Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Burung Dalam Sangkar


__ADS_3

Hallo guys.. gak kerasa ya udah ketemu dimalam minggu lagi aja nih haha, kayanya baru kemarin deh kita ketemu di malam minggu 🤭.


Ya begitu lah waktu, tak terasa terus berputar menggerus semua yang ia lewati. dan kita sebagai para pemain di dunia sementara ini, harus kuat menjalani setiap prosesnya. baik manis maupun pahitnya realita.


Apa kabar para reader IBG? semoga sehat selalu dan dimudahkan rejekinya ya.. Aamiin.


Untuk pertama kali sepertinya ya Rindu update siang hari, karena kan biasanya selalu malam hehe. but berhubung nanti malam aku ada acara sama My Queen. jadi ku usahain tetap hadir untuk kalian kok dengan cara update duluan. supaya yang jomblo ada teman penghibur dari pada gabut ya.. canda jomblo.


Canda ya.. jangan dimasukin ke hati ah, nanti baper malah jatuh cinta kan bahaya...


HAPPY READING...


Dua hari setelah malam minggu kemarin. tepatnya kini hari Senin dirumah Ratu, nampak ia baru bangun dari tidur nyenyaknya semalaman.


Meraih hape dan mengabari jagoannya yang entah masih tidur atau sudah bangun.


"Selamat pagi sayang, jangn lupa sarapan dan lainnya ya (emot cium)"


Ratu duduk di bibir ranjang nya mengusap mata. mengumpulkan nyawa sejenak sebelum memulai aktivitasnya dipagi hari.


"Hoam masih ngantuk, cepat banget sih weekend berlalu nya" ucap Ratu sambil memaksa kan diri untuk beranjak ke kamar mandi.


Bu Nisa yang melihat anak gadisnya mau ke kamar mandi pun menegurnya dengan wajah heran.


"Neng mau mandi?" sapa bu Nisa.


"Iya atuh mah, masa mau main bola hehe" jawab Ratu yang sedikit masih ngelantur.


"Mati lampu neng dari jam 03.00 tadi hihi" jelas bu Nisa.


"Hah mati lampu?" Ratu langsung melotot terkejut.


"Iya, tadi aja bapak sama Nila aja mandi dirumah uwa Diah tuh" tutur bu Nisa.


"Hadeh terus eneng gimana mandi nya?" tanya Ratu yang mulai bad mood mengetahui hal itu.


"Atuh udah mandi dirumah uwa aja gih" pinta bu Nisa.


"Ah gak ah, kan mamah tau eneng kurang dekat sama mereka hm.." gerutu Ratu dengan bibir tebal yang di manyunkan.


"Yaudah atuh ke rumah si Mei aja gih sana numpang mandi" perintah bu Nisa.


"Hm.." singkat Ratu dan langsung ke kamar memakai celana panjang dan kaos panjang serta memasukan barang bawaan nya ke tas agar tidak bolak balik pulang setelah nanti mandi.


"Yaudah mah aku berangkat ya nanti dari rumah Mei langsung ke hotel aja" ucap Ratu yang menghampiri bu Nisa di dapur.


"Iya hati-hati ya neng, sarapan dulu gak?" tanya bu Nisa.


"Nanti aja deh numpang makan disana hehe" celetuk Ratu lalu meraih tangan kanan bu Nisa dan mengecupnya.


"Yaudah hati-hati ya sayang" balas bu Nisa sambil mengusap kepala Ratu.


"Iya mah, assalamualaikum"


"Walaikumsalam" balas bu Nisa.


Memanaskan motor dan capcus lah Ratu menembus angin pagi dan udara sejuk sepanjang jalan.


"Hm.. masa kerumah Mei sih. kalau belum berangkat, kalau udah bernagkat malu gw cuma numpang mandi disana" Ratu berpikir lagi dua kali untuk ke rumah Mei.


[Next...]


Beralih dirumah Adam tepatnya pukul 06.00 dia sudah bangun karena mendusin ingin ke kamar mandi.


"Hoam.. hadeh kebiasaan nih kerja masuk sore tapi gini hari udah bangun cuma karena mau ke kamar mandi" gerutuk Adam sambil menggaruk kepalanya.


Setelah beranjak ke kamar mandi untuk membuang hajat, Adam kembali ke kasur dan merebahkan tubuh.


"Heh adek!! bangun lu kebiasaan kalau udeh bangun suka molor lagi ih" ucap bu Tini memulai kultum nya di pagi hari.


Adam yang mulai risih dengan omelan pagi bu Tini pun langsung beranjak kembali ke lemari mengambil handuk dan cel*ana dalam nya.


