
Keesokan harinya, tepat dihari sabtu pukul 15.00 nampak Adam sedang menunggu istri nya pulang kerja.
Ngobrol santai di pos satpam dan kebetulan juga ia bertemu dengan pak Yuda yang memang sering pulang tepat waktu saat bel pulang berbunyi.
"Wih pak Adam lagi nunggu istri ya pak hehe?" Sapa ramah pak Yuda ke Adam.
"Oh iya pak nih masih nunggu" Sahut Adam.
"Duluan ya pak mari" Sambung pak Yuda.
"Yo mari hati-hati" Jawab Adam.
Walau umur pak Yuda di atas Adam, tapi ia tetap menyapa Adam dengan sebutan 'Pak' untuk menghormatinya selaku suplier part untuk pabriknya.
Tak lama dari itu, si cantik Ratu pun menghampiri Adam dan mengecup tangannya.
"Assalamualaikum sayang" Ucap Ratu dengan semangat.
"Walaikumsalam istri ku hehe hm.. semangat banget nih kamu tumben haha" Jawab Adam sambil mencium kening istrinya.
"Gak apa, aku senang aja nanti malam kan kita mau ke pesta cafe itu hehe" Sambung Ratu.
"Oh iya betul hihi memang paling semangat banget ya istri ku kalau urusan jalan-jalan. yaudah yuk pulang, mamah masak tahu kukus kesukaan kamu tuh" Ucap Adam.
"Asik ayo-ayo haha, pak duluan ya" Ucap Ratu yang meninggalkan pos satpam itu dan beranjak pulang berboncengan dengan Adam.
Sesampainya dirumah, mereka berdua langsung di sambut manis oleh bu Tini sekeluarga. di tawari makan, mengobrol hangat dan bercanda ria bersama.
Hingga tiba lah malam hari yang nampak mereka berdua sedang bersiap untuk ke cafe yang sudah di booking oleh Roy.
"Ayang aku udah cantik belum?" Tanya Ratu sambil memutar tubuh mungilnya.
"Cantik sekali hehe" Ucap Adam yang mengusap kedua pundak istrinya.
"Hilih hehe dah ayo ay" Ucap Ratu yang tersipu malu.
"Yuk berangkat deh sayang" Sahut Adam.
"Okey ayo come on" Ratu keluar duluan membawa tasnya.
"Waduh mau kemana nih anak dan menantu mamah?" Tanya bu Tini yang masih menonton tv di ruang tamu.
"Mau jalan-kalan dulu mah beli makan" Ratu merespon nya dengan senyuman manis.
"Mamah bawain martabak ya hihi" Sambung bu Tini.
"Siap, yaudah kami berangkat ya mah, pah" Ucap Ratu dan beranjak bangun untuk berpamitan pada kedua mertuanya yang tak lama kemudian Adam keluar kamar dan ikut berpamitan.
Sepanjang perjalanan, Ratu tak lepas memeluk tubuh Adam. begitu senang dan bahagia karena Adam masih bersifat sama seperti masa pacaran yaitu sering mengajak Ratu kemana pun ia pergi.
Setelah menembus angin malam kini sampai lah mereka berdua di cafe. nampak sudah ramai parkiran yang terisi oleh motor para Destroyer.
Adam turun dan menggandeng tangan Ratu dengan begitu mesra, semua pasang mata tertuju pada kecantikan dan kemolekan istri sang ketuanya.
Berbaris rapih dan saling menyapa Adam dan Ratu secara bergantian.
"Malam pak bos hehe"
"Malam bu bos yang cantik"
"Aduh cantik banget ya permaisuri Destroy hehe" Ucap Malik.
"Bisa aja lu ah kalau lihat yang bening haha" Celetuk Aceng yang alhamdulilah kondisi nya semakin membaik hingga ia bisa hadir ke pesta malam ini.
Di dalam, mereka berdua langsung di sambut meriah oleh Axel, Ferdi, Dafa, Roy serta Gaby yang tidak ketinggalan.
"Halo sayang.." Sapa Gaby yang langsung cipika cipiki.
