Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S3: Terbentur Masalah (Lagi)


__ADS_3

Adam menoleh ke arah lorong IGD, nampak Tia dan Roy tersenyum haru menatap Adam.


Melihat pertanda baik itu, Adam pun dengan hati yang lega menghampiri mereka semua.


"Silahkan Dam" Ucap Roy sambil mengusap pipinya yang basah.


Setelah mengangguk, Adam segera masuk ke ruang IGD menemui dokter dan suster yang masih sibuk menempel kan stetoskop ke dada Ratu.


"Bagaimana keadaan Ratu dok?" Ucap Adam yang bahagia saat melihat bidadari hatinya tersenyum kecil kepadanya.


"Alhamdulilah atas kuasa Allah, Ratu sudah semakin membaik pak" Balas si Dokter.


"Baiklah pak, saya tinggal dulu sebentar ya. Ratu sudah boleh di ajak bicara tapi jangan terlalu banyak gerak dulu" Sambung si Dokter.


"Siap dok terima kasih ya" Sahut Adam.


"Sama-sama, mari pak" Jawab Dokter dan beranjak keluar.


Di luar, Eka yang baru sampai mengejar Adam pun ingin langsung masuk untuk menghampirinya.


Namun sekali lagi niatnya harus di cegah oleh Tia yang menahan tangan Eka.


"Hust ... biar mereka quality time dulu Ka" Ucap Tia.


"Iya deh" Jawab Eka dengan pasrah dan hanya bisa memperhatikan Adam dari luar yang sedang berduaan dengan istrinya.


Kembali ke dalam, Adam sangat terharu bisa melihat kedua mata Ratu terbuka dengan lebar sembari melontarkan senyum nya.


"Halo sayang apa kabar istri aku hm?" Adam duduk di samping ranjangnya.


"Pernah merasa lebih baik dari sekarang hehe" Ucap Ratu dengan jawaban legend Adam yang memang selalu Adam pakai sedari masa pacaran ketika diri nya di tanya sedang sakit atau tidak.


"Ih kata-kata aku itu hehe" Adam mengusap bakpau yang sudah sangat ia rindukan.


"Bodo hihi" Ratu tertawa kecil.


"Kamu cepat sembuh ya ay, biar bisa pulang ke rumah lagi" Adam menggenggam tangan Ratu dan menciumnya.


"Iya sayang insyaallah aku akan segera pulih dan pulang kok" Jawab Ratu.


"Aku boleh peluk?" Ucap Adam.


Ratu pun mengangguk dan membuka pelukannya.


Adam yang sudah sangat merindukan kehangatan dari Ratu pun langsung mendekap nya perlahan karena mengingat kondisi Ratu yang belum pulih total.


"Aku kangen banget sama kamu ay hm ... " Adam menangis dalam pelukan sang istri.


"Hust ... kan kamu jagoan aku hehe, jangan nangis dong kamu harus kuat. suatu saat mungkin aku duluan yang akan pergi selamanya hehe, jadi kamu harus membiasakan diri tanpa aku say" Ucap Ratu yang pasrah mengingat kondisinya yang memang sudah tak sehat dari dulu.


Adam tak bisa berkata-kata lagi mendengar penuturan Ratu barusan, dari situ lah Ratu semakin paham tentang suaminya.


Ternyata, mau setenang apapun Adam dan sekuat, segagah, seberani apapun Agam mereka tetap lah menjadi bayi kecil di hadapan Ratu yang tak bisa lepas dari cinta dan kasih sayang yang Ratu berikan.


Di situ, Ratu meneteskan air mata sambil mengusap rambut suaminya. kini ia semakin sadar bahwa memang cinta terakhir Adam adalah dirinya.


Nindi memang bagi Adam adalah cinta pertamanya. wanita yang berhasil membuat Adam luluh tak berdaya, namun pepatah pernah mengatakan bahwa yang pertama belum tentu yang terbaik.

__ADS_1


Sekarang Ratu mengerti arti cinta yang sesungguhnya.


Walau jujur sebenarnya Ratu sempat curiga dengan jaket yang Adam kenakan karena wangi parfum bedak bayi yang tak pernah ia pakai.


"Ehm ... wangi parfum siapa ini?" Gumam Ratu dalam hati nya tanda tanya.


Tapi semua rasa curiga itu ia pendam dalam-dalam mengingat kondisinya yang masih rapuh dan tak ingin merusak moment bahagia sang suami.


Setelah cukup lama melepas kerinduan, Adam berdiri kembali dan mengusap air mata kebahagiaannya.


"Nanti aku kabari momy dan mamah ya sayang?" Ucap Adam sambil mengusap pipi istrinya.


"Iya ay" Jawab Ratu dengan tenang begitu santai menutupi luka tanda tanya di dalam hatinya.


...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 3 |•••...


Singkat cerita, sore hari pun tiba dimana kedua orang tua Ratu dan Adam mulai berdatangan untuk menjenguk anak kesayangan mereka.


Di dalam, semua orang begitu bahagia melihat Ratu kini sudah bisa tersenyum kembali.


Mengobrol kecil tentang kerinduan mereka terhadap Ratu.


Sungguh kebahagiaan kecil yang begitu indah bagi mereka semua.


Di tengah obrolan hangat itu, tiba-tiba suster menghampiri Adam untuk mengajak nya ke kasir administrasi.


"Oh iya sus sebentar ya" Ucap Adam lalu mengikuti langkah si suster.


Sesampainya di lobby utama rumah sakit, Adam di beritahu bahwa Ratu sudah boleh pulang besok jika biaya rumah sakit sudah di selesaikan.


