
Jam dinding menunjukan pukul 02.10 WIT ditengah hening nya suasana malam, tiba-tiba Ferdi teriak begitu keras entah karena apa.
"Wadaawwwww!!!" teriak Ferdi yang terbangun dari tidurnya seketika.
"Uh... aduh" keluh Ferdi.
Karena saking panik dan kerasnya teriakan Ferdi sampai membangunkan Axel, Dafa dan Jery dari mimpi indahnya.
"Woy aduh ada apaan sih buset dah masih ngantuk ini" gerutuk Dafa sambil garuk-garuk kepala.
"Iya ada apaan sih teriak tengah malam gini hah?" sambung Jery dengan mata ngantuknya.
"Tuh sih Adam lay! siapa yang ga kaget orang lagi tidur enak burung gw di sentil?" gumam Ferdi sambil melirik Adam yang sudah pakai peci dan sehelai sajadah dipundak kirinya.
"Lah lagian tuh burung baru jam segini udeh berdiri aje hahaha. udeh bersyukur aje masih mending gw sentil, tadi niat nya mau gw injak hihi" balas Adam dengan santai.
"Tol*ol lu, gw mandul mau tanggung jawab" Ferdi nampak kesal sambil memegangin ************ kakinya.
"Udeh jangan kebanyakan ngeluh, ayo bangun prepare tahajud lay" Adam menepuk pipi Ferdi, Dafa dan Jery agar tersadar dari kantuknya.
"Iya-iya bos bentar, udah sana duluan" balas Jery yang menguap.
"Yaudeh awas lu ampe enggak!" Adam beranjak duluan menghadap kiblat dan menggelar sajadah.
"Allahu akbar..." suara takbir ditengah keheningan malam.
...***Introvert****๐Berjiwa๐****Ganda***...
Beberapa jam berlalu, kini jam dinding menunjukan pukul 04.45 WIT tepatnya setelah melakukan shalat subuh dikamar masing-masing, semua siswa siswi yang terpaksa mandi pagi untuk menyaksikan sunrise pun sudah bersiap di bus nya masing-masing.
Tak lupa juga para guru pengawasan mendata kembali semua muridnya untuk memastikan tak ada rasa atau kenangan yang tertinggal untuk sang mantan.
Adam : apa sih thor?
Rindu : Eh engga maksud gw, CUT..CUT..
Adam : -_-
Rindu : Yuk next... And roll !!! Action!!
Setelah menempuh perjalanan 30 menit, sampai lah mereka di pemukiman sekitar kaki gunung Bromo.
Semua murid menuruni bus perlahan mengantri satu persatu. tapi tidak dengan Adam yang nampak tergesa-gesa untuk mencari toilet yang tak lain dan tak bukan tujuannya untuk absen di pagi hari ditambah dinginnya udara disana membuat hasrat ingin buang air kecil mereka pun tak tertahankan.
"Ayo cepat lay" teriak Adam yang berjalan cepat menuju kamar mandi umum.
Akhirnya setelah mengantri beberapa orang, kini giliran Adam membuang hajat.
Namun sayangnya, saat Adam ingin mengunci slot pintunya. entah karena kunci slotnya yang rapuh bagai hati yang sering tersakiti atau memang tangan Adam yang sangat mudah merusak barang, tiba-tiba slot kunci itu patah yang mengakibatkan pintunya tak bisa terkunci.
"Aduh, pakai acara patah segala lagi hilih..." ucap Adam dengan nada kesal.
Akhirnya dengan terpaksa Adam bersandar pada pintu tersebut guna untuk menahan pintu nya agar tetap tertutup sambil membuka resleting celalan levi's nya dan mengarahkan burung kesayangannya ke lubang WC.
Setelah adanya getaran dari ujung kepala sampai ujung kepala burungnya, Adam membasuh jagoan kesayangannya itu dan beranjak keluar dan betapa kagetnya ia saat melihat antrian yang cukup panjang hanya karena menunggu dirinya..
"Woy kok ini kunci slotnya rusak sih" ucap samar dari siswa yang memakai toilet setelah Adam.
Adam yang mendengar itu langsung ngabret lari se'edan-edannya. saking edannya Adam berlari sampai tak menyadari ada ranting yang membuatnya tersungkur seketika bak pembalap yang mengalami kecelakaan.
"Aduh...!!!" teriak Adam meringis kesakitan setelah menghantam bebatuan dibawahnya.
Dan entah dari mana, tiba-tiba Gaby menghampiri Adam dengan penuh rasa khawatir.
"Yaampun Adam!, kenapa lu lari-larian?!" ucap Gaby yang begitu perhatian.
