
Upacara pagi itu berjalan dengan kidmat, tanpa ada nya gangguan ataupun kerusuhan. setelah selesai mereka bubaran dan bertemu di kantin sebelum bel masuk kelas berbunyi.
"Tumben tadi bu Eutik ngomongnya sebentar ya kak haha" ucap Ratu sambil memakan somay.
"Wkwkw iya tuh mungkin dia lapar haha makanya buru-buru gitu haha" balas Ferdi sambil tertawa.
"Hehe...mungkin ya" balas Ratu tersenyum.
Tak lama nampak teman-teman Aldo yang kemaren waktu mengeroyok Ferdi melewati mereka berdua. Ferdi yang begitu dendam ingin beranjak untuk baku hantam kembali namun dengan sigap Ratu menggenggam pergelangan tangan Ferdi menahan dirinya untuk tidak membuat kericuhan.
"Hust..kak..! ucap Ratu dengan nada beratnya melototi Ferdi.
"Iya rat iya gw sabar" balas Ferdi yang masih melirik tajam kearah segerombolan siswa itu.
"Nah itu baru kakak kelas gw haha" sambung Ratu sambil mengunyah somay dimulutnya.
Setelah bel sekolah berbunyi mereka bersalaman ala Destroy sebelum berpisah untuk ke kelasnya masing-masing.
Ditengah pelajaran Ratu tak bosan-bosan mengukir nama Adam di belakang buku tulisnya itu, dengan wajah senang dan bahagia dia ukir sebuah nama yang kini sudah membuatnya jatuh cinta.
"Maaf ya kak, aku nolak kamu waktu itu" ucap lemas dari bibir Ratu.
"Rat fokus hey" Farah menyenggol Ratu untuk menyadarkan nya dari lamunan rindu itu.
"Eh iya far iya hehe...maaf ya" Ratu cengengesan lalu kembali memperhatikan papan tulis didepan.
Bel istirahat berbunyi mengisyaratkan para murid untuk break sejenak selama 30 menit kedepan, Ratu yang sudah janjian dengan Ferdi didepan Uks langsung beranjak keluar kelasnya.
Dengan riang gembira dan senyuman manisnya Ratu melangkah menuju Uks. namun saat melewati toilet Ratu mendengar suara desahan yang cukup terdengar samar-samar. tentu suara risih itu membuat Ratu tanda tanya dan penasaran ingin mengetahuinya.
Ratu perlahan mendekati belakang toilet itu dan melihat kejadian tak senonoh yang dilakukan oleh sepasang siswa-siswi.
"Ouh my god haha" ucap Ratu tertawa kecil melihat kejadian itu.
Bukannya jijik atau merasa takut, Ratu malah memperhatikan mereka sejenak dan mencoba untuk menyadarkan pasangan itu.
"Ach..hm..ih geli abang ah" ucap lembut siswi itu yang sedang diremas logo OSIS yang tercantum didada kirinya.
"Hust hehe...geli kan enak ya?!" tanya siswa itu sambil sibuk ******* bibir pink nan mungil gadis itu.
"Ehm..yes sayang hehe" sambung siswa itu yang asik meremas dada si gadis itu.
"Ehm...ah" ucap rintihan siswi itu yang jelas itu isyarat penolakan, namun dirinya yang terpojok hanya bisa diam dan mencoba menikmati permainan kekasihnya itu.
Sudah muak Ratu melihat kelakuan bejat mereka akhirnya Ratu memberanikan diri mengganggu ritual pemencetan tombol itu.
"Mesum teros...sampai ganjet!!" teriak Ratu dengan keras di tengah kenikmatan kedua murid itu.
"Eh bangsat ngapain lu?!" ucap siswa itu melepaskan tangan dan bibirnya.
Si wanita itu pun itu terkejut saat melihat yang menegurnya ternyata Ratu, yaitu teman sekelasnya.
"Lah Irma?!" ucap Ratu dengan syok.
"Ra..Ratu..ma..maaf hey" gelagat panik Irma sambil merapihkan seragamnya.
Irma langsung beranjak lari dan kabur dari tempat itu, menyisakan cowonya yang bernama Gio dan Ratu Permata Sari, kini mereka berdua berhadapan begitu dekat saling menatap satu sama lain seakan menyimpan amarah yang terpendam.
"Ngapain si lu hah anak baru sok-sok"an mau ikut campur hah!" teriak Gio depan wajah Ratu.
"Gw bukan nya mau ikut campur kak, gw cuma ga suka aja ada yang mesum di lingkungan sekolah." balas Ratu dengan tegas di setiap kata yang begitu berat penekanan nadanya.
