Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Awal Jiwa Tunggal


__ADS_3

Dua hari kemudian setelah kejadian mengerikan itu, kini beralih ke rumah bidadari cantik Ratu.


Di pagi hari saat Ratu terbangun dari tidurnya. ia mulai merasakan tidak enak badan.


Duduk sejenak dengan mata yang lebam setelah menangis karena Adam tak ada kabar seharian kemarin ditambah kepala pusing dan batuk yang terus melanda membuat Ratu tak nyenyak tidur memikirkan kondisi Adam.


Awal nya Ratu tak ingin bilang ke bu Nisa tentang keadaannya. tapi setelah di pikir kembali, akhirnya Ratu memberanikan diri untuk bicara pada bu Nisa tentang kondisinya.


Ratu menjelaskan apa yang dia rasa pagi ini.mulai dari pusing, pilek serta batuk. Akhirnya bu Nisa menyarankan Ratu untuk berobat ke klinik langganan mereka yang bisa menggunakan akses BPJS.


Namun sayang, bu Nisa yang sibuk kerja pun mengaku bahwa ia tak bisa mengantar Ratu berobat hari ini. ia mencoba menelepon Adam sejenak untuk sekiranya meminta tolong mengantar putri sulungnya itu berobat.


Tapi hasil yang sama seperti usaha kemarin Ratu, yaitu Adam tidak merespon sama sekali pesan dari bu Nisa dan juga Ratu. padahal WA ceklis dua abu-abu yang menandakan Adam sedang on data namun tak membalas pesan WA.


Setelah di ingat-ingat, ternyata Ratu baru sadar bahwa seminggu ini Adam sedang dapat shift pagi. akhirnya dengan modal nekat Ratu izin pada bu Nisa untuk berangkat ke klinik sendiri.


"Udah deh mah aku sendiri aja kali" pinta Ratu sambil memegangi kepalanya.


"Ish mamah takut kamu kenapa napa neng" sahut bu Nisa yang khawatir.


"Ya udah aku ajak Bibil ya ke kliniknya? dia yang bawa motor" ucap Ratu menyampaikan idenya.


"Boleh deh kalau begitu. hati-hati aja ya kamu sayang" balas bu Nisa sambil memeluk anaknya.


"Maafin mamah yang gak bisa selalu ada untuk eneng ya hehe" sambung bu Nisa yang mengecup pucuk kepala Ratu.


"Iya mah, gak apa kok. eneng kan udah di ajarin mandiri dari dulu sama mamah biar bisa apa-apa sendiri hehe" Ratu tersenyum manis menunjukan bahwa betapa beruntung nya dia dilahirkan dari rahim seorang wanita yang tangguh seperti bu Nisa.


Singkat cerita, setelah selesai prepare Ratu langsung menuju rumah Bibil dengan motor maticnya.


Mengobrol sejenak saling berbagi cerita di gubuk kecil markas mereka semasa SMP.


"Ya.. gitu deh bil hehe. tapi gw sayang banget sama dia." ucap Ratu.


"Yowis kalau memang lu yakin dengan kata hati lu ya lu pertahanin aja hubungan itu. anggap semua luka itu hanya lah ujian sebelum kalian masuk ke jenjang yang lebih serius" balas Bibil mencoba menyemangati Ratu.


"Siap hehe betul Bil" Ratu menganggukkan kepalanya dan memakai jaket bersiap untuk berangkat.


Saat Bibil menghidupkan motor merah milik Ratu, dia langsung terkejut, diam dan membisu saat menoleh kearah depan gang nya ada seorang pria yang memperhatikan mereka.



"Ehm... Rat itu cowok lu bukan sih?" tanya Bibil dengan tangan yang mulai gemetaran.


"Dia lagi shift pagi Bil, gak mungkin dia di sini lu lagi ada-ada aja ngehalu nya haha" ucap Ratu yang masih fokus membenarkan tali tas slempang nya.


Namun Ratu ikut terdiam saat Bibil menolehkan paksa kepala Ratu ke arah Agam yang berdiri dibawah sinar matahari tanpa mengenakan jaket Destroy nya seperti biasa.