"Ga apa-apa, tadi kesandung ranting sialan itu tuh" balas Adam mengusap lututnya yang mengeluarkan darah perlahan.
"Tuh kan lu berdarah, yuk sini gw bantu" dengan agresifnya Gaby merangkul dan menapak tubuh Adam perlahan menuju kursi terdekat.
__ADS_1
Dengan terpaksa Adam pun merangkul pundak Gaby dan berjalan perlahan menuju pinggir jalan itu. walau Adam sempat tergoda dengan aroma parfum di leher Gaby, namun rasa kesetiaan nya dengan Ratu masih menopang teguh pendirian hasratnya.
"Aduh, lain kali hati-hati ya dam" ucap Gaby sambil mengusapkan obat merah yang baru ia keluarkan dari tasnya.
"Iya, makasih ya by" Adam pun memberikan sedikit senyumnya.
"Iya santai aja ah hehe" ucap Gaby.
Namun di sisi lain, tanpa mereka sadari nampak seseorang sedang merekam kegiatan Adam dengan Gaby secara diam-diam. entah orang itu siapa dan maksudnya apa, yang jelas hanya si Author yang sering terluka karena sikapnya sendirilah yang tahu.
...***Introvert****๐Berjiwa๐****Ganda***...
Setelah kembali ke rombongan , setiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang.
Tak banyak bicara atau keliling nyari temen, Adam dan Destroy tentunya sudah menegoisasi hal itu untuk selalu bersama dengan genk nya.
"Yuk anak-anak, masuk ke mobil jeep yang sudah di tentukan ya" teriak bu Dewi mengarahkan kelas XII TSM 2 untuk segera memilih mobil Jeep yang sudah disediakan untuk menanjak ke puncak gunung Bromo.
"Asik nih haha, pertama kali naik mobil jeep haha" Ferdi nampak senang dan naik perlahan dan diikuti keempat temannya.
Tak lama kemudian setelah dirasa semua kelompok sudah menaiki Jeep nya masing-masing. para supir mobil Jeep pun menancap gas menembus dinginnya kaki gunung Bromo di pagi buta untuk mendapatkan view yang mungkin tak terbayarkan haha.
"Bletak, gebrak bletak..!"
Suara kepala mereka mendagor kaca mobil.
"Woy pak, perlahan atuh waduh..! kepala ini bukan kelapa suwe!" gertak Adam yang mulai risih.
"I.. iya maaf ya den heheh" ucap supir itu.
30 menit berlalu, akhirnya sampai lah mereka di pinggiran puncak gunung Bromo. semua murid perlahan turun dan merasakan dingin yang luar biasa dingin melebihi sikap si doi yang ngambek minta seblak pedas saat lagi PMS.
Bahkan saking dinginnya, orang yang berada disana mengeluarkan asap dari bibirnya saat berbicara.
"Aduh dingin banget ih" ucap ramai para gadis.
"Huh...! Edan!!" ucap anak alay sambil tok tok'an ditengah dingin nya udara pagi.
Seperti biasa apalagi yang mereka cari selain kamar mandi, ya Destroy langsung mencari Wc umum untuk sekedar buang hajat.
Namun kali ini Adam tak mau rugi, mengingat harga yang mahal hanya untuk sekedar buang air kecil yaitu 5 ribu rupiah. Adam memaksa kan satu kamar mandi untuk bertiga sekaligus untuk mengirit uanh mereka.
"Ach.. lega "ucap Axel yang bersandar berlawanan ditubuh Dafa.
"Yoi haha lumayan kan yang harusnya 15 ribu, ini cuma bayar goceng dah haha" balas Adam sambil membersihkan ujung kepala burungnya.
"Ada aja ide lu walau taruhannya di katain homo haha" mereka semua tertawa puas.
"Dah ayo keluar, sempit anjir haha" ucap Dafa yang paling terjepit diantara tubuh Adam dan Axel.
Perjalanan pun dilanjut dengan berjalan kaki rombongan SMK 729 mulai menaikin gunung untuk semakin tepat berada di puncak.
Untungnya sebelum naik ke puncak Destroy dan sebagian siswa sempat membeli kupluk dan sarung tangan yang dihargai 70 ribu rupiah disini.
Harga yang sangat waw di sana ya haha. Yang biasa di daerah kita hanya kisaran 10 ribu sampai 20 ribu, tapi karena keadaan dingin yang menembus tulang dan hati yang dalam. tentu akan memaksa para wisatawan membeli dengan harga tinggi daripada mereka harus kedinginan.
Dan inilah, akhirnya yang di tunggu-tunggu para pengunjung serta rombongan SMK 729 telah tiba.
