
Adam memegang tangan Ratu dan langsung ditepis olehnya.
"Ada apa lagi sih kak?!" bentak Ratu.
"A..aku minta maaf dek, aku ga bermaksud nyinggung kamu seperti kemaren" ucap Adam dengan perlahan.
"Tau ah, udah sana gw udah ga mau deket sama lu lagi!" balas Ratu.
Adam pun terdiam mendengar ucapan Ratu saat itu, dengan segera Ratu beranjak meninggalkan kakak kelasnya itu ke arah kelasnya.
Tak lama destroy menghampiri Adam, mencoba menguatkan Adam dan memberi semangat ditengah rasa bersalahnya.
"Dah ayo dam, cewek selalu begitu kalo lagi marah dah jangan dipikirin, mending ke kelas yuk" Dafa merangkul tubuh kekar Adam.
"Iya dam ayo ke kelas yuk" ucap Ferdi mengajak Adam.
Akhirnya Adam dengan berat hati beranjak dari tempat dia berdiri sebelumnya. Ratu pun hanya bisa melihat Adam pergi perlahan menjauhi kelasnya.
"Maafin aku kak, tapi sakit hati ini masih terasa perih" batin Ratu bersedih dalam hati.
Di kelas Ratu belajar seperti biasa sembari mengusap perutnya yang mulai kambuh penyakit maagh nya.
"Ah..aduh" Ratu meringis kesakitan.
"Kenapa lu rat?" tanya Farah yang memperhatikan Ratu.
"Ga apa-apa hehe" balas Ratu dengan senyum kecilnya menahan perih.
Jam pelajaran pun berlangsung, guru demi guru silih berganti untuk mengisi jam pelajaran di setiap kelas masing-masing.
……
"Teeuw...uu..teeuw"
Bel pulang sekolah berbunyi kelas, menandakan jam pelajaran telah berakhir.
Ratu langsung bergegas ke lapangan yang kebetulan hari ini adalah hari sabtu jadwal Ratu untuk mengikuti eskul kesukaannya.
Adam yang melihat Ratu masuk kelapangan ingin mengejarnya kembali, namun di tahan oleh Axel.
"Hust..sabar dam Ratu masih emosi, percuma lu samperin yang ada lu yang kena ocehannya. mending sabar malam nanti lu coba ke rumahnya, dah tau kan rumahnya?" Axel memberi saran pada Adam.
__ADS_1
"Iya xel sepertinya itu lebih baik, biarin Ratu nenangin diri dulu ya" jawab Adam pasrah.
"Nah itu maksud gw" balas Axel.
Akhirnya Destroy dengan berat hati pulang duluan tanpa menunggu Ratu selesai eskul.
Dilapangan Ratu memulai pemanasan, gerakan demi gerakan di ajarkan oleh para senior Taekwondo kepada juniornya.
"Ini begini dek tangan nya" ucap Roy menginstruksi kan Ratu untuk mengikuti arahannya
"Eh iya kak maaf" balas Ratu sambil membetulkan gerakannya.
Seling beberapa menit break time pun diumumkan oleh Roy untuk sejenak meluruskan kaki dan mengisi cairan tubuh.
"Break time yuk..10 menit!" teriak Roy dengan lantang sambil berjalan mengelilingi barisan.
Ratu langsung menghampiri Roy yang sedang duduk menikmati sepotong roti.
"Kak gw mau nanya dong" ucap Ratu yang menghampiri senior eskulnya itu.
"Iya ada apa tuh dek?" tengok Roy ke arah Ratu.
"Gw mau bahas tentang maksud lu apa ngomong ke kak Adam kalo kita pernah ciuman?" tanya Ratu dengan tegas.
"Ehm..gini loh dek maksud gw ngomong begitu adalah gw mau ngetest sikap Adam ke lu" balas Roy.
"Maksudnya?" tanya Ratu balik dengan wajah herannya.
"Ya kan kalo gw liat Adam naksir sama lu tuh rat, nah makanya gw coba bilang gitu untuk melihat reaksi Adam, apakah dia cemburu atau engga ternyata dia cemburu kan berarti dia cinta sama lu hehe" Roy menjelaskan seakan pernyataan dia benar
"Tapi Adam malah bentak-bentak gw kak!" lanjut Ratu emosi.
