
Alhamdulilah..guys kini Rindu udah mendingan nih dari meriang yang sempet Rindu alami selama hampir seminggu yang lalu. setelah seminggu novel ini vakum cukup kangen juga sih untuk melanjutkan kisah Adam dan Agam di sini hehe..
Kalian sendiri gimana?Kangen sama Adam, Agam, Destroy atau kangen sama Authornya nih? haha becanda kok guys.
Oh ya ga lupa dan ga bosan Rindu selalu mengingatkan kalian semua yang dirumah, bekerja, sekolah online maupun yang sedang DIRUMAHKAN. Rindu harap kalian semua sehat selalu sekeluarga ya jaga jarak, Prokes nya di perketat lagi karena kasus Covid belakangan ini benar-benar luar biasa memuncak sampai PPKM ini berimbas pada beberapa pabrik yang harus di tutup sementara kan. untuk kita para buruh yang kena dampak PPKM harap sabar dan jangan lupa selalu mendekatkan diri ke Tuhan yang maha Esa ya.
Yuk ah jangan kebanyakan opening hehe, setelah banyak nya kisi-kisi dan latihan soal-soal yang Destroy pelajari, kini mereka harus berhadapan dengan Ujian terbesarnya selama sekolah di SMK 729 ini yaitu UNBK.
Bagaimana mereka menghadapi UNBK tahun ini? dan akan seperti apa kedepannya nasib mereka berlima? yuk daripada kebanyakan spoiler di awal mending langsung aja ke? ceritanya guys...
...----------------...
...----------------...
Hari Senin pun tiba, hari yang cukup menegangkan untuk Destroyer. Tapi tidak dengan Ratu yang sedang asik rebahan di rumah sebelum beberes.
Tepatnya pukul 06.30 wib , mereka berempat berdiri di depan gerbang SMK 729. menatap sinis dan serius ke arah sekolah mereka.
"Ehm..bismillah ya allah lancarkan lah UN kami semua, berilah kami pengetahuan dan ingatan yang kuat untuk menjawab soal-soal Ujian Nasional kelak. Aamiin" ucap Adam.
"Aamiin" ucap mereka bertiga mengikuti Adam
Akhirnya mereka pun memasuki lorong sekolah mencari ruangan nya masing-masing.
Dafa, Axel dan Ferdi beruntung sekali bisa satu ruangan, tapi tidak dengan Adam yang beda sendiri ruangannya. Mereka bertiga mendapati ruangan 26 sedangkan Adam di ruang 27.
Sebelum pengawas masuk mereka mempelajari materi kisi-kisi Bahasa Indonesia. karena memang mapel pertama UN kali ini yaitu Bahasa Indonesia.
Setengah jam berlalu bel berbunyi dan tak lama guru pengawas memasuki ruangan nya masing-masing sesuai schedule yang sudah di atur oleh kepala sekolah.
"Yuk anak-anak kumpulkan tas kalian di depan semua" ucap bu Kusmiyati yang mengawas di ruang 27.
"Baik bu.." ucap seluruh siswa-siswi diruangan itu yang beranjak bergantian untuk mengumpulkan tasnya didepan kelas.
Setelah diberi kode angka untuk masuk ke server tersendiri, soal pun tersedia yang siap untuk mereka kerjakan. Dengan perasaan tenang dan semangat yang menjulang tinggi. Adam mulai mengerjakan soal dilayar laptop itu karena berbasis komputer.
Disisi lain dirumah Ratu, nampak dia pun lagi giat belajar dikamarnya. hanya dengan memakai levis panjang dan kaos ketat yang membuat nya semakin manis aduhai. Ratu membolak balikkan buku pelajaran nya.
"Ehm..semoga Destroy bisa melewati Ujian Nasional nya hehe...Aamiin" ucap Ratu nampak bahagia dan melanjutkan belajarnya.
"Teh mau gw gorengin nugget ga?" ucap Nila yang tiba-tiba mengagetkan Ratu.
"Eh kaget gw hehe yaudah boleh dek, jangan terlalu gosong ya" ucap Ratu.
"Siap teh hehe" ucap Nila dan mulai beranjak kedapur.
Nila yang sedari dulu rajin mengoprek bahan di dapur memang sering membuat berbagai cemilan-cemilan sederhana seperti cireng, pancake dan berbagai aneka gorengan lainnya.
Tak berselang lama, Nila membawakan nugget hasil gorengnya kekamar kakaknya itu.
"Nih teh ayo makan" ucap Nila.
"Oke yuk sini temenin gw belajar" ucap Ratu sambil menepuk kasur di sebelahnya.
