
"Maksud dan tujuan kami datang ke sini adalah ingin mengantar anak kami yaitu Adam untuk mempersunting Ratu sebagai istrinya sekaligus menantu kami bu" Ucap bu Tini dengan ramah.
"Iya bu, pak saya mengerti maksud kalian. InsyaAllah saya terima lamaran ibu dan bapak untuk Ratu." Jawab bu Nisa.
Ditengah obrolan, bu Nisa sempat terdiam sejenak memikirkan kenapa orang tua Adam tak membahas perihal masalah yang kemarin.
Setelah dipikir dua kali, kini bu Nisa menyadari bahwa mungkin Adam tak menceritakan perihal hubungan dia yang pernah putus dengan Ratu ke orang tuanya.
Sungguh, bu Nisa kagum dengan kedewasaan Adam yang mampu untuk tidak menceritakan masalah besar itu ke bu Tini dan pak Anwar.
"Dek lanjutin" Pinta bu Tini pada Adam.
"Ouh iya mah ini saya punya uang hanya segini mah" Ucap Adam sambil menyodorkan amplop ke bu Nisa di meja.
"Ini hasil tabungan saya selama hampir 5 tahun lamanya untuk Ratu mah, mungkin ini memang gak seberapa hehe. Tapi insyaallah mahar ini tidak merendahkan Ratu dan tidak juga memberatkan saya. Tolong di terima mah jika berkenan" Tutur Adam dengan sopan.
"Alhamdulilah ya Allah. Terima kasih ya Adam sekeluarga, mamah terima nih uang nya" Jawab bu Nisa.
"Abang tenang aja, mamah gak pernah nargetin harus di bawakan berapa kok. Jika memang ada nya segini ya gak apa-apa berarti memang rejekinya Ratu segini hehe" Sambung bu Nisa mengutarakan isi hatinya.
"Alhamdulilah tuh adek jadi nikah ya sama Ratu haha" Tawa bu Tini nampak begitu bahagia.
"Itu burung apaan pak warna biru begitu?" Tanya pak Anwar pada pak Hendri.
"Ouh ini Love bird, burung hias gitu hehe. Sepasang ini pak saya beli waktu itu lumayan harganya." Jelas pak Hendri sambil beranjak dari sofa yang lalu di ikuti oleh pak Anwar.
"Kena berapa ini harganya sekarang?" Sambung pak Anwar di depan kandang burung itu.
"2 jutaan sampai lah pak kalau yang udah jadi banget mah" Jawab pak Hendri.
"Aduh bapak lu mah liat noh, mainan nya gak jauh dari burung haha" Celetuk bu Tini sambil mengusap kepala Adam.
"Iya tuh sama kaya bapaknya haha hobi banget bu sama burung" Sambung bu Nisa.
"Ouh iya nih bu makanin kue-kue kering nya. Maaf ya gak punya apa-apa kita mah." Ucap bu Nisa sambil membukakan toples yang ada dimeja.
"Iya bu gampang udah santai aja hehe" Ucap bu Tini nampak malu-malu.
Namun lain hal nya dengan Adam dan Wina yang memang hobi ngemil pun tanpa malu langsung menyicipi kue bikinan bu Nisa.
"Eh adek, kue orang juga lu main makan-makan aja hehe" Celetuk bu Tini yang lucu melihat sikap kedua anaknya.
"Eh biarin aja bu Tin hehe kalau doyan mah gak apa-apa abisin juga hihi" Sahut bu Nisa.
"Ouh ya jadi rencana pernikahannya mau gimana ini?" Ucap bu Nisa mengembalikan topik awal pembicaraan.
__ADS_1
"Biarlah semua bu Nisa yang atur, pakai adat Sunda aja gak apa-apa atau di kasih sedikit ciri khas Betawi juga boleh. Kami hanya ingin mereka berdua segera halal berumah tangga dan hidup bahagia itu saja sudah cukup kan buat kita bahagia sebagai orang tua bu hehe" Jawab bu Tini.
"Ehm.. baik lah bu siap hehe, kira-kira tanggal berapa ya rencana nya?" Sambung bu Nisa yang bertanya.
"15 mah, tanggal 15 September pernikahan kita langsungkan. Tepat di hari ulang tahun nya Ratu" Ucap Adam yang begitu semangat menjawab pertanyaan bu Nisa.
"Woh iya hehe, mamah hampir lupa loh tanggal itu" Ucap bu Nisa.
"Iya mah, and satu lagi mah. Saya berencana ingin ngajak Ratu ke Cafe tempat saya kerja mah. Disana nanti saya mau kasih cincin tunangan untuk dia, tapi mamah diam aja dulu seolah gak tau ya. Mamah beritahu semua ini nanti saja saat suprise seserahan dari saya sudah sampai rumah mamah" Jelas Adam pada bu Nisa.
