
Setelah rapih mengenakan setelan berwarna hijau Axel segera menancap gas menelusuri jalan menuju titik yang biasanya ramai dikunjungi oleh orang-orang yang berpergian seperti di mall, pusat jajanan dan kios-kios sekitar jalan utama.
Sesampai nya disana, seperti biasa Axel langsung mengaktifkan aplikasi ojolnya. sambil menunggu orderan masuk, ia mengisi waktu luangnya dengan bermain game yang biasa mabar dengan Destroy.
Namun baru saja satu match selesai, notif orderan pun masuk. dengan segera Axel beralih aplikasi dari game tersebut ke aplikasi ojolnya.
"Wih syukurlah dapat orderan Goput hehe" ucap Axel lalu menerima orderan itu.
"Ehm.. Mekdi ramai gak ya jam segini?" ucap nya sendiri sambil menoleh langit yang semakin cerah memancarkan sinarnya.
Axel pun langsung berangkat menuju Mekdi terdekat untuk membeli makanan sesuai orderan yang ia dapat.
"Ehem kan benar aja firasat gw. ramai banget njir" keluh Axel yang terpaksa ikut masuk ke barisan untuk mengantri.
Sekitar tujuh menit Axel berdiri, sampai lah ia di depan kasir dan langsung meng-scan barcode yang tersedia agar pesanan bisa segera disiapkan.
Singkat cerita setelah sampai di depan rumah yang order, Axel memberikan pesanannya dan bergegas kembali ke pangkalananya.
Namun saat ingin menghidupkan motornya, notif dari aplikasi ojol pun berbunyi lagi.
"Widih.. kan dugaan gw benar nih kalau weekend pasti ramai ya orang mau healing haha" celetuk Axel dengan hati riangnya.
Dan lanjut bergegas menuju lokasi jemput si penumpang. di sepanjang jalan Axel sempat berpikir lagi, dengan nama yang tertera di aplikasi ternyata sama dengan nama mantannya dulu semasa SMP.
Tapi dengan meyakinkan hatinya, Axel percaya bahwa penumpang yang bernama Thania itu bukan lah mantannya.
"Cuma nama yang sama, bukan berarti orang yang sama juga kan hehe" ucap Axel dalam hati menepis semua keraguan di hatinya.
Sesampainya di depan kampus elite di tengah ibu kota Jakarta, Axel berhenti tepat didepan gadis yang dari tadi diarahkan oleh Gps.
"Misi kak, dengan Thania ya?" ucap Axel menyapa gadis itu.
"Eh iya mas, saya yang pesan.." balas si gadis itu yang mengangkat wajahnya menoleh ke arah Axel.
Dengan tahi lalat di atas bibir kanannya Thania tersenyum manis menyambut kedatangan Axel yang ia sendiri pun tak menduga nya jika akan bertemu lagi setelah sekian lama.
"Hai.. Thania apa kabar kamu hehe?" Axel memberanikan diri untuk menyapa nya duluan.
"Baik kok hehe, kamu sekarang narik ojol?" tanya balik Thania.
Axel sempat terdiam dulu karena merasa malu untuk menjawab pertanyaan itu.
"I.. iya Than sekarang aku narik buat nyari tambahan kuliah" balas Axel tersenyum kuat menahan malu.
"Yaudah sih gak apa-apa Xel" balas Thania sambil menepuk pundak Axel.
"Itu lebih baik dari pada harus menadah tangan pada orang tua kan. yuk antar aku pulang ah" pinta Thania yang tersenyum manis.
"Iya Than, yuk.." balas Axel dan memberikan helm khusus penumpang.
Tak menyangka bahwa respon Thania akan sebaik itu. Axel kira awalnya Thania akan menertawakannya. ternyata dia salah menduga.
Setelah memakai helm, Thania langsung naik dan duduk dibelakang Axel walau tanpa memeluknya dari belakang seperti saat membonceng Kezia.
Sepanjang jalan Axel sampai keluar keringat dingin saat memboncengi Thania.