Dan mereka pun makan nugget bersama dan canda tawa pun terlihat riang hari itu menghibur otak Ratu setelah belajar.
...****************...
__ADS_1
Kembali lagi kesekolah, akhirnya setelah 2 jam berlalu Destroy mampu menyelesaikan soal itu tanpa gangguan sedikitpun. mereka berkumpul di Uks seperti biasa. menikmati suasana yang masih asri di jam 09.30 wib.
"Sejuk banget lay suasana nya" ucap Dafa.
"Bener daf, jadi pengen tidur gw haha" balas Ferdi.
Axel melirik Dafa lalu Dafa pun mengangguk. entah apa yang akan mereka lakukan. namun tiba-tiba Axel menarik Ferdi menelentangkan nya di lantai teras Uks. dengan sigap dan cepat Dafa menghampiri kedua kaki Ferdi. dan.... di starter lah ************ Ferdi dengan penuh nafsu candaan.
(Pengertian Starter kali ini bukan dalam pelajaran mesin ya haha, Starter yang dimaksud...ya kalian paham lah haha ga perlu di jelaskan).
"Ach..ach wkwkw ntap!!" teriak Dafa keasikan mengisengin sahabat nya itu.
"Gas teros..haha" Axel ngakak begitu keras sambil memegangi kedua tangan Ferdi.
"Wah...wah...ah...aw..ah..geli anjir woy" teriak Ferdi yang tak berdaya dan sedikit keenakan.
Adam memperhatikan mereka saja ditempat duduknya. tanpa bicara Adam hanya bisa meneteskan airmatanya dan tersenyum.
Dafa yang menyadari hal itu lalu memberi isyarat kepada Axel dan Ferdi.
"Kenapa dam?" tanta Axel dan menyudahi candaan mereka.
"Iya dam lu kenapa? cerita aja kalo ada masalah dam" sambung Dafa.
Ferdi masih dengan santai rebahan dilantai teras Uks memperhatikan ketuanya itu. Akhirnya Adam pun angkat bicara tentang mengapa dia meneteskan airmatanya tiba-tiba.
"Ga ada apa-apa lay haha" ucapnya sambil mengelap pipinya.
"Gw cuma sedih aja, ngingat kita akan lulus sebentar lagi aamiin ya haha, gw ga tau akan kah kita ketemu lagi kelak atau tidak. dan moment ini lah yang akan gw kangenin lay" ucap Adam.
"Ya ketemu kok dam santai aja, lu jangan melow gini ah. gw jadi ikut sedih loh" ucap Axel sebagai wakilnya.
"Destroy akan selalu hidup dam dalam darah, pikiran maupun hati kita" ucap Axel dengan tegas.
"Selama jiwa penghancur kita tetap ada selagi nafas masih berhembus" ucap Dafa melanjutkan omongan Axel.
"Thanks ya buat kalian semua...!" Adam pun tak kuasa membendung air mata haru nya kala itu.
...****************...
Hari pun berganti cukup cepat, mulai dari Selasa, Rabu, dan Kamis mereka lalui bersama melewati UNBK tersebut. tanpa kendala atau pun hal lainnya yang mengganggu membuat mereka cukup lega setelah selesai menghadapin UN di hari terakhir itu.
Tepatnya kini hari Kamis pukul 11.00 wib. Mereka keluar dari ruangan mereka masing-masing dan berkumpul di kantin yang cukup sepi itu.
"Gimana bre? lay? lancar hari terakhir UN tadi haha?" ucap Adam sambil menyedot es kobok yang baru ia beli.
"Alhamdulilah sih lay lancar hehe" ucap Dafa.
"Agak susah njir gw di bagian Kompetensi tuh yang tentang proses pembakaran di mesin 4Tak. haduh bener-bener bikin pusing soalnya wkwk" tawa Axel.
"Nah iya tuh sama ego xel gw geh susah di bagian soal itu, ngejelasin nya ga apal gw. yaudah gw improv aja dah jawabannya hehe" sambung Ferdi.
"Haduh ada-ada aja lagian lu pada. makanya belajar lay wkwk" Adam malah menertawakan ketiga teman nya itu.
Ditengah keasikan obrolan mereka, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Adam bertanya hal yang membuat Destroy kebesekan (keselak) minumannya sendiri.
"Eh kalo gw pacaran sama Ratu menurut kalian gimana?" ucap Adam dengan muka malu-malu kucing.
