
..."🎉DUA EPISODE TERAKHIR!🎉"...
Akhirnya setelah hampir seminggu menghabiskan waktu di kota Malang, Jawa Timur. kini mereka tiba di sekolah kesayangan mereka yaitu SMK 729.
Tepatnya didepan mushola pukul 18.00 Wib, para murid semua menunggu jemputan mereka masing-masing. nampak pula Destroy yang begitu kelelahan sampai rebahan sejenak diteras mushola sekolahnya.
"Alhamdulilah sampai Jakarta juga lay haha" ucap Adam menghela nafas lega.
"Yoi dam, syukur lah kita selamat pulang pergi hehe" balas Axel.
"Xel, tolong teleponin bokap gw dong suruh jemput. gw keabisan pulsa kan dari kemarin misscall'in Ratu sinyal bapuk. ngobrol kaga pulsa kesedot iye" keluh Adam.
"Yoi, bentar ya" ucap Axel.
"Dam, Fer, Jer, dan lu Axel" ucap Dafa tiba-tiba lesu.
"Hah?" jawab mereka berempat.
"Kenapa daf?" balas Ferdi kembali.
"Setelah benar-benar pisah dari sekolah ini, gw harap kalian gak saling melupakan ya" ucap Dafa dengan nada lemas.
"Gw paham apa yang lu maksud daf" Adam merangkul Dafa dengan erat.
"Jangan sedih ah hehe. kita akan selalu bersama Daf sekalipun kita sudah memilih jalan masing-masing di luar sana" sambung Axel.
"Dan buat gw pribadi sih ya, gw akui gw bangga sama Destroy. walau kalian hanya berempat yang begitu sejoli hehe, tapi kalian ga pernah saling membeda-beda kan apalagi menghina fisik" ucap Jery sambil menunduk kan kepala.
"Kita semua keluarga jer, gak mungkin kan keluarga menghina anggota keluarganya sendiri hah hehe dasar lu ah ada-ada aja ngomongnya" jelas Adam.
"Aih... makasih banget guys" Jery tersenyum haru melihat kebersamaan yang begitu kuat didalam Destroyers.
...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...
Singkat cerita, kini mereka semua sudah kembali pulang kerumah masing-masing. di depan rumah, dengan semangatnya Adam turun dari motor yang diboncengi papahnya dan mengetuk pintu dengan perlahan.
"Assalamualaikum... mah, teh" ucap Adam sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Tunggu sebentar" ucap Wina sambil menghampiri pintu dan membuka slot kunci nya dari dalam.
"Teteh, gw pulang!" teriak Adam dengan bahagianya.
Tentu sebagai kakak kandungnya, Wina tak bisa menutupi kebahagiaan sederhana itu saat memeluk tubuh adik kecilnya yang hampir seminggu keluar kota untuk tour sekolah.
"Ya Allah, adek gw baru pulang ini haduh..." Wina memeluk erat Adam dengan rasa haru yang sudah tak terbendung lagi.
"Iya teh alhamdulilah hehe" balas Adam mengusap punggung kak Wina.
"Mamah mana teh?" sambung Adam bertanya sambil mengusap airmatanya.
"Tuh didapur, jangan dikagetin ya hehe" teh Wina melepas pelukannya.
Adam pun perlahan masuk dan menuju dapur. memanggil dengan lembut bu Tini yang sedang menyeduh segelas kopi.
"Assalamualaikum mah" ucap Adam memandangi pintu surganya.
"Walaikumsalam..." sambil menoleh ke arah putra bungsunya bu Tini sampai terdiam mematung memandang anaknya.
Tanpa basa basi bu Tini langsung menghampiri Adam dan memeluknya begitu erat. Adam pun membalas pelukan itu dengan rasa haru dan rindu yang begitu luar biasa.
Isak tangis ikut menemani pertemuan antara anak dan ibu kandungnya yang sudah cukup lama bagi Adam yang baru pulang dari luar kota.
"Adek sehat disana sayang hah?" tanya bu Tini sambil menciumi pipi anak nya.
"Sehat kok mah, alhamdulilah hehe. mamah gimana disini?sehat kan" balas Adam sambil mencium tangan mamahnya.
"Sehat dek alhamdulilah. yuk ganti baju dan makan dulu ya sayang" ucap bu Tini yang merangkul anak nya ke ruang Tv.
"Iya mah ayo" balas Adam dengan senyumnya.
Malam itu begitu indah untuk keluarga kecil bu Tini dan pak Anwar yang sedang menyambut kedatangan anak bungsunya.
Saling canda tawa dan berbagi cerita, mendengarkan cerita perjalanan Adam yang begitu menyenangkan ditambah lagi betapa terkejutnya keluarga Adam saat melihat kertas beasiswa yang Adam dapat karena prestasinya yang menduduki peringkat 1 selama tiga tahun berturut-turut.
__ADS_1
"Ya Allah hebat banget ini anak mamah hehe makasih ya sayang udah bikin mamah papah bangga sama kamu hehe" ucap bu Tini yang nampak begitu bahagia dan terharu sampai ia menciumi kembali anak kesayangannya yaitu Adam.