Namun sang mantan pun hanya terdiam dibelakang Axel, ada sedikit rasa ingin memeluk tubuhnya kembali seperti dulu.
Tapi sayang kini waktu sudah merubah semua keadaan, hingga tak terasa Axel sudah berhenti didepan rumah Thania.
"Than udah sampai" ucap Axel yang menoleh sedikit ke belakang.
"Eh udah sampai ya hehe maaf Xel" balas Thania yang turun lalu memberikan helmnya lagi pada Axel.
__ADS_1
"Oke deh, lima belas ribu ya Xel?" tanya Thania sambil menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah.
"Hih gak usah Thania ah apa-apaan sih kamu?!" Axel terkejut sambil menolak halus bayaran dari Thania.
"Loh kok begitu? kan aku udah pakai jasa kamu dan kamu pun narik untuk nyari tambahan Xel. kenapa nolak uang dari aku?" tanya balik Thania nampak mulai naik pitam.
"Bukan begitu cantik.." ucap Axel yang keceplosan.
"Kita kan berteman udah dari SMP. masa iya aku masih ngarepin uang dari kamu hehe. udah simpan aja uang itu anggap aja aku nolongin kamu" tutur Axel mencoba menjelaskan maksud baiknya pada gadis keturunan Jawa-China itu.
"Jangan gitu ah Xel" ucap Thania sambil menyodorkan kembali uangnya.
"Gak usah Thania hih kamu mah" Axel tersenyum sambil menahan pemberian Thania.
"UDAH TERIMA AJA AXEL" ucap Thania dengan nada berat sambil memegang erat tangan Axel memberikannya secara paksa.
"Udah simpan ini, aku kan pakai jasa kamu. kembalinya pegang buat beli minum di jalan ya?" pinta Thania dan melepaskan tangannya dari tangan Axel sambil tersenyum.
"I.. iya deh. makasih ya Than" balas Axel sambil menggenggam uang itu.
"Iya sama-sama Axel" balas Thania.
Setelah pamit untuk kembali narik lagi, Axel sempat berhenti sejenak di depan portal gang rumah Thania.
Menoleh ke arah rumah yang dulu sering ia kunjungi ketika malam minggu. namun kini sudah tiada hak untuk berkunjung sesering dulu.
"Sungguh gak nyangka akan ketemu lu lagi Than" ucap Axel tersenyum kecil menatap tangan kanannya yang tadi berpegangan dengan Thania.
Ia menghirup sisa parfum Thania yang menempel ditelapak tangannya hingga seketika kenangan manis bersama sang mantan teringat kembali.
Mulai dari makan bersama di sebuah cafe, olahraga bareng saat pelajaran penjaskes sampai masa paling pahit ketika perpisahan pun tak luput dari ingatan Axel.
"Tut.. tut.."
📞 "Hallo, ngapa lay hah?".
"Mek bisa ketemu gak besok malam?" .
📞 "InsyaAllah bisa kok, ada apa ini lay haha tumben banget".
"Ada lah pokoknya hehe, yaudah besok malam gw kerunah lu ya?".
📞 "Ditunggu. jangan lupa bawa sesajen".
"Siap haha, thanks Dam".
Telepon pun terputus.
Dengan sisa parfum Thania yang menempel ditelapak tangannya, membuat Axel lebih bersemangat narik ojolnya.
...•••😎 IBG Season 2 🤓•••...
Tak terasa kini mentari senja mulai menampakkan sinarnya. melihat jam tangan menunjukan pukul 17.00, Axel segera menancap gas mengakhiri pekerjaannya.
Dan tak lupa juga Axel menyempatkan diri untuk mampir sejenak untuk bermalam minggu dengan Kezia.
Walau sedihnya, karena pertemuan tadi dengan sang mantan. Axel masih terbayang-bayang wajah manis Thania yang hadir dalam pikirannya.
Padahal ia sedang bersama Kezia, namun hatinya sulit untuk menolak lupa kejadian tadi siang.
"Sayang?! kenapa sih bengong aja? melamun terus aku perhatiin dari tadi" bentak Kezia pada Axel yang terdiam seperti ayam nelan karet.
