Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Sang Petinggi vs Sang Wakil


__ADS_3

Saat Adam menyerang Axel, dengan sigap Axel menghindar dan berbalik membalas serangan Adam dengan seni bela diri favoritnya yaitu boxing thailand atau yang biasa kita kenal dengan sebutan muay thai.


Berbagai jurus dari beladiri Adam mampu di saingi oleh muay thai Axel, pukulan demi pukulan hingga tendangan terus saling berbalas, tak bisa terhindarkan diantara keduanya saling mendapat serangan dari gerakan mereka masing-masing.


"Ah..shit lu dam!" Axel meringis saat Adam memukul dadanya.


"Gubrak..!"


tubuh Adam terpental akibat tendangan Axel.


Baku hantam semakin memuncak saat wajah mereka berdua sudah saling babak belur dipenuhi lebam biru bahkan darah di sudut bibir mereka.


Dafa dan Ferdi yang panik melihat dua temannya sedang adu jotos pun tidak tinggal diam, mereka langsung menghampiri Sang ketua dan wakilnya mencoba untuk melerai perkelahian itu.


"Woy woy udah lu pada woy! buset dah kita semua saudara xel!" Dafa mencoba menahan tubuh besar Axel.


"Nih anak lagi nafsu bener udah dam udah!" bentak Ferdi sembari memblokir gerakan Adam untuk menghentikan semua ini.


Namun sial nya usaha mereka tak membuahkan hasil lantaran karena tubuh mereka kalah besar.


Ditengah perkelahian yang begitu sengit tak bisa terlerai, pak Didin selaku guru pembina eskul PMR. keluar dari Uks karena mendengar kericuhan diluar.


"Hey!! ngapain kalian?! jangan berantem disini!" bentak pak Didin.


Destroy dengan seketika menghentikan semua ulahnya. Ferdi mencoba menjelaskan pada pak Didin tentang apa yang terjadi.


"Engga engga lah pak, kita ini lagi belajar drama untuk tugas praktek seni budaya hehe iya begitu" jelas Ferdi.


"Yang bener kalian, kok itu berkelahi sampai berdarah?"


"Ya memang lagi di adegan perkelahian pak , kita latihan se realistis mungkin agar mendapatkan nilai maksimal gitu pak hehe" lanjut Ferdi sambil cengar cengir.


"Ngejawab aja kamu kalau dibilangin orang tua" jawab pak Didin.


"Ya namanya dagang pak kudu pinter ngomong hehe" sambung Ferdi.


"Yaudah sana lanjut, tapi jangan terlalu berisik ya saya lagi ngajar didalam" ucap pak Didin sambil beranjak kedalam Uks lagi.


"Ah lolos dari ruang BK haha" ucap Dafa dengan Wajah lega.


Akhirnya Adam dan Axel menghentikan perkelahiannya, Axel menghampiri Adam yang masih terduduk menahan sesak didadanya.


"Lagian si Roy ngomong apa sih dam sampai bentak-bentak si Ratu kek gitu hah?" Axel mencoba bertanya baik-baik pada Adam.


"Dia bilang, Ratu pernah ciuman sama dia xel..ciuh!" jawab Adam sembari membuang ludah yang bercampur darah dari mulutnya.


"Eh be*go ! lu udah dapet faktanya belum? udah ngeliat langsung belum?" tanya Axel dengan emosi.


"Belum" jawab Adam simple.


"Nah itu lah Gob*lok nya lu! belum ada bukti asal marah aja lu" lanjut Axel.

__ADS_1


"Lu harusnya mikir dam Ratu pulang tour ga dijemput sama orang tuanya, dia ngarepin kita sebagai keluarganya dam tapi apa yang lu lakuin?! lu malah bentak dia, maki-maki dia. woy dia cewek dam cewek! tahan emosi lu bodoh!" sambung Axel dengan nada tinggi.


Adam merenung dan menyerap semua ucapan Axel. hingga akhirnya Axel mengulurkan tangannya untuk membantu Adam berdiri.


"Ayo.." ajak Axel sambil mengulurkan tangan.


"Makasih bro, lu udah nyadarin kesalahan gw" Adam menggenggam tangan Axel untuk menopong tubuh besarnya berdiri.


"Kita semua sayang dam sama Destroy, khususnya Ratu dia wanita satu-satunya disini, dia berlian untuk kita yang harus kita jaga." ucap Axel sembari menepuk pundak Adam.


"Dan inget dam ini semua hanya tipu daya Roy untuk memecah belah Destroy dengan memanfaat kan Ratu yang berada ditengah-tengah." sambung Dafa.


"Memperalat Ratu untuk menarik ulur emosi lu yang kita semua tau lu itu orangnya temperamental. dengan begitu dia semakin mudah mempermainkan kita dam" lanjut Ferdi yang tumben sekali berbicara bijak sambil menepuk pundak Adam sebelahnya.


"Iya bro, lu semua benar ini salah gw yang terlalu emosian sampai ga melihat kondisi Ratu yang baru pulang, by the way thanks banget buat kalian semua ya yang selalu support Destroy sejauh ini, dan buat lu xel...kesekian kalinya gw minta maaf karena kita harus berantem lagi hanya karena emosi gw hehe" senyum tipis Adam sambil merangkul Axel.


"Santai ah..kita keluarga disini" bales Axel menepuk punggung Adam.