Sinar mentari mulai menampakkan kegagahannya, menyinari hamparan awas yang begitu luas dibalik puncak bukit-bukit yang mengelilingi gunung Bromo.
Semua mata tercengang melihat pemandangan itu, termasuk Adam yang sampai meneteskan airmatanya dalam senyum dibibirnya.
"Ya allah, betapa megah nya alam ciptaanmu. sungguh tak pantas sekali jika kami (manusia) menunjukan kesombongan yang tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan semesta-mu" Adam mengusap wajahnya menangis.
"Cantik banget bro sunrise nya hm.." ucap Dafa yang tak kalah kagum dengan yang lain.
"Bre foto yuk" Axel menawari berfoto untuk genknya, apalagi ia memahami untuk Adam yang ponsel nya sedang rusak.
"Yuk boleh-boleh hahah" ucap Dafa dan Ferdi serentak.
__ADS_1
Mereka pun berfoto ria ditengah cerah nya sinar mentari dan awan disekeliling mereka.
...***Introvert****๐Berjiwa๐****Ganda***...
Hampir dua jam berlalu, setelah mereka asik berfoto di puncak gunung Bromo, wisata pun dilanjutkan menuju gunung Teletubies (masih di sekitaran area gunung Bromo).
Menikmati terik matahari yang cukup menyengat, namun karena area pegunungan maka panas itu pun tak terasa saking kalahnya dengan hembusan angin kenangan.
Adam : Thooorrr...!!!!
Rindu : Iya maaf becanda dam hm..
"Sejuk banget bro" ucap Jery.
"Iya, adem ya jer hahah" balas Dafa.
Sedangkan Axel dan Ferdi masih asik berfoto ria, tapi tidak dengan Adam yang sedang menyendiri memainkan pasir gunung dengan ranting.
"Samperin yuk?" tanya Axel.
"Yuk..." balas Ferdi.
"Lagi apa dam?" tanya Ferdi menepuk pundak ketuanya.
"Kangen gw sama Ratu fer" balas Adam dengan lesunya dan terduduk dipasir itu.
Axel yang menyadari apa yang Adam buat sedari tadi pun langsung memotret karya buatan Adam dengan kameranya.
Ternyata Adam sedang fokus mengukir nama Ratu diatas pasir gunung Bromo.
"Udah jangan di pikirin dam, beberapa hari lagi juga kita pulang kok hehe" ucap Ferdi lalu ikut duduk disebelah Adam menenangkan nya.
"Coba teriakin isi hati lu dam" ucap Acel yang berdiri di samping Adam.
"Maksudnya ?" tanya Adam.
"Lu paham maksud gw kok haha" lanjut Axel.
"Dafa!!" teriak Axel dengan keras.
"Oy kenapa?" Dafa berlari ke arah Axel.
"Ga apa-apa, hanya nyontohin haha" balas Axel lalu mengajak Dafa berfoto lagi dengan mobil Jeep yang diikuti Jery yang langsung menghampiri.
Adam yang memahami maksud Axel pun tiba-tiba berdiri dan berteriak dengan lantang sampai pita suaranya ingin pecah.
"Ratu... gw kangen sama lu!!!" Adam lepaskan dahaga kerinduannya dan menarik nafas kembali.
Akhirnya wajah manisnya pun kembali terukir dan Adam langsung bergabung bersama Destroy untuk menikmati wisata tour mereka di gunung Teletubies.
Dirumah Ratu, ia tiba-tiba terbangun dari tidur siangnya karena bermimpi Adam sedang mencari dirinya.
"Astagfirullah, mimpi apa sih aku hehe" ucap Ratu sambil mengusap dadanya dan meminum segelas air putih.
Bersambung...
Indah banget deh ngebayangin hal itu, menikmati sunrise bareng sahabat kalian dipuncak gunung Bromo hehe, rasanya pasti tak mampu terlupakan.
Ouh ya Btw sambil nunggu update novel aku, kalian bisa mampir ke karya novel kesukaan aku juga kok yang berjudul "Cinta Gadis Broken Home" karya Ar Ariska.
Dia juga lagi sering update loh, Rindu sering mampir kesana karena ceritanya seru. konflik keluarga, asmara dan anak sekolah milenial semua dibungkus rapi dalam plot yang bikin jiwa dan hasrat penasaran kita memuncak hehe...
Ingin tau sebagus apa? ketik aja judul diatas di kolom searching kalian masing-masing hihihi, kalo di ceritain di sini nanti aku yang kena Copyright bahaya haha.
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga silahkan agar selalu dapet notifikasi Update dari novel kesayangan kalian yang satu ini hehe๐๐ผ๐๐.
Di share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1