
...💕Akhir Perjuangan💕...
Selesai mandi, Adam langsung kembali ke kamar nya dan bersiap memakai baju kaos dan celana pendek dulu.
Tak lama dari itu, Adam pun menyuruh tukang rias masuk ke kamarnya dan di make over lah wajah Adam untuk pertama kali nya dalam seumur hidup.
"Jangan tebal-tebal kaya makai topeng mbak" Gerutu Adam yang enggan sekali wajah nya di make over secara menyeluruh.
"Iya Dam kaga kok hih bawel ya cowok-cowok juga" Sahut si tukang rias.
Setelah 20 menit dua kipas berhembus dari arah kiri dan kanan Adam untuk menahan keringat yang akan mengalir, akhirnya selesai juga proses tata rias untuk sang pengantin pria.
"Nih dam pakai dulu jas dan setelannya ya, saya mau rias bu Tini dan yang lainnya." Ucap si mbak nya.
"Okey." Adam beranjak ke kamar ibu nya dan melihat setelan jas yang begitu keren terpampang di hadapannya.
"Waw.. keren banget ini" Ucap Adam sambil mengelus bahan dari jas itu yang terasa halus.
Adam pun dengan segera mengenakan setelan jas yang sudah di sediakan itu.
Bu Tini, Wina dan pak Anwar mengintip dari pintu kamar. Adam yang menyadari hal itu pun langsung berbalik badan menatap haru keluarga sederhana nya itu.
"Makasih mah, pah, teh. Tanpa kalian, adek gak akan bisa sampai ke titik ini" Ucap Adam dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hust adek jangan nangis ah nanti make up nya luntur loh hehe. Ini emang udah takdir dan jalannya dari Allah. Ya mau di apain lagi kan hehe" Ucap bu Tini menenangkan putra bungsu nya.
"Iya dek, semangat menempuh hidup barunya ya hihi" Sambung teh Wina.
"Iya teh, makasih ya atas doa lu. Akhirnya gw bisa nyusul lu untuk lanjut ke bahtera rumah tangga." Lanjut Adam.
"Sama-sama, yang terbaik buat lu pokoknya. Dah ayo cepat si abang udah dapat ondel-ondelnya noh katanya" Ucap teh Wina.
"Wih lah siap ayo hehe" Adam begitu senang karena kakak iparnya berhasil mencarikan ondel-ondel seperti yang Adam mau.
Singkat cerita kini jam menunjukan pukul 08.00, setelah semua siap dengan busana dan bawaannya sesuai tugas masing-masing, berangkat lah 5 mobil rombongan Family Adam yang menuju rumah Ratu. Tidak lupa juga 1 mobil khusus untuk mengangkut sepasang ondel-ondel yang sengaja keluarga Adam sewa untuk menampilkan sedikit unsur adat Betawinya.
"Siap dek?" Tanya Wina yang menepuk punggung Adam dari kursi belakang.
"InsyaAllah siap hehe" Jawab Adam dengan yakin.
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...
Menempuh perjalanan selama 30 menit karena menggunakan mobil, kini sampai lah keluarga besar Adam di kediaman rumah Ratu.
Perlahan, para saudara Adam menyiapkan barang bawaannya dan mengatur barisan untuk mendampingi Adam.
"Ayo udah siap semua?" Teriak salah satu kakak sepupu Adam.
"Dah ayo siap bismillah" Ucap adik sepupu Adam yang memegang kotak seserahan.
"Ayo atuh nih gw juga udah siap haha" Sambung kakak sepupu Adam yang perempuan membawa seserahan lainnya.
Dan akhirnya melangkah lah keluarga besar itu menuju tenda yang cukup besar di depan rumah Ratu.
"Bleder...!"
"Dar.. Dor.. Dar.. Dor..!"
"Dor Dar Dor Dar Dar Dor..."
__ADS_1
"Duar.. Dor Duar Dar!!"
Suara petasan tiba-tiba menyala memeriahkan kedatangan calon pengantin Ratu.
