dafa.


"Oh iya kak gw bawa nasi kuning nih tadi gw beli di jalan pas berangkat." ucap Ratu menyodorkan bingkisan yang dia keluarkan dari tasnya.


"Kebetulan gw belum nyarap rat makasih ya" dengan kecepatan laparnya Ferdi langsung menyambut bingkisan itu dengan bahagia.


Dan mereka berlima pun makan bersama didepan Uks. canda tawa ditengah kenikmatan makan mereka bahkan kerusuhan yang Ferdi dan Dafa lakukan menghiasi sarapan bareng mereka.

__ADS_1


"Ya allah Dafa, normal dikit lah wkwkw aduh gusti" Adam nepuk kepala ketika melihat sahabat nya itu menuangkan kopi hitam sachet'an ke nasi kuningnya dan memakannya dengan lahap.


"Ya ampun dam, sejak kapan sih kita-kita makan normal kalo lagi kumpul gini hah?!" ucap Dafa sambil terus mengaduk aduk nasi kuning yang perlahan berubah menjadi kehitaman akibat kopi yang dia tuangkan tadi.


"Hahaha bener-bener lay wkwk" Adam terbahak-bahak.


"Ga kuat deh liat kalian aduh ampun hehe" Ratu tersenyum.


...****************...


Siang pun tiba setelah membersihkan markas kedua mereka. Adam mengajak Destroy untuk jalan-jalan santai ke kawasan jalan yang baru saja dibangun untuk perumahan besar atau biasa mereka sebut dengan 'Jalan Baru'.


"Berangkat?!" teriak Adam.


"Gas kak" ucap Ratu dengan riang dijok belakang motor Adam.


"Tarik mang..." ucap Ferdi dengan riang.


Dan mereka pun berangkat kesana walau hanya untuk sekedar berkeliling. canda tawa gurau terlihat dari wajah mereka yang begitu bahagia menikmati Quality Time.


"Ayo kak kejar haha" teriak Ratu sambil memeluk erat tubuh Adam.


"Gas daf lama banget lu bawa motor cepet woy" teriak Ferdi sambil menepuk pundak Dafa yang sedang mengemudi.


"Sabar lah anjir, ngomong mulu gw turunin lu" jawab Dafa dengan geram.


Mereka nampak bahagia dengan senyum yang terlontar dari wajah mereka semua. setelah puas berkeliling di jalan baru tersebut Adam singgah untuk membeli es podeng di pinggir jalan.


"Mas es podeng nya lima ya, goceng-goceng aja hehe" ucap Adam ke penjual es itu.


"Siap dek.." balas penjual itu dengan ramah.


Adam pun kembali menghampiri keempat teman nya dan gabung membicarakan tentang rencana mereka berempat kedepannya.


"Setelah lulus kalian pada mau kemana kak?" tanya Ratu.


"Sama Fer, gw juga niatnya seperti itu sih" sambung Dafa.


"Kalau gw sih pengen kuliah Rat, soalnya kan keluarga gw semuanya pernah mengenyam bangku kuliahan. dan mereka minta gw mengikuti jejak mereka." jelas Axel pada Ratu.


"Ehm..good tuh kak niat yang bagus" Ratu mengacungkan jempolnya.


"Kalo kak Adam mau apa setelah lulus?" ucap Ratu.


"Ini sih baru rencana ya dek, aku mau kuliah jurusan Arsitek. karena kan aku senang bikin desain-desain rumah gitu hehe kali aja bakatnya di sana. itu baru harapan hehe doain aja dulu" ucap Adam.


"Wih kek appah aku yang di Subang tuh kak, dia juga seorang Arsitek dulunya hehe" ucap Ratu senang.


Tak lama kemudian, si penjual menghampiri mereka dan membagikan es podeng yang Adam pesan sebelumnya.


"Nih dek..mari yuk seger nih haha" ucap rayu si penjual.


"Ehm..paten nih mantap haha" nampak senang Dafa sambil meraih es itu.


"Nuhun mas" ucap Ratu.


"Makasih ye mas" ucap Adam.


"Yo siap mari di nikmati ya" ujar si penjual lalu beranjak kembali ke gerobaknya.


"Tapi sebelum itu rat, kami berempat berencana mau nyoba magang dulu dipabrik pas dulu kita prakerin (Praktek Kerja Industri). minta bantuan pak Roni, gaji nya lumayan buat pegangan kita nyari-nyari kerja" jelas Adam.


"Ehm..gitu kak jauh ga tuh pabrik?" tanya Ratu kepo sambil melahap es podeng.


"Lumayan rat hehe perempatan arah ke jalan jembatan besi geh lewat" balas Adam.


