
"Ketua yang selama ini kita banggakan ternyata bertindak kriminal" Ucap Ferdi sambil melangkah mendekati Adam.
"Tapi Fer gw bisa jelasin kalau kemarin tuh gw butuh uang banget. tolong lah mengerti" Ucap Adam mencoba meminta toleransi pada sahabatnya.
"Tapi gak termasuk calon mertua gw juga bos!" Gertak Ferdi disamping telinga Adam.
Tentu hal itu membuat sosok Agam panas hati di perlakukan seperti itu.
Rasanya ingin langsung baku hantam dengan Ferdi namun Adam masih bisa menahan kembaran nya untuk beristirahat dulu agar tidak terjadi masalah yang semakin memanas kan keadaan.
"Tanpa rasa iba lu ngambil dompet ibu nya pacar gw Dam, lu ngerti perasaan gw gak sih hah?!" Tutur Ferdi yang semakin emosi.
Mendengar pernyataan itu, Tia pun langsung terkejut dibuat nya. bahkan beberapa Destroy lainnya tak menyangka bahwa Adam melakukan hal sekeji itu.
"Ya mungkin dan pasti nya dia lagi butuh duit lah Fer. kan istrinya bahkan dia sendiri aja butuh buat pengobatan lukanya, tolong saling mengerti aja" Axel mencoba menengahi perdebatan diantara keduanya.
"Pincang yang dia dapat itu atas ulah nya sendiri ya Xel. andai dia gak berbuat itu juga ya gak mungkin pincang kaya gitu" Ferdi terus melotot mengedepankan asumsinya sendiri.
"udah cukup!" Gertak Agam yang kesal.
"Sekarang lu mau nya apa? ayo kita selesaikan sampai di sini. setelah itu gw harap bisa kembali normal hubungan kita" Ucap Agam.
"Keluarin semua ilmu bela diri lu bos" Ucap Ferdi yang melangkah mundur sambil melepas jaket nya dan memberikannya ke Tia.
"Sayang kak Adam lagi terluka gitu kok kamu tega ngajak dia duel sih hah?" Ucap Tia yang mengerti posisi ketuanya.
"Hey apa dia mikir perasaan kita saat dia rampas dompet ibu mu?" Ferdi menatap tajam mata kekasihnya.
"Udah dong lupain hal itu dulu Kasay ... " Pinta Tia yang malah emosi dengan Ferdi.
"Hust ... " Ferdi menahan bibir ranum Tia dengan telunjuknya.
"Biar kan aku menjaga harga diri keluargamu" Ucap Ferdi dengan percaya dirinya.
"Gak gini juga caranya" Tia menepuk keningnya sendiri sudah tak mengerti apa yang ada di otak kekasihnya.
"Tuh bocah yakin mau ngelawan lu Dam?" Ucap Roy yang kaget dengan permintaan Ferdi.
"Ikuti aja mau nya dia gimana, selagi itu bisa memperbaiki hubungan kita semua hehe" Ucap Agam sambil melepas jaket nya juga dan memberikannya ke Axel.
Ferdi kembali ke tengah-tengah lingkaran yang di buat Destroyer, memasang kuda-kudanya dengan sangat sempurna.
Dan langsung menyerang Agam hingga peraduan mekanik pun tidak bisa terhindari.
Untuk saat ini Agam masih sangat halus menghindari serangan dari sahabatnya, menge'lak ke kiri kanan dengan menyeret kaki nya yang masih pincang sebelah.
Masih terus memahami tempo dan gerakan yang Ferdi pakai dalam bertarung.
Dan saat Ferdi lelah, Agam sudah ingin melayang kan pukulan berat nya namun sayang lagi-lagi Adam menahan gerakan itu yang alhasil membuat Agam terkecoh dan ....
"Buuggh!!"
Satu pukulan mengenai perut Adam. semua orang yang melihat itu pun langsung panik dan terkejut.
"Hem..." Terdengar hela'an nafas Agam begitu berat menandakan ia menahan nyeri yang cukup menyakitkan dibagian perut.
"Fer cukup woy!" Teriak Axel.
