Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
First Job For Destroyers


__ADS_3

Waktu berjalan cukup cepat hingga bel istirahat pun berbunyi cukup keras menggelegar seisi SMK 729. Destroy yang baru selesai merapihkan bukunya langsung bergegas ke arah kantin.


"Dam mau beli apa kita?" tanya Ferdi sambil menepuk pundak ketuanya itu.


"Mungkin gw lagi pengen bakso" ucap Adam singkat.


"Nah boleh tuh bre, kuahnya pedesin beh asli enak parah hahah" lanjut Axel.


"Ah lu mah ikut-ikutan aja xel" gerutuk Ferdi.


"Ya kita kan kalo jajan selalu samaan kan? wkwkwk" ucap Dafa mencoba masuk dalam obrolan.


"Good, i like haha" tawa kecil Adam.


Sesampainya di tukang bakso Ferdi memesan 4 mangkok. dengan logat khas jawanya Ferdi menjelaskan pesanan mereka secara rinci.


Di tengah keramaian tukang bakso itu. Ratu menyelip dan menghampiri kakak kelasnya itu dan ikut pesan bakso seperti yang lainnya.


"Kak Fer, pesenin satu lagi gw mau!" ucap Ratu tiba-tiba.


"Oh oke-oke yaudah nanti bantu bawain ya." ucap Ferdi.


"Iya deh iya" Ratu hanya bisa menurut.


Setelah beberapa menit, makanan mereka pun tiba dan akhirnya mereka makan bersama dengan lahapnya di penuhi canda tawa dan gurauan.


"Rat nanti ganti baju dulu ga nih pulang sekolah?" tanya Dafa.


"Ehm..sebenarnya sih terserah kalian. tapi kalo langsung kayanya enak jadi kalian ga perlu bolak balik kan." jelas Ratu.


"Iya tuh bener, langsung aja si daf. ngapa emang lu?" tanya Adam.


"Yaudah deh langsung aja ga apa-apa." jawab Dafa.


"Nah gitu kan enak haha" balas Adam.


Di tengah asiknya pembicaraan mereka bel tanda masuk kelas pun berbunyi keras yang mengharuskan semua murid kembali ke kelasnya masing-masing.


"Ehm udah bel kak, gw cabut duluan ya?." Ratu berpamitan sambil mengulurkan kepalan tangan nya ala Destroy.


"Yo..hati-hati Rat semangat ya" ucap Ferdi.


"Iya kak siap hehe" balas Ratu.


Jam pelajaran pun dimulai yang kebetulan sekali siang ini pelajaran matematika lah yang mengisi jam setelah istirahat di kelas XII TSM 1. yang diajarkan oleh bu Dewi sekaligus wali kelas Adam CS.


Di tengah pembelajaran bu Dewi menyampaikan bahwa benar-benar tak terasa sebentar lagi berbagai ujian seperti Uas, Ujian Praktek, Ujian Kompetensi dan Ujian Nasional sudah di depan mata kelas XII.


Bu Dewi sangat berharap kelas XII TSM 1 bisa menjadi orang sukses setelah lulus dari SMK 729 ini. setelah semua ujian di tempuh dan di nyatakan lulus, semua siswa akan mengikuti tour sekolah sekaligus perpisahan di daerah Malang, Gunung Bromo.


Mendengar berita tersebut, semua murid nampak bahagia saat tau akan ada tour sekolah ke Malang. tapi tidak dengan Destroy. yang malah bersedih karena semakin dekat saja perpisahan yang harus mereka jalani.


Ditambah lagi acara tour sekolah yang orang lain harapkan, malah menjadi musibah untuk keluarga Destroy itu sendiri. mengingat ayah Dafa hanya seorang kuli bangunan, ayah Ferdi hanya pedagang cilok keliling, dan Ayah Adam hanya lah seorang supir pribadi orang Korea. beda hal nya dengan Axel yang cukup berada. itu tak menjadi beban baginya, namun sikap irit nya lah yang menyatukan mereka semua.


"Gimana bre?" tanya Adam dengan raut wajah lemas menoleh ke arah Dafa dan Ferdi.


Dafa dan Ferdi hanya menggelengkan kepala dan menaikkan kedua pundaknya mengisyaratkan mereka pun tak tau akan ikut atau tidak dalam acara kelulusan itu.

__ADS_1


"Jadi ibu harap kalian giatkan belajar agar mendapat nilai yang terbaik untuk bekal kalian masuk ke perusahaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi ya nak. untuk masalah tour itu di nomor dua kan saja dulu." ucap bu Dewi sambil berkeliling kelas memperhatikan muridnya yang sedang mengerjakan latihan soal yang ia berikan.