"Jauh juga ya, yaudah deh pokoknya kalian sehat terus ya tetap kompak hehe" Ratu menyemangati mereka semua.

__ADS_1


"Thanks ya rat" ucap si wakil.


"Iya kak Axel santai hehe" jawab Ratu.


Selesai menikmati waktu yang kini berganti sore, akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa berkumpul dulu di markas besar mereka.


"Langsung balik ya bre..besok libur minggu kalo ada apa-apa, meeting atau apa WA aja ya?" ucap Adam.


"Siap pak bos haha" ucap mereka serentak.


Seperti biasa Ratu dibonceng Adam untuk diantarnya pulang. di perjalanan Ratu nampak bahagia atas quality time yang Adam dan Destroy berikan untuknya. karena memang Ratu anak rumahan hingga untuk keluar sekedar berkeliling pun menjadi hal langka baginya.


Ditengah perjalanan menuju rumah Ratu, ponsel Adam bergetar disaku celananya. Ratu yang menyadari hal itu pun menepuk pundak Adam untuk menghentikan laju sepeda motor nya sejenak.


"Kak woy berhenti dulu kak ada telpon nih keknya" jelas Ratu dibelakang Adam.


Akhirnya Adam pun menghentikan kendaraan nya lalu mengangkat telpon itu. ternyata yang telpon barusan adalah teh Wina kakak Adam. yang memintanya untuk segera pulang karena bu Tini sedang ingin makan bubur dari anak bungsunya itu.


Mendengar penjelasan teh Wina, Adam pun nampak panik dan khawatir dengan mamahnya itu namun di sisi lain ia harus mengantar Ratu sampai rumah. pilihan berat itu membuat Adam terdiam sejenak karena ia tak bisa memilih salah satu diantaranya.


Hingga Ratu pun menyadarkan Adam dari lamunan nya dan bertanya perihal apa yang membuat Adam terdiam seperti itu.


"Kenapa kak?" tanya Ratu dengan polosnya.


"Ehm ini dek, mamah aku minta beli bubur aku di suruh pulang buru-buru karena mamah belum makan" ucap Adam dengan nada pelannya merasa bersalah.


"Ya ampun kirain apaan yaudah kak turunin aku depan A*famidi aja tuh yang depan gang aku" ucap Ratu yang mengerti posisi Adam.


"Beneran dek?" tentu Adam senang mendengar Ratu yang begitu pengertian.


"Iya lah kak, mau bagaimana pun juga orang tua number one. apalagi seorang ibu hehe" jelas Ratu.


"Dah lanjut jalan jangan kelamaan melongo (bengong)" celetuk Ratu.


"Eh iya siap hehe" dengan senang nya Adam menarik tuas motor nya itu kembali.


Beberapa menit kemudian sesampai nya di depan A*famidi, Ratu turun dari motor Adam. namun tetap saja Adam merasa tak enak dengan Ratu karena harus menurunkan nya depan gang. tapi mau bagaimana lagi Adam tak ada pilihan lain.


"Maaf ya rat sekali lagi. lu bener kan nih ga apa-apa gw turunin disini?" tanya Adam yang nampak masih khawatir dengan Adiknya itu.


"Ya allah kak tinggal jalan dikit belok kanan sampe rumah aku, jangan terlalu khawatir ah hehe" balas Ratu mencoba menenangkan kegelisahan Adam.


"Iya deh hati-hati ya" ucap Adam dalam senyum tipisnya karena ia merasa tak enak meninggalkan Ratu didepan gang seperti ini. ditambah lagi waktu sudah berjalan menuju adzan magrib.


"Assalamualaikum kak hati-hati kembali" jawab Ratu dendan manis lalu mencium tangan kakak kelasnya.


"Walaikimsalam See you " lanjut Adam.


"See you too" ucap Ratu kembali.


Akhirnya Ratu pun mulai menjauh dari tempat Adam berhenti. Begitu juga dengan Adam yang masih terus memperhatikan Ratu yang berjalan semakin jauh dari dirinya.


"Hati-hati sayang" ucap Adam lalu menancap gas membelah jalanan.


Tak berselang lama Adam pergi dari ujung gang tersebut tiba-tiba Ratu di bekap oleh tangan kasar dari arah belakang. Ratu yang terkejut masih bisa memberi perlawanan dengan menyikut perut si pelaku dan berlari ke arah ujung gang tempat Adam berhenti sebelumnya.


"Kak Ad..."


Teriakan Ratu pun harus tertahan dengan sapu tangan yang pelaku bekapkan ke hidungnya hingga membuat Ratu harus tak sadarkan diri seketika.


Bersambung...


...Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga....


...Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu....


...Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda"....

__ADS_1


...See you on the next episode......


__ADS_2