"Glekk.."


Ratu hanya bisa menelan ludah nya sendiri saat melihat Agam sudah berdiri di sana.


Tentu Ratu yang penasaran pun langsung menghampiri Agam. meraih tangan kanan nya dan mengecup punggung tangan Agam.


"Loh sayang kok di sini? bukan nya kamu sedang shift pagi kan seminggu ini?" tanya Ratu dengan raut wajah yang begitu heran.


"Lalu? cowok mana yang ngebiarin ceweknya sakit dan berobat sendiri?" balik tanya Agam dengan senyum nya yang berkarisma membuat Ratu ngefly merasa paling beruntung memiliki Adam.


"Bisa aja ya kamu ay haha" Ratu tertawa malu mendengar gombalan dari pacarnya itu.


"Ya udah ayo berangkat. Bil duluan" teriak Agam sambil melambaikan tangan.


"Nitip ya?" sambung Agam sambil menunjuk motor Ratu.


"Oh iya bang siap hehe" balas Bibil.


Ratu naik dan langsung memeluk Agam. perlahan Agam pun berangkat menuju klinik yang Ratu maksud.


"Dekat sekolah kan ay?" tanya Agam.


"Iya sayang. di seberang nya gak jauh kok hehe" balas Ratu.


"Oke" sahut Agam.


Ratu tersenyum senang karena Agam rela cuti demi mengantar dia berobat. namun senyum itu tak bertahan lama.

__ADS_1


Saat Ratu melihat sedikit goresan pisau di pundak Agam, membuatnya meneteskan air mata tanpa sadar.


Seakan menyesali perbuatannya sampai Agam harus lagi-lagi melampiaskan emosinya dengan menyakiti dirinya sendiri.


Singkat cerita, berhenti lah Agam di klinik Murni Kasih yang memang benar tak jauh dari SMK 729 tempat mereka dulu yang kini sudah menjadi alumni sana.


"Ini sayang?" tanya Agam.


"Iya sayang yuk" ucap Ratu lalu turun duluan.


"Kamu mau ikut masuk gak ay?" tanya Ratu yang menoleh ke Agam yang sedang memarkirkan motornya.


"Ga usah deh sayang. aku nungguin motor aja diluar hehe" balas Agam yang khawatir dengan motor karena tak ada tukang parkir di sana.


"Aku masuk duluan ya?" ucap Ratu yang semakin pucat wajahnya.


Setelah kekasihnya masuk, Agam duduk di anak tangga depan klinik itu.


Setelah semalaman kemarin ia begadang membuatnya lesu dan kurang bersemangat.


Agam menunduk kan kepalanya berniat memejamkan mata sejenak. barang kali bisa tidur semenit dua menit.


Angin sepoi-sepoi di pagi itu seakan mengerti kondisi Agam yang kurang tidur. namun baru saja ia tertidur lagi-lagi dia harus terbayang kejadian dua hari lalu yang membuat jiwa kembaran nya meninggal.


FLASHBACK ON.


"Good bye my self haha" senyum iblis terpancar jelas dari wajah Agam merasa yang puas saat melihat kembarannya perlahan menutup kedua matanya.


Hingga akhirnya tubuh mereka pun tak sadarkan diri sampai pagi.


Keesokan hari nya, tepatnya di hari Minggu yang cerah ini. Agam terbangun dengan kondisi badan yang tidak karuan dipenuhi goresan dan sayatan pisau.


"Baru kali ini gw ngerasain sakit Dam haha" ucap Agam yang tersenyum kecil masih mengumpulkan nyawa.


Beberapa menit kemudian, Agam langsung melotot membuka matanya lebar-lebar saat menyadari pikiran dan hati nya terasa sepi tanpa ada yang berbicara seperti biasanya.


Tak percaya kembarannya sudah pergi karena ulahnya kemarin, Agam langsung bergegas mengambil handuk dan mengunci diri di kamar mandi.


