Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Sebelum Pertarungan Sengit


__ADS_3

Hallo guys Assalamualaikum selamat malam para reader IBG season 2๐Ÿ˜Š. Ya Allah ya ampun.. apa kabar kalian semua hehe.


Maaf ya hampir seminggu lebih Rindu vakum sejenak dari novel ini. bukan karena gak mau nemenin kalian kok hehe, hanya aja Rindu lagi kurang sehat nih seminggu terakhir ini.


Apalagi besok atau lusa udah masuk bulan suci Ramadhan ya? makanya aku fokus pulihkan kesehatan dulu agar bisa ikut puasa pertama di tahun ini Aamiin.


And gak lupa juga Rindu minta maaf ya jika ada salah kata atau ketikan selama ini๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ˜Š, dan semoga kalian sekeluarga sehat selalu dan lancar puasanya sebulan full Aamiin... ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ˜‡


Pokoknya Rindu ucapkan 'Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan'๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ.


...๐Ÿ“– Happy Reading Guys... ๐Ÿ“–...


Singkat kisah, tak terasa sudah bulan demi bulan Ratu bekerja di pabrik Biola tersebut.


Hingga kini alhamdulilah cicilan uang administrasi pun sudah Ratu lunasi dalam kurun waktu 4 bulan.


Bahkan Agam pun kini mulai memikirkan lebih jauh bagaimana kelanjutan hubungan nya dengan Ratu.


"Jika pola pikir Adam begini terus, gak akan nikah-nikah gw nanti sama Ratu ya" ucap Agam dalam batinnya saat melihat saldo rekeningnya yang masih jauh dari kata cukup untuk modal nikah.


Alhasil dengan niat baik Agam, ia langsung berangkat ke salah satu cabang Bank Swasta yang berada di salah satu ruko Jakarta.


Tanpa pikir panjang Agam langsung mengajukan pembukaan rekening baru yang ia niatkan untuk menabung.


Walau sempat keceplosan dengan menyebut nama 'Agam', dia pun berhasil mengisi dan memenuhi syarat pembukaan rekening baru atas nama Adam Pratama Sanu.


Dua jam kemudian nampak Agam keluar dari Bank itu dan memperhatikan kartu ATM barunya.


"InsyaAllah. ini untuk modal kita nikah nanti sayang hehe" ucap Agam menatap haru kartu tersebut sebelum ia memasukkan nya ke dalam dompet.


Setelah urusan nya selesai Agam pun kembali mengendarai sepeda motornya menuju rumahnya.


...๐ŸŽŠ๐Ÿ’ž"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" ๐Ÿ’ž๐ŸŽŠ...


Waktu terus berlalu menggerus semua yang ia lewati, bahkan tak terasa kini para Destroy semakin tumbuh dewasa dan harus kuat menjalani pahitnya kehidupan.


Mulai dari Ferdi yang kini menjadi kurir ekspedisi, Jerry tetap menjadi guru walau tak lama lagi ia ingin berhenti karena harus fokus dengan skripsinya, seperti Axel yang kini harus di peras habis waktu nya untuk menyusun skripsi dan bekerja paruh waktu demi menambah uang jajan agar tak menjadi beban orang tua.


Tak luput dari itu, Roy kini bukan nya makin sadar tapi malah semakin tidak karuan. hanya karena orang tua nya yang kaya raya, menjadikan Roy tak memiliki tata krama sedikit pun.


Tak ada hentinya ia mengganggu Axel dan Jery. hingga suatu hari tepat nya di hari sabtu pukul 14.00 wib, Roy menantang Destroy untuk adu mekanik bersama genknya diesok hari.


Mendengar hal itu, Agam yang memiliki jiwa adrenaline pun langsung menerima tawaran berbahaya itu tanpa pikir panjang.


