
[Dirumah Axel]
"Nah sip jadi juga haha" ucap dia sambil meng'klik tombol ENTER di laptopnya.
"Bro and sist. yang sore nanti ada luang waktu datang ya ke BC. kita upgrade tampilan BC kita" isi pesan Whatsapp Axel di grup Destroyer.
Adam, Ratu, Dafa, Ferdi dan Jery yang membaca pesan itu pun langsung meresponnya. walau sepertinya Dafa dan Jery tidak bisa hadir karena sedang ada urusan keluarga.
Setelah sepakat walau kemungkinan nya hanya Adam, Ratu dan Ferdi yang datang. itu tak membuat Axel patah semangat.
"Hm.. mandi dulu ah sekalian mampir ke rumah Kezia" ucap Axel sambil menggaruk sesuatu dibawah perutnya.
[Singkat waktu]
Setelah di rasa dirinya sendiri sudah tampan, Axel segera pamit dengan ibunya untuk keluar sejenak. mengeluarkan motor matic nya dan menghidupkannya, Axel pun berangkat mencari tukang es boba disekitar kawasan rumahnya.
Mengingat Kezia sangat hobi minum es boba tentu sebelum main kerumahnya pun Axel menyempatkan diri untuk membawa minuman manis yang tak semanis senyuman wanita idamannya.
Tak perlu waktu lama, Axel yang kini sudah sampai didepan rumah Kezia pun langsung mencoba memberi salam.
"Selamat siang permisi" ucap Axel.
"Eh iya siapa?" ucap mamah nya Kezia menghampiri Axel didepan pagar.
"Owalah nak Axel kirain siapa hehe, ayo mari masuk" tutur mamah Kezia yang membuka kan pintu pagar.
"Terima kasih tante, oh ya Kezia nya ada gak tante?" tanya Axel to the point.
"Ada ayo masuk saja tuh diruang tv" sambung mamah Kezia.
"Kez ada Axel tuh mampir"
"Iya mah suruh masuk aja" Kezia yang sedang asik menonton drama korea disofa depan tv.
"Apa kabar kez, nih boba buat lu" Axel langsung menyodoran boba yang tadi ia beli.
"Makasih Axel baik banget sih kamu hehe" balas Kezia sambil meraih minuman favoritnya.
"Puji tuhan aku baik kok xel, kamu apa kabar nya?" balas Kezia.
"Baik juga kez, kuliah pun lancar syukurnya hehe" jawab Axel.
Nampak obrolan manis mereka pun berlangsung lama, mengingat dari yang dulu nya manggil gw-lu kini sudah berubah menjadi aku-kamu. perubahan yang cukup signifikan dalam hubungan mereka.
[2 jam kemudian]
Setelah puas berbincang santai sambil PDKT, Axel yang melirik jam menunjukan pukul 15.00 pun langsung berpamitan pada Kezia dan ibundanya.
"Oh ya kez aku pamit dulu ya udah ada janji sama anak genk aku" ucap Axel.
"Ouh yaudah kamu hati-hati ya, salam untuk mereka" balas Kezia.
"Siap, yuk mari kez salam buat mamah yang lagi didapur" ucap Axel sambil senyum-senyum gak jelas.
"Iya haha dah sana hati-hati" ucap Kezia sambil menjulurkan lidahnya meledek Axel.
"See you cantik" ucap Axel yang langsung menarik tuas gas motornya melaju.
"Hm.. kok hati gw serasa bahagia sih saat dekat si Axel. ada apa ya hehe" ucap batin Kezia berkata sambil tersenyum menyenderkan kepalanya dipintu pagar.
[Dimarkas besar]
Tepatnya di depan teras markas mereka, Nampak Ferdi dan Adam yang sudah sampai duluan sedang mabar di menit-menit akhir match itu.
Lalu datang lah si jerawat tembem nan imut Ratu menghampiri mereka dengan motor matic berwarna merah.
"Assalamualaikum" ucap Ratu.
"Walaikumsalam" balas Ferdi dan Adam serentak walau mata nya masih terfokus pada layar hape.
"Ay" ucap Ratu menadahkan tangan.
"Iya sayang maaf" sambung Adam sambil menyodorkan tangan kanan nya yang kemudian Ratu raih lalu mengecupnya.
Menunduk menyodorkan keningnya kearah Adam lalu gantian Adam mengecup kening Ratu.
