Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Berantakan


__ADS_3

Sebelumnya aku minta maaf ya karena telat up di minggu ini, seharusnya update dari hari Senin untuk menemani malam si cantiknya aku dan para reader yang cetar membahana.


Tapi berhubung aku nya lagi kurang sehat dan otak kurang bersahabat. jadi harus tertunda deh hehe..


Buat kamu yang sedang tak bisa ku temani langsung, tolong jaga kesehatan ya jangan keras kepala kalau aku nasehati.


Sekarang kamu istirahatlah ditemani Adam yang romantis dan di jaga Agam yang tegas hehe😊, jangan nakal ya cantik.


Kalau nakal-nakal nanti Agam kecup keningmu meleleh lagi hihi... i love you


Yuk tanpa banyak basa-basi di awal kita lanjut ke ceritanya.


...πŸŽŠπŸ’ž"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" πŸ’žπŸŽŠ...


"Kamu kenapa sih?" tanya Adam dengan wajah polosnya.


"Pura-pura be*go lagi lu! kamu ngapain main di tempat pijat sana hah?" ucap Ratu dengan nada kesal.


"Owalah karena itu, bukan aku yang pijat ay tapi si Ferdi." Adam coba menjelaskan yang sebenarnya.


"Gak usah alasan dengan bawa nama Ferdi ya! jelas-jelas kamu masuk ke sana sama cewek lon*te itu" lanjut Ratu.


"Iya tapi itu gak seperti yang kamu lihat ay" Adam terus menenangkan Ratu walau seperti nya tak akan membuahkan hasil.


"Udah cukup aku gak mau lagi dengar alasan kamu ya, aku paling benci yang namanya pembohong dan pengkhianat. aku kecewa sama kamu ay" ucap Ratu yang masih tersulut emosi.


"Tapi itu beneran bukan aku loh ay.." balas Adam.


"Udah cukup ay aku kecewa sama kamu, setahun lebih kita menjalin hubungan baru kali ini kamu bermain cewek di depan ku" Ratu terus membenarkan pendapatnya yang ia lihat kemarin.


"Tapi aku ga pijat disana ay demi al.." bibir Adam pun terhenti berucap saat tamparan keras menghantam pipinya.


"Plaakk"


"Dah tutup mulut lu gw gak mau dengar semua alesan busuk lu!" Ratu melotot menatap Adam.


"Makasih ay" ucap Agam dengan wajah hambar sambil memegangi pipinya yang mulai memerah.


"Makasih untuk apa? makasih udah izinin kamu di elus-elus cewek itu hah haha" tawa Ratu dengan mata yang mulai berlinang menahan kekecewaan nya terhadap Adam.


"Makasih sudah tak mau mendengarkan penjelasan ku" balas Agam kembali menatap Ratu yang terdiam.


"Telepon Ferdi sekarang, tanya apa yang terjadi sebenarnya. makasih untuk tamparan manismu" ucap Agam dengan nada berat lantas meninggalkan Ratu yang masih terdiam diteras.


Agam langsung pergi menggunakan motornya melesat begitu cepat menembus jalanan yang cukup ramai pada malam itu.


Hingga tiba-tiba ada dua remaja yang melaju cukup cepat juga mendahului Agam, melalui genangan air kotor yang otomatis terciprat mengenai Agam.


"Anjing...!" teriak Agam yang entah terdengar atau tidak oleh mereka.


Agam langsung melotot menatap punggung mereka yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya.


"Gam... Jangan berlebihan woy" Adam mencoba menahan tindakan Agam.


Tanpa pikir panjang Agam langsung mengejar mereka dengan motor birunya.


Saat setelah tepat disamping mereka, Agam dengan seenaknya menendang roda depan motor tersebut yang otomatis membuat mereka berdua oleng dan masuk ke selokan yang cukup dalam.


"Werr... Gubrak!!"


"Heh kira-kira lu!" sambung Adam yang kaget dengan sikap kembarannya itu.


Agam melanjutkan perjalanan nya hingga sampai rumah, ia langsung mengurung diri di kamarnya menyendiri terdiam tanpa ekspresi.


"Maaf Rat niat gw hanya ngebantu heheh" ucap Agam dalam hati.


"Hahaha iya aku hanya ngebantu teman aku sayang" celetuk Adam sambil menahan air mata yang akan menetes.


Hingga mereka pun kecapean sendiri menahan emosi dan tangisnya didalam pikiran mereka. Raga nya pun tertidur di lantai tanpa mengenakan kaos.


Kembali di rumah Ratu, setelah Agam meninggalkan Ratu di teras. dengan emosi yang tersulut juga Ratu masuk ke kamar sambil membanting pintu depan.


Tentu itu membuat bu Nisa murka atas kelakuan kedua anak nya itu.


"Apa-apaan sih neng?!" bentak bu Nisa dengan nada tinggi.


"Kalau gak cocok, berantem terus udah mending putus aja lah!" ucap bu Nisa tanpa sadar.


