
Namun seperti biasa semua itu tak lepas dari yang namanya orang dalam.
Yups, pak RT menawarkan bu Nisa peluang untuk memudahkan Ratu bekerja di pabrik Biola tersebut.
Dengan syarat bu Nisa harus membayar uang pelicin sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah.
"Hah serius pak sebesar itu?" ucap bu Nisa ditengah obrolannya.
"Iya segitu lah bu Nisa. itu udah saya nego lagi hehe kalau sama orang lain mah tiga sampai tiga setengahan bu saya patok. ini berhubungan anak nya Hendri aja saya kasih harga teman" ucap pak RT yang memang sudah kenal lama dengan pak Hendri.
Setelah mendengar penjelasan pak RT dan berdiskusi dengan Ratu, Akhirnya Ratu setuju untuk mencoba bekerja disana. ditambah pembayaran uang ADM yang bisa di cicil jika Ratu sudah di terima disana membuat Ratu tergiur untuk segera bekerja agar bisa memperbaiki ekonomi keluarganya.
Singkat cerita, keesokan harinya saat pertama kali Interview Ratu nampak ia agak canggung datang sendiri kesana.
Mengingat Ratu yang seorang pemalu, tentu itu menjadi tantangan tersendiri baginya. menunggu sejenak di depan pos satpam sampai akhirnya beberapa menit kemudian Ratu di suruh masuk ke lobby utama oleh satpam.
Ratu pun mengikuti perintahnya dan langsung lah bertemu dengan bagian recruitment pabrik tersebut.
Mengikuti tes tertulis serta interview langsung. Ratu menjawab sebisanya dengan pengetahuan yang dia tau dari Adam.
30 menit kemudian, pihak rekruitment memberitahu Ratu bahwa dia lolos seleksi tertulis dan interview bahkan sudah bisa mulai bekerja esok hari.
Disitu lah Ratu terdiam dan mengingat perkataan Adam dua tahun lalu saat dirinya masih magang di PT tempat ia PKL dulu.
"Ya begitu lah ay dunia kerja hehe. sebenarnya nyari kerja gak harus sesusah ini ay. asal kita punya uang pasti mau kerja dimana aja bisa hehe" celetuk Adam.
"Lah apa hubungan nya? kan kita mau kerja mau nyari uang kok malah ngeluarin uang. kamu mah aneh-aneh aja ngomongnya" balas Ratu sambil menyedot es tehnya.
"Jika sudah waktunya, kamu bakal ngerti maksudku nanti ay" Adam menoleh dan mengusap pipi bakpau Ratu sambil tersenyum manis dengan mata yang berlinang karena tak sanggup jika Ratu harus merasakan hal pahit seperti dirinya kelak.
Setelah sadar dari lamunannya, Ratu pun langsung tersenyum dan mengusap pipinya yang tanpa sadar basah oleh tetesan air mata.
"Ouh iya bu terima kasih atas waktunya ya hehe" ucap Ratu menjabat tangan wanita paruh baya itu.
"Iya Ratu sama-sama good luck ya Ratu" balas si wanita itu dengan ramah.
Setelah pamit, Ratu jalan perlahan menuju motornya yang terparkir didekat pos satpam. masih memikirkan betapa mudahnya jika apa-apa menggunakan uang.
Sungguh hal yang baru Ratu ketahui setelah mengenal dunia luar yang tak sebersih kapas.
Tak terasa kini Ratu sudah sampai dirumah. ia berganti baju dan mengabari Adam bahwa dirinya sudah mulai bekerja besok di pabrik pembuatan Biola itu.
Agam yang mendengar hal itu pun turut bahagia atas keberhasilan Ratu yang sudah dapat kerjaan.
Hingga obrolan santai pun terjalin. meski Ratu sesekali masih merasa heran dengan sikap Agam yang sudah tidak terlalu cemburuan.
"Kenapa ya tumben kamu gak marah ay saat aku slow respon?" tanya Ratu pada batinnya sendiri.
