
"Udah pada kenal sama saya belum hehe?" ucap pria tersebut sambil menaruh buku yang ia bawa di meja guru.
"Belum..." jawab murid XI APH 2 secara serentak.
"Perkenalkan nama saya Zilda, wali kelas baru kalian di sini" ucap pria itu memperkenalkan diri.
"Bapak di SMK 729 megang dua mata pelajaran, satu Bahasa Inggris di kelas kejuruan teknik seperti TSM, TKR dan TPM. sedangkan di kejuruan APH, TB dan AK bapak megang pelajaran Sejarah Indonesia" sambung pak Zilda.
"Dan sekarang bapak di beri kepercayaan oleh kepala sekolah untuk menjadi wali kelas XI APH 2 ini, begitu anak-anak" sambung pak Zilda sambil berkeliling seisi kelas dari kursi ke kursi anak didiknya.
"Ada yang mau bertanya?" ucap pak Zilda.
Ratu mengacungkan jari telunjuknya di tengah hening nya suasana kelas.
"Iya kamu? sebutkan nama dan pertanyaan nya" pak Zilda perlahan melangkah menuju tempat duduk Ratu.
"Nama saya Ratu Permata Sari pak, saya ingin bertanya tentang Praktek Kerja Lapangan (atau biasa disingkat PKL). saya dengar dari kakak kelas kita Pkl akan dilaksanakan di kelas XI. nah itu mohon dijelaskan pak sistem nya bagaimana ya? karena kan kita belum pernah melalui itu" ucap Ratu dan kembali duduk.
"Nah iya pak benar tuh"
"Iya pak itu maksudnya gimana? kita kerja lalu dibayar atau bagaimana kah?"
Murid lain nya pun langsung melanjutkan pertanyaan itu, karena memang pertanyaan Ratu barusan mewakili isi hati semua murid kelas XI khusus nya kelas APH 2.
Tapi berhubungan tak ada yang berani membuka obrolan dengan pak Zilda. maka dari itu Ratu membuka obrolannya yang langsung di susul oleh suara teman-temannya.
"Oke pertanyaan bagus dari Ratu ya hehe" ucap pak Zilda yang nampak senang dengan keaktifan Ratu di hari pertama nya berkenalan.
"Tepat sekali seperti kata senior kalian atau yang kini sudah alumni juga ya. memang sistem di SMK seperti itu, menyiapkan anak didik lulusannya siap menghadapi atau memasuki dunia kerja setelah lulus nanti." ucap pak Zilda.
"Ini yang membuat SMK dan SMA berbeda ya, yaitu di SMK kita ada yang nama nya Praktek Kerja lapangan atau biasa kita singkat Pkl dan bisa juga di sebut Prakerin (Praktek kerja industri)"
Semua murid begitu fokus mendengarkan penjelasan pak Zilda dengan seksama.
"Di kelas XI ini waktu belajar normal kalian sudah mulai terpotong banyak hal, mulai dari Pkl, ujian sekolah, ujian akhir sekolah hingga laporan PKL. kalau laporan PKL kalian tidak lulus ya otomatis kalian akan tinggal kelas hehe" celetuk pak Zilda.
"Laporan PKL semacam skripsi nya kuliahan cuma versi SMK ya pak?" ucap Mei di tengah keheningan.
"Betul sekali hehe" jawab pak Zilda.
"Lalu pak, tempat PKL kita di pilih oleh kita sendiri atau pihak sekolah yang menyediakan?" ucap Indah yang tak mau kalah dari Mei dan Ratu yang sudah bertanya.
"Di sini kita SMK 729 sudah bekerja sama dengan beberapa hotel di Jakarta seperti Aryaduta Residence, Paragon, Atria, hotel Fame, hotel Lemo, ada juga Amaris dan hotel Yasmine. Ini khusus kejuruan APH dan TB ya hehe. untuk teknik dan Akutansi ya ada lagi kita banyak kok kerjasama untuk setiap kejuruan. seperti di berbagai Bank ternama dan juga perbengkelan lainnya sudah kita siapkan dengan matang di bagian Wakasek Hubin (Hubungan Industri dan masyarakat." lanjut pak Zilda yang menjelaskan begitu detail kepada anak didiknya itu.
"Atau pun kalian biasanya kan punya kerabat atau orang tua yang kerja di tempat yang sesuai kejuruan kalian tuh. jika ingin Pkl disana silahkan. asalkan laporan dan history kegiatan kalian di tulis secara detail agar pihak sekolah tau bahwa PKL kalian tidak main-main" lanjut pak Zilda.
"Ouh seperti semacam kerja gitu ya rat?" bisik Indah pada Ratu.
"Ya emang gitu dudul hih gak ngerti-ngerti lu" sahut Ratu nampak jengkel.
__ADS_1
"Terus kita mau bagaimana nih?" sambung Mei.
"Nanti aja bahasnya ah, sekarang fokus aja dulu ke penjelasannya" balas Ratu.
"Iya deh" jawab Mei dan Indah.
Setelah satu jam lebih berlalu menjelaskan tentang Pkl dan pelajaran pun di lanjut oleh pak Zilda dengan materi pertama yaitu Integrasi budaya asing di Indonesia.
...••• 👊🏻😎 IBG Season 2 🤓👊🏻 •••...