"Dulu mamah gak pernah begitu sama papah mu kalau marahan idih" sambung bu Nisa.

__ADS_1


Alhasil, dengan Agam yang marah dan bu Nisa yang emosi membuat batin Ratu semakin tertekan atas ulahnya sendiri.


Dan seperti biasa hanya berujung tangisan dalam diam di dekapan guling dan bantalnya lah Ratu lampiaskan.


Malam yang begitu menyedihkan bagi kedua sejoli itu.


...β€’β€’β€’| πŸ’”Introvert Berjiwa Ganda Season 2πŸ’” |β€’β€’β€’...


Keesokan hari nya, Ratu dan Adam kembali melakukan aktivitasnya. walau kini terasa sedikit hambar karena mereka berdua masih sama-sama gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu.


Hanya sekedar berbagi kabar tentang mereka masing-masing.


Tepatnya kini di pagi hari. Ratu sedang memarkirkan motornya di basement bawah hotel Atria.


Lalu ia beranjak menuju markas senior Public Area.


Ratu berganti baju dan siap untuk bekerja bersama para seniornya.


Dengan sedikit lamunan karena memikirkan Adam, Ratu sempat tak fokus dalam kerjaan nya hari ini.


"Hey kenapa lu bengong aja haha" senggol Lia pada Ratu.


"Eh kaga teh haha maaf" Ratu yang tersadar kembali melanjutkan tugasnya.


Di selingi mengisi laporan Pkl nya di markas bersama Lita yang mengajarinya.


"Tulis Rat apa saja yang kamu kerjain hari ini, so nanti aku tanda tangani ya" titah Lita sambil menunjuk lembar laporan Ratu yang sedang ditulis.


"Oke siap teh hehe makasih ya" balas Ratu sambil lanjut menulis.


"Iya sama-sama" balas Lita dengan ramah.


Singkat waktu tak terasa waktu istirahat tiba, mereka semua seperti biasa menyatu satu sama lain berkumpul dan makan bersama oleh catering yang telah di sediakan.


Lita, Lia dan Mei izin sejenak untuk ke bawah mengambil minum dan membeli es di kantin.


Menyisakan Ratu yang asik makan dengan Bagas berdua.


"Makan apa lu Rat?" tanya Bagas sambil mengunyah.


"Sama lah ege kan satu catering kita huh" balas Ratu yang nampak tak menghiraukan Bagas.


"Ouh iya lupa haha" balas Bagas.


"Iya lah, paling konvoi sampai arah Fatmawati doang kan setelah itu ya berpisah gas" balas kembali Ratu.


"Rat itu ada nasi.." ucap Bagas saat melihat ada nasi di sudut bibir Ratu.


"Ehm.. mana?" tanya Ratu sambil mencoba membersihkan nya.


"Itu tuh" Bagas menunjuk bibirnya sendiri untuk isyarat.


"Ish mana sih" Ratu mulai kesal sambil mengusap bibirnya lagi.


"Hadeh.. ini loh cantik" sambung Bagas lalu mendekat dan mengusap nasi itu di sudut bibir Ratu.


Adu pandangan pun tak terhindarkan. Bagas menatap manis wajah Ratu serta bibir yang begitu seksi dihadapan nya.


Ratu pun hanya terdiam memperhatikan ekspresi Bagas yang semakin mendalam penuh makna


Bagas semakin mendekati wajah Ratu sambil memejamkan mata dan...


"Maaf gas, gak bisa lebih" ucap Ratu sambil memalingkan wajahnya menghindar.


"Eh.. so..sorry Rat hehe" Bagas langsung salting atas niat perbuataan nya barusan.


"Iya gak apa-apa gw mau ambil minum dulu ya hehe" wajah Ratu mulai memerah dan segera keluar dari ruangan itu dengan alasan ingin mengambil minum yang padahal ia berlari ke toilet wanita.


"Astagfirullah, hampir aja gw kebablasan sama orang lain" Ratu menyesali tindakan nya yang hampir melebihi batas wajar.


Ratu mengusap tangan basahnya ke celana dan tak sengaja memegang hape.


Teringat permintaan Adam sebelum kemarin malam ia pulang, Ratu pun segera merogoh ponsel nya dan menelepon Ferdi.


Setelah panggilan tersambung, Ratu mengucap salam dan menanyakan kabar Ferdi untuk sekedar basa basi.


"Iya kak ini gw hehe, gimana kabar kaki lu?" tanya Ratu.


πŸ“ž "Alhamdulilah mendingan Rat haha Adam udah cerita ke lu ya?"

__ADS_1


"Yoi haha, by the way gw mau nanya kak boleh? lagi sibuk ga lu?"


πŸ“ž "Bentar lagi sibuk masih banyak AC yang belum di kerjain, tapi masih bisa kok teleponan sebentar mah hehe mau nanya apa lu?"


"Kemarin lu sama Adam pijat dimana?"


