Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Kebodohan Adam


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, Adam memarkirkan motor nya di samping motor bu Nisa yang ternyata sudah pulang kerja.


"Assalamualaikum, ay... Momy" ucap Adam berdiri di depan pintu sambil mengetuknya.


"Walaikumsalam eh abang, masuk sini bang" bu Nisa mempersilahkan Adam masuk setelah dikecup tangannya.


"Ibu udah pulang" sapa Adam dengan ramah.


"Udah kok bang ini baru pulang tuh dengar si teteh jatuh" balas bu Nisa.


"Jatuhnya dimana emang bu dia?" Adam mulai mengintrogasi bu Nisa.


"Gak tau bang, teteh belum banyak cerita ibu" balas bu Nisa.


Ditengah obrolan calon menantu dan calon mertua itu, nampak Ratu yang masih memakai celana strecth dan tengtop pun keluar kamar untuk menghampiri Adam dan duduk disamping kekasihnya itu.


Bu Nisa yang melihat kedekatan Adam dan anaknya seakan sadar bahwa kemungkinan besar putri sulungnya sudah menjalin hubungan yang lebih dari sekedar kakak kelas dengan sosok Adam.


"Uh manja ya anak momy haha" ucap bu Nisa meledek anak nya.


"Apa sih momy hih" ucap Ratu yang semakin cemberut mengembungkan pipinya yang tentu saja membuat Adam semakin meleleh hatinya.


"Gak kok hehe, yaudah momy tinggal dulu ke dapur ya" ucap bu Nisa sambil beranjak ke dapur.


"Kamu kenapa sayang hah? kok bisa sampai jatuh gitu?" tanya Adam yang penuh perhatian sambil mengusap pergelangan tangan Ratu yang sedikit membiru karena memar.


"Aku tadi dikejar sama preman ay entah dari mana, tiba-tiba ngikutin aku. yaudah aku coba ngebut aja eh malah oleng dan jatuh deh hehe" tutur Ratu.


"Ya lagian kamu ngebut, bukan nya berhenti ke warung atau rumah warga untuk minta pertolongan ay" jelas Adam sambil terus mengusap pergelangan tangan pacarnya.


"Iya ay maaf namanya panik hehe" balas Ratu.


"Lalu kamu ditolong siapa? bisa bawa motornya gak sampai gagang rem mu patah sayang?" tanya Adam kembali semakin penasaran.


"Dibantu kak Daniel ay, untung dia kebetulan lewat situ. ngeliat aku jatuh ya dia bantuin aku sama teman senior ku yang lainnya ay. pulang ngajar eskul sih kayak nya mereka" lanjut Ratu.


"Maksudnya kamu boncengan sama Daniel?" tanya Adam dengan wajar yang berubah 180 derajat.


"Iya ay itu juga gak meluk kok, nempel aja engga hehe" balas Ratu tersenyum tipis karena takut jika Adam akan marah mendengar hal itu.


Dugaan Ratu pun dengan segera terjawab. apa yang ia takuti kini perlahan terjadi. dengan introgasi yang tak karuan Adam mulai membuat risih keadaan.


"Kamu dalam keadaan keseleo bengkak seperti ini, bisa dibonceng cowok tanpa pegangan? seperti nya mustahil ya ay hehe" ucap Adam dengan pandangan sinis menatap Ratu.


"Maksud kamu apa? aku beneran gak pegangan sama dia ay" tentu Ratu yang merasa benar itu pun tak ingin disalahkan, hingga dia angkat bicara.


"Hey jangan mengelak ay, aku memang gak bisa berkelahi dengan jurus taekwondo seperti kamu dan Daniel. tapi apa itu menjadi alasan mu untuk mencoba berpaling dari aku?" tanya Adam dengan nada yang semakin memancing emosi.


"Apaan sih ay kok jadi ngelantur gitu pembahasan mu?!" Ratu langsung duduk tegak menghindar dari dekapan Adam yang dari awal ia bersandar di dadanya.


"Kamu jangan nyalahin aku yang engga-enggak ay. kamu gak ada bukti sama sekali" ucap Ratu mencoba membela diri.


"Aku hanya di tolongin sama ka Daniel, senior eskul aku bahkan kamu juga kenal kan? lalu apa masalah nya" Ratu angkat bicara menatap balik Adam.


Adam yang begitu takut kehilangan Ratu pun tak ingin kalah debat, hati nya perlahan memerih karena membayangkan Ratu diboncengi pria lain selain Adam. membayangkan betapa nikmat nya Daniel memboncengi Ratu yang sedang sakit itu. sedikit pelukan atau pegangan manja pun pasti tak terhindarkan pikir Adam.