"Dam.. lu kemana Dam?" ucap Agam sambil mengusap dan menampar kecil wajahnya sendiri didepan cermin kamar mandi.


Agam begitu menyesali perbuatan nya kemarin. sampai ia berteriak dalam air agar tidak terdengar kegaduhan oleh bu Tini dan kak Wina.


Singkat cerita setelah Agam menerima kenyataan bahwa kini ia hidup sendiri dalam pikiran nya pun terlihat tak bersemangat.


Seharian dia hanya mengurungkan diri dikamar. entah bermain game atau sekedar mendengarkan lagu-lagu galau ala Adam.


Bahkan Ratu spam chat pun tak ia hiraukan sama sekali. berkali-kali Ratu menelepon tak ada satu pun yang Agam respon.


Ia menoleh sejenak ke dinding kamar Adam melihat foto Ratu dan Adam yang sedang saling merangkul.


"Karena sikap lu Rat. gw sampai harus jadi pembunuh bagi jiwa gw yang satunya" ucap Agam menatap tajam foto itu.


"Gw ga akan biarin sikap jelek lu bersarang di tubuh lu Rat. jika sikap lu masih terlalu friendly ke lawan jenis, lu gak pantas jadi istri bahkan ibu dari anak-anak gw nanti." sambung Agam yang tanpa sadar meneteskan air mata membasahi wajah datarnya.


Singkat cerita, dimalam hari nya Ratu masih terus menghubungi Agam yang sedang asik bermain game tanpa menghiraukan dirinya.


Sampai akhirnya jam 23.00 wib Ratu pamit off karena sudah seharian ini dia menghubungi Agam tapi tak ada balasan.


Ditambah ia tak bisa bergadang terlalu larut mengingat kesehatannya yang rentan sakit.


Tapi tidak dengan Agam yang terus-terusan push rank game AOV nya sampai jam 04.00 wib tanpa istirahat dan tanpa tidur.


Bungkus kacang, kuaci dan beberapa cemilan lain nya termasuk bungkus kopi hitam turut serta menemani Agam bergadang di kamarnya.


Yang membuat kamar Agam kini sebelas dua belas dengan tempat sampah diluar saking berantakannya.


Tak terasa kini sudah pukul 06.00 wib, Agam bergegas mandi karena ia lupa bahwa seminggu ini dia sedang shift satu.


Selesai mandi ia bergegas pakai baju dan masuk lah pesan dari Ratu yang mengabarkan dirinya sakit dan ingin meminta antar ke klinik.


Agam hanya tersenyum setelah membaca pesan itu dan mencoba menghubungi seseorang.


"Gw yang lu sakitin, malah lu sendiri yang ngedrop haha" celetuk Agam yang tanpa sadar itu sebuah hinaan bagi Ratu.


Yang padahal, dia sendiri pun sama kini bermata merah dengan kantung mata seperti panda.

__ADS_1


Agam merasakan apa yang Ratu rasakan apalagi di tambah ia tak tidur semalaman membuat tubuhnya semakin drop.


Tapi semua itu tak Agam tunjukan semata-mata. semua sakit dan luka itu ia pendam sendiri agar orang selalu menyangka nya baik-baik saja.


Ternyata Agam barusan menghubungi pak Janu untuk meminta cuti nya satu lagi dengan alasan jujur yaitu ingin mengantar kekasihnya berobat.


Untung nya pak Janu yang mengerti pun mengizinkan Agam untuk cuti hari ini. jadi Agam bisa tenang mengantar Ratu pergi ke klinik.


Bermodal kan kaos biru lengan pendek tanpa jaket dan memakai celana panjang, Agam langsung pamit pada bu Tini dan kak Wina.


Yang tentu saja Agam mengaku jika hari ini ia cuti kerja untuk mengantar Ratu. bu Tini dan kak Wina tak keberatan sama sekali akan hal itu karena mereka berdua pun sudah menerima Ratu dalam keluarganya. jadi ia tak mempersalahkan tindakan Agam.


Tanpa sarapan dulu di rumah, Agam langsung berangkat menuju rumah Ratu.