"Iya mah iya" jawab Adam yang mulai naik pitam.


Ia pun mandi walau harus melawan rasa dingin yang menembus tubuh sampai ke tulangnya.


"Buset dingin banget nih air tumben" ucap Adam yang sedang mengolesi sikat giginya dengan pasta gigi.

__ADS_1


Bahkan saking dingin nya di pagi itu, sampai membuat Adam risih karena burung nya yang semakin mengeras dan tegak saat tersiram air dingin.


"Anjir pakai acara bangun lagi lu ish.." celetuk Adam yang menoleh sedikit ke bawah perutnya.


15 menit kemudian Adam mengakhiri mandinya. memakai cel*ana dalam sejenak dan segera membalut tubuhnya dengan handuk lalu beranjak ke kamarnya.


"Hais.. masih dingin aja gila!" Adam terus menggerutu bahkan sampai bibirnya pun gemetaran karena suasana sejuk seperti tanda ingin turun hujan.


Menutup pintu dan melepas handuk yang menutupi bawah perutnya sampai lutut itu.


"Hm.. sarapan pakai mie enak nih kaya nya hehe" ucap Adam sambil mencari celana pendeknya di lemari.


Saat Adam berbalik ingin memakai celana boxer, tubuhnya terdiam kaku saat menyadari ada kekasihnya yang sedari tadi duduk disitu memperhatikan dirinya.


Saling bertatapan mata pun tentu terjadi. apalagi saat Ratu menurunkan pandangan matanya ke arah sesuatu yang menonjol sesak di balik cel*ana dalam Adam dibawah perut.


"Glek...!"


Ratu dan Ratna hanya bisa menelan ludahnya saat matanya ternodai oleh pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat seumur hidupnya.


"Aduh ay kamu ngapain?!" ucap Adam dengan wajah yang langsung memerah sambil meneruskan memakai celana boxer nya.


"Ay?!" ucap Adam sekali lagi yang melihat Ratu masih mematung diam tak berkedip.


"Eh sorry ay maaf aduh" Ratu menundukkan pandangannya menutupi pipi yang mulai memerah menahan malu.


"Telat lu ah udah lihat baru nunduk hehe" celetuk Adam mencairkan suasana yang canggung tersebut.


"Ya maaf lagian kamu bukan nya pakai celana di kamar mandi malah di sini!" Ratu langsung membela diri sebelum disalahkan oleh Adam.


"Lah kamu yang ngapain ini kamar aku kok haha. mau aku gak pakai busana juga ya bebas toh" ucap Adam lalu beranjak memakai kaos tipis berwarna putih.


"Iya deh aku ngaku salah. aku mau numpang mandi di rumah ku lagi mati lampu" ucap Ratu sambil menyiapkan pakaian yang ia bawa menggunakan tas sekolahnya.


"Kok gak ngabarin dulu?" tanya Adam.


"Bodo amat rumah camer gw ini bukan rumah lu" ucap Ratu membanggakan diri.


"Hilih" jawab Adam.


"Ya udah sana nih pakai handuk aku dulu aja" Adam melempar handuknya ke Ratu.


"Ih kurang ngajar lu!" sewot Ratu.


"Bawel" balas Adam singkat.


"By the way celana dal*am udah sempit masih aja dipakai ay" celetuk Ratu meledek akan hal yang barusan ia lihat.


"Ini udah ukuran aku ay" balas Adam.


"Ouh berarti punya situ yang kegedean ya haha" sambung Ratu yang langsung lari ke kamar mandi.


"Hust heh malah makin meledek lu ya" ucap Adam yang tersenyum sambil menahan burungnya yang semakin menyesakan cel*ana dalamnya.


Sambil menunggu bidadari nya mandi, Adam mengambil mie instan, telur dan bumbu penyedap ke meja dapur.


"Okey kita mulai jadi chef Arnold ya haha" ucap Adam dan mulai mengolah bahan yang ia bawa barusan.


Singkat cerita, setelah selesai mandi Ratu menoleh sejenak dibelakang Adam menggunakan handuk yang menutupi tubuh montok nya.


Ingin mengetahui apa yang sedang dimasak oleh pangerannya.


"Masak apa ay?" tanya Ratu.


"Mie instan spesial resep chef Arnold haha" balas Adam lalu menoleh ke Ratu yang masih mengenakan handuk.


Dan seakan balas dendam, kini gantian Adam yang terdiam membatu saat melihat betis dan tulang dada Ratu yang begitu putih nan bersih.


Adam menghela nafas, menahan hasrat dorongan dari setan yang mulai mengoyahkan pikiran dan imannya.


