Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Dari Hati Ke Hati (Deep Talk)


__ADS_3

Setelah di tinggal pergi oleh para Destroyer, Agam langsung menancap gas pulang untuk menenangkan hatinya.


"Bodo amat apa peduli gw? cewek yang susah diatur kenal cowok sana sini gak banget deh buat gw yang seorang posesif dan overthingking huft..." Keluh Agam ditengah terpa'an angin yang menghembus ke wajahnya disepanjang perjalanan pulang.


Sesampai nya dirumah, melihat anak bujang nya babak belur tidak karuan dengan bersimpah darah di wajahnya membuat darah tinggi bu Tini langsung kambuh dan mengomeli Agam secara brutal.


Tak hanya perkataan, bu Tini mengambil gagang sapu dan juga ikat pinggang untuk memberikan anak bungsunya itu pelajaran.


"Anak sial*an lu hah beg*o lu ya? udah gede masih aja berantem-berantem MAU JADI JAGOAN LU HAH?!" teriak bu Tini sambil terus memukuli Agam dengan peralatan yang ia bawa.


"Sakit mah!! LU PERNAH NGERASAIN GAK SIH DI GEBUKIN PAKAI GAGANG SAPU?!" Teriak Agam sambil melototi bu Tini.


Seketika bu Tini terdiam sampai menutup mata. merasa begitu tertusuk hati nya pilu saat di bentak oleh anak nya sendiri.


Anak yang selama 9 bulan ia kandung dan melahirkan bertaruh nyawa. semua itu dibalas dengan bentakan oleh Agam.


Ya, begitu lah sosok ibu. tak perlu kau sakiti secara fisik atau raga, hanya dengan perkataan kasar kalian ke ibu kalian saja itu sudah membuat Allah mengharamkan surga untuk kita.


Naudzubillahi Min Dzalik. semoga kita semua di jauhkan dari sifat seperti itu.


Untuk kalian yang masih lengkap kedua orang tuanya, ayo sayangi mereka dan cintai mereka semua. Jangan biarkan satu tetes air mata membasahi pipinya yang mulai berlipat kini.


Berbaktilah pada mereka, mereka tak mengharapkan bayaran atas jasa merawat kalian bertahun-tahun. mereka hanya ingin melihat kalian sukses agar bernasib lebih baik dari dirinya.


Untuk kalian yang orang tuanya sudah berpulang ke tempat indah Allah SWT, mari kita do'a kan mereka semua agar selalu diharamkan api neraka bagi raga dan jiwanya disana.


Yaasin dan doa-doa lainnya jangan pernah putus setiap malam Jum'at di bacakan khusus untuk beliau.


Ya Allah tolong berikan selalu tempat terindah dan jauhkan api neraka baginya. Aamiin.


Akhirnya bu Tini menangis untuk pertama kalinya karena ulah Agam.


Agam pun langsung mengunci diri mengurung jiwa dalam kamar yang menjadi tempat termenungnya sehari-hari.


Jiwa Agam semakin tidak tenang tak karuan merasa tak percaya dengan semua yang ia lakukan hari ini.


"Ada apa dengan gw hah?!" Agam merenung sendiri ditemani suara putaran baling-baling kipas angin dikamarnya yang menandakan begitu sunyi suasana.


Hingga singkat cerita tak terasa, kini waktu menunjukan pukul 19.40 wib.


Agam masih terdiam sendu menahan lapar yang tak ia rasa dalam lambungnya.


"Suara notif WA"


Menoleh sejenak meraih hapenya untuk membuka pesan yang baru saja masuk. ternyata itu pesan dari Ratu yang menyuruh Agam datang ke rumah nya malam itu juga.


Dengan rasa penasaran bercampur sedikit takut, Agam ragu untuk meng'iya kan permintaan Ratu.


Karena Agam tau apa yang akan terjadi disana. menarik nafas perlahan, dan akhirnya Agam memberanikan diri untuk kesana.


Bergegas memakai style seadanya, izin pamit pada teh Wina dan bu Tini yang walau responnya sangat dingin sekali.


"Assalamualaikum.." Ucap Agam walau tanpa balasan dari orang rumah.


Melaju dengan santai menyusuri jalanan menuju arah rumah Ratu.


...β€’β€’β€’| πŸ’”Introvert Berjiwa Ganda Season 2πŸ’” |β€’β€’β€’...


Sesampainya di sana, Agam mengucap salam dan duduk diteras menunggu Ratu keluar dari rumah.


Masih merasa bersalah hingga untuk mengetuk pintu pun Agam merasa canggung.

__ADS_1


Tak menunggu lama, akhirnya Ratu keluar menemui Agam dengan wajah yang masih ada sedikit lebam akibat kibasan tangan Agam tadi siang.