__ADS_1
Sontak itu membuat Destroy tertawa dan rusuh seketika pecah suasana tenang sebelumnya. kini sebalik nya mereka bertiga yang menertawakan pertanyaan Adam.
"Lah kok malah pada ketawa hehe, salah ya gw jatuh cinta?" tanya Adam kembali.
"Ga juga sih dam haha, serasa mimpi aja anjir lu bisa berpindah hati dari Nindi ke Ratu secepat itu alah sia boy ahaha" Dafa tak berhenti tertawa.
"Tau lu dam kek udah move on aja dari si Nindi haha" sambung Axel.
"Udah kok, gw udah jatuh cinta sama Ratu sejak awal dia masuk sekolah kita xel jeh" jelas Adam menuturkan ke mereka bertiga.
"Ya selama lu sayang dan cinta lu bisa senang sama Ratu sih ya silahkan, kita ga ada hak sama sekali buat larang lu" ucap Axel.
"Tapi pesan gw satu, Ratu kan anak broken home nih maaf ya. dia udah kehilangan kasih sayang dari bapak kandungnya nah saat nanti lu jadi pacar nya gw harap lu jangan sesekali buat dia sakit hati. Karena kasian bre dia udah anak broken home masa masih harus nerima rasa sakit hati dari pujaan hatinya sih hm..." jelas Axel memberi saran kepada Adam dengan serius.
"Iya xel gw ngerti makasih ya kalo lu support gw" ucap Adam dengan bangga setelah mendengar masukan dari Axel.
"Iya dam gw juga setuju aja sih lu sama Ratu walau muka nya jerawatan, tapi dada nya mantep njir di atas rata-rata siswa seumuran dia hehe, seksi itu dam uh gemes" celetuk Ferdi memuji fisik Ratu sambil tertawa tanpa merasa dosa sedikit pun.
Tanpa sadar pujian yang Ferdi lontarkan barusan memancing sosok Agam keluar seketika dari jiwa Adam.
Dengan wajah sinis penuh tatapan iblis Agam menghampiri Ferdi. lalu ia mencekiknya dan membantingnya ke tiang kantin hingga atap kantin sekolah itu bergetar mengagetkan seluruh pedagang disana.
Axel dan Dafa panik seketika dan mencoba menenangkan para pedagang yang mulai kepo untuk memperhatikan Adam dan Ferdi yang hampir berkelahi itu.
"Eh sabar ya buibu, pabapak. ini hanya bercanda kok ya hehe latihan akting drama pelajaran seni budaya iya he'em hehe mohon maaf ya?" ucap Dafa mencoba mencairkan suasana dibarengi rasa khawatir di hatinya.
"Udah berapa kali gw bilang! Gw ga pernah ngajarin Destroy mandang wanita dari fisiknya, karena itu sama aja melecehkan mereka. Paham lu?!" Agam membentak dengan begitu keras di depan wajah Ferdi dengan penekanan di setiap katanya.
Ferdi yang mendengarnya hanya bisa menganggukkan kepala menahan bulu kuduk yang berdiri semua disekujur tubuhnya.
"Iya..dam maafin gw dam gw janji ga akan ulangi lagi maaf" pinta Ferdi sambil mencoba melepaskan cengkraman kuat dari tangan Agam.
Akhirnya dengan kesadaran yang perlahan berganti menjadi Adam kembali. ia melepaskan Ferdi dan kembali duduk dengan tenang. bahkan Adam langsung meminta maaf kepala Ferdi dan memeluk tubuh pendeknya itu.
"Sorry Fer, gw kelepasan" ucap Adam meraih pundak Ferdi.
"Iya dam gw juga minta maaf ya atas ucapan gw barusan" balas Ferdi sambil memeluk Adam.
"Untuk ga sampai adu tojos ya hehe" Dafa berbisik pada Axel.
"Bener daf haha" jawab Axel singkat dan melanjutkan minum es koboknya.
Dua jam berlalu di kantin akhirnya mereka pun beranjak keparkiran untuk bersiap pulang.
"Dah bre gw balik ya? besok tetap pakai seragam aja, cuma ********** kaos bebas ye ga?" Adam menginstruksi kan ketiga temannya sambil manasin motor bersejarahnya itu.
"Siap yuk ah bubar ya" teriak Axel dan menarik tuas gas motor nya duluan.
Dan mereka pun pulang untuk menikmati Free Class di esok hari selama beberapa hari kedepan karena kini mereka hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan yang akan di umumkan seminggu kemudian.
Bersambung...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Sehat-sehat selalu ya kalian semua sekeluarga.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca di lain waktu.
Di share juga boleh sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
...See you on the next episode......