Yang fakta nya seperti yang kita tahu, bahwa Ratu tak sedikitpun menyentuh tubuh Daniel apalagi sampai berpegangan seperti apa yang Adam bayangkan.


Namun sulutan emosi kian memanas saat Adam dan Ratu sama-sama tak bisa mengontrol amarah akan dirinya sendiri. hingga ucapan demi ucapan kata demi kata Adam lontarkan tanpa disaring kembali oleh hatinya yang tentu saja itu menyakiti batin dan mental Ratu secara tidak langsung.


"Ya harus nya kamu telepon aku dulu kabarin aku jika kamu mau diboncengin sama Daniel ay" ucap Adam dengan nada yang masih meninggi sampai urat dilehernya terlihat.


"Oh ya mungkin karena perut Daniel six pack ala roti sobek gitu kali ya sampai kamu terlena dan ingin memeluknya sampai tak bisa ngabarin pacar kamu yaitu aku hah?!" sambung Adam yang terus menekan Ratu.


"Apa sih ay kamu ngomong apa?" Ratu memelas perlahan meneteskan airmata karena ucapan Adam yang menyakiti hatinya.


"Gak usah pura-pura be*go lagi ay. aku emang gak segagah Daniel tapi mau bagaimana pun kamu tetap wajib ngabarin aku" balas Adam dengan sigap.


"Ya karena kamu juga manusia ay, kamu gak bisa selalu ada disamping aku" ucap Ratu semakin bersedih.


"Kita butuh orang lain, aku butuh orang lain karena kita gak bisa hidup sendiri" sambung Ratu mencoba menjawab perkataan Adam.


"Lagi pula Daniel hanya kebetulan lewat. aku tekankan sekali lagi ke kamu aku gak pegangan apalagi meluk Daniel seperti yang kamu bayangkan ay!" ucap Ratu sambil menekan jari telunjuknya ke dada Adam.

__ADS_1


"Banyak alasan dan banyak bohong kamu.. gak percaya aku" ucap Adam dengan santainya tanpa memikirkan perasaan Ratu yang sudah banyak meneteskan airmata ke pipinya.


"Kalau emang itu membuat kamu cemburu dan sakit hati, lain kali aku gak akan terima bantuan dari siapapun jika ku sakit atau kenapa-kenapa ay. biar aku mati dijalan aja sekalian dari pada harus sakit hati karena tuduhan mu yang gak ada faktanya sama sekali!" Ratu menekankan nada di setiap ucapannya.


"Semoga itu benar bisa kamu lakukan sayang, terimakasih!" balas Adam dengan senyum tipisnya lalu beranjak keluar menghampiri motornya dan langsung pergi membelah jalanan dengan hati dan otak yang dipenuhi rasa kesal dan kecewa.


"Hem..hiks hiks" Ratu berlari kekamar dan membenamkan wajahnya ke bantal. meluapkan kesedihan sakit hatinya dengan menangis dalam diam dibalik bantal.


"Lah kok si abang pulang neng?" tanya bu Nisa yang merasa heran.


Ratu yang tak ingin momy nya tau tentang kejadian ini pun mencoba menutupi tingkah laku Adam kepada dirinya. karena jika sampai bu Nisa tau ada yang menyakiti anaknya. maka tak segan-segan bu Nisa akan melarang Ratu dekat dengan orang itu.


Karena rasa sayang dan cinta Ratu yang sudah terlanjur dalam untuk Adam. dengan segera ia menghapus air matanya dan mencoba bicara pada momynya.


"Gak tau mom, ada urusan kali dia" jawab Ratu sambil menahan isak tangisnya.


"Momy udah buatin pisang goreng buat dia hehe. Hm... yaudah deh" bu Nisa beranjak kembali menaruh pisang goreng yang barusan ia goreng untuk Adam di atas kulkas.


...••••🎉IBG Season 2🎉••••...


Di markas besar, dengan kasar Adam menendang pintu hingga salah satu engselnya terlepas. berteriak sekeras mungkin meluapkan emosi nya yang tertahan.


"Ahh..... an*jing, bang*sat kenapa harus boncengan sama cowok lain hah?!" Adam membentak dirinya sendiri di depan tembok kosong.


"Gak seharusnya kamu boncengan sama cowok lain sayang" nada Adam berubah lemah seketika menahan tangisnya.


"Harusnya gak perlu sama cowok lain!" Adam berteriak.


Saking emosinya, Adam sampai mengambil pisau di ujung sofa untuk berniat menggores urat nadinya. mengakhiri hidup seakan begitu terluka hanya karena hal sepele yang Ratu lakukan.


