Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
Fakta Terpendam Ratu


__ADS_3

"Ini siapa hm?" tanya Ferdi.


"Hey ayo dijawab ngobrol yuk baik-baik"


"Keluar atuh kamu nya dari tubuh teman saya, kesian dia kan ga salah apa-apa hayu.."


Bertubi-tubi Ferdi mencoba berkomunikasi dengan makhluk yang ada didalam tubuh Ratu, namun dia tetap tak merespon.


"Gimana Fer?" tanya Adam dengan rasa khawatir yang mendalam.


"Sabar dam, ga mau ngomong dia nih susah keras kepala." ucap Ferdi menjelaskan keadaan saat itu.


Namun demi rasa sayangnya terhadap junior mungilnya itu, Ferdi tak mau kalah dengan sosok yang sedang bersarang di dalam tubuh Ratu.


Dengan lantunan dan bacaan ayat kursi serta berbagai doa yang Ferdi ketahui, dia membacakan telapak tangannya dan mulai menekan leher Ratu.


Reaksi tubuh Ratu pun di luar dugaan, membuat Destroy ikut terkejut melihat Ratu yang tiba-tiba meringis kesakitan. yang pada fakta nya Ferdi hanya memberi sedikit penekanan pada leher adik kelasnya itu.


"Ehm..sakit...ampun maaf" ucap Ratu tanpa sadarnya.


Adam hanya bisa merangkul adik kelasnya dalam dekapannya kala itu.


"Iya ga akan disakitin kamu nya jujur dulu atuh mau apa? kenapa ga keluar dari tubuh teman saya hm?" Ferdi terus mengintrogasi sosok itu.


"Es kim, es krim" ucap Ratu.


"Ouh es krim, dam beliin es krim dulu dam cepet nih" Ferdi memerintah ketuanya.


"Iya-iya bentar, daf beli dulu buruan." balik memerintah Dafa.


"Jeh..kan, ujung-ujung nya gw yang kena" gerutuk Dafa nampak kesal.


"Hih ngelawan aja lu kalo dibilangin haha, udeh buruan nih uang nya lay" ucap Adam sambil menyodorkan uang 10 ribuan.


"Yaudah tunggu lu pada" Dafa bergegas mencari warung terdekat.


Axel hanya bisa bersembunyi dibalik tubuh Adam yang besar, memperhatikan Ferdi yang sedang menenangkan sosok didalam tubuh Ratu.


"Ratu ga bakal kenapa napa kan dam?" Axel memegangi pundak Adam sedari tadi.


"Ya lu nya jangan ketakutan, doain aja semoga ga apa-apa" ujar Adam yang mulai kesal dengan Axel yang selalu nething.


Tak lama kemudian, Dafa kembali membawa es krim sambil sibuk melomot es mambo.


"Nih dam." nyodorin es ke Adam.


"Ehm..kan si anying malah ikutan beli" gerutu Adam.


"Hehe sekalian dam ah em..ah." ucap Dafa tanpa merasa bersalah.


"Suwe lu.., nih fer es nya" Adam memberikan es nya ke Ferdi.


Ferdi pun mengambil dan mengupas bungkusnya lalu memberikan nya kepada Ratu, dengan sigap Ratu meraihnya dan ******* es krim itu.


"Kamu siapa hah?!" ucap Ferdi sambil menekan jari kelingking Ratu.


"Dedrick" ucap singkat Ratu sambil asik pada es krimnya.

__ADS_1


"Ehm..dari mana kamu?"


"Dari belanda, aku udah lama disini tapi kalian hancurin rumah aku hm" keluh Ratu yang masih di kendalikan oleh sosok itu.


"Kamu suka es krim ya?" tanya Ferdi.


"Heem iya" jawabnya.


"Yaudah abis ini kamu keluar ya dari tubuh temen saya, nanti kita beliin es krim lagi. maaf sebelumnya kalo kami ngerusak rumah kamu ya?" ucap Ferdi meminta.


"Iya, tapi aku boleh kan temenan sama noni Ratu?!" ucap nya.


"Hm..i..iya ga apa-apa asal jangan ganggu ya?" Ferdi mencoba bernegoisasi.


"Okey".


Ferdi pun beranjak mendekati Adam dan menjelaskan apa yang ia lihat barusan, faktanya Ratu kemasukan sosok makhluk Belanda yang berumur ratusan tahun berwujud tinggi besar, namun sikap nya seperti anak kecil, itu alesannya dia meminta es krim bukan kopi pahit seperti pada umumnya. sosok ini ingin bersahabat dengan Ratu, ingin menjadi temannya tanpa menganggu.


Adam yang mendengar penjelasan itu hanya bisa mengangguk. di tengah obrolan mereka Ratu tiba-tiba pingsan. yang membuat Adam segera membopongnya dan menjauhkannya dari rumah itu.


Setelah cukup lama mencoba menyadarkan Ratu, akhirnya Ratu tersadar sambil memegangi kepalanya.


"Kenapa kak ini?" ucap Ratu.


"Ga apa-apa kok rat, biasa kamu abis ke towel" jelas Adam ragu-ragu.


"Hm..iya kak makasih ya kak Ferdi dah nolongin hehe" Ratu beranjak berdiri di bantu kakak kelas kesayangannya itu.


Tak lama kemudian, sang pemilik rumah pun datang menghampiri mereka.


"Permisi Ratu hehe, gimana kabarnya nak?" tanya pria itu.


"Oh ya ini bayarannya ya sesuai perjanjian, makasih untuk kerja sama nya ya?" ucap pria itu sambil memberikan Ratu amplop.