Dengan sikap Agam yang seperti itu, membuat Ratu semakin penasaran dengan sosok yang kini sedang bersamanya.
Walau memang disisi lain Ratu senang dan bahagia karena kini Agam mampu melepas belenggu yang selama dua tahun belakangan ini Adam ikatkan pada Ratu.
Namun perubahan itu tak semena-mena Ratu terima, karena perubahan itu Ratu mulai merasa tak pernah dicemburui lagi oleh kekasihnya dan malah kini berubah menjadi emosi yang mudah memanas.
Membuat ia sedikit risih seakan kehilangan cinta yang Adam tanam kuat untuk dirinya.
__ADS_1
Singkat cerita, kini pagi pun tiba tepatnya pukul 05.45 wib. nampak Ratu sudah rapi memakai setelan putih hitam layak nya fresh graudate pada umumnya.
Setelah selesai sarapan Ratu segera pamit pada bu Nisa untuk berangkat kerja dihari pertamanya ini.
"Mah, aku berangkat dulu ya?" ucap Ratu sambil mengecup punggung tangan kanan bu Nisa.
"Iya sayang hati-hati ya nak mamah doa'in semoga lancar kerjanya dan nyaman disana Aamiin" balas bu Nisa mengusap kepala Ratu yang terbungkus jilbab hitam.
"Aamiin makasih mah doa nya hehe. yaudah aku berangkat mah assalamualaikum" ucap Ratu yang bersiap di motor merahnya.
"Walaikumsalam neng" bu Nisa memperhatikan anak sulungnya itu yang mulai menjauh dari pandangannya.
...•••| Introvert Berjiwa Ganda Season 2 |•••...
Sesampai nya di pabrik, Ratu menunggu sejenak di dampingi satpam yang sibuk menyambut para pekerja yang berdatangan.
Tak terasa jam berputar menunjukan pukul 07.00 wib. Ratu yang sedang menunggu sambil mengabari Adam pun harus beranjak karena di panggil oleh pria paruh baya yang menghampirinya.
"Hay pagi. Ratu Permata Sari ya?" ucap pria itu sambil melihat catatan yang ia pegang.
"Pagi pak iya betul saya Ratu" balas Ratu yang langsung berdiri.
"Eh kamu anak nya Hendri ya?" ucap pak Yuda yang ternyata mengenal pak Hendri.
"Iya pak hehe. bapak tau orang tua saya?" tanya Ratu yang sedikit terkejut.
"Ya jelas haha, siapa yang gak kenal dengan beliau. oh ya kenalkan saya Yuda, saya supervisor bagian produksi finishing. untuk sekarang kamu saya tempatkan di bagian Body ya?" ucap pak Yuda sedikit memperkenalkan diri dan menjelaskan job desk untuk posisi yang akan Ratu tempatkan.
"Owh iya pak siap. disebelah mana tuh pak?" ucap Ratu yang mendengarkan dengan serius penuturan pak Yuda.
Di ajaklah Ratu berkeliling pabrik tersebut sambil dijelaskan job desk detail yang akan Ratu kerjakan nanti nya.
Singkat cerita, berhenti lah mereka di bagian Body. dimana para perempuan disana sedang sibuk menghaluskan badan Biola yang nanti nya akan di oper ke bagian Finger, yaitu bagian assembling senar Biola.
"Nah ini dia Ratu area kerja kamu, nanti akan di bantu oleh Kiana ya senior kamu" ucap pak Yuda sambil memperkenalkan Ratu dengan Kiana.
"Siap pak hehe makasih ya pak" ucap Ratu tersenyum manis.
"Baiklah saya tinggal dulu ya. selamat bekerja" pak Yuda beranjak meninggalkan mereka berdua.
"Hay, aku Kiana" ucap wanita yang umurnya empat tahun lebih tua dari Ratu.
"Aku Ratu teh hehe" balas Ratu.
"Oke deh yuk sini teteh ajarin cara kerja di Body" ucap nya dengan ramah sambil melangkah menuju area kerjanya.