Namun untungnya, dengan sigap Agam menahan pisau yang hampir menyentuh pergelangan tangan Adam.


"Hey.. ada apa lu hah? mau sok jagoan main pisau seperti gw?" ucap Agam menaikkan alisnya sebelah dan dengan mudah nya mengambil pisau dari genggaman Adam.


"Kenapa lu hadir disini bang*sat?!" teriak Adam pada Agam.


"Kan gw belum melukai raga gw hah?!" sambung Adam yang masih dipenuhi amarah dalam otaknya.


"Lu kenapa? marah sama pacar lu? baru juga jadian beberapa bulan lalu haha" lanjut Agam yang mulai duduk di sofa.


"Siapa yang gak kesal gam, gw susah payah nyari kerjaan keluyuran pepanasan dan dia enak-enakan malah boncengan sama senior eskulnya tanpa ijin gw dulu." ucap Adam mencoba membela diri.


"Terus lu cemburu hanya karena hal seperti itu?" Agam nampak heran menatap Adam.


"Ya jelas dong! siapa yang gak cemburu gam ceweknya boncengan sama cowok lain" lanjut Adam dengan nada tinggi.


"Lu udah nanya belum alasan dia dibonceng seniornya kenapa?" balas Agam.


"Ratu jatuh dari motor karena dikejar preman, lalu Daniel nolong dia, nganterin Ratu pulang" ucap Adam sambil membuang muka dari tatapan iblis seorang Agam.


"Bocah,, tol*ol dan bod*oh!" balas Agam dengan nada yang sangat mengesalkan.


"Ba*bi maksud lu apaan?!" Adam kembali menggertak kembarannya dan saling menatapn.


"Lu yang maksudnya apaan?!" dengan gagahnya Agam berdiri dihadapan Adam.


"Cewek lu jatuh kecelakaan karena dikejar preman, lalu senior nya bantu nganterin Ratu pulang?, salah nya dimana dong*o?!!!" dengan nikmatnya Agam menghina Adam tepat didepan wajahnya.


"Lu mau anggap itu sebuah perselingkuhan? menduakan hati? bocah lu namanya kalau lu berpikir seperti itu." sambung Agam yang terus berdebat.


"Ya gak harus boncengan juga lah sama seniornya, cowok lagi!" Adam terus membela diri.


"Ya lu juga harusnya mikir dulu! jika gak dibantu si Daniel bagaimana nasib cewek lu sekarang. lu harusnya mikir kesana!! lu harusnya berterima kasih sama si Daniel!" Agam terus berbicara dengan nada tinggi.


"Kan dia bisa nelepon gw atau WA gw dulu untuk minta ijin hah?" Adam membalas dengan tatapan songongnya.


"Eh tol*ol lu mikir, lu bukan Tuhan yang bisa selalu ada untuk orang lain termasuk untuk Ratu pacar lu sendiri!" balas Agam sambil menarik kerah Adam karena sudah kepalang emosi.


"Udah lu gak usah banyak bacot gam, lu gak ngerti apa-apa tentang apa itu cinta dan kasih sayang. jadi lu gak ngerti apa itu rasa cemburu yang menggores hati" dengan sekuat tenaga Adam melepaskan genggaman Agam dari kerah bajunya.


"Gw emang gak ngerti apa-apa tentang cinta dan kasih sayang, tapi setidaknya gw ngerti cara membuat wanita nyaman dalam pelukan gw!" dengan nada berat Agam membalas penuturan Adam.


"Woy mau kemana lu?!" teriak Adam yang melihat Agam beranjak keluar markas dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Mau melakukan apa yang seharusnya lu lakukan" dengan senyuman iblisnya Agam mengendarai motornya membelah jalanan menuju rumah Ratu Permata Sari.


"Astagfirullah al'azim..." Adam menyebut dan mengontrol emosi nya kembali. menenangkan pikiran di markas besarnya seorang diri.


Sesampainya dirumah Ratu kembali, Agam turun dan mengambil sebungkus bubur ayam yang sudah ia beli pakai uang Adam saat dijalan tadi.


"Assalamualaikum.. sepada spandek" ucap Agam dengan riang sambil mengetuk pintu rumah calon istrinya.


"Walaikumsalam, eh abang balik lagi. ibu kira abang langsung pulang tadi hehe" balas bu Nisa yang membukakan pintu.


"Gak kok bu, tadi keluar sebentar buat beli bubur untuk Ratu hehe. cium tangan dulu dong biar direstui" Agam nampak begitu humoris dibanding kembarannya sendiri. mencoba menutupi kelakuan buruk dari Adam.