"Eh.. ma.. maaf sayang engga apa-apa kok" ucap Axel sambil terkejut sampai menjatuhkan sendok yang sedang ia pegang.
__ADS_1
"Tau ah ngeselin kamu malam ini!" gertak Kezia kembali sambil menaruh sendoknya di piring dan meninggalkan Axel tanpa pamit.
"Sayang..!" teriak Axel memelas mengejar Kezia.
"Gak ah udah cukup, badmood aku selera makan juga udah hilang. cepat antar aku pulang!" pinta Kezia dengan pipi yang sedikit mengembung.
"Iya deh iya ayo pulang ya sayang maaf" balas Axel dengan segera kembali ke kasir untuk bayar makanan yang tadi ia pesan.
Dan langsung mengantar Kezia pulang. saking kesal nya Kezia sampai duduk di bagian paling belakang dari jok motor Axel. karena saking tidak mau menyentuh pacarnya.
Singkat cerita pendek drama, setelah bertengkar kecil dengan si cantik Kezia. Axel langsung mengurung diri dikamar. memandangi foto-foto Thania yang masih di simpan rapi dan tersembunyi di file laptopnya.
"Im sorry Than" ucap Axel.
"Andai waktu bisa diulang kembali" sambung Axel tersenyum tipis.
Keesokan pagi nya kini dirumah Adam, nampak kembali drama kecil dari Ratu yang mulai risih dengan posisinya sekarang.
Mencari kerja sulit, namun tak mau menambah beban bu Nisa sebagai tulang punggung keluarga.
Alhasil Ratu sempat terbuai dengan ajakan teman-temannya yang mendorong Ratu untuk segera nikah muda.
Tentu saja dengan alasan agar tak perlu repot nyari kerja sana sini, tinggal menadah uang dan menjaga dapur, akhirnya Ratu memulai debat dengan Adam. untuk ingin segera beranjak ke hubungan yang lebih serius.
Adam yang masih merasa masa mudanya masih panjang pun tentu tak bisa mengabulkan keinginan Ratu semudah membalik telapak tangan.
Dan pertumpahan ego pun terjadi lagi. Ratu menilai bahwa Adam tidak bisa serius dengan nya karena tak bisa menghalalkan nya dengan segera.
Disisi lain Adam berpikir jauh ke depan mengingat kini umur Ratu belum sampai dua puluh tahun. tentunya masih banyak sikap kekanak-kanakan nya yang harus Adam benahi lagi.
"Tau lah capek gw njir. apa-apaan sih tiba-tiba minta nikah muda! baru kemarin kayanya lulus sekolah masa udah mau jadi ibu rumah tangga huft.." sewot Adam sambil menon-aktifkan hapenya karena kesal dengan Ratu.
"Sabar Dam. mungkin dia hanya kerayu omongan teman-temannya aja tuh yang udah pada nikah. sabar ah" pinta Agam mencoba menenangkan kembarannya.
"Mending buka MeStory lagi. ucapin selamat pagi buat si Chery hehe" celetuk Agam yang mulai merasa kesepian.
"Engga ah! ini lagi satu.. CHERY.. TERUS.. CHERY.. TERUS gak ada habisnya anjir. gw udah punya Ratu dan jangan ajari gw untuk selingkuh!" bentak Adam pada dirinya sendiri.
"Yaudah sih selow kok ngegas lu anjing!" balas Agam yang balik marah.
"Lagi pula kita chatting gak ada yang ditutupi ya!. kita chat dan Ratu baca no problem. why you scared? selingkuh itu ketika kita bermain tanpa se-pengetahuan pasangan Dam" tutur Agam membalas.
"Dah bac*ot diam lu ah" balas Adam singkat dan mengambil handuk untuk beranjak mandi.
Bersambung...
..."Masih menjadi misteri mengapa mantan selalu tambah Cantik ketika sudah putus"...
...- Axel, 11 Maret-...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...
...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...
...🐝 SHARE 🐝...
...Dan...
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
__ADS_1
...See you on the next episode...🎉👏...