"Oh iya gimana tuh teh?" balas Ratu yang mulai mengikut langkah Kiana.
Step by step Kiana ajarkan pada junior barunya. sambil sesekali bercanda dengan para senior lainnya, Ratu mulai beradaptasi lagi dengan teman-teman barunya disana.
Hingga tak terasa, waktu istirahat pun tiba mereka berbincang bersama sambil menikmati nasi catering yang sebenarnya Ratu kurang suka dengan menu disana.
Namun mau bagaimana lagi, dari pada harus maagh karena menahan lapar. akhirnya mau tidak mau Ratu melahap catering yang sudah di sediakan oleh pihak pabrik.
Singkat cerita, seharian penuh Ratu bekerja dan kini ia sudah sampai dirumah pukul 16.00 wib.
__ADS_1
Untungnya dihari pertama ia bekerja tak di beri lembur dulu. jika harus lembur entah bagaimana kondisinya sekarang.
Melepas celana panjang dan kemeja putih yang ia pakai. menyisakan tanktop hitam dan celana strech yang membungkus tubuh seksinya kini.
Rebahan di kasur membiarkan angin alam meniup menghilangkan keringatnya. karena memang Ratu tak biasa memakai kipas di kamar, maka hanya angin alam lah yang ia andalkan.
"Hm capek banget ih hari pertama kerja hehe" keluhnya sambil mengatur nafas perlahan.
"Pantes ayang suka marah-marah kalau ku salah sedikit. toh ternyata pulang kerja juga bikin mood kita turun ya huft.. " sambungnya.
Tak berselang lama dari itu, terdengar suara bu Nisa yang mengucap salam. Nila yang mendengarnya terlebih dahulu pun langsung beranjak dari kamarnya dan membuka kan pintu untuk mamahnya.
"Assalamualaikum anak-anak mamah hehe" ucap bu Nisa yang langsung beranjak untuk cuci kaki dan tangan sejenak.
"Walaikumsalam" ucap Nila dan Ratu serentak.
Ratu pun keluar kamar untuk menyambut bu Nisa. sedikit terjadi obrolan diantara mereka hingga kini dilanjutkan makan bareng di ruang tengah.
Ratu dan bu Nisa nampak begitu lahap menikmati ayam goreng yang ia beli tadi sepulang kerjanya.
"Nyam am enak mah hehe" ucap Nila yang memang itulah makanan favoritnya.
"Iya dong untuk anak mamah apa sih yang engga hehe" balas bu Nisa yang nampak bahagia melihat senyum yang terpancar di wajah anak-anaknya yang membuat rasa lelah hilang begitu saja.
Begitu pun Ratu yang mulai asik menceritakan hari pertama ia bekerja di pabrik Biola itu.
"Owh ya? hati-hati dong neng hehe" ucap bu Nisa.
"Iya mau gimana mah namanya ngalusin pakai kertas amplas. untungnya hanya bagian sudut-sudutnya aja sih, kalau bagian yang lebarnya mah kan udah di halusin sama anak-anak cowok tuh bagian produksi" tutur Ratu menjelaskan agar bu Nisa tak terlalu khawatir dengan kondisi Ratu.
"Ehm gitu.. yaudah pokoknya eneng harus hati-hati selalu ya kerjanya." ucap bu Nisa.
"Siap mah hehe" balas Ratu sambil menggrogoti tulang ayam.
Setelah selesai makan, Ratu kembali ke kamar dan menghabiskan malam dengan Adam via WhatsApp.
Berbagi cerita dan saling mendengarkan, sampai terdengar gelak tawa bahagia dari keduanya kini. sungguh malam yang melelahkan namun semua terbayar oleh perhatian Agam yang tak pernah putus untuk Ratu.
Bersambung...
Yuk ikuti terus kisah menarik mereka di novel kesayangan kalian yang tak lain dan tak bukan berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".
Jangan lupa juga untuk...
...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...
...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...
...🐝 SHARE 🐝...
...Dan...
...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...
...See you on the next episode...🎉👏...
__ADS_1