"Muach, baru pulang ay?" tanya Adam walau masih fokus bermain games dan tos ala Destroy
"Iya ay, kak Fer" jawab Ratu sambil gantian meraih tangan Ferdi dan mengecupnya.
"Iya rat hehe" balas Ferdi sambil menyodorkan tangan dan bibirnya untuk mengecup kening Ratu.
"Plak!!"
Suara bibir Ferdi yang digampar halus oleh Adam.
"Aduh.. sialan lu anjeng" gumam Ferdi sambil mengusap bibirnya yang memerah.
"Ya iyalah, lu berani sentuh cewek gw selain cium tangan kalo ketemu. abis entar batang masa depan lu gw iris" celetuk Adam yang seakan mengancam.
"Waduh ya jangan lah bodoh, ntar gw ga bisa nge*e gimana haha" balas Ferdi.
"Nah itu tau" sambung Adam.
"Kamu bawa celana panjang kan? ganti aja dulu didalam ya. pakai rok seragam mah nanti ada yang tegak tapi bukan keadilan lagi hehe" tutur Adam sambil melirik Ferdi.
"Apa lu nengok ke gw lagi hah?" sewot Ferdi atau candaan Adam.
__ADS_1
"Hahaha" Adam hanya tertawa.
"Siap ay, aku ganti celana dan baju dulu ya" ucap Ratu lalu masuk ke BC untuk ganti baju.
Tepat saat match mereka menang, Adam langsung menelpon bu Nisa untuk mengabarkan Ratu sedang ngumpul bareng dengan mereka.
Setelah disetujui oleh bu Nisa. Adam pun mematikan telepon nya yang dibarengi oleh kedatangan Axel.
"Yoi what up gengs haha" dengan semangat Axel turun dari motor nya sambil membawa tas laptop.
"Baik bre haha" ucap Adam lalu bersalaman ala Destroy.
"Gimana nih ada apa tumben wakil gw ngajak ngumpul haha" ucap Adam sambil menarik Axel ikut duduk bergabung dengan mereka diteras. menghalangi Axel masuk yang kita tau ada Ratu yang sedang ganti baju didalam.
"Gini dam, kan markas kita udah lama nih ga ada perubahan nah gw berniat mau ubah sedikit warna di BC kita yuk?" tutur Axel.
"Maksudnya xel?" tanya Ferdi yang serius menanggapinya.
"Ya semacam nge'cat warna tembok so di kasih interior apa kek gitu hehe. tapi pelan-pelan aja gw tau itu butuh proses dan biaya yang lumayan kan" jelas Axel.
"Tapi rencana gw sekarang minimal bikin logo baru yuk ditembok dalam markas kita? gw udah coba bikin logo nya paling nanti minta bantuan cewek lu dam si Ratu untuk milihin kontras warna yang bagus haha. kan lu tau biasanya selera cewek mah kreatif aja haha" lanjut Axel menjelaskan rencananya.
"Pakai pilok?" tanya Adam memperjelas penuturan Axel.
"Tepat sekali haha, gw ada uang sekitar lima ratus ribuan cukup lah untuk beli pilok dan cat dasar mah ya gak haha" ucap Axel.
"Wih alhamdulilah kalau lu bersedia sumbang dana untuk renov BC kita hehe thanks you bro" balas Adam.
"Siap haha, yaudah sana lu sama Ferdi amplas temboknya dulu so panggil Ratu sini gw mau meeting sama dia haha" pinta Axel memerintah Adam.
"Jeh lu udah berani lu merintah gw haha" balas Adam bercanda lalu mengikuti instruksi Axel.
Tak lama kemudian, Ratu datang menghampiri Axel bersalaman ala Destroy dan saling menegur sapa.
"Hallo kak Axel" ucap Ratu lalu duduk disamping Axel.
"Hay cantik haha, langsung aja ya di sini gw butuh bantuan lu untuk bantu desain logo Destroy yang baru hehe" tutur Axel sambil mengeluarkan laptopnya dan menunjukan sebuah gambar.
"Ini logo nya, menurut lu kira-kira bagusnya di beri paduan warna yang bagaimana ya nih " Axel menyodorkan layar laptopnya ke arah Ratu.
"Hm.. sebentar" Ratu berpikir dan mencari ide-ide yang bertebaran diotaknya saat itu.
"Iya santai aklja" balas Axel sambil membalas chat WA dari Kezia.