"Sekarang kalian fokus untuk ujian-ujian yang akan datang ya nak..yuk semangat" lanjut bu Dewi sambil memberikan soal latihan baru di papan tulis.


...****************...


Bel berbunyi para siswa siswi pun langsung bergegas bersiap pulang. nampak cukup kerusuhan di area depan sekolah karena banyak nya lalu lalang mereka yang ingin meninggalkan sekolah.


Destroy yang sudah keluar kelas duluan nampak sedang melirik sekitar mencari seseorang.


*Mana sih Ratu, tumben belum keluar hehe" ucap Dafa.


"Sabar daf kan Ratu ga pernah keluar kelas buru-buru. dia mah selalu santai" jelas Adam.


"Oh iya ya hehe sorry dah" ucap Dafa meminta maaf.


Setelah beberapa menit di omongin, datang lah Ratu dengan sigap menghampiri Destroy.


"Yuk kak..langsung gas?" ucap Ratu.


"Yuk. kamu tunggu depan gerbang ya nanti kita samperin" balas Adam.


"Siap kak" jawab Ratu kembali.


Mereka pun langsung meluncur ke rumah Ratu sejenak. karena Ratu ingin mengganti baju dulu sebelum ke lokasi yang dimaksud Ratu.


Setelah selesai Ratu langsung cus berangkat ke lokasi yang ditujunya. 15 menit berlalu akhirnya Ratu memberhentikan Destroy di depan rumah besar yang nampak kosong dan tak terurus oleh pemiliknya.


"Off kak, off woy..berhenti!" ucap Ratu menepuk pundak Adam.


"Iya iya sabar dek buset dah." gerutuk Adam.


"Maksudnya gimana rat? ga ngerti gw." ucap Axel.


"Jadi kemarin tuh gw ketemu si pemilik rumahnya, katanya rumah ini mau di ancurin sama mesin berat kak. nah gw sebagai manusia yang mengalir darah Destroy di jiwa gw. gw tertarik dong ngambil kerjaan ini buat Destroy yang ancurin. dan upahnya 2,5 juta loh haha..." ucap Ratu dengan wajah riangnya.


"Wih gas lah mantep tuh dam" nampak Ferdi begitu antusias untuk mengambil job itu.


"Tapi lu yakin dam bisa ngancurin rumah ini?" tanya Axel meragukan sang ketuanya.


"Heh.." ucap Adam sambil menarik kerah Axel.


"Jangan kan rumah kosong begini lay, batu malin kundang aja kita bisa ancurin!" bentak Adam.


Dafa, Ferdi dan Ratu tertawa puas mendengar jokes Adam itu.


"Bego lu dam kalo ngomong sekata kata aja haha" ucap Ferdi sambil memegangi perutnya menahan tawa.


"Dah yuk gas lah!" ucap Dafa.


"Sabar bre, pertama tama kita telusuri dulu material bangunan ini, abis itu siapin alat dan baru kita robohin ya?" instruksi Adam pada semuanya.


"Siap" jawab mereka serentak.


Destroy pun mulai memasuki rumah itu dan berkeliling sejenak. setelah dirasa cukup menganalisa bangunan tersebut. mereka langsung menyiapkan alat-alat yang mereka butuhkan sekiranya.


Adam dan Ratu menyiapkan sebongkah batu kali yang cukup besar, Dafa siap dengan batang bambu kuning di tangannya, Ferdi mengikatkan bata kecil di ujung tali tambang, dan Axel menyiapkan balok besar di tangannya.

__ADS_1


"Dafa lu pegang area plapon, Ferdi bagian perkacaan, Axel bagian lantai. gw sama Ratu bakal ngancurin bagian dinding." Adam memerintahkan Destroy sambil melepas seragam putihnya yang di ikuti oleh ketiga temannya.


"Oke bos" ucap Ferdi.


"Siap dam" ucap Dafa.


"Yuk.!" teriak Axel.


Dan Destroy pun beraksi...!!!


Berbagai suara kebisingan cukup nyaring di buatnya, mereka sibuk di bagian nya masing-masing. jendela demi jendela, lantai ruangan demi ruangan dan plapon demi plapon semua di libas habis oleh mereka para penggila kehancuran.


Dengan napsunya Adam dan Ratu membanting, menimpuk dan mendagor-dagorkan bongkahan batu kali itu ke dinding yang sudah cukup rapuh karena termakan oleh waktu.


"