Namun seperti nya gertakan itu tak membuat Ferdi sadar. karena saat Agam hendak bangkit, Ferdi kembali dengan sigap melompat dan menonjok wajah ketuanya.
"Buuughhh!"
Yang membuat Agam kembali terkapar lemah.
"Bangun lu jambret, maling, pencuri dasar lu!" Teriak Ferdi yang merasa berkuasa.
Tapi Adam berusaha menahan sosok Agam yang sudah begitu emosi melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Berdiri lu b4j1ngan!" Ucap Ferdi sambil menarik kerah Adam dengan paksa.
"Lu gak lebih dari seorang perusak hubungan orang Dam" Sambungnya sambil terus mencengkram kerah baju Adam.
"Ma-maksud lu apaan?" Sahut Adam sambil menahan rasa sakit di perutnya.
"Lu gak bakal bisa mempersunting bini lu sekarang kalau lu gak ngerebut dia dari si Reno mantan nya dulu paham lu!" Bisik Ferdi di depan wajah Agam.
Mendengar hal itu, emosi Agam pun akhirnya meledak tak bisa di bendung lagi oleh Adam.
Ia memegang kedua tangan Ferdi yang mencengkram kerah bajunya balik sambil terus melototinya.
"Jangan asal bicara kalau lu gak tau sejarahnya!" Teriak Agam dan langsung menghantam dada Ferdi dengan satu pukulan yang begitu hebat sampai Ferdi terpental dan menyemburkan darah dari mulutnya.
"Brrrugh... Cuh.. "
"Kasay!!" Teriak Tia yang panik dan langsung ingin berlari menghampiri Ferdi, namun dengan segera Axel menggenggam tangan Tia dengan erat bermaksud agar wanita tak ikut campur dalam hal ini.
"Aduh awas kak tolong pisahin mereka berdua kak tolong!" Ucap Tia yang mencoba lepas dari genggaman tangan Axel.
"Biar mereka selesaikan ini secara jantan Ti" Sahut Axel dengan wajah datarnya.
"Aargghh... sakit banget njir, berasa ke ulu hati sat" Ringis Ferdi sambil meremas dadanya menahan nyeri.
Setelah mengelap darah dari bibirnya, Ferdi yang baru saja ingin bangkit kembali di cekik oleh Agam.
"Gw emang pengecut yang gak berani ungkapin cinta ke Nindi, tapi bukan berarti gw jadi pelakor di hubungan orang Fer" Ucap Agam dengan nafas membara.
__ADS_1
"Gw menjalin hubungan sama Ratu saat dia udah gak nyaman sama Reno, gw gak pernah ngerusak hubungan siapapun paham lu!" Gertak Agam dan menjatuhkan tubuh Ferdi.
"Aaarrrgh..."
"Say..!!!!" Teriak Tia yang matanya berkaca-kaca dan langsung merangkul Ferdi yang tergeletak.
Semua orang terdiam melihat Adam yang baru pertama kali nya semarah itu.
"Lu mau apa lagi agar hubungan kita kembali membaik?" Ucap Adam yang masih membelakangi Ferdi.
"Sujud di kaki gw uhuk-uhuk" Pinta Ferdi sambil batuk-batuk.
"Wey gila lu ya?" Ucap Dafa.
"Lu kata ini masih jaman jahiliyah apa yang nyembah selain Allah!" Gertak Jery tang tidak terima atas syarat yang Ferdi berikan pada Adam.
"Oke" Jawab singkat Adam dan berbalik menatap Ferdi.
Ia berlutut dengan wajah pasrah demi Destroyer agar tidak terpecah belah.
Namun saat ia ingin melakukan permintaan Ferdi, tiba-tiba Axel menahan tubuh Adam agar tidak menunduk di hadapan Ferdi.
"Kalau emang ini mau nya dia agar Destroy gak pecah, biar gw yang melakukan nya" Axel berlutut juga di hadapan Ferdi.
Tak lama dari itu Dafa, Jery, dan Roy ikut berlutut di samping Adam dan Axel.
"Kita juga" Ucap Roy yang sama pasrahnya.
"Gw juga Fer, jika emang itu yang terbaik" Gaby angkat bicara dan ikut berlutut di samping Roy kekasihnya.