"Hay kak, aduh cantik banget sih kak Gaby haha" Jawab Ratu sambil membalas pelukan singkat itu.
"Iya deh makasih juga ya cantik hehe" Gaby langsung mengajak Ratu ke meja yang sudah ada Tasya di sana.
Adam pun ikut duduk bersama dengan teman-temannya, mengobrol santai seputar kejadian kemarin.
"Gimana tuh para Heynater lay?" Tanya Adam.
"Belum tau juga sih Dam, belum ada kabar lagi sampai saat ini.
"Good. tobat lah kalau perlu tuh mereka haha" Sahut Adam.
Tak lama berselang, Eka dan Tia pun datang ke cafe itu, dengan sigap Ferdi langsung menyambut kedatangan mereka. sontak aksi Ferdi itu menuai ledekan singkat ala anak SD.
"Ciye lah Ferdi yang lagi jomblo mah gas aja ada perawan Destroy haha" Celetuk Dafa.
"Tau tuh naf su bener haha" Sambung Roy.
"Bre minum dulu bre" Jery menghampiri mereka semua sambil membawa beberapa varian jus di nampan nya.
"Thanks ya" Respon Adam dan meneguk jus mangga.
"Hai Tia, cantik banget lu malam ini haha" Ucap Ferdi.
"Hihi makasih kak Fer" Jawab Tia.
"Yang cantik dia doang gitu nih hehe?" Celetuk Eka yang merasa iri.
"Ya kalian berdua cantik kok haha, yaudah yuk gabung say" Ferdi mengajak mereka berdua ke meja yang terpisah dari yang lain.
"Aduh malah ngebucin mereka" Ucap Roy.
"Biarin dah Roy haha, kesian tuh anak kelamaan jombs" Ucap Axel.
"Anjay bahasa mu kaya anak Jaksel haha" Adam tertawa puas.
"Jiah haha sa ae lu biji kuda" Sambung Axel.
Suasana di sana cukup hangat di penuhi obrolan ringan hingga berat dan tak lupa di temani cemilan seperti roti bakar, kebab, burger dan lain-lain.
Namun kehangatan itu harus berhenti bagi Adam yang di panggil Salim untuk mengisi acara utama nya yaitu menyanyi.
"Okey siap bre!" Teriak Adam.
__ADS_1
Dengan segera ia menghampiri Ratu untuk menanyakan apakah ingin berduet tarik suara bersama atau tidak.
"Ehm.. nanti dulu deh ay, lagi asik ngobrol sama kak Gaby dan kak Tasya nih hehe" Ucap Ratu.
"Udah sana lu ah ganggu para ladies ngegosip aja haha" Sambung Gaby yang seakan membela pendapat Ratu.
"Dasar cewek ya kalau dah gosip gak bisa di ganggu gugat huh" Celetuk Adam yang langsung berlari ke atas panggung.
"Heleh haha" Ratu tertawa kecil melihat tingkah suaminya.
Adam naik ke panggung dan langsung duduk di samping Salim yang sudah stay duluan, suasana di luar seakan mendukung acara dengan turun nya gemercik hujan ringan yang membasahi jalanan.
"Mau lagu apa bos?" Tanya Salim.
"Ehm masih mikir nih gw haha" Sahut Adam yang asik bercanda dengan Salim.
Tak lama dari itu, tiba-tiba Adam mematung seketika saat melihat wanita yang datang memasuki cafe dengan menggendong anak kecil.
Entah karena apa dan siapa, Adam seketika meneteskan air mata namun dibarengi senyuman haru di wajahnya.
Ia mulai rileks kembali untuk bernyanyi walau pandangan matanya tak lepas dari wanita yang ternyata memesan roti bakar di cafe itu.
Gaby yang mengenali wanita itu pun sempat pangling melihatnya.
"Hey bentar ya hehe teman kita tuh Rat" Ucap Gaby sambil ingin beranjak dari kursi.
"Hay Nindi" Teriak Gaby sambil melambaikan tangan ke arah wanita yang sedang berdiri di depan kasir.