πŸ“ž "Pijat Ashoy Rat, dekat sama tempat Pkl lu ya kata Adam?"


"Iya benar haha, itu kak Adam pijat juga kah disana?"


πŸ“ž "Kaga lah haha gw udah coba ajakin dia tapi Adam tetap gak mau katanya takut lu marah. alhasil dia malah nunggu di parkiran deh tuh kaya gembel hahaha"


Ratu pun langsung lemas mendengar penuturan Ferdi barusan. ternyata apa yang Adam katakan semalam itu benar nyata nya. bukan kebohongan yang di buat-buat.


"Bu.. bukan nya dia di ajak sama cewek seksi buat masuk kedalam kak?" tanya Ratu memastikan kecurigaan nya itu.


πŸ“ž "Iya dia masuk kedalam di panggil sama pegawai nya untuk bantu gw ke kemotor Rat. kan kaki gw masih ngilu maka nya manggil Adam buat bantu bopong hehe jangan cemburu sama gw Rat. kan gw berbatang juga haha"


"Berarti Adam sama sekali gak ikut-ikutan pijat++ kak di sana?"


πŸ“ž "Engga sama sekali Rat, demi apapun deh kaga ikutan pijat dia"


Ratu menghela nafas sambil mematikan panggillan itu. merasa bersalah dengan menampar Adam kemarin malam.


Ia langsung mencoba menghubungi Adam namun sayang nya panggilan nya tak dijawab sama sekali entah karena apa.


"Aduh sayang angkat lah" ucap Ratu yang mulai spam dengan ketikan yang terburu-buru.


Ratu sangat paham betul apa yang akan Adam lakukan saat patah hati, apalagi jika kembarannya berhasil menguasai raga Adam.


Sudah di pastikan Adam akan terluka karena dirinya sendiri bahkan nyawa pun bisa menjadi taruhan nya.


"Gak ada jawaban lagi um.." Ratu begitu panik sampai tak sadar air mata mulai berlinang di kelopak matanya.


"Apa yang harus gw lakukan nih aduh.." Ratu memutar kedua bola matanya mulai berpikir keras untuk meminta maaf pada Adam bagaimana pun caranya.


Sedangkan ia kini masih di hotel tentu tak bisa izin keluar sejenak, disisi lain Ratu juga begitu khawatir dengan Adam yang pasti bisa kapan saja terluka oleh Agam jika keadaan hatinya kacau berantakan.


Kali ini Ratu membuang jauh-jauh prinsip 'wanita selalu benar' demi keselamatan Adam. karena baginya, suatu hubungan bukan tentang siapa yang salah siapa yang minta maaf. tapi tentang saling intropeksi diri dikala salah.


...πŸŽŠπŸ’ž"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" πŸ’žπŸŽŠ...


Waktu berjalan cukup cepat tak terasa kini sudah pukul 16.35 wib.


Nampak Adam sedang berjalan keparkiran untuk beranjak pulang dari kerjaan nya. seharian ini ia terlihat begitu lesu tak ada semangat gairah hidup.


Bahkan sampai Salim dan pak Janu pun terheran dengan sikap Adam yang biasanya ceria namun hari ini cukup tempramental.


Hari ini Adam tak banyak bicara dikerjaan, kondisi itu berbanding terbalik dengan isi pikiran nya yang sedang ribut seharian ini dengan Agam.


Beradu cekcok, saling hina dan insecure semua berputar dalam otak Adam sedari tadi pagi.


Sampai akhirnya Adam keluar pabrik dan berhenti sejenak dipinggir jalan untuk membeli kopi hitam yang biasa ia minum ketika stress atau depresi.


Yang kita tau selain Adam bukanlah seorang perokok, ia pun jarang minum kopi karena takut kecanduan dan tak baik juga untuk kesehatan.


Maka jika dia sedang ingin minum kopi hitam, itu adalah cara pelampiasan Agam untuk menenangkan pikiran nya yang sudah lelah bergelut dengan ke'overthinking'an nya.


"Lay kopi satu" pinta Adam pada si penjual lalu beranjak kembali ke motor nya.


Namun tiba-tiba seorang wanita menyenggol Adam hingga tubuhnya terhentak.


"Eh maaf kak" ucap Wanita itu.


Adam hanya mengangguk tanpa menoleh sedikit pun karena memang mood nya sedang sangat hancur hari itu.


"Boleh minta nomor WA nya kak?" sambung wanita itu yang semakin terdengar agresif.


...Bersambung......


"Setia itu bukan tentang seberapa lama kita menjalin hubungan, tapi tentang bagaimana kita menahan hati dari rasa bosan dan orang ketiga yang datang mendekati"


^^^- Ratu Permata Sari -^^^


...+--- Sang_Perindu ---+...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya hehe.


Di tap Love juga dong agar selalu dapet notif update dari novel kesayangan kita ini.

__ADS_1


Kalian mau share juga boleh ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode...πŸŽ‰πŸ‘...


__ADS_2