"Dah pakai baju dulu sana dah siang ih" ucap Adam yang sebenar nya takut sosok Agam mengendalikan tubuhnya saat melihat Ratu seperti daging segar dihadapannya.


"Iya deh" Ratu beranjak langsung ke kamar Adam dan mengenakan seragam Pklnya.


Selesai itu, Adam kembali ke kamar dengan menyuguhkan mie spesial buatan nya dan mereka pun sarapan bersama.


"Mah makan mah" sapa Ratu saat melihat bu Tini masuk kamar Adam untuk mengambil hanger baju.

__ADS_1


"Iya neng makan yang banyak ya, hati-hati berangkatnya" balas bu Tini dengan penuh perhatian.


"Iya mah siap hehe" jawab Ratu.


"Enak sayang?" tanya Adam sambil menuangkan nasi untuk dikombinasikan dengan mie nya.


"Enak kok hehe, makasih ya calon suamiku tersayang" Ratu tersenyum manis menatap Adam dan melanjutkan makannya dengan lahap


Adam hanya mengangguk membalas senyuman Ratu dan terbang lah ia ke langit ke tujuh.


"Doain aku ya sayang, agar segera bisa halalin kamu dan masakin kamu terus setiap pagi seperti ini hehe" ucap Adam dalam batinnya merasa terharu.


Setelah selesai sarapan bareng, Ratu pun pamit pada bu Tini dan putra bontotnya untuk berangkat Pkl.


"Mah sebelumnya makasih banyak ya udah di izinin aku mandi dan sarapan disini hehe" ucap Ratu sambil meraih tangan kanan bu Tini dan mengecupnya.


"Iya santai aja si Ratu kaya sama siapa aja hehe hati-hati ya sayang" balas bu Tini sambil mengecup kening berjerawatnya Ratu.


"Um... pintar anak mamah hehe" puji bu Tini pada Ratu.


"Iya mah makasih ya hehe" senyum Ratu.


"Ay ku pamit ya assalamualaikum" tak lupa Ratu pun mengecup tangan Adam.


"Walaikumsalam hati-hati ay" balas Adam.


Ratu mulai menarik tuas gas motornya dan berangkat menjauh dari rumah Adam.


Setelah memandangi kekasihnya yang mulai hilang dari pandangannya.


Adam pun segera kembali ke kamar dengan tingkah saltingnya. masih membayangkan kejadian yang tak disangka itu terjadi begitu saja.


Tak hanya Adam, walau Ratu dan Ratna terbilang tomboy. perasaan mereka tetap lah wanita tulen yang cukup terkejut saat melihat hal yang seharusnya tak ia lihat.


Senyum-senyum sendiri sambil mengendarai motor merahnya membayangkan bentuk dan sebesar apa sosis milik kekasihnya.


"Aduh ayang mah ih benar-benar ya ah haha" Ratu salah tingkah semdiri.


"Hati-hati nanti kalau jodoh sama Adam, malam pertama lu ngilu lu haha", celetuk Ratna dalam pikiran Ratu.


"Hey masih lama lu udah mikir ke sana hehe" balas Ratu menegur Ratna.


"Bayangin aja dulu haha", sambung Ratna.


"Udah diam dulu ah say, nanti gw ga fokus nih bahaya loh" lanjut Ratu.


.......


.......


.......


Beralih sejenak ke kampus swasta Panimula, nampak di situ ada Axel dan Jery yang sedang santai di taman kampus.


"Besok lu ada ujian?" tanya Axel.


"Yoi bre, lu sendiri gimana?" tanya balik Jery.


"Ada gw juga tentang Sastra Bahasa. mana jadwalnya sore lagi haduh males banget gw kalau jam sore ke kampus" ucap Axel sambil membolak balik kan buku yang ia pinjam dari perpustakaan kampus.


"Ya lu ngambil fakultas Sastra Indo, harus siap lah sama materi dan jadwal kelasnya haha" balas Jery yang tertawa kecil mendengar hal itu.


"Jeh lu mah belum aja ngerasain lay" balas Axel tersenyum tipis.


Tak lama dari itu datanglah wanita cantik menghampiri Axel dan menyapa nya.


"Xel, tugas presentasi Sastra Dasar sama kelompok gw yuk gabung?" ucap mahasiswi itu sambil membawa buku dalam dekapan.


"Kurang berapa orang lagi emang kelompok lu?" balas Axel sambil membetulkan kacamata minusnya.


...Bersambung......


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.


Di tap Love juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".


See you on the next episode...🎉👏

__ADS_1


__ADS_2