Sontak itu membuat Jery, Axel, Ferdi dan Dafa terkejut bukan main. ya bagaimana tidak Adam yang selama ini mencintai ketenangan dan selalu memakai strategi cantik untuk menghadapi masalah, namun tiba-tiba menerima tantangan yang tak mungkin Adam terima begitu saja tentu menjadikan pertanyaan serius dalam pikiran para Destroy lainnya.


"Se.. serius lu Dam terima tantangan itu?" ucap Jery sambil menghampiri Agam yang duduk santai disofa markas Destroy.


"Serius lah? why not?" balas Agam menoleh ke Jery.


"Gila lu ya?! huft.. gak habis pikir dah gw" sambung Jery yang terdiam memegangi kepalanya.


Selain taruhannya nyawa, jika Destroy kalah tentu lah harga diri mereka pasti akan direndahkan serendah mungkin oleh Roy and the genk.

__ADS_1


Namun lagi-lagi dengan rasa percaya dirinya Agam meyakinkan para Destroy bahwa dirinya akan selalu menjaga nama baik kelompoknya.


"Tenang aja guys, kalian gak perlu khawatir. selagi gw bernapas. kita gak akan kalah kok haha" tawa kecil dari Agam terlontar.


Axel mulai curiga dan menatap tajam tatapan mata Agam yang memancarkan aura berbeda dari Adam yang ia kenal dulu.


"Gak. lu gak mungkin seberani dan sesombong ini deh Dam" ucap Axel dalam batinnya yang masih menatap kedua mata ketuanya itu.


"Hey jeh malah melongo aja lu haha" ucap Agam yang menyadarkan Axel dari lamunan nya.


"Eh sorry haha, yaudah lah gas besok kita tampolin si Roy haha" tawa jahat Axel untuk menutupi kecurigaan nya terhadap Agam.


Sore pun kini tiba, para Destroy menyempatkan diri sebelum pulang untuk mampir mencari cemilan.


Tak lupa juga Agam membeli seporsi bubur ayam untuk bidadarinya yang sedang kurang sehat.


Setelah puas berkeliling mencari apa yang mereka mau, dengan segera Agam meluncur menuju rumah Ratu.


Menempuh perjalanan 15 menit dari markas Destroy, sampai lah Agam di depan rumah Ratu.


Mengetuk dan mengucap salam sambil berdiri depan pintu berharap salah satu dari dalam ada yang membuka kan pintu untuknya.


"Walaikumsalam.. eh abang baru ke sini hehe" ucap bu Nisa.


"Iya mah hehe Ratu nya ada mah?" ucap Agam yang tanpa sadar memanggil bu Nisa dengan sebutan mamah.


"Ada kok bang hehe, tunggu ya mamah panggilin nih sebentar" ucap bu Nisa yang agak heran bercampur senang saat mendengar Agam memanggil nya dengan sebutan mamah.


"Neng.. ada si Abang nih" teriak bu Nisa sambil melangkah kedalam.


Tanpa harus disuruh, Ratu dengan sopan meraih tangan kanan Agam dan mengecupnya.


"Hey kenapa pacar aku hem?" ucap Agam sambil mengusap pipi berjerawatnya Ratu.


"Gak apa-apa sayang. kata nya kamu mau kumpul sama Destroy kok malah kesini?" tanya balik Ratu sambil memegang tangan Agam yang masih nyaman menempel di pipi chubbynya.


"Pacar aku kan sakit, masa iya aku tega sih asik main sama teman-teman tanpa memperdulikan kamu hehe" balas Agam yang membuat hati Ratu seakan terbang tanpa raga.


"Makasih ya sayang" Ratu tersenyum manis yang nampak begitu tulus menandakan betapa beruntungnya ia memiliki sosok seperti Adam.


"Nanti aja makasih nya, sekarang kamu makan dulu ya aku suapin mau?" Agam mengusap rambut Ratu begitu perhatian.


Ratu pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk kan kepala tanda ia tak keberatan dengan tawaran tersebut. mereka berdua duduk di ruang tengah dan mengobrol manja sambil Ratu menyuap bubur hangat yang Agam bawakan.