Tapi sesampai nya di sana hanya ada Nila dan bu Nisa yang siap berangkat kerja. Ternyata Ratu sudah berangkat ke rumah Bibil sedari tadi.


Bu Nisa yang salut dengan perhatian Adam ke putrinya, akhirnya memaksa Agam untuk sarapan dulu di rumah nya karena dia tau Agam pasti belum sarapan di rumah hanya karena takut telat mengantar Ratu.


Dengan lauk usus goreng dan potongan kentang ala kadarnya, Agam yang kelaparan pun langsung melahap nya dengan nikmat ditemani Nila yang ikut sarapan bareng.


"Abang kemana aja kemarin? teteh sama mamah nyariin abang loh" tanya Nila yang polos menatap Agam sambil mengunyah.


"Ada kok Nil haha, abang lagi kurang sehat aja" Agam membalas senyum agar selalu terlihat baik-baik saja di depan orang lain.


Singkat cerita setelah sarapan berdua, Agam langsung bergegas kembali ke rumah Bibil untuk menyusul Ratu.


Dengan sedikit arahan dari Nila sebelumnya, Agam menyusuri jalan yang sudah sering ia lewati namun tak tahu di sebelah mana posisi rumah Bibil.


Namun saat tak sengaja dia menoleh ke arah kanan sebuah gang, nampak lah motor matic merah yang terparkir di depan salah satu rumah disana.


Lega menemukan kekasihnya kini, Agam tak masuk untuk menghampiri Ratu. melainkan hanya berdiam diri menunggu Ratu menyadari kehadirannya.


Ya.. walau harus sedikit terjemur oleh panasnya matahari sehat di pagi hari.


FLASHBACK OFF.


"Ay.. sayang!" ucap Ratu yang mengusik Agam hingga ia terbangun dan langsung berdiri terkejut.


"Eh siapa?!" tanya Agam yang setengah sadar.


"Ya ampun kamu ternyata haha" sambung Agam yang mengucek matanya.


"Ya Allah kesian pacar gw sampai ketiduran hehe" balas Ratu yang merasa semakin sayang dan cinta dengan pria yang sudah sejauh ini bersama nya.


"Iya ay aku ketiduran maaf ya hehe eh..?" ucap Agam yang tadi nya tersenyum namun wajah nya kembali terheran saat merasakan telapak kakinya yang tidak pakai sendal itu terasa menginjak sesuatu yang hangat.


Saat Ratu menoleh ke bawah, ia tertawa sambil menutup hidung. ternyata Agam menginjak t*i kucing tanpa sadar.


"Ih kaya t*i ya ay ini?" tanya Agam yang mengangkat telapak kakinya untuk memastikan.


"Ya emang t*i! hahahaha" ucap Ratu yang tertawa puas menertawakan ulah Agam yang udah jelas itu t*i tapi masih bisa-bisa nya dia bilang 'kaya t*i'.


"Dih iya t*i ini mah si*al haha" Agam ikut tertawa dan langsung berjingjit ke arah kran di samping klinik lalu mencuci kaki nya.


"Huft.. untung ada air loh haha" ucap Agam menghela napas lega sambil terus membersihkan kakinya.


"Aduh kamu mah ay hahaha paling bisa ya buat aku ketawa walau lagi sakit hihi" Ratu tak henti-hentinya menertawakan tingkah konyol Agam.


"Iya lah siapa dulu.. Adam gitu loh haha" sahut Agam yang merasa bangga.


"Ya, lu enak bisa tertawa lepas di atas kematian kembaran gw ya Rat" dalam hati Agam menatap wajah polos Ratu yang belum mengetahui bahwa yang bersamanya kini adalah sosok lain dari kekasihnya.


Bersambung...


Jangan lupa untuk...


...🎊🎊🎊 LIKE 🎊🎊🎊...


...🤴🏻🤴🏻 KOMENT 🤴🏻🤴🏻...


...🐝 SHARE 🐝...


...Dan...


...💕💕💕 Tap Love 💕💕💕...

__ADS_1


...See you on the next episode...🎉👏...


__ADS_2