"Dan sekarang lu tau kan harus bagaimana? Ratu pasti hatinya terluka dam akibat bentakan lu, dan lu harus tanggung jawab itu" ucap Axel.


"Iya xel siap, gw paham apa yang harus gw lakukan" jawab Adam dengan senyum penyesalannya.


"Eh by the way lagi nih ya, emang kenapa kalo Ratu pernah dicium Roy dam? kok lu yang sewot ya haha? kan secara Ratu hanya adik kelas kita junior kita haha" celetuk Dafa dengan wajah penuh maksud melirik Adam.


"Ya..ya ga suka aja lah gila, Roy siapanya Ratu njir asal cium-cium aja jeh" balas Adam dengan nada yang agak grogi bercampur kesal.


"Dah ayo bro pulang ah dah sore! haha" lanjut Adam bicara sambil beranjak perlahan menjauh dari ketiga temannya itu.


"Jika itu benar sebuah cinta, maka biarlah dia memilih harus berlabuh kemana" Adam menoleh dan kembali berjalan menuju motornya.


"Alah siaboy wkwk" Ferdi tertawa mendengar jawaban Adam.


"Lah tumben tuh bocah bahasanya puitis wkwkwk" sambung Dafa yang ikut tersenyum keheranan.


"Biarin lah kalau Adam ada rasa sama Ratu, jadi dia bisa lupain Nindi sepenuhnya" ucap Axel.


"Setuju ane" jawab Dafa.


Mereka bertiga pun mengikuti Adam ke parkiran dan bubar ke rumah masing-masing.


...*****...


Sepulang sekolahnya Adam dirumah, tentu luka diujung bibirnya menjadi pertanyaan pertama yang mamahnya tanyakan pada dirinya.


"Heh kenapa tuh bibir?!" tanya mamahnya Adam.


"Biasa mah latihan silat hehe" jawab Adam sembari rebahan.


"Ikut eskul silat engga, tapi disekolah latihan silat terus" jawab mamahnya sambil melepit pakaian.


"Ya ga apa apa mah wkwk autodidak kan adek belajar" sambung Adam.

__ADS_1


"Serah adek lah" jawab bu Tini sambil beranjak menaruh pakaian yang baru saja dilepit nya.


"Ratu masih marah ga ya hm..coba gw telepon deh" ucap batin Adam yang dipenuhi rasa bersalah.


"Dut...dut...dut.."


suara dering yang terdengar diponsel Adam yang menandakan panggilan menunggu balasan.


"Hih kok ga diangkat sih.." Adam heran dan cemas.


Namun Adam tak menyerah, dia terus menghubungi Ratu tanpa henti hingga tengah malam tiba.


Melihat panggilan ponsel Adam tak di respon oleh Ratu , akhirnya dia menyerah dan akan mencoba menghubungi Ratu di keesokan harinya.


"Selamat malam dek, maafin kakak ya" ucap Adam lemas sambil mencium layar ponselnya yang sedang membuka isi chat mereka di mesengger nya beberapa waktu lalu.


...*****...


Dirumahnya, Ratu benar-benar down mendengar semua makian Adam tadi siang sampai dia belum makan nasi sedari pulang sekolah sore tadi, hanya mengurung diri dikamarnya


"Kenapa kak Adam sejahat itu ya bentak gw, maki gw dengan kata kata itu, gw ga pernah mencium kak Roy sedikitpun, tapi kenapa dia nuduh gw sampai segitunya" ucap batin Ratu ditemani tetesan airmata yang membanjiri pipi chubby nya.


"Neng...makan dulu yuk nih mamah beli sate kesukaan kamu nih ayo" suara bu Nisa didepan pintu kamar Ratu untuk mengajaknya makan bersama.


Ratu dengan segera mengusap airmatanya dan berbicara setegar mungkin agar momy nya tak tahu bahwa anak gadisnya sedang menangis.


"I..iya mah eneng udah makan kok nih tadi beli bakso pulang sekolah hehe" jawab Ratu dari dalam kamarnya sambil menahan isak tangisnya.


"Yaudah..jangan sampai telat makan ya nanti maagh kamu kambuh, sate nya mamah makan ya?" lanjut bu Nisa.


"Iya mah makan aja" jawab Ratu singkat.


"Ya allah maafin aku telah berbohong sama momy ku sendiri" ucap Ratu dalam batin.


Sepanjang malam itu, Ratu tidak tertidur sama sekali sampai subuh menjelang, Ratu menyiapkan sajadah untuk melaksanakan kewajiban dua rakaatnya.


Pukul 06.00 wib Ratu berangkat sekolah diantar pak Hendri, lagi-lagi Ratu berbohong pada orang tuanya, yang mengaku dia sudah sarapan yang faktanya dari sepulang sekolah kemarin sampai pagi ini Ratu belum mengisi perutnya sama sekali.


Setelah sampai sekolah Adam langsung menghampiri Ratu yang sudah memasuki gerbang sekolah.


"Ratu..!!" teriak Adam dengan lantang sambil berlari mendekatinya.


Ratu tak menghiraukan panggilan itu dan terus berjalan menuju kelasnya bahkan melewati Uks yang sedari tadi destroy menunggu kedatangan Ratu.


Destroy hanya terdiam saling memandang tanda tanya mengapa Ratu tak ikut berkumpul seperti biasa.


"Ratu tunggu..!" teriak Adam yang masih mengejarnya.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".

__ADS_1


See you on the next episode...


__ADS_2