"Wokeh kak gw dapat" ucap Ratu sambil menjentikan jari tengah dan ibu jarinya.
"Gimana tuh?" Axel kembali fokus memperhatikan Ratu.
"Kata Destroyer. ini background nya coba kasih gradasi warna biru langit ditengah lalu gradasiin ke out nya warna biru laut, makin out makin dark ke gelap gitu deh" tutur Ratu dengan senyum percaya diri nya.
"Ouh oke gw coba sebentar ya" Axel mencoba mengikuti permintaan Ratu.
"Seperti ini rat?" ucap Axel pada Ratu untuk memastikan sesuai dengan perkataan nya tadi atau tidak.
"Nah sip dah dapet tuh. tapi sepertinya kurang kak" ucap Ratu men'judgement gambar itu.
"Kata nya sip tapi masih ada yang kurang gimana sih lu haha" celetuk Axel merasa geram.
"Bukan yang itu kurangnya haha, kurang sangar aja gitu kak hahah" balas Ratu tertawa bahagia.
Didalam, Ferdi yang menyadari candaan Axel dan Ratu pun sedikit khawatir.
"Dam lu ga takut si Axel nikung lu bro?" tanya Ferdi sambil terus meng'amplas tembok.
"Walau baru 3 tahun gw kenal Axel. tapi gw udah percaya sama dia. ga akan dia ngelakuin hal tercela seperti itu fer hehe" Adam menepuk pundak Ferdi mematahkan kekhawatiran nya.
"Walau pun misalkan Ratu tergoda sama Axel, justru gw bakal berterima kasih sama Axel" ucap Adam menatap kembali kedekatan Ratu dan Axel yang sedang diteras.
"Lah kok malah berterima kasih pacar lu direbut?" ucap Ferdi melotot.
"Ya iya lah, berterima kasih karena udah nunjukin seseorang yang ga pantes gw perjuangkan sampai akhir" ucap Adam dengan nada berat yang membuat Ferdi hanya bisa menelan ludah mendengarnya.
Adam turun sejenak untuk mengambil amplas lagi dan kembali menghaluskan permukaan tembok.
Kembali ke Ratu dan Axel yang masih sibuk memilih kombinasi warna yang menarik untuk logo kebanggaan mereka.
"Coba tambahin circle white deh kak diantara huruf T dan R nya, sejenis kaya cahaya dari surga gitu haha" ucap Ratu sambil memperagakan nya dengan gerakan tangan.
"Oke gw coba ya" balas Axel sambil menambahkan permintaan Ratu.
"Nah keren tuh udah mantap haha" Ratu nampak senang melihatnya.
"Bre itu kata United nya bisa di edit lagi gak? biar gak hambar kaya cinta yang gak pernah tergapai." celetuk Adam yang menghampiri Ratu dan Axel dari belakang.
"Nindi teros... si anjing mah" teriak Ferdi yang lagi ngamplas didalam.
"Iiiii... Ih!!" Ratu melotot sambil mencubit dada Adam yang tepat sekali mengenai p*ting susu nya.
Sebagai manusia normal tentu Adam merasa jejelotoan sendiri menahan sakit dan mencoba melepaskan cubitan maut pacarnya itu.
(Jejelotoan \= Kejang-kejang)
"Wadaw uhuh aw.. " teruak Adam histeris sambil mengusap p*ting susunya yang memerah dibalik kaos nya.
"Sekali lagi lu nginget nama tuh cewek, gw dadar biji lu sebelah!" ancam Ratu pada kekasih nya.
"Aduh maaf ayang" Adam memeluk Ratu untuk merayunya.
__ADS_1
Axel hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Next..! kata United nya edit lagi nih? oke siap tunggu ya" Axel menjalankan lagi tugasnya.
"Nih gw bikin seperti logo Marvel ya haha kotak merah dengan front putih. gimana?" tanya Axel dengan bangga.
"Nah..! cocok! haha" teriak Adam tepat disamping telingan Ratu dan Axel.
"Aduh.." Axel meringis menahan amarah kesal nya.
"Hahah selow kau selow" rayu Adam sambil memijit pundak Axel.
"Dah ah takut kemaleman kuy gas beli pilok bre" ucap Axel sambil memberi laptop nya ke Ratu dan memakai jaket nya kembali.
"Yuk sama gw" Adam pun bersiap ikut membeli pilok.
"Ay tolong di save ke WA logo yang tadi ya, buat profil grup WA Destroy dan buat dibordir dijaket kita nanti" pinta Adam.
