
Pagi hari nya, Ratu terbangun dengan kondisi yang cukup membaik, walau bengkak dan memar biru di kakinya belum sepenuhnya menghilang.
Ratu pun berangkat sekolah dan seperti biasa bertemu dengan Ferdi di depan Uks dengan langkah yang masih tertatih-tatih.
"Pagi kak Fer" ucap Ratu.
"Hay pagi juga dek, gimana kabar kaki lu?" tanya Ferdi sambil melirik betis Ratu yang masih agak membiru.
"Ya mendingan sih kak hehe, walau di pakai jalan masih ngilu." ucap Ratu dan duduk disamping Ferdi.
"Iya btw maaf juga ya itu karena gw pasti nya hehe" balas Ferdi agak canggung karena merasa bersalah.
"Iya kak ga apa-apa hehe" jawab Ratu singkat.
"Oh ya kak materi latihan kita apa nanti?" tanya Ratu penasaran.
"Hem..lari aja dulu Rat sebagai pemanasan hehe" jawab Ferdi.
"Okey deh hehe" balas Ratu.
Singkat waktu mereka berpisah dan mengikuti pelajaran di hari itu tepat nya hari Sabtu, H-2 sebelum kejuaraan tingkat Smk itu di selenggarakan. Setelah pulang sekolah, Ratu tetap kekeh keras kepala untuk latihan bersama Ferdi.
Melewati Roy Cs dan bu Astari dilapangan. pandangan sinis dari mereka pun tak menghentikan langkah Ratu untuk terus berjalan menuju Uks dimana Ferdi sudah menunggu dirinya.
"Yuk siap Rat?" tanya Ferdi pada Ratu.
"Iya kak haha gw ganti baju dulu ya?" senyum manis Ratu terlontar sambil beranjak ke toilet untuk berganti baju.
Setelah mengganti baju, Ratu dan Ferdi berlari santai mengelilingi lingkungan sekolah, mulai dari lorong kelas ke kelas, taman serta halaman belakang sekolah mereka telusuri sambil menguatkan kaki mereka.
Terlihat wajah Ratu meringis menahan rasa sakit yang ditahannya saat berlari karena kakinya yang belum sepenuhnya pulih.
"Aw..sakit kak hehe" ucap Ratu melambatkan langkahnya.
"Iya dek santai aja sih, gw ga maksa lu lari cepet kok gw tau kaki lu belum pulih" ucap Ferdi yang tersenyum melihat keadaan Ratu.
"Lagian kak lu kenapa sih latihannya kaya begini hah?" ucap Ratu mulai menyadari bahwa sebenarnya Ferdi hanya meledek Ratu dengan latihan yang tak jelas tujuannya apa.
"Lu akan tau jika saatnya udah tepat rat" balas Ferdi.
"Ya tapi buktinya mana? kaki gw justru malah pincang kak karena latihan nendangin bambu kemaren sore hah" Ratu mulai meninggikan nada bicaranya.
Ferdi hanya tersenyum melihat sikap Ratu, lalu mengajaknya ke belakang kelas Teknik Permesinan. melihat patok besi yang menancap kokoh ditanah lagi-lagi Ferdi meminta Ratu untuk menendang dan menghantam besi itu dengan kedua kaki dan tangan nya secara bergantian.
"Tuh kan dah gila ya lu kak hah?" ucap kesal Ratu pada Ferdi.
"Udah lakuin aja apa yang gw minta" jawab Ferdi.
"Ga kak! gw ga mau di begoin lu lagi! ngapain gw nyakitin diri gw sendiri demi hiburan lu hah" Ratu semakin emosi.
...****************...
Setelah mendengar ucapan Ratu yang mulai melawan perintah Ferdi, akhirnya dia pun beranjak meninggalkan Ratu didepan patok besi itu.
Ratu sempat termenung sejenak melihat kakak kelasnya yang nampak kesal dengan perbuatannya barusan. dengan emosi yang meluap menyesali semua ucapan yang barusan keluar dari mulutnya.
Ratu tanpa memikirkan rasa sakit mulai menendangi dan memukuli patok besi itu sekuat tenaga bagai ingin bunuh diri, Ratu tak menghiraukan kondisi kaki dan tangan nya dia menghantam bertubi-tubi sekuat mungkin dia menendang besi itu penuh emosi pada dirinya sendiri, di tambah rasa kesal Ratu pada waktu dan keadaan yang memisahkan dia dengan kakak kelas tercintanya yaitu Adam Pratama Sanu.