"Aduh mamah sakit mah haha iya sama-sama mah, kan tanpa doa kalian juga Adam gak akan bisa meraih itu semua hehe" Adam tertawa lepas karena baru kali ini ia merasa begitu bahagia didalam keluarganya.
Mengingat seperti yang kita tau sebelumnya, bahwa Adam jarang sekali berdamai dengan kembarannya hingga terkadang menimbulkan perdebatan dengan kedua orang tuanya di rumah.
Sambil menikmati kebahagiaan keluarga Adam, kini kita beralih sejenak ke rumah Ratu.
Nampak Ratu masih menatap tajam kearah layar ponselnya memandangi foto Gaby dan kekasihnya sendiri yaitu Adam yang sedang melakukan adegan seperti vampire yang menghisap mangsanya.
Merasa tak percaya namun itu nyata, betapa terpukulnya hati Ratu beberapa hari lalu menahan api cemburu dan rasa kecewa yang ia pendam sendiri.
"Kenapa lu kecewain gw semudah itu kak!" ucap Ratu sambil meremas bantal guling nya dikasur.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu kamar Ratu, ternyata itu adalah bu Nisa yang mencoba mengajak Ratu makan karena sudah dua hari perutnya belum terisi nasi.
"Sayang... yuk makan dulu hey" ucap bu Nisa dengan cemas sambil mengetuk pintu.
"Iya mah, nanti aja aku belum lapar. kalau sudah lapar nanti aku makan kok janji deh hehe" Ratu jawab dengan nada merintih bercampur isak tangis sambil mengusap pipinya.
"Kamu sudah 2 hari ga makan neng, jagan begitu ah momy ga suka" bu Nisa mulai kesal dengan anak nya yang mogok makan. hanya di isi oleh cemilan-cemilan ringan belakanhan ini.
"Iya mah siap nanti ya" balas Ratu sambil menatap layar ponselnya yang kini melihat puluhan sms masuk dari Adam selama di Malang.
Dengan sedikit berat hati, Ratu membalas sms Adam untuk mengajak nya ketemuan di markas besar Destroy.
Ratu menaruh ponselnya dan menarik selimut menahan tangis yang ditemani bantal dan guling.
...***Introvert****🎉Berjiwa💞****Ganda***...
Keesokan harinya di jam 10.00 pagi, Ratu sudah stay dimarkas besar Destroy yang diantar Bibil si sahabat kecilnya Ratu.
"Bil lu ga mau masuk?" tanya Ratu sambil membuka pintu markasnya.
"Ga kok lu aja hehe, gw disini aja oke. mau video call sama cowok gw" balas Bibil dengan riangnya.
"Hilih dasar bucin haha" ucap Ratu sambil perlahan menyapu markas kesayangan Destroy.
"Pagi bil" sapa Adam.
"Iya bang Adam mari hehe" balas Bibil dan melanjutkan video callnya.
Adam membuka pintu dan nampak Ratu yang sedang duduk santai disofa.
"Sayang..." ucap Adam yang langsung berlari menghampiri Ratu dan memeluknya erat.
"Kamu apa kabar sayang? aku kangen banget sama kamu hehe" ucap Adam.
"Iya aku juga kangen kak" ucap Ratu tanpa membalas pelukan kekasihnya.
"Alhamdulilah aku sehat walau udah ga makan dua hari" celetuk Ratu.
"Lah kenapa sayang?!" tanya Adam dengan paniknya.
"Siapa yang ***** makan disaat tau cowoknya mencium wanita lain dibelakang pacarnya kak?!" teriak Ratu sambil berdiri.
Bahkan Bibil yang sedang diluar pun sempat heran mendengar suara Ratu sampai berteriak seperti itu.
Layaknya di permainan catur, Adam dibuat skak mat saat mendengar ucapan Ratu yang mengetahui moment Adam dan Gaby di penginapan sana.
"Maksud kamu apa? cium siapa aku gak ngerti" Adam coba menutupi hal itu dari Ratu.
Namun sayangnya dan...
"Pllaakkk!"
Suara nikmat dari tamparan keras tangan Ratu mengenai pipi Adam.
Adam langsung terdiam menahan perih yang nyut-nyut'an di wajahnya.
"Masih bisa-bisa nya lu bohongin gw bang!" ucap Ratu dengan gaharnya.
Adam memperhatikan wajah dan nada suara Ratu yang cukup berbeda dari Ratu yang biasa ia kenal.
__ADS_1
"Siapa ini, kok gak seperti Ratu yang gw kenal" ucap Adam dalam batinnya merasa heran.
"Bukan begitu maksud aku Ratu, bukan niat ku mencium Gaby bukan sayang" Adam coba membela diri.
"Gak usah nyari pembelaan bang. lu harus nya mikir kenapa lu ngasih ciuman kita ke orang lain bodoh!" ucap Ratu yang semakin geram.
"Aku tau bang aku itu emang penyakitan, ga secantik dan semontok Gaby, iya aku sadar!" sambung Ratu perlahan meneteskan air matanya.