"Gw gak mau banyak drama lagi ya kak. sikap lu tadi siang udah kelewat batas menurut gw" Ucap Ratu dengan wajah yang begitu dingin memulai obrolan.


"Loh kok manggil nya Gw-Lu ay?" Tanya Agam dalam hati yang terheran.


"Gw juga udah cerita ke momy tentang sikap lu dan ya.. momy ngedukung kita untuk pisah" Sambung Ratu yang tersenyum kecil menoleh ke Agam.


"Why? Salah apa lagi gw sama lu dek? gw udah jadi apa yang lu harapkan loh" Agam pun angkat bicara sambil menoleh ke Ratu.


"Gw udah gak cemburuan lagi sama lu, karena gw coba ngertiin sikap lu yang mudah simpati ke orang lain termasuk ke lawan jenis." Sambung Agam mulai menaikkan nada bicaranya.


"Gw akui memang iya, lu udah gak banyak ngekang seperti dulu. udah gak cemburuan kek bocah seperti kemarin-marin." Sahut Ratu menatap tajam mata coklat kesukaan nya.


"Tapi lu yang sekarang udah berlebihan kak. Gw udah gak melihat sosok papah dan abang yang gw kenal dulu" Ucap Ratu.


"Gw memang senang bisa bebas tanpa tuntutan dari lu tapi ini berlebihan dari sebelum nya kak" Lanjut Ratu menuturkan isi hatinya.


"Lah katanya lu mau gw yang seperti itu kan? yang mengandalkan logika bukan hanya hati. sekarang gw berubah dari sisi lain gw lu protes juga!" Sahut Agam yang keceplosan.


Mendengar hal itu, Ratu baru teringat kembali tentang kepribadian kekasihnya itu.


Memutar ulang semua di dalam kepalanya mengenang Adam yang dulu dengan sosok yang sekarang.


Memang perbedaan itu sudah Ratu rasakan beberapa bulan belakangan ini. sampai kini Ratu sadar bahwa yang bersama nya kini bukan lah Adam, melainkan Agam.


Ratu kembali mengatur nafas mencoba berusaha berkomunikasi dengan Adam yang kini sudah tiada.


"Ay dengar aku. selama ini aku cinta sama kamu tulus dan penuh kasih sayang" Ratu menggenggam tangan Agam.


"Tulus? tapi kamu meminta aku jadi seperti mantan mu ay yang selalu bisa bebasin kamu dalam bergaul" Celetuk Agam yang merasa semua omongan Ratu itu tiada arti sambil membuang muka.


"Aku nerima kamu apa ada nya ay, bukan mengubah apa yang ada" Ucap Ratu yang membuat Agam tertegun dengan penuturan itu.


"Aku gak pernah sama sekali minta kamu untuk menjadi sosok Reno atau Arya sekalipun. tapi hati dan pikiran nething kamu lah yang membuat mu insecure sendiri dan terobsesi menjadi dia. yang sebenarnya gak ku harapkan sama sekali" Jelas Ratu meneteskan air matanya.


"Maksudmu.. selama ini kamu gak berharap aku jadi sosok seperti Reno yang bisa bebasin kamu?" Tanya Agam dengan wajah polosnya.


Ratu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis meraih tangan Agam dan menaruhnya di pipi tembemnya.


"Engga.. demi Allah gak pernah sedikit pun aku ingin jagoan aku ini jadi sosok orang lain hehe" Ucap Ratu yang tanpa sadar meneteskan air mata kesedihannya.


"Aku tau jiwa mu tak hanya satu dalam raga ini, tapi aku bisa terima semua itu ay." Sambung Ratu.


Agam pun kembali terdiam memikirkan perkataan Ratu barusan, sangat amat merasa bersalah atas semua yang ia lakukan.


Yang selama ini Agam berpikir bahwa Ratu ingin sebuah kebebasan seperti yang Reno berikan padanya, namun ternyata Ratu hanya memerlukan sosok Agam dan Adam menyatu satu sama lain untuk melengkapi hidupnya.


"Kamu cemburuan, sering maki dan marahi aku. aku sakit iya jujur sakit hati karena itu. tapi kenapa aku masih bertahan? karena aku dan keluarga aku udah yakin ay bahwa kamu pilihan terakhir aku untuk menjaga dan menemani sisa hidupku" Tutur Ratu yang semakin sedih jika mengingat komitmen yang sudah sangat kuat dalam hatinya.


"Namun maaf, jika sudah bermain tangan aku udah gak ada toleransi ay. papah kandungku aja sampai detik ini gak berani mukul aku sebagai anaknya. lantas kamu? hehe" Ratu tertawa dalam linangan air mata yang semakin membanjiri pipinya.