Hingga beberapa menit kemudian Ratu terduduk disamping patok besi yang tanpa ia sadari sampai membekas penyok karena serangan Ratu tadi.
"Sakit kak Adam!!!" teriak Ratu menangis mengusap airmatanya.
__ADS_1
Tanpa Ratu sadari tulang kering dan lengannya mengeluarkan darah segar sedikit demi sedikit. yang menandakan Ratu benar-benar menuangkan emosinya pada besi itu.
"Aw..ah..ehm..perih banget" ucap Ratu yang mencoba beranjak sendiri dengan kaki dan lengan yang sudah cukup bonyok.
Roy yang mengkhawatirkan juniornya berusaha mencari keberadaan Ratu, tiap-tiap sudut kelas dan lorong sekolah ia telusuri. hingga dia menemukan Ratu di belakang kelas Teknik Permesinan dan betapa kaget nya Roy melihat kondisi juniornya yang semakin ripuh tak karuan karena ulah Ferdi.
"Ratu!!" teriak histeris Roy yang langsung menghampiri junior taekwondo nya itu.
"Hey kenapa lu hah?" tanya panik dari seorang Roy Dwi Satyo.
"Ga kok ga apa-apa kak santai hehe" ucap Ratu sambil mengusap air matanya berpura-pura tegar dengan kondisinya saat itu.
"Ga usah bohong lu ah dah diam!" tegas Roy yang tiba-tiba menggendong Ratu.
Ratu pun hanya bisa terdiam di dekapan seniornya itu, namun tak berselang lama Ferdi menghampiri mereka berdua menghentikan langkah Roy. jelas sebagai pria yang sok jagoan Roy menurunkan Ratu sejenak di kursi pinggir kantin.
"Mau ngapain lagi lu hah?!" teriak Roy yang begitu menggelegar karena sudah muak dengan kelakuan Ferdi pada juniornya.
"Biar gw aja yang ngurus Ratu ke Uks" pinta Ferdi dengan singkat.
"Bacot lu anjing!" Roy berlari dan langsung menyerang Ferdi.
Perkelahian baku hantam pun tak terelak kan lagi, dengan penuh emosi Roy menyerang Ferdi tanpa ampun, tapi dengan sikap tenangnya Ferdi mampu menahan serangan dari senior eskul Taekwondo itu.
"Stop...berenti!!!" teriak Ratu dengan keras.
Mereka berdua menghentikan perkelahian itu dan memandangi Ratu.
"Gw mau sama kak Ferdi saja ke Uks nya, makasih ya kak Roy udah perhatian sama gw" jelas Ratu.
Roy dengan nafas yang masih tak terkontrol menatap Ferdi dengan sangat tajam lalu beranjak meninggalkan nya dengan Ratu.
Ferdi menghampiri Ratu dan membawanya ke Uks, disama Ratu dirawat oleh Ferdi dengan penuh perhatian.
"Ehm..maaf ya kak atas ucapan gw tadi pas latihan" ucap Ratu memberanikan diri membuka obrolan.
"Iya ga apa-apa kok Rat haha, Destroy kan emang selalu gitu. selalu di rendahin sama banyak orang hehe" balas Ferdi dengan penuh maksud di setiap katanya.
"I..iya kak sekali lagi maaf ya" sambung Ratu semakin merasa tak enak.
"Dah jangan kebanyakan minta maaf wkwkw, capek gw dengarnya" celetuk Ferdi.
Ratu pun hanya mengangguk dan tersenyum melihat respon Ferdi masih cukup manis membalas obrolannya.
Setelah selesai membersih luka dan merawat Ratu, Ferdi menawarkan diri untuk mengantarkan adik kelasnya itu pulang. untungnya Ratu tak menolak tawaran itu dan akhirnya mereka berdua pulang bareng.
Sesampainya di rumah Ratu.
"Besok lu kesekolah kan? untuk latihan terakhir sama teman eskul lu Rat? tanya Ferdi sambil mematikan mesin motornya.
"Iya kak, lu mau kesana juga kah?" Ratu bertanya balik pada Ferdi.
"Insyaa allah kalo ga ada halangan ya hehe" balas Ferdi.