Jam istirahat pun tiba. Ratu dan kawan-kawan bergegas menuju kantin dan memesan ketoprak goceng langganannya.
Mereka bertiga duduk berkumpul sambil menyantap ketoprak ala kantin sekolah itu.
"Gimana rat am.. nyam lu mau Pkl dimana" tanya Mei ditengah mulutnya yang sibuk mengunyah.
"Belum tau Mei, kan lu tau sendiri gw anak pindahan jadi mana ngerti jalan Jakarta atau punya kenalan yang kerja dihotel hehe" balas Ratu nampak pasrah.
"Paling gw sih minta bantuan pacar gw aja kali ya untuk cariin chanel ke hotel-hotel buat kita Pkl. nanti kalau ada gw ajak kalian berdua kok oke hehe" ucap Mei sambil meraih minum nya.
"Si Firman pacar lu itu?" celetuk Indah.
"Ya iya pacar gw siapa lagi emang hehe" balas Mei.
"Boleh deh, makasih atas niat baik lu ya Mei hehe" balas Ratu sambil tersenyum.
"Yoi haha" jawab Indah.
"Um.., kalau minta bantuan si ayang sepertinya ga mungkin deh. secara dia kan anak introvert jarang bergaul sana sini hanya pendiam dirumah. mana mungkin dia punya kenalan orang hotel untuk di mintai tolong masukin gw Pkl disana" Ratu menaikkan kedua bola matanya sedang berpikir dalam batinnya.
"Hey! malah bengong haha" seketika Indah mengejutkan Ratu.
"Eh kaga kok engga haha abis mikirin mapel pak Zilda aja yang tadi tuh jawabannya apa ya hehe" Ratu mencoba mengelak dari kedua temannya.
"Buset dah nanti ae lagi sih pikirin nya" jawab Indah.
"Iya deh yuk abisin ketopraknya" sambung Ratu mengalihkan fokus pembicaraan nya.
Waktu berjalan cukup cepat hingga tak terasa kini sudah pukul 15.30 yang arti nya jam pulang sekolah sudah tiba.
Nampak para murid mulai berhamburan begitu pun Ratu yang sedang menuju parkiran sekolah.
[Next...]
Sesampainya dirumah Ratu langsung beberes sebelum bu Nisa pulang berjualan seperti biasa.
Nyapu, ngepel dan mandi serta makan ia lakukan sendiri ditemani Nila yang sedang belajar.
Setelah dirasa rapih semua pekerjaan rumahnya, Ratu mencoba menelpon Adam sejenak.
__ADS_1
Menceritakan apa yang tadi disekolah pak Zilda jelaskan tentang PKL. Ratu mencoba meminta bantuan Adam untuk mencarikan chanel hotel untuk tempat dia Pkl.
Namun dugaan Ratu benar. Adam tak bisa membantunya mencari kan tempat Pkl untuk Ratu.
"Uhm.. kan benar aja, mana bisa sih kamu bantu aku nyari tempat Pkl ay" ucap Ratu sambil menutup teleponnya. nampak wajah kesal diwajah Ratu karena keadaan yang membingungkan ini.
"Baik gw pasrah aja deh biar dicariin pihak sekolah huft.." Ratu kembali ke kasur nya dan menulis buku diary nya sambil menatap layar hape yang seperti biasa berwallpaper kan foto Adam.
...®#👊🏻 We Are Destroyers 👊🏻#®...
Dua hari kemudian berlalu, Adam sepulang kerja nya yang kebetulan lagi shift 1 nampak sedang berkeliling ke tempat pusat jajanan sekitar tempat kerjanya.
"Krritt"
Suara rem belakang dari motor Adam saat tuas rem ditarik.
Berhenti sejenak dan membuka dompet tipisnya yang berisikan KTP, SIM, STNK dan uang Rp. 210,000.
"Ehm.. cuma segini duit hasil ngirit gw. cukup buat beliin apaan ya di hari spesial gini haha" keluh Adam sambil tertawa kecil yang dalam hatinya padahal bersedih.
Angin yang berhembus kencang disore itu membuat rerumputan dan bunga-bunga liar bergoyang dengan riang. Adam menatap bunga itu sambil tersenyum seakan mendapat pertanda tentang apa yang harus ia siapkan.
"Hah iya-iya betul! kan Ratu juga pernah ngomong begitu tuh kalau dia suka dengan gituan hihi" ucap Adam yang nampak bersemangat seketika.
"Bismillah lah Allahuma paksakeun mun cek orang sunda mah nyah hehe" ucap Adam yang kembali tersenyum dan menancap gas sambil tengok kiri kanan seperti sedang mencari sesuatu.
"Pernah liat tokonya tapi di belah mana gitu ya?" ucap Adam berbicara sendiri sambil mengendarai si Blue Spider nya (nama motor matic kesayangan Adam).
Author: yang pernah di perawanin jatuh pas nganter pacar lu pulang sekolah ya haha.
Adam: ya gak usah dijelasin disini juga woy... Aib itu!!
Author: Sorry buahahah.
Bersambung...
Jangan lupa support nya dengan cara...
...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...
...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...
...🐝 SHARE 🐝...
...Dan...
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
...See you on the next episode...🎉👏...
__ADS_1