"Okey deh makasih ya om, lain kali kontak kami lagi aja kalo perlu ngancurin apapun haha" Ratu terima uang itu dengan riang.


"Iya siap..okey. saya permisi dulu ya nak" ucap pria itu sambil beranjak kembali pergi.


Setelah menerima bayaran Ratu membagi rata uang tersebut dan bubaran lah mereka. tapi tidak dengan Adam yang lebih memilih numpang mandi di rumah Ratu karena gatal yang sudah menyelimuti tubuhnya.


"Yaudah dam, rat gw duluan ya" ucap Axel sambil membunyikan klakson motornya.


"Yo tiati lay" ucap Adam.


"Hati-hati kak" ucap Ratu melambaikan tangan.


Bu Nisa pun menghampiri mereka berdua. mempersilahkan Adam untuk mandi terlebih dahulu mumpung adzan magrib belum menghampiri.


Selesai mandi,di lanjut oleh Ratu yang mandi kini. beberapa menit kemudian mereka semua mempersiapkan peralatan shalat menjelang magrib.


"Dam ayo imam" ucap bu Nisa.


Tentu permintaan bu Nisa tak bisa Adam tolak. dengan cukup grogi dia memberanikan diri untuk memimpin shalat magrib di tengah keluarga kecil Ratu. akhirnya mereka semua menjalankan 3 raka'at berjama'ah.


...****************...


Selesai shalat berjama'ah, Di teras di malam yang sesunyi itu mereka berdua duduk santai mendengarkan musik ditemani sinar bulan yang begitu indah.

__ADS_1


Tiba-tiba Ratu berbicara sendiri yang membuat Adam terkejut sejenak memperhatikan sikapnya.


"Hey jangan lelarian nanti jatuh kamu hahaha, nanti beli es lagi ya sama om Adam" ucap Ratu senyum-senyum sendiri.


"Rat, kamu bicara sama siapa hah?" ucap Adam panik.


"Ehm..Dedrick. dia ikut pulang kak hehe" jawab Ratu tanpa merasa takut sedikitpun.


"Waduh..gimana sih si Ferdi di suruh usir kok masih aja dia ngikutin rat" ucap Adam.


"Ye jangan kak, dia ga mau pulang. rumah nya jauh di Bandung katanya. kalo dia pulang takut di pukuli sama teman-temannya katanya" jelas Ratu.


"Ehm..gitu rat" jawab Adam.


"Ho'oh kak"


"By the way lu bisa rat bicara dan melihat kek begituan gitu tuh yang halus-halus tak kasat mata?" tanya Adam.


"Ya sedikit-sedikit bisa sih kak, walau belum mendalami. sebenernya bisa aja kalo aku berani buka mata batin aku. kan waktu itu saudara aku yang di Subang namanya papah boyan. nah dia kek bisa gitu kak nangani hal-hal mistis gitu." jelaa Ratu.


"Dia pernah nawarin aku mau dibuka ga mata batinnya? ya kata aku jangan deh takut Ratu ga kuat malah bahaya. yaudah akhirnya sama dia dibacain aja. semenjak dari situ lah aku dan momy kek bisa berkomunikasi, merasakan kehadiran makhluk ghaib gitu kak hehe" ucap Ratu yang jadi cerita masa lalu nya sedikit.


"Ehm..gitu rat iya-iya aku paham." ucap Adam tanpa sadar bulu kuduk nya merinding semua.


"Kakak aja ga tau kan dari tadi di balik pohon pisang itu ada sosok berdiri dibungkus kain putih merhatiin kita aja tuh?" ucap Ratu menunjuk pohon pisang depan rumah nya itu.


"Hah mana?!" teriak Adam sambil refleks memeluk tubuh adik kelasnya itu.


Mereka berdua bertatapan begitu dekat dengan dengan senyuman manis menghiasi wajah Ratu.


Terdengar begitu terasa detak jantung Adam berdebar 3 kali lebih kencang dari biasanya. di tengah kedekatan mereka, di kira akan terjadi adegan romantis namun sialnya Ratu malah meledek Adam karena terlihat begitu ketakutan memeluk dirinya.


"Huh dasar penakut haha" ucap Ratu.


"Eh... maaf-maaf dek hehe. malah nyaman ya aku" Adam respon langsung melepas pelukan nya dan kembali menggeser duduknya memberi jarak dengan Ratu.


"Lain kali kamu hati-hati ya? aku merasa tubuh kamu rentang kemasukan hal-hal seperti itu rat" ucap Adam sambil menggenggam telapak tangan Ratu.


"Iya kak makasih ya, aku akan lebih hati-hati lagi kok hehe" jawab Ratu.


"Andai aku bisa seperti Ferdi, pasti kelak aku bisa ngobatin kamu kalo lagi seperti ini ya rat". ucap Adam melemah.


"Hust... jangan gitu ah tiap orang punya kelebihan nya masing-masing kak. aku terima kamu apa ada nya kok" ucap Ratu menyemangati kakak kelasnya.


Adam pun menarik tangan Ratu dan menciumnya dengan penuh perasaan kasih dan sayang. membuat Ratu menunduk tersipu malu memerahkan kedua pipi chubbynya.


"Aku sayang kamu Rat" ucap Adam tiba-tiba.


"Iya kak makasih ya" balas Ratu.


"Ku kira akan balas sayang aku juga hm.." ucap batin Adam dalam hatinya.


Bersambung...


Kapan Ratu nerima Adam? kapan mereka menjalin hubungan ya hm..ikut sedih ih author. kalo ada yang ngeledekin 'Deket Doang Jadian Kaga' hm...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.

__ADS_1


Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2