Ya, wanita itu adalah Dwi Nindi Astari. wanita yang menjadi cinta pertama Adam yang begitu dalam namun harus di gerus oleh ketidak beraniannya untuk mengungkapkan perasaan nya semasa sekolah dulu.
Mendengar nama yang menjijikan bagi telinganya, Ratu pun langsung melotot dan menoleh ke arah kasir yang benar saja ternyata itu kakak kelasnya yang ia benci dulu.
"Anjir kenapa ada dia di sini sih?" Pikiran dan hati Ratu kacau seketika saat menyadari kedatangan Nindi.
Melihat sikap yang tak biasa dari Ratu tentu saja menimbulkan pertanyaan di benak Tasya yang memperhatikannya dari tadi.
"Lah kok tiba-tiba kaya ngelihat setan nih anak hm.." Ucap batin Tasya.
"Rat lu gak apa-apa kah?" Tanya Tasya yang khawatir.
"E.. engga apa-apa kok kak hehe santai aja" Ucap Ratu yang mulai berkaca-kaca di sudutan matanya.
"Aduh please jangan nangis jangan nangis ahh" Rengek Ratu dalam batinnya yang mencoba menguatkan hatinya.
Kembali ke Gaby dan Nindi, terjadi obrolan singkat yang membuat keduanya tertawa kecil.
"Oh ya hehe serius? hm.. lama gak keliatan tau-tau udah gendong anak aja ya lu haha" Ucap Gaby meledek.
"Hehe iya By tadi lagi keluar sama suami gw, gak sengaja mampir ke sini lagi pengen roti bakar dia katanya" Jawab Nindi yang tersenyum manis.
...πΆ Ketika kau tertawa ku pandang dengan pasti...
...Oh dirimu Menarik hatiku...
...Dan biarkan ku menatapmu dengan perasaanmu...
Adam mulai melafalkan lirik lagu yang tentu saja sudah jelas tertuju untuk Nindi.
Salim yang rekan kerja nya pun sempat heran dengan lagu yang Adam bawakan, karena sebelumnya Adam tak pernah sekalipun menyanyikan lagu ini.
"Ehm.. wah kudu hafal nih gw. kalau gak bisa ngimbangin bisa turun reputasi gw sial" Ucap kecil Salim yang dengan segera mengetik lirik itu di kolom pencarian browser.
...πΆ Andaikan engkau mengerti perasaanku saat ini...
...Namun engkau tak mengerti Itu...
...Aku pemujamu disini yang tak engkau kenali...
...Sedikit pun Sepercik pun Itu...
"Awal gw melihat lu gw pernah bermimpi untuk menjadi bagian penting dalam hidup lu Nin, tapi takdir berkata lain. kini lu hidup bahagia bahkan sampai menggendong anak yang sama lucu nya dengan lu hehe" Ucap Adam dalam batinnya dengan sorotan mata yang tak lepas dari wanita yang pernah ia kagumi.
Adam benar-benar rapuh dalam kenangan yang terus menusuk nyata ke dalam hati dan pikirannya. bagaimana tidak, setelah menjalin hubungan dengan Ratu dulu, dirinya sudah tak pernah ketemu atau bahkan stalking akun sosial media Nindi lagi. dengan kata lain seakan ia di telan bumi setelah lulus sekolah.
Dan kini, dia hadir kembali menampakan diri ke hidup Adam dengan seorang anak di pangkuannya. sungguh duka asmara yang begitu kelam namun harus di terima kenyataannya.
...πΆ Dan biarkan ku menatapmu dengan perasaanku...
...Yang menggebu Tiada henti...
...Andaikan engkau mengerti perasaanku saat ini...
...Namun engkau tak mengerti Itu...
"Aduh bodoh amat Dam lagu lu bikin panas bini lu aja dong haha" Axel mulai khawatir dengan kondisi Ratu.
...πΆ Menyusuri ruang hatimu...
...Yang tetap tak dapat ku sentuh...
...Semua ini hanyalah angan-angan ku...
...Yang terlalu jauh...
...πΆ Andaikan engkau mengerti perasaanku saat ini...
...Namun engkau tak mengerti Itu...
...Menyusuri ruang hatimu yang tetap tak dapat ku sentuh...