__ADS_1
"Kalau di luar sekolah lu mau ciuman atau grepe-grepe terserah lu dosa lu tanggung sendiri, tapi ini lingkungan sekolah tau malu dikit lah kak hilih" sambung Ratu dengan nyolotnya.
Tiba-tiba Ferdi melewati toilet itu dan melihat Ratu sedang berduaan dengan siswa itu yang membuatnya berhenti melangkah dan memperhatikan sejenak keadaan tersebut.
"Lah itu kan si Gio yang anak TPM (Teknik PerMesinan), ngapain dia dibelakang situ hem.." mengangkat alisnya sebelah dan melirik keatas menunjukan rasa penasaran seorang Ferdiansyah Zaelani.
"Siapa lu berani ikut campur urusan gw sama pacar gw hah!?" makin keras Gio membentak Ratu sambil menggenggam kerah bajunya.
"Lu mau tau gw siapa hah?" ucap Ratu santai.
"Iya..siapa lu hah? sok berani lu bangsat!" jawab Gio sambil menguatkan genggamannya.
"I am..The.. Destroyer!" ucap Ratu dengan gagah menggelegarkan suasana saat itu.
Sambil dengan santai Ratu memegang kedua tangan Gio memelintirnya kearah berlawanan hingga genggaman nya terlepas dari kerah baju Ratu dan dihantamnya tulang lehernya dengan dua jari.
"Aaarkk ah hm arkk arrgh"
Hanya suara itu yang terdengar dari mulut Gio.
Gio pun berlutut dan terjatuh sambil memegangin lehernya karena kesulitan bernafas.
Ferdi yang melihat kejadian itu begitu tercengang gemetar kaki tak bergerak karena selama ini, hanya Adam lah diantara mereka semua yang bisa melumpuhkan lawan dengan titik terlemah itu, ditambah kata yang selalu Adam ucap saat amarahnya tak terkontrol membuat Ferdi tertegun menelan ludahnya karena saat ini semua itu ada di jiwa Ratu Permata Sari.
"Gila lu rat...salut gw!" ucap Ferdi dengan nada perlahan dan syok saat itu langsung berlari ke arah Uks.
Tak lama kemudian disusul oleh Ratu yang menghampirinya dari belakang.
"Kak Ferdi.." sapanya begitu manis.
"Iya rat hehe..sini duduk" ucap Ferdi sambil melirik gadis yang sudah ia anggap adik kandung itu.
"Iya heleh nanyain Adam mulu wkwkw emang apa sih spesialnya Adam buat lu rat? dia kan item, bongsor, gede badan perut buncit haha" ledek Ferdi yang mencela bos nya.
"Entah kak haha,..rindu ini tak beralasan, membuat cinta bersemi perlahan, didalam hati yang pernah trauma akan pahitnya kenyataan." ucap Ratu dengan sedikit nada puisinya.
"Hilih bahasa mu hahah" balas Ferdi cengengesan sambil merangkul Ratu kuat-kuat.
"Adoh adoh kak sakit woy jeh sial lu haha" tawa Ratu.
Begitu asik bercanda ria mereka berdua, sampai tak terasa waktu break pun telah usai yang berarti mengharuskan mereka kembali mengikuti jam pelajaran di kelas.
Singkat waktu, sepulang sekolah mereka seperti biasa ngumpul di depan Uks dengan lolipop coklat yang sedang dikulum Ratu.
"Rat..sparing fight lagi yuk wkwkw, gw masih penasaran sama kemampuan lu haha" celetuk Ferdi.
"Anggap aja sekalian praktek eskul Taekwondo lu, pengen tau gw udah sejauh mana si anying Roy ngajarin adek gw yang pesek ini haha" sambung Ferdi.
Ratu yang memiliki jiwa pemberani dan percaya diri pun menerima dengan lantang tawaran kakak kelasnya.
"Ayo..gw ganti celana dulu!" jelas Ratu sambil beranjak ke toilet.
"Hem..siap haha" balas Ferdi yang begitu percaya diri dan memasuki tepi lapangan.
Dengan setelan celana training dan seragam putihnya, Ratu menyusul Ferdi ke lapangan.
Nampak Ferdi yang sedang melepas seragamnya untuk bersiap-siap melakukan duel fight dengan adik kelasnya.
"Anjir..manis banget sih Ratu pake style begitu." dalam batin Ferdi memuji wanita yang kini dihadapannya sambil tersenyum edan.
"Heh..! malah ngelamun jorok lu sat haha" bentak Ratu yang memecahkan suasana senang hati Ferdi.