"Hey ya itu berarti Adam nya aja yang emosian, bayangin kalo belum jadi pacar atau suami lu aja udah bentak-bentak lu, apalagi nanti kalo udah sah hah?! bener ga ucapan gw?" ucap Roy tegas.
Ratu sempat diam saat Roy menjelaskan seperti itu, batinnya berkata bahwa ada benarnya juga ucapan Roy barusan.
Setelah mendengar klarifikasi tersebut Ratu langsung beranjak ke Wc sekolah untuk ganti baju karena latihan pun telah usai.
Ratu bergegas pulang menuju gerbang sekolah yang sudah sepi, hatinya terasa sekali kehilangan destroy yang biasanya selalu menemaninya di kala sendiri seperti saat ini.
Lalu di ujung jalan nampak Adam sedang memperhatikan Ratu dari kejauhan namun Ratu tak menyadari hal itu.
__ADS_1
Senja mulai menampakan sinarnya, Ratu pun pulang naik angkot yang disambung naik ojek di pertigaan dekat rumahnya. Adam yang dari tadi memperhatikan Ratu tentu langsung mengikuti arah angkot itu secara diam diam.
Sesampainya Ratu dirumah betapa kagetnya dia melihat kaka kelas kesayangannya sudah stay dimotor menunggu dirinya.
"Em..ngapain lu disini?!" bentak Ratu.
"Aku mau minta maaf dek atas perkataan ku kemarin" jawab lesu Adam.
"Bodo amat maaf aja ga cukup kak buat ngobatin luka hati gw karena omongan lu kemarin paham!" balas Ratu dengan emosi.
Ratu langsung masuk kedalam rumah yang sudah ada Momy dan papahnya meninggalkan Adam yang masih berdiri didepan terasnya. tentu momynya atau bu Nisa bertanya tentang hubungan Ratu dengan Adam ada apa sampai Ratu tak mengizinkan Adam masuk.
Akhirnya Ratu menjelaskan sedikit agar momynya mengerti apa yang Ratu rasa saat ini.
"Owh begitu neng hehe, yaudah mamah ga mau ikut campur ya kamu selesaikan ini baik-baik ya" ucap bu Nisa sambil mengusap kepala Ratu.
"Iya mah siap" jawab Ratu dengan mata yang mulai berlinang airmata.
Waktu berjalan hingga pukul 20.00 wib, Ratu keluar rumah menggunakan tengtop orange dan celana strech pendek di tutup dengan jaket tebalnya berniat ingin ke warung sebelah untuk membeli cemilan.
Saat dia menoleh ketika ingin memakai sendal betapa terkejutnya Ratu melihat sosok Adam yang masih stay berdiri memegang setangkai mawar dan coklat.
"Ngapain lu masih di sini hah?!" tanya Ratu dengan penuh emosi.
"Aku minta maaf, tolong maafin aku rat ambil lah bunga dan coklat ini kalau kamu mau maafin aku" Adam mencoba tersenyum menahan kesedihannya melihat sikap Ratu yang begitu dingin terhadapnya.
"Dibilangin ga semudah itu gw maafin lu kak! gw ga bisa" jawab Ratu lalu beranjak ke warung dan kembali pulang tanpa menghiraukan Adam yang masih berdiri disana.
Didalam kamarnya Ratu mencoba menahan hati untuk tidak memperdulikan sosok Adam yang sedang diluar menunggu maaf dari dirinya.
"Biarin aja biar tau rasa dia akibat udah nyakitin gw heh" ucap batin Ratu sembari ngemil makanan yang tadi dia beli.
"Ratu keluar lah tolong, aku pegel berdiri disini" batin Adam pun berbicara diluar sana.
Bersambung...
Hallo apa kabar reader and author setia Sang Perindu? Apa kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya lama kita tak saling sapa hehe.
Sang Perindu ucapkan semangat terus bagi yang menjalankan ibadah puasa, tetap semangat dan jaga kesehatan untuk yang non muslim. semoga kita semua selalu dilimpahkan rezeki dan dipanjangkan umur sampai kita bertemu dengan anak-cucu kita kelak Aamiin..
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
See you on the next episode...