"Gw juga"
"Kami juga"
"Gw juga lah" Ucap Malik.
"For Destroyer" Teriak Aceng.
Alhasil, semua anggota pun mengikuti Adam untuk berlutut di depan Ferdi.
Adam hanya bisa tersenyum bangga melihat kekompakan anggotanya.
"Makasih ya" Ucap pelan Adam pada mereka semua.
Ferdi pun terkejut atas aksi yang Destroy lakukan demi menyatukan kembali tali silahturahmi diantara mereka.
Bahkan Ferdi semakin kaget saat perlahan Tia beranjak ke barisan depan.
"Kalau memang ini bisa hilangin dendam kamu sama kak Adam, aku ikut mereka ay" Tia pun berlutut di samping Adam.
Melihat kuatnya solidaritas para anggota dengan ketuanya, tentu hal itu membuat mental Ferdi down sekaligus bangga dengan semuanya.
"Baiklah, gw yang menyerah" Ucap Ferdi.
"Maafin gw Dam" Sambungnya dan berlutut di depan Adam.
Saat Ferdi ingin sujud di hadapannya, Adam dengan segera menghampiri Ferdi dan menahan tubuhnya lalu...
"Gw bukan Allah, bangun lu ayo haha" Adam menarik kuat baju Ferdi hingga ia berdiri.
Setelah Adam dan Ferdi bersalaman ala Destroy yang menandakan perdamaian di antara mereka, semua anggota pun kembali berdiri dan tersenyum haru atas keberhasilan Adam dalam menyikapi masalah yang hampir saja memecah belah mereka semua.
"Ciye lu udah jadian emang sama Tia?" Ledek Adam saat Tia mendekati Ferdi.
"Yoi hehehe" Sahut Ferdi sambil cengar cengir.
"Coba cium pipinya kalau jagoan mah haha" Sambung Adam meledek.
"Nih muach .." Ferdi beneran mengecup pipi Tia di hadapan para Destroyer.
"Ih apaan sih kak" Refleks Tia membentak Ferdi sambil tersenyum salting dibuatnya.
Hal itu pun langsung mengundang kehebohan Destroyer yang langsung meneriakin Ferdi dan Tia.
"Piwwit haha"
"Ciyelah uhuy"
"Aaaayey haha"
Adam pun menggelengkan kepala dan beranjak ke pinggir sejenak untuk mengobrol dengan Dafa, Axel dan Jery.
"Say aku kompresin Adam dulu ya?" Ucap Gaby yang berdiri bersama Roy di sisi lain barisan.
"Ish.. engga ah apaan sih kamu malah kegatelan begitu" Ucap Roy yang mulai merajuk pada kekasihnya.
"Cuma kompresin lebam nya doang loh say" Sambung Gaby yang bernegoisasi dengan pacarnya.
"Gaby, dia udah punya istri dan kamu pun udah punya pacar yaitu aku. jangan kemurahan juga atuh nyamperin cowok lain apalagi dia udah beristri heh" Tutur Roy yang kesal.
"Hm ... iya deh iya maaf ya hehe" Gaby memeluk tangan Roy sebelah mencoba merayu nya kembali.
Singkat cerita setelah keadaan di sana semakin damai, Adam pun pamit duluan karena ia harus kembali pulang sebelum Ratu menyadari kepergiannya sedari tadi.
"Bre gw duluan ya yo semua wey haha" Adam melambaikan tangan sambil menuju motor nya.
__ADS_1
Baru ingin menghidupkan mesin motor, Tia dan Ferdi pun kembali menghampiri Adam untuk berbicara singkat.
"Dam thanks dan sorry ya untuk kejadian kemarin-kemarin" Ucap Ferdi.
"Siap hehe, santai aja. gw juga minta maaf ya khususnya ke Tia karena gw udah jahatin nyokap lu dek" Jawab Adam yang masih merasa bersalah.
"Iya kak, lain kali lu jangan begitu lagi ya? mending ngomong baik-baik dari pada harus merampok seperti kemarin" Sambung Tia.
"Iya siap, makasih ya buat kalian semua" Ucap Adam.