Tak luput juga setelah selesai menghabiskan semangkuk bubur, Ratu menuruti permintaam Agam yang menyodorkan obat untuk dirinya.


Singkat cerita di tengok malam pukul 22.00 Agam pun pamit pada bu Nisa dan juga Ratu.


"Sayang aku pulang dulu ya?" ucap Agam.


"Iya ay, tapi besok kesini lagi ya? aku lagi pengen kebab, burger dan dimsum hehe" pinta Ratu yang tersenyum manis.


"InsyaAllah ya sayang hehe. paling sore atau agak malaman ku ke sini ya?" Agam mencoba menegoisasi.

__ADS_1


"Ih aku mau nya beli sama aku ay keluar mutar-mutar nyari angin" balas Ratu yang keras kepala.


"Iya deh aku usahain ya" jawab Agam agar Ratu tidak ngambek.


"Oke hehe" Ratu kembali tersenyum lebar.


Setelah sedikit bernegoisasi Agam pun langsung meluncur pulang walau ia tau pasti akan kena omel bu Tini karena ia pulang larut malam.


...ยฎ#๐Ÿ‘Š๐Ÿป We Are Destroyers ๐Ÿ‘Š๐Ÿป#ยฎ...


Keesokan harinya di hari minggu pukul 15.00 nampak para Destroyer sudah berkumpul di markas untuk bersiap sparing fight dengan genk nya Roy.


"Ouh jadi kak Adam mau tanding sama kak Roy itu hah?!" tanya Ratu pada Axel.


"Yups, kata nya dia mau buktiin dan menjadikan ini pertarungan terakhir Rat" balas Axel berdiri berhadapan dengan Ratu.


"Kita capek Rat jika harus selalu di bully dan di hina. gak di SMK maupun di kuliah dia selalu jadi pengrusuh hih najis banget" sambung Jery yang mengutarakan kekesalannya.


"Ehm.. baiklah jika memang niatnya begitu. sekarang mana dia nih? kok belum nongol juga?" tanya Ratu yang bolak balik seperti setrika'an sambil memperhatikan jalanan yang belum menampakan batang hidung Agam.


"Biasa dia mah haha kadang telat terus" sahut Ferdi yang sedang rebahan di depan markas.


Tak berselang lama dari itu, akhirnya datang lah Agam dengan style yang berbeda dari biasanya.



Dengan memakai kaos hitam polos di balut kemeja flanel serta kacamata, Agam menghampiri mereka semua dan langsung mengajaknya konvoi ke markas Roy and the Genk.


"Skuy.." ucap Agam dengan semangat yang membara di jiwanya.


Namun beda hal nya dengan Ratu yang tentu saja malah terkesima dengan penampilan Agam yang sangat menarik perhatiannya.


"Hey.. bengong aja cantiknya aku nih hehe" ucap Agam sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Ratu.


"Ih engga! apa sih haha" Ratu membuang muka nampak salting atas godaan Agam.


Singkat cerita dan drama, mereka pun konvoi menuju markas besar Roy and the Genk.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, sampai lah para Destroyer di markas Roy yang cukup luas.


Mulai dari parkiran motor, para anggota Roy sudah menatap tajam penuh maksud memperhatikan Destroyer.


Agam bergandeng tangan dengan Ratu yang di kawal kiri kanan oleh Ferdi, Axel, Dafa juga Jery.


"Waw.. punya tit*t juga lu Dam datang kemari haha" Roy menatap Agam tepat di hadapan wajahnya.


Ratu yang menyaksikan hal itu hanya bisa menatap wajah kekasihnya dan menggenggam kuat tangan Agam bermaksud untuk menenangkan Agam dari emosi yang tentu nya sudah terbakar oleh perkataan Roy.


"Sabar ay" ucap Ratu dalam batinnya berharap.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".

__ADS_1


...See you on the next episode...๐ŸŽ‰๐Ÿ‘...


__ADS_2