"Owalah iya bang siap deh hehe nanti mamah bantu" Ucap bu Nisa.
"Oh iya sampai lupa yuk makan dulu bu, teh, pak, dan abang juga ayo makan dulu ah lapar nih ngobrol terus hehe" Sambung bu Nisa yang beranjak ke dapur dan menyiapkan capcay jamur dan ayam serundeng yang sudah ia masak sebelum mereka datang.
"Aduh bu Nisa maaf ya jadi ngerepotin nih hehe" Ledek bu Tini sambil bercanda.
"Engga ah hehe.. Dah ayo kita makan dulu semuanya, a itu pak Anwar di ajakin makan juga yuk bareng-bareng" Titah bu Nisa.
Akhirnya mereka pun makan bersama sambil saling meng'akrabkan diri satu sama lain.
• Flashback Off •
"Begitulah sayang ceritanya hehe" Sambung bu Nisa sambil mengusap kepala anak nya.
"Sebenarnya si abang gak mendadak, semua sudah terencana" Lanjut bu Nisa.
"Iya tepat di hari ulang tahun kamu hehe" Jawab bu Nisa.
"Berarti gaun yang kemarin aku pilih itu untuk aku pakai nanti mah?" Tanya Ratu kembali yang merasa tak percaya.
"Iya atuh sayang ih bawel jasa nyah haha" Tawa bu Nisa.
"Alhamdulilah ya Allah hehe" Ratu kembali memeluk ibunda nya dengan tangis bahagia.
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...
Hari demi hari bahkan minggu demi minggu kini berlalu, Ratu dan bu Nisa sudah mulai sibuk mengurus undangan dan mencari channel untuk menyewa tenda, prasmanan serta taman yang akan digunakan.
Tak lupa juga memesan undangan sebanyak 1000 lembar yang akan dibagi dua untuk kedua belah pihak yang masing-masing keluarga Adam dapat 500 lembar dan Ratu 500 lembar.
Hingga tak terasa waktu bergulir begitu cepat, tepatnya seminggu sebelum hari H.
Bu Nisa mulai menghubungi keluarganya yang ada di Subang, memberitah kan kabar bahagia Ratu kepada sanak saudaranya disana.
Mulai dari bibi, paman dan uwa Ratu semua saling mengko'ordinasi keberangkatan mereka ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anak sulungnya bu Nisa.
__ADS_1
"Eneng tahan rasa kangen nya ya hehe, gak boleh ketemu dulu sama pengantin cowo" Ucap bu Nisa yang menghampiri Ratu di kamar.
"Iya mamah hehe siap kok" Ucap Ratu.
"Oh iya mah, besok aku mau bagiin undangan ya sama Bibil boleh?" Tanya Ratu pada momynya.
"Ehm.. Jangan lah neng, biar mereka aja. Pengantin biar diam aja dirumah kan harus siap-siap neng." Jawab bu Nisa yang seakan memutuskan semangat Ratu.
"Terus nyebar undangannya gimana mah?" Tanya Ratu dengan nada lemas.
"Suruh aja si Samri sama si Bibil hehe, toh dia juga kan nanti yang akan jadi pagar ayu nya" Ucap bu Nisa mengusulkan idenya.
"Oh iya betul mah oke deh ku langsung hubungi mereka." Jawab Ratu yang menelepon dua sahabatnya itu.
Singkat cerita hari terus berjalan, undangan mulai dibagikan oleh Samri dan Bibil yang berkeliling kampung sekitar rumah Ratu.
H-5, tepatnya sepulang kerja Ratu nampak ia baru saja selesai mandi. Di rumah nya sudah ada beberapa tetangga yang sudah siap menjadi team dapur dan cuci piring di acara Ratu dan Adam nanti.
"Misi bu.." Ucap Ratu yang berjalan melewati kumpulan ibu-ibu di dapurnya.
"Iya neng mari" Jawab mereka berbarengan.
Terdengar suara bu Nisa yang sedang teleponan dengan adiknya untuk mengarahkan bus yang membawa rombongan keluarga Ratu dari Subang.
"Iya betul, itu keluar tol ambil kiri aja ya" Ucap bu Nisa yang masih menempelkan telinganya ke hape.
"Mah, mereka udah mau nyampe?" Tanya Ratu yang mengeluarkan sedikit kepalanya dari pintu kamar.
"Iya neng ini udah pada masuk tol Jakarta hehe" Tutur bu Nisa yang masih sibuk dengan ponselnya.
Bersambung...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...
...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...
...🐝 SHARE 🐝...
...Dan...
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
__ADS_1
...See you on the next episode...🎉👏...