"Siap ay papay hehe" Ratu lanjut memainkan laptop Axel.
Axel dan Adam pun cap cus memberi pilok berbagai warna sesuai konsep yang sudah ia rancang bersama Ratu tadi.
"Saya mau merah, putih, biru langi dan biru laut, terus satu lagi black" ucap Axel pada kasir toko bangunan.
[Singkat cerita]
Setelah membeli warna yang diperlukan tanpa banyak bicara lagi mereka langsung mengeksekusi tembok yang sudah di amplas halus oleh Adam dan Ferdi sebelumnya.
Saling membantu dan blepotan cat mereka lalu dengan tawa dan canda, hingga sekitar dua jam setengah pekerjaan mereka pun selesai dengan rapih.
"Hust.. lelah nya haha" ucap Ratu sambil tiduran disofa.
"Mantap hahah thanks ya guys" ucap Adam yang takjub pada tembok berlogo nama genk kebanggaan nya.
"Rat, foto dulu rat tembok nya nih hehe" pinta Axel.
"Oke siap kak" ucap Ratu.
(Visual Logo)
"Makasih kalian semua ya, masih mau bersama walau kita udah milih jalan masing-masing" ucap Adam bangga.
"Santai dam kami akan selalu ada kok untuk kalian semua" balas Axel.
"Gw harap logo ini akan abadi untuk selamanya, tak kan terganti bro" sambung Adam.
"Aamiin" ucap Axel dan Ferdi berbarengan.
"Seperti logo dan inisial RasAr yang pernah aku ceritain ke kamu sayang" Adam menoleh dan mengusap kepala Ratu.
"Sehancur apapun hubungan kita kelak, sehebat apapun perdebatan kita nanti. ku harap hubungan kita bisa selalu bertahan layak nya kisah RasAr di buku itu" tutur Adam dengan lembutnya dihadapan Ratu.
Ratu hanya bisa tersenyum mendengar ketulusan kata yang Adam lontarkan.
"Apapun alasan dan latar belakangnya. jadi kan inisial RasAr sebagai logo paten yang tertanam kuat di hati mu ya cantikku" sambung Adam.
"Only RasAr, bukan yang lain. yes baby?" lanjut Adam menatap dalam kedua bola mata Ratu.
Ratu menganggukkan kepala nya dan memeluk Adam dengan erat diiringi isak tangis yang tak tertahan.
"Makasih ay kamu udah beri banyak warna dan pelajaran dalam hidup aku" Ratu tersedu bersandar di dada bidang Adam.
"Iya sayang, udah ah jangan nangis. aku ga akan bosan mengingatkan bahwa kelak apa yang aku larang untuk mu, tak lain hanya untuk kesehatan dan kebahagiaan kamu ya" Adam membalas pelukan Ratu sambil mengusap punggung nya.
"Hm.. makasih ya ay" ucap Ratu ditengah isak tangisnya.
"Iya sayang sudah lah" Adam terus berusaha menenangkan pacarnya itu walau ia sendiri tentu tak kuasa menahan tangisan haru nya. hingga airmata perlahan menggenang di kedua bola mata nya.
Axel dan Ferdi saling menatap dan tersenyum sambil memandang logo baru yang terpampang di hadapan mereka.
"We... Are!!" bentak suara Adam tiba-tiba menggelegarkan seisi ruangan.
"Destroyers!!" balas teriakkan gagah dari Ferdi, Dafa dan bahkan Ratu yang masih di pelukan Adam secara serentak ikut menggema.
Bersambung...
💓[Untuk kekasih Sang_Perindu]💓
Jangan cepat menyerah, aku butuh kau untuk mengubah hal-hal yang biasa menjadi lebih indah. semangat ya sayang semoga sakitmu cepat berlalu.
Allah lagi sayang sama kamu makanya masih diberi sakit, semoga kuat terus ya bakpau nya aku. Cepat kembali sehat sayang.
Jangan lupa banyakin istirahat, kamu harus makan yang banyak, aku akan menemanimu disini, menyuapimu makan dan mengupaskan buah untukmu.
Ya Allah yang maha penyembuh, tolong angkatlah penyakit-penyakit dari tubuh nya.. aku sayang sama dia. dialah penyemangat ku.
Aamiin...
...~🐝I 💖 You My Bee🐝~...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini.
__ADS_1
...See you on the next episode...🎉👏...