Instrumen rekaman tanjidor dari salah satu hape yang di setel menggunakan pengeras suara pun mengiringi sepasang Ondel-ondel ikut yang mengawal rombongan Family Adam menuju rumah Ratu.
Tentu hal itu menjadi pusat perhatian hampir semua orang khususnya keluarga besar Ratu yang sudah menunggu di pintu masuk.
"Aboh eta beneran mawa adat Betawi na si abang haha. (Waduh itu beneran bawa adat Betawi nya si abang haha)" Bisik bi Acha ke salah satu kakaknya.
"Ho'oh nya teu nyangka pisan urang geh. (Iya ya gak nyangka juga saya tuh)" Sahut si kakak kedua.
Tak hanya keluarga Ratu yang heran akan kedatangan Ondel-ondel ke Rumahnya, Adam pun di buat terkejut dengan ada nya Mc yang memandu acara pernikahannya.
Dengan arahan Mc yang begitu ramah, kini dua keluarga besar sudah berhadapan di depan pintu masuk.
Perlahan bu Nisa mengalungkan kalung yang di susun dari bunga melati ke leher Adam, yang menandakan kedatangan keluarga Adam di terima dengan hangat oleh keluarga bu Nisa.
Setelah mencium tangan bu Nisa dan pak Hendri, Adam di giring menuju mushola terdekat dari rumah Ratu.
Sambil berjalan, Mc menginstruksikan untuk seserahan yang keluarga Adam bawa harap di serahkan ke keluarga Ratu yang sudah berbaris dengan rapih.
Kotak demi kotak pun keluarga Adam serah kan ke bibi, paman serta saudara Ratu lainnya yang sudah menunggu.
Mulai dari parcel sepatu, tas, bahkan baju tidur serta dalaman semua mulai di serah kan satu persatu.
Namun semua mata mulai fokus pada apa yang di bawa oleh teh Wina dan abang Sam.
Mereka membawa bucket yang bersusun rapih dari uang lima puluh ribuan serta kotak kaca yang berisikan miniatur masjid yang terbuat dari tumpukan berbagai nilai mata uang rupiah.
"Ouh ini bentuk roti buaya Betawi ya hehe"
"Boleh ngambil selembar gak sih yang biru nya hehe"
"Jangan lah hust.. orang itu buat seserahan"
Begitu lah kira-kira ucap para saudara Ratu yang berbisik pelan saat memegang kotak seserahan itu.
Kembali ke dalam masjid, nampak Adam terfokus pada pria yang berdiri tepat di samping penghulu seakan pernah melihat wajah yang tak asing baginya.
Semakin dekat Adam melangkah menghampiri penghulu dan pria itu, bu Nisa ikut maju sejenak dan berbisik ke telinga Adam.
"Itu papah kandungnya Ratu bang"
Dan di situ pecah lah bendungan air mata yang langsung menetes saat Adam menundukkan kepalanya dan meraih tangan kanan pak Yana.
Ia memeluk erat sosok pria yang selama ini hanya Adam kenal lewat Facebook. Isak tangis haru menyelimuti moment bahagia itu.
Semua keluarga Adam pun ikut terharu melihat kehadiran papah kandung Ratu.
"Hust.. udah hey Tama. Lihat papah sini hey." Ucap pak Yana mencoba menenangkan Adam yang larut dalam isak tangisnya.
"Hm.. hiks.. hiks.. ya Allah ya Robbi. Pah maafin Tama pah, Tama belum sempat minta restu langsung ke Subang untuk ketemu sama papah." Ucap Adam di tengah pelukan yang tersedu.
"Iya udah gak apa-apa Tama. Lah kan ini Tama udah ketemu papah, udah kok udah papah restuin kalian berdua. Kalau tidak, gak mungkin papah jauh-jauh kesini kan hehe" Sahut pak Yana yang berusaha menahan tangis haru nya juga.
"Maafin Tama pah!" Ucap Adam sambil berlutut ingin mencium kaki pak Yana.