"Sama-sama komandan" Ucap Ferdi.
"Tia pulang jangan malam-malam lu haha" Ledek Adam.
"Iya bentar lagi gw antar pulang kok bos" Ferdi hanya merangkul kekasihnya sambil cengar cengir.
"Duluan guys"
"Hati-hati Dam" Ucap Ferdi.
"See you kak" Tia melambaikan tangan pada Adam yang semakin menjauh dari pandangannya.
...🤵🏻👰🏻"Introvert Berjiwa Ganda Season 3" 👰🏻🤵🏻...
Malam semakin larut setelah selesai mampir ke tukang nasi goreng Adam langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah mertuanya.
Sesampainya di sana, Adam memasukkan motornya dan bebersih diri sejenak.
Adam yang masih memakai kaos dan celana panjang mengetuk pelan pintu kamar mertuanya.
"Mah, pah udah tidur?" Ucap Adam pelan.
"Eh iya bentar bang" Terdengar suara bu Nisa yang menyahut.
"Maaf ya bang hehe" Ucap bu Nisa yang hanya menongolkan kepalanya di balik pintu kamar.
Adam yang mengerti apa yang sedang di lakukan mertuanya pun tak ingin berlama-lama menganggu, ia segera memberikan bingkisan nasi goreng pesanan bu Nisa dan pamit beranjak ke kamar.
"Nih mah nasi nya, saya langsung tidur ya" Adam tersenyum manis sambil menyodorkan dua bungkus nasi goreng.
"Iya makasih ganteng" Bu Nisa langsung menutup pintu kamarnya kembali.
Diluar kamarnya Adam membuka pintu begitu pelan untuk mengecek apakah istrinya masih tertidur pulas atau tidak.
Terlihat si montok sedang tidur pulas di tengah ranjang. Adam masuk perlahan dan kembali menutup pintu kamar dengan sangat-sangat pelan.
"Cek'klek"
"Ah.. aman hehe" Ucap Adam dalam batinnya.
Dan saat ia membalik badan ....
DUUUAAARR.....
Badan Adam langsung merinding ketakutan karena panik saat melihat Ratu sudah berdiri di hadapannya dengan kedua tangan di lipat di depan dada.
"Eh a .... ayang maaf ya aku baru pulang hehe, yuk tidur ay" Ucap Adam yang gugup.
Namun tanpa banyak bicara Ratu langsung mengambil bantal guling dan melemparnya ke arah Adam yang refleks ia tangkap.
"Aduh, kenapa ay?" Tanya Adam yang heran.
Ratu mendorong pelan memaksa Adam agar keluar kembali dari kamar.
"Ay aku bisa jelasin dulu ay dengerin aku dulu dong sayang hey aku mau kelonin kamu" Rayu Adam pada sang istri.
Tapi sayang seribu sayang Ratu tetap menyuruh Adam tidur di ruang tv sendirian lalu mengunci pintu kamar.
"Aduh, nasib dah" Gerutu Adam yang tak mau ambil pusing karena ia pun sadar juga toh ini kesalahan dia sendiri.
Di dalam kamar, Ratu mengirim pesan pada Gaby lewat Whatsapp.
"Thanks ya kak info nya"
📩 "Sama-sama Rat haha"
10 menit kemudian, Ratu yang memang niatnya hanya memberi pelajaran pada suami nya pun kembali ke ruang tengah untuk melihat Adam yang sudah tertidur nyenyak di sofa.
Ratu tersenyum dan memasangkan alat pengusir nyamuk elektrik agar Adam tak menjadi santapan malam para nyamuk yang mencari mangsa.
"Makanya kalau mau di kelonin jangan banyak bohong ganteng em .... " Ratu mengecup lama bibir suaminya lalu melepasnya.
"Muach" lalu menyelimuti Adam dengan rapih.
Ratu terus tersenyum untuk merendam emosi nya pada Adam.
Karena ia lebih memilih mengalah untuk mengetahui seberapa pentingnya peran istri dalam masalah yang menerpa suaminya.
"Selamat malam" Ucap Ratu lalu menutup pintu kamarnya dan naik ke atas ranjang lalu tertidur.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.
...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...
__ADS_1