...Semua ini hanyalah Angan-angan ku...
...Yang terlalu jauh...
Walau Adam mempersembahkan lagu untuk Nindi, keadaan tetap lah tidak akan berubah. Nindi sama sekali tidak menoleh ke Adam sedikit pun.
Ia malah berpamitan dengan Gaby karena suami nya sudah menunggu di luar cafe menggunakan mobil.
"Yaudah By next time kita ketemu lagi ya hehe" Ucap Nindi.
"Iya hati-hati Nin" Sahut Gaby.
__ADS_1
...πΆ Aku pemujamu disini yang tak engkau kenali...
...Sedikit pun Sepercik pun Itu...
"Oh iya kasih nih sayang hehe" Ucap Nindi yang menghampiri panggung dan menyuruh balitanya menaruh uang di toples yang sudah di sediakan.
"Terima kasih" Ucap Adam dengan lemah sambil menundukkan kepala walau masih mencuri pandang ke wajah wanita yang sudah memiliki anak itu.
"Senyuman, lesung pipit dan pipi yang mengembung ketika mengukir senyum. semua masih terlihat sama seperti saat masa sekolah" Ucap Adam dalam batinnya.
"Anak mu gak jauh beda dari ibu nya ya hehe, putih bersih dan mata yang agak sipit, lucu banget Nin" Sambung Adam dalam batinnya.
Setelah menaruh uang selembaran berwarna biru, Nindi langsung pergi meninggalkan cafe itu dengan menaiki mobil yang entah bagaimana wujud rupa suaminya yang begitu beruntung dapat mempersuntingnya.
"Arrghh!"
"Claaashh..!"
Kepribadian Ratna yang sudah tak terbendung lagi pun akhirnya menunjukkan wujudnya dengan meremas gelas jus di hadapannya hingga pecah.
"Allahu akbar, Ratu!" Gertak Tasya yang tentu saja kaget dengan tingkah Ratu.
Tanpa banyak bicara Ratna beranjak keluar cafe walau hujan semakin deras.
"Ratu mau kemana lu?" Teriak Tasya yang panik dan meminta bantuan pada Salim dengan melambaikan tangan dan menunjuk ke arah Ratu yang sedang keluar cafe.
"Wey.. Ratu noh Ratu kenapa?" Ucap Tasya dari kejauhan yang mengisyaratkan Salim di atas panggung untuk memberitahukan Adam.
Menyadari hal itu Salim pun langsung menghentak tubuh Adam yang sedari tadi hanyut dalam luka asmaranya.
"Woy! bini lu marah noh Dam!" Teriak Salim sambil menarik telinga Adam.
"Eh.. sayang. Ratu!" Ucap Adam.
Bagaikan Rambo di film perang, Adam langsung berlari dan melompat ke bawah panggung mengejar langkah istrinya yang di rundung trauma mendalam.
"Sayang tunggu ay tunggu!" Teriak Adam yang ikut keluar cafe tak peduli walau hujan deras mengguyur tubuhnya.
"Hey ay tunggu dulu ih sayang dengerin aku dulu aku bisa jelasin." Ucap Adam sambil meraih tangan Ratu.
Dan dengan refleks Ratu berbalik...
"Pllak!!"
Suara perih pipi Adam yang tertampar keras oleh tangan kanan Ratu.
"Aku udah muak ya sama kamu ay!, kita sudah nikah dan kamu masih berani-berani nya menatap wanita penggoda itu hah?!" Ucap Ratna sambil menunjuk wajah suaminya.
"JAGA MULUT KAMU YA!" Ucap Adam yang tak terima saat Ratu menghina wanita yang selama masa sekolahnya ia kagumi.
"APA?! LU BERANI NGEBENTAK GW HAH?! Lu lebih ngebelain dia dibanding gw istri lu sendiri?!" Balas Ratna yang dengan refleks mendorong tubuh Adam hingga tersungkur.
Adam pun terdiam saat Agam menyadari sosok Ratna yang ada didalam tubuh Ratu kini sedang terbakar api cemburu.