"Yaudah Rat salam buat nyokap bokap ya gw pamit duluan" sambung Ferdi sambil menghidupkan motornya kembali
"Iya kak hati-hati lu wkwk" balas Ratu dengan tawa kecilnya.
"Btw sorry ya buat itu, karena gw lu harus makin terluka" ucap Ferdi sambil menunjuk kaki dan lengan Ratu.
"Iya hehe kuat kok haha" mereka berdua tertawa bareng.
__ADS_1
Dan tak lama Ferdi menarik tuas gas nya pergi meninggalkan rumah Ratu.
...****************...
Malam hari ditengah waktu istirahatnya Ratu, Bibil menelpon sahabat kecilnya yaitu Ratu Permata Sari.
📞 "Hm...iya yaudah dateng aja hehe ajak dia ga apa kalo mau ikut nonton."
📞 " ……………"
📞 "Iya deh silahkan ya acara malam sekitar abis isya gw tandingnya, walau belum tau gw berangkat sama senior gw atau sama anak-anak eskul deh hehe"
📞 " ……………"
📞 "Oke see you"
"Semoga kak Ferdi mau ikut deh" ucap Ratu dalam rasa galaunya.
Tak lama kemudian bu Nisa menghampiri anak sulungnya itu, menanyakan tentang kabar kelanjutan kejuaraan itu bagaimana. Ratu menjawab tetap akan melanjutkan kejuaraan itu namun bu Nisa sempat emosi saat melihat kaki dan lengan anak nya itu banyak luka memar.
Tapi sebisa mungkin Ratu membela diri dengan mengatakan bahwa semua latihan itu pure keinginannya sendiri. bu Nisa yang sadar akan sikap keras kepala anaknya pun tak ingin ambil pusing, dia menyerahkan semua keputusannya kepada Ratu.
"Ehm...andai ada si abang pasti dia ga akan biarin kamu begini neng" ucap bu Nisa sambil beranjak keluar kamar Ratu.
"Seperti nya mamah dah mulai percaya sama si abang hehe" gumam Ratu dalam batinnya yang semakin merindu.
Malam pun semakin larut dan Ratu tertidur untuk menyiapkan dirinya berlatih disekolah esok hari tepatnya hari Minggu sehari sebelum kejuaraan itu dimulai.
...****************...
Esok harinya di hari minggu yang cerah Ratu berangkat eskul diantar oleh pak Hendri yang sekalian berangkat menuju tempat kerjanya.
Singkat cerita sesampainya disekolah yang sepi itu karena hanya ada eskul Taekwondo dan pengurus Osis dihari libur seperti saat ini.
Ratu bergegas menuju lapangan dan langsung masuk ke barisan teman-temannya. mendengarkan sedikit arahan dari bu Astari tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat disana nanti.
"Okey kalian mengerti ya semuanya?" tanya bu Astari pada murid-muridnya itu.
"Siap..mengerti" jawab serentak.
"Sekarang ibu mau liat sejauh mana hasil latihan kalian selama seminggu ini ya, kalian boleh sparing dengan senior-senior kalian disini" ucap bu Astari dengan lirikkan mata yang begitu tajam menatap ke arah Ratu.
"Ratu silahkan maju, tunjukan hasil latihan 3 hari mu bersama anak TSM(Teknik Sepeda Motor) itu" lanjut bu Astari dengan nada dinginnya.
Ratu pun keluar barisan maju ke depan junior lainnya, tak lama disusul oleh Roy yang menghampirinya berhadapan. namun dengan percaya dirinya entah karena setan apa yang memasuki Ratu. dia meminta 3 orang lagi untuk sparing melawan dirinya.
"Gila lu rat haha berani bener nih?" ucap Roy sambil melirik rekannya mengisyaratkan untuk bangun dan membantunya menghadapi Ratu.
"Kamu sudah nampak sombong ya Ratu, 1 vs 4 jika sampai kalah kamu akan malu loh nak" ucap bu Astari dengan wajah kesalnya.
"Hem..bismillah bem" ucap Ratu menghela nafas sambil meyakinkan dirinya.
Nampak rekan seangkatan Ratu yang lainnya tertawa kecil melihat Ratu yang sok jagoan itu.
"Ayo Rat" ucap Roy memasang kuda-kudanya.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca dilain waktu.
Share juga boleh ya guys sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
...See you on the next episode......