__ADS_1
"Hey Tama-Tama gak usah nak, gak perlu berlebihan hey Tama dengar papah" Ucap pak Yana yang menahan tubuh Adam yang ingin berlutut, karena bagi pak Yana ia tak pantas begitu di banggakan oleh Adam.
"Hm.. hiks.. hiks.."
Adam masih larut dalam tangisan bahagianya. Bagaimana tidak, pak Yana yang selama ini Adam kenal hanya lewat kolom komentar Facebook kini siapa sangka ia bisa berkenalan dan memeluk langsung papah kandung dari calon istrinya itu.
...
...
Setelah tangis bahagia mulai mereda, Mc meminta untuk semua saksi duduk dan menyaksikan ijab kabul secara tenang dan kidmat.
"Mari bapak di lantunkan janji suci na" Ucap si Mc.
Kini Adam duduk berhadapan dengan pak Yana yang di dampingi penghulu, dan kedua orang tua dari pihak pria dan wanita.
"Ayo bapak di ulurkan tangannya ke depan" Pinta si penghulu di samping Yana.
"Untuk calon mempelai pria silahkan di jabat tangan pak Yana." Sambung penghulu.
Dengan perlahan dan rasa yang masih tidak percaya, Adam menggenggam erat tangan pak Yana bersiap untuk mengikuti ucapan nya.
"Yuk pak ikuti setelah saya ya?" Pinta si penghulu yang mulai berbisik.
"Bismillahirohmanirohim saya nikahkan dan saya kawinkan, Adam Pratama Sanu Bin Anwar dengan putri kandung saya bernama Ratu Permata Sari binti Yana dengan emas kawin berupa emas 24 karat seberat 6 gram, uang tunai sebesar enam juta rupiah dan seperangkat alat shalat di bayar tunai." Ucap pak Yana dengan pengeras suara.
"Saya terima nikah dan kawinnya putri kandung bapak yang bernama Ratu Permata Sari binti Yana dengan emas kawin berupa emas 24 karat seberat 6 gram, uang tunai sebesar enam juta rupiah dan seperangkat alat shalat di bayar tunai." Ucap Adam dengan lantang.
"Bagaimana para saksi?" Tanya si penghulu pada semua yang menyaksikan akad nikah tersebut.
Dan semua orang termasuk dua keluarga besar itu menjawab serentak pertanyaan penghulu dengan satu kalimat pasti yaitu...
"Sah..."
"Alhamdulilah..."
Adam menyalami satu persatu orang tuanya dari kedua belah pihak.
Lalu doa pun di panjatkan oleh semua orang, menadah tangan menundukkan kepala. Membaca doa dalam hati dengan sangat kidmat bercampur bahagia.
"Mah mana istri saya?" Celetuk Adam setelah selesai berdoa.
"Ih.. sabar dulu atuh hahah ga sabaran banget menantu mamah ini hehe" Sahut bu Nisa yang tertawa.
"Iya atuh mah kan udah sah ini haha" Ucap Adam yang terus menjawab.
Tak lama dari itu, Mc mempersilahkan pihak perempuan untuk mengantar mempelai wanita menemui mempelai prianya.
Dengan segera Adam berdiri dan semua orang pun ikut berdiri menengok ke arah luar masjid yang nampak gadis anggun sedang berjalan mengenakan gaun pengantin berwarna putih.
"Glek.."
"MasyaAllah.. SubhanAllah.. Cantik banget kamu sayang" Ucap Adam dalam hati sampai tertegun saat melihat Ratu melangkah memasuki mushola.
Diiringi oleh sepupu kembarnya, Ratu berjalan menghampiri Adam yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
Cahaya dari lampu flash kamera hape mulai menyinari mereka berdua untuk mengabadikan momen bahagia itu.
"Untuk pengantin pria di persilahkan untuk memasangkan cincin pada jari manis pengantin wanita" Ucap Mc di pengeras suara.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
__ADS_1
...See you on the next episode...🎉👏...