"Selama ini gw bertahan dari penyiksaan lu yang terlalu over thingking dan cemburuan gw diam aja ya, tapi untuk yang kali ini engga!" Ratna mengungkapkan kekecewaan nya yang selama ini di rasakan oleh kembarannya.
"Lu udah jadi suami gw dan maksud lu apa dengan masih mengagumi si China benteng itu hah?!" Ratna menarik kerah suami nya dan membentaknya tepat di hadapan wajah Adam.
Melihat kembarannya sedang di hina oleh istrinya, tentu Agam pun tidak terima, ia bisa saja langsung mendorong Ratu balik hingga terjatuh atau setidaknya menampar balik Ratu.
Tapi dengan sangat memohon Adam meminta agar Agam tidak ikut campur dulu dengan urusan ini. karena Adam terlalu khawatir jika Agam harus berhadapan dengan Ratna.
"Jawab kalau di ajak ngomong tuh!" Sambung Ratna yang masih teriak di hadapan Adam.
"Aku sakit ay lihat nya, kenapa sih kamu gak ngerti perasaan aku hm?" Ratu meneteskan air matanya sambil menekan dadanya yang mulai sesak.
Akhirnya Ratu lanjut berlari menjauhi Adam di tengah hujan yang terus menerpa tubuhnya.
Hingga saat Ratu berlari menyebrangi jalan tiba-tiba...
"Sayang AWAS!!!" Teriak Adam dengan seluruh tenaganya untuk memperingati Ratu agar menoleh ke arah kanan.
Dan...
"Triin.. Trin..." Suara panjang klakson mobil truk yang pandangannya buram karena hujan deras yang mengguyur jalanan.
"Aarrrgh..." Teriak Ratu sesaat sebelum sebuah truk menyenggol tubuhnya hingga...
Semua pengunjung yang berdominan para Destroyer pun berhamburan keluar untuk menyaksikan kejadian mengerikan itu.
Adam dan Agam langsung berlari menghampiri Ratu yang sudah terbaring di bahu jalan.
"Hey.. sayang ya Allah sayang hey bangun. kok kamu diam aja sih sayang, sayang bangun ih!! RATU BANGUN" Ucap Adam sambil berteriak histeris saat mengetahui tangannya yang memangku tubuh Ratu kini berlumuran darah.
"Ay.. bangun.. hem.." Adam pun tak kuasa menahan derai tangis air mata yang mengalir ke pipinya.
Bahkan, sosok terkuat dari jiwanya pun kini tak bisa berbuat apa-apa.
Agam begitu syok melihat wanita yang begitu ia cintai kini tak berdaya dengan kondisi berlumuran darah.
Agam hanya terduduk lemas di samping Adam yang sedang menangis memeluk tubuh istrinya.
"Sayang.. bangun ih kok gak bangun-bangun sih aargh!" Teriak Adam yang seakan tak percaya bahwa Ratu baru saja tersambar mobil truk.
"Sayang ayo bangun, di sini hujan hehe" Adam mengusap kening Ratu yang terus mengeluarkan darah sedikit demi sedikit.
Entah tertawa dibarengi tangisan, jiwa dan pikiran Adam kini hancur lebur melihat keadaan istrinya.
"Ayo bangun ay..." Adam memeluk erat tubuh Ratu dan berbisik pelan sambil menangis seperti bayi yang di tinggali oleh ibunya.
"Hm.. hik.. hik.. maafin aku" Adam menempelkan hidungnya di hidung Ratu sambil memejamkan mata.
Bersambung...
Dan ya, betul sekali. adegan ini lah yang Rindu cuplikan di awal opening Season 3 kemarin π₯Ί.
Mau tau kelanjutannya? Tunggu hanya di next episodenya.
Jujur ngetiknya aja berat loh, gak tegaπ€§. Tapi demi kalian Rindu akan lanjutkan terus sesuai jalan cerita yang seharusnya. Thank you π.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, koment, Rate dan tap Favorit agar tidak ketinggalan update dari novel kesayangan kita ini.
...π€΅π»π°π»Sampai Jumpa di Episode Selanjutnya...ππ...
__ADS_1