"Loh kan sudah pakai kartu BPJS sus?" Ucap Adam dengan wajah cemas.


"Kira-kira berapa dok kekurangannya?" Tanya Adam yang pasrah.


"Ini pak total dan kekurangannya" Ucap suster sambil menyodorkan tagihan yang harus Adam lunasi.


Melihat nominal kekurangan sebesar 6,5 juta rupiah, tentu hal itu membuat kaki Adam gemetaran seketika.


"I-i-ini kekurangannya sus?" Tanya Adam kembali seakan tak percaya.


"Iya pak, total keselurahan 13 juta rupiah. setengahnya BPJS yang menanggung dan selebihnya di bantu dari tunai pak" Jawab si suster.


"Ini dok saya punya cash dan debit silahkan di cek dulu total nya" Adam pasrah dengan menyodorkan amplop pemberian Destroy dan sumbangan dari teman kerjanya Ratu dan Adam.


Tak lupa juga Adam menyodorkan kartu ATM nya barang kali bisa membantu mengurangi tagihan itu.


"Baiklah ya pak saya hitung dulu ya" Ucap si suster yang langsung menghitung uang di amplop.


Lalu menggesek kartu ATM Adam dan memintanya memasukkan passwordnya.


Setelah di total rupanya dana yang terkumpul hanya lah 2 juta rupiah.


Alhasil Adam pun kembali di buat down dengan memikirkan kekurangan biaya yang masih 4,5 juta rupiah besarnya.


"Selebihnya nanti saya usahakan dulu ya sus" Ucap Adam dan duduk termenung di kursi lobby itu.


"Ya Allah mau nyari dana kemana lagi ini" Ucap Adam dalam hatinya.

__ADS_1


Tak lama dari itu, bu Nisa pun menghampiri Adam dan langsung merangkul nya.


"Hey jagoan mamah kok murung lagi sih, kan Ratu nya udah siuman" Senyum manis bu Nisa membuat Adam sedikit bersemangat.


"Iya mah gak ada apa-apa hehe" Sahut Adam yang mencoba menutupi masalah tentang tagihan rumah sakit.


"Bohong, mamah bisa lihat wajah mu berbeda loh" Sambung bu Nisa yang tak bisa di bohongi oleh menantunya.


"Beneran mah hehe. saya cuma perlu doa dari mamah sekeluarga aja, agar saya kuat selalu menjalani semua ini" Ucap Adam sambil mencium tangan kanan mertuanya.


"Itu mah pasti sayang. doa mamah selalu menyertai kalian" Ucap bu Nisa.


"Yaudah mah saya ke depan dulu ya sebentar, nyari kopi" Ucap Adam lalu beranjak.


"Iya hati-hati ya bang" Ucap bu Nisa.


Ia sungguh bangga dengan kedewasaan Adam yang tak mau menerima bantuan dari keluarganya.


Di sisi lain, Adam dan Agam pun mulai berdebat. Adam ingin meminta tolong pada sang mertua mengingat pak Hendra dan bu Nisa tentu saja punya tabungan dan sanak saudara yang cukup ber'ada dalam segi ekonomi.


Namun di sisi lain Agam menentang keras karena baginya saat ijab qabul yang di sah'kan kemarin, dari situ lah tanggung jawab sepenuhnya atas lahir, batin, jasmani dan rohaninya Ratu berpindah ke pundak Agam.


Jadi mau apapun yang terjadi dengan keluarga kecilnya, Agam menerapkan prinsip untuk tidak minta atau pun merepotkan kedua orang tuanya maupun mertuanya.


Setelah mereka memutuskan untuk menikah, itu tandanya mereka siap akan semua ujian, rintangan dan tantangan yang akan menerjang bahtera rumah tangga mereka.


Pada akhirnya mereka berdua duduk sejenak di bawah pohon rindang tepatnya di samping tukang kopi keliling.


"Bang kopi hitam satu ya" Ucap Agam.


"Siap a" Jawab si mamang yang dengan sigap menyeduhkan segelas kopi pesanan Agam.


Setelah selesai disajikan, Agam meniup perlahan kopi hangat yang berada di tangannya. di pandangnya dalam-dalam seakan penuh makna cerita.


"Ngapa lu?" Tanya Adam yang terheran.


"Dulu pas kita masih pacaran bahkan sampai sekarang nikah sama Ratu, dia pasti peka kalau gw ngopi hitam itu tandanya ada apa hehe" Jelas Agam sambil menyeruput kopinya.


"Karena kita biasa nya minum susu atau kopi susu ya. minum kopi hitam hanya di kala ... " Ucap Adam yang langsung terpotong dengan Agam.


"Kita sedang tress. haha" Tawa mereka berdua begitu asik berusaha melepas pikiran yang sedang meracau di dalam otaknya.


"Tapi sekarang gw gak berani ngopi hitam depan dia, takut dia sadar dan ikut kepikiran. kan dia masih tahap pemulihan Dam" Ucap Agam.


"Yups betul" Adam pun mengangguk mendengar penuturan Agam.


Tak lama dari itu, pak Hendra pun menghampiri Adam dan memberitahukan bahwa dirinya di panggil oleh bu Nisa.


Mendengar hal itu, Adam pun langsung membayar kopi nya dan menitipkan sisanya yang belum sempat ia minum habis.


"Titip nyah mang" Ucap Adam dan langsung beranjak ke ruangan Ratu.


"Ada apa mah?" Tanya Adam yang baru sudah sampai di depan IGD.


"Itu Ratu minta ....


Bersambung...

__ADS_1


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda 'Setelah Nikah'".


...🤵🏻👰🏻Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...🎉👏...


__ADS_2