__ADS_1
"Ayo silahkan dah haha" balas Ferdi sambil menyiapkan kuda-kuda nya yang begitu gagah terbentuk didirinya.
"Okey." Ratu pun dengan bijak memberi salam ala Taekwondo.
Dan pertarungan fight antara Ratu dan Ferdi pun di mulai. berbagai serangan Ratu luncurkan dengan cepat dan tepat sasaran, namun karena keseriusannya kali ini Ferdi mampu menangkis berbagai gerak gerik dari serangan Ratu.
Bahkan saat Ratu mengarah kan kaki nya ke burung kebanggaan Ferdi, ia mampu menangkisnya dengan keras dan sejenak memberi jeda.
"Hey..hust...fight pure! jangan incar kelemahan tapi keluarin semua kemampuan Taekwondo lu ayo!" bentak Ferdi yang semakin memanas menatap sinis kedua mata indah Ratu.
Ratu tak banyak omong mendengar tantangan dari Ferdiansyah Zaelani itu, dia kembali memulai pertarungan dengan tempo yang naik turun. kini Ferdi sempat kewalahan oleh permainan kaki Ratu yang bahkan kini bisa sampai split lurus mengincar kepalanya.
Pertarungan silat yang beraliran ASAD melawan beladiri Taekwondo dipinggir lapangan itu, tentu saja mengundang khalayak ramai untuk sejenak menyaksikan pertarungan sengit mereka.
Perlahan para murid yang tadi nya berlalu lalang ingin pulang kini mereka menghentikan langkahnya sejenak untuk menyaksikan dua aliran bela diri itu saling beradu ketangkasan.
"Ah gw video'in ah wkwkw langka nih" ucap salah satu murid sambil menyodorkan ponselnya menyorot kearah Ratu dan Ferdi.
"Iya seru njir, silat vs taekwondo hehe" sambung murid lainnya.
Kedatangan banyak orang saat itu tak sedikit pun mengganggu konsentrasi mereka berdua, baku hantam saling mukul-memukul, tendang-menendang pun tetap tak terelakkan.
Keringat saling bercucuran membasahi kedua kaos mereka, namun itu tak menjadi alasan mereka untuk berhenti bertarung hingga salah satu dari mereka tumbang.
Kecepatan gerak kaki Ratu mampu mengimbangi kecepatan tangan dan kaki dari Ferdiansyah Zaelani.
Hingga sekitar 30 menit berlangsung, Ferdi mendapatkan moment yang tepat untuk mengunci tendangan Ratu sampai keseimbangan Ratu pun terganggu.
"Skak!!" teriak Ferdi sambil menangkap dan menjepit kaki kanan Ratu disamping pinggangnya.
Tapi di luar dugaan dan prediksi Ferdi yang awalnya dia kira Ratu akan tersungkur karena sebelah kakinya sudah terkunci. namun Ratu malah melompat kepundak Ferdi lalu mengunci leher kakak kelasnya itu dengan pahanya dan..
"Mat!!" balas teriak Ratu yang tentu saja Ferdi tersungkur dengan masih terjepit paha adik kelasnya itu.
"Oke..oke rat udah hey.." ringis Ferdi sambil menepuk paha Ratu.
Ratu pun beranjak dan membantu kakak kelasnya itu berdiri kembali. semua orang terkesima dengan aksi mereka berdua termasuk bu Astari pemimpin atau ketua dari eskul yang Ratu geluti yang tak lain dan tak bukan adalah eskul Taekwondo ikut menyaksikannya.
"Gimana kak? ngaku kalah haha" tawa Ratu membanggakan dirinya.
"Iya-iya deh haha huft...cakep permainan lu" puji Ferdi pada Ratu.
Roy yang sempat memperhatikan sparing fight itu cukup kesal dan merinding melihat gerakan Ratu yang bisa dibilang mustahil untuk selevel junior namun sudah bisa melakukan fight seagresif itu.
"Sadis sih gerakan lu mantap banget dek haha" Ferdi memuji Ratu sambil mengelap wajahnya menggunakan kaos yang ia kenakan.
"Haha biasa aja kok kak, thanks ya dah ngajak gw nyari keringat lumayan buat bakar lemak jahat haha. silat kak Ferdi juga bagus kok kak ga kalah sama Adam hehe" canda Ratu bahagia sambil ikut mengusap leher cantiknya yang begitu berkeringat.
"Ratu...tunggu sebentar, hehe" ucap bu Astari yang mendekati mereka berdua.
"Eh iya bem ada apa?" jawab Ratu yang kaget dengan kehadiran guru pembina eskulnya tersebut.
(Sabem adalah panggilan bagi senior di eskul Taekwondo).
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.
Share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1