"Tapi aku gak sengaja ay tadi siang" Ucap Agam yang mulai luluh hatinya.


Ditengah obrolan dalam itu, bu Nisa keluar menghampiri kedua anak nya.


"Si eneng udah cerita semua bang ke mamah hehe" bu Nisa langsung angkat bicara.


"Eh mamah" Ucap Agam yang terkejut.


"Mamah cuma mau ucapin makasih udah hampir 4 tahun kamu nemenin anak mamah. tapi mau bagaimana lagi ya bang nama nya jodoh mah kan gak ada yang tau" Tutur bu Nisa yang penuh maksud disetiap perkataan nya.

__ADS_1


"Mamah udah janji sama diri mamah sendiri, kalau Ratu gagal sama abang. Mamah bakal jodohin dia sesuai pilihan mamah" bu Nisa masih mampu memberi senyum palsu yang sebenarnya ia pun berat jika kehilangan sosok Adam.


"Tapi mah saya minta maaf atas semua kejadian itu" pinta Agam yang memelas.


"Mamah paling benci 3 hal bang. Judi, Selingkuh dan main tangan (kasar). sekali mamah tau anak mamah diperlakukan seperti itu. mamah udah gak ada toleransi buat siapapun itu termasuk abang yang udah menjalin hubungan lama sama si teteh." Jawab bu Nisa dengan tegas.


"Tapi mah saya masih sayang dan cinta sama Ratu" Sahut Agam yang terus memelas.


"Maaf bang." Balas bu Nisa yang tak bisa lagi menerima kehadiran Agam ke depannya.


Agam pun hanya terdiam sejenak. di saat hati yang sedang benar-benar hancur dan terpuruk, bu Nisa tak sengaja mengusap leher kiri Agam sambil membacakan beberapa ayat suci Al-quran.


"Aw... Sakit mah" Respon Agam yang keceplosan meringis saat leher nya sedikit ditekan oleh bu Nisa.


Ratu pun sempat heran dengan mamahnya dan Agam. ia memperhatikan apa yang mamah nya lakukan pada mantan kekasihnya itu.


Saat Agam semakin meringis kesakitan, tiba-tiba Ratu merasakan aura negatif yang begitu kuat dari hadapan Agam.


Bulu kuduk nya berdiri sekujur tubuh saking tak kuat nya menahan aura negatif yang mengganggu pikirannya.


"Neng masuk kedalam dulu gih" Pinta bu Nisa yang khawatir saat Agam meringis semakin keras tak karuan.


"Tapi mah.."


"Cepat.." Tegas bu Nisa.


Tanpa pikir panjang Ratu langsung lari masuk kedalam rumah dan memperhatikan mamah nya dari balik jendela kamar.


Sama seperti yang Ratu rasakan, namun bedanya kini bu Nisa terkejut saat melihat aura bayangan harimau yang sedang mengaum menakuti sosok pria yang terpojok di sudut tembok.


Bu Nisa semakin dibuat kewalahan saat harimau itu menatap tajam seakan ingin menerkam dirinya.


Tapi dengan bacaan yang fasih bu Nisa terus melafalkan ayat-ayat suci Al-quran sambil mengusap kepala Agam yang kini pikirannya kosong entah kemana.


Bu Nisa mulai menyadari ada yang aneh dengan aura harimau itu yang dimana saat bu Nisa menenangkan Agam dengan mengusap kepalanya, harimau itu merespon seolah mengikuti emosional dari jiwa dan hati Agam.


Semakin di perhatikan bu Nisa pun semakin penasaran dengan sosok yang ada di pojokan sana. sosok pria yang entah dari kapan terdiam disana karena ketakutan oleh harimau yang terus mengaum ke arah pria tersebut.


Setelah aura harimau itu tenang dan tunduk saat bu Nisa menekan ubun-ubun kepala Agam, bu Nisa mencoba mengajak sosok itu berkomunikasi.


Syukurnya sosok itu tak malu-malu dan ia langsung melangkah perlahan mendekati bu Nisa dan...


Tiba-tiba Agam terkapar pingsan tanpa alasan yang jelas.


"Astagfirullah.." Kejut bu Nisa.


"Neng.. bantu mamah neng ini si abang pingsan" Pinta bu Nisa.


Mendengar hal itu, Ratu yang masih khawatir dengan Agam pun langsung beranjak keluar untuk menolongnya.


"Iya mah!" Panik Ratu yang langsung lari ke teras.


Bersambung...


..."Aku mencintaimu apa adanya, bukan mengubah apa yang ada. Aku tak mencari yang sempurna, aku hanya ingin dia yang sudah tau kekuranganku namun masih tetap memilih bersama ku"...


^^^- Ratu, 7 April -^^^


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...

__ADS_1


__ADS_2