"Tapi itu gak jadi alasan untuk lu bermain api di belakang gw bang*sat!!" teriak Ratu histeris.
Sontak teriakan itu membuat Adam panik dan langsung memeluk erat tubuh Ratu dalam dekapannya.
Walau Adam bukan orang pintar, tidak punya indra keenam apalagi bisa bersahabat dengan hal ghaib. tapi sebagai seorang kekasih yang mencintai Ratu sepenuh hati, entah bagaimana caranya ia bisa merasakan aura negatif dan perubahan sikap dan emosional dari sang kekasihnya
Kini Adam perlahan tahu bahwa ternyata benar, Ratu memiliki jiwa lain selain dirinya yang menyebabkan ia tak bisa mengontrol ucapan dan perilakunya saat dilanda emosi.
"Udah cukup kak gw disakiti sama papah gw, dia ninggalin gw diumur 1,5 tahun demi wanita anj*ng yang ngaku-ngaku sebagai istrinya." jelas Ratu yang semakin menangis di pelukan hangat tubuh Adam.
"Dan sekarang gw harus nerima luka karena lu ngelepas ciuman kita ke wanita lain?, ciuman yang harusnya hanya lu berikan ke gw kak!" lanjut Ratu dalam isak tangisnya.
"Sayang aku ga mencium bibir dia kok, dengerin dulu penjelasan aku." balas Adam sambil mengusap pundak kekasihnya.
"Kamu emang ga menyentuh bibirnya, tapi dengan membuat tanda merah dileher gadis lain apa itu ga lebih menyakitkan dari sekedar kissing lip hah?" tanya Ratu yang terus memojok kan Adam.
"Sayang aku minta maaf, aku hanya khilaf saat di sana" jelas Adam menahan kesedihannya karena tak sanggup melihat wanitanya nangis karena ulah dirinya.
"Ayo dong sayang, kakak kangen sama kamu udah lama ga ketemu. kok sekali nya ketemu malah berantem. kamu ga kangen sama aku hah?" tanya Adam yang mencoba sabar menahan emosinya agar tidak meledak pada kekasihnya.
"Rasa kangen ku udah tergantikan dengan luka yang kamu ukir kak" ucap Ratu dengan tatapan sinis nya.
"Sayang, aku minta maaf please.. " ucap Adam memelas meneteskan airmata.
"Dan lu harus nya sadar kak, Gaby datang untuk bercanda" ucap Ratu dengan tatapan kosongnya tanpa menatap Adam sama sekali.
"Kamu harusnya tertawa, bukan jatuh cinta" Ratu menunjuk kearah dada kekasihnya dan beranjak keluar menghampiri Bibil dan mengajaknya untuk segera pergi dari markas.
"Ayo bil cabut" ucap Ratu yang langsung mengambil kunci motornya dan siap untuk menarik gas.
"Mau kemana?" tanya Bibil yang heran dan langsung mengikuti perintah Ratu.
Adam yang mendengar suara motor Ratu pun langsung bergegas mengejarnya keluar.
"Ratu...!!!" teriak Adam yang lemas saat melihat Ratu sudah pergi menjauh.
Kini Adam menyesali perbuatan kembarannya yang membuat Ratu murka hingga tak terkendali seperti ini.
"Gara-gara lu nih Agam!!!" teriak Adam dengan penuh penyesalan.
"Nanti gw bantu ngerayu dia ya bro, santai aja." ucap Agam menepuk pundak Adam.
"Karena ulah lu gw di cap selingkuh sama pacar gw kan ah!" Adam yang geram pun menghampiri motornya untuk beranjak pulang dengan pikiran stres pecah tak terkontrol.
"Sabar dam, maaf ye hehe" dengan santai nya Agam tertawa tanpa merasa bersalah.
..."Dia datang untuk bercanda, harus nya kamu tertawa bukan jatuh cinta"...
...~Ratu Permata Sari~...
Bersambung...
Agam yang enak, Adam yang dapet imbasnya. dasar kalian hehe..
Yups benar, tag line yang kalian baca diatas itu gak salah. tidak kerasa ya udah cukup lama Rindu berkarya dan menemani kalian di NovelToon hehe. tapi layak nya sebuah hubungan, dimana ada pertemuan kelak disitulah akan ada perpisahan.
Dimana awal mulai cerita, disitu lah ada akhir yang harus diselesaikan. sebelumnya Rindu ucapin terimakasih yang sebesar-besarnya buat kalian yang selama ini sudah mendukung "Introvert Berjiwa Ganda" sampai sejauh ini.
Jujur Rindu juga gak rela sih jika cerita ini akan berakhir. tapi ya mau bagaimana lagi hehe. ada sesuatu yang harus Rindu pelajari lebih dalam demi kebahagiaan seseorang yang gak kalah penting setelah keluarga Rindu hehehe
Walau udah diujung tanduk, Rindu gak bosan-bosan untuk ingatkan kalian agar Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
...See you on the next episode......
__ADS_1