"Aduh bisa ajak ini anak ibu hehe, yuk masuk ibu udah buat pisang goreng buat kamu" balas bu Nisa sambil mempersilahkan Agam masuk.


"Wih makasih momy" Agam masuk dengan hu Nisa.


"Neng, si abang balik lagi nih" bu Nisa memanggil Ratu yang dari tadi dikamar menyendiri.


Ratu yang sebenarnya tak ingin menemui Adam pun harus terpaksa menemuinya karena panggilan dari momy kesayangannya.


"Mau apa lagi?!" tanya Ratu dengan jutek dan tatapan sinis mata melebam karena dari tadi meneteskan airmata.


"Ini aku beli bubur buat ayang, ayang laparkan pasti karena gak naf*su makan hem..?" Agam menghela nafas menyesali perbuatan bodoh dari kembarannya itu.


"Gak..! udah puas kamu hina aku dari tadi sekarang sok manis depan ak... " ucap Ratu terhenti karena sambaran lembut dari bibir Agam menghangatkan bibir Ratu yang langsung di lum*at oleh Agam dengan perlahan.


"Ehm.. ach.. muach hm" Agam memegang pipi Ratu menikmati bibir yang selama ini belum pernah Agam rasakan sama sekali.


"Ya ampun sungguh menyesal lu dam jika kehilangan sosok Ratu ehm.." balas Agam yang nampak bersyukur karena Adam memiliki Ratu yang begitu lembut dan penyayang.


Ratu yang tadinya kesal bukan kepalang ingin berdebat, harus terkejut karena Agam yang langsung melum*at bibir mungilnya.


Ada rasa ingin menolak dan mendorong tubuh Agam, namun rindu dan kasih sayang Ratu terlalu besar untuk Adam. hingga pergulatan bibir itu pun tak mampu Ratu tolak.


Mengusap tengkuk dan meremas kerah baju Agam. Ratu mulai terbawa suasana yang Agam ciptakan secara singkat itu.


Walau saling berciu*man, yang Agam rasakan hanya lah ***** belaka. karena pada dasarnya seperti yang ia jelaskan sebelumnya bahwa dia tak mengenal apa itu arti cinta dan kasih sayang.


Setelah beberapa menit dirasa emosi dari kedua insan itu mulai memudar, Agam melepaskan bibir basahnya dari bibir Ratu dan saling memandang satu sama lain.


"Ehm.. maafin aku ya atas kejadian sebelumnya yang aku menghina kamu." ucap Agam yang berusaha meleburkan emosi Ratu sampai benar-benar ada senyum manis terukir kembali diwajahnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba berubah jadi manis sama aku, tadi bentak-bentak aku layak nya aku binatang" tutur Ratu yang mulai heran dengan gelagat dan tingkah laku Agam yang berubah drastis dari sikap Adam sebelumnya.


"Ayang dengar ya, semarah-marahnya aku. aku tetap gak bisa liat kamu terluka apalagi tersakiti karena ulah ku sendiri" Agam tersenyum manis untuk Ratu.


"Sekarang kamu makan dulu ya, aku suapin nih pakai bubul ayam nih hehe" ucap Agam merayu si pesek yang menggemaskan.


"Iya ay" ucap Ratu sambil tersenyum tersipu malu.


Dan akhirnya misi Agam membuat Ratu kembali tersenyum pun berhasil. dengan lahapnya Ratu makan bubur dari suapan tangan Agam. nampak kebahagian terpancar kembali diwajah Ratu sambil tertawa ringan.


"Aaaa ayo buka mulutnya aaa pesawat terbang masuk goa... aaaa am pinter haha" Agam berdiri memegang sendok yang berisikan bubur sambil perlahan menunduk hingga masuklah suapan itu ke mulut Ratu dengan perlahan ia kunyah.


"Sini aja ay sebelah aku, ngapain sambil berdiri gitu sih hehe" Ratu tertawa kecil melihat tingkah lucu Agam.


Agam pun menemani Ratu malam itu sebagai tanda permintaan maaf atas perbuatan Adam sebelumnya. dengan tawa dan canda menghiasi obrolan mereka sambil berpeluk kasih.


..."Semarah-marahnya pria, dia takkan rela membiarkan wanitanya bersedih terlalu lama"...


...-Agam Pratama Sanu-...


Bersambung...


Gimana guys? makin seru kan saat si kembara satu raga saling menunjukan karakternya masing-masing hehe..


Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2"


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini.


...See you on the next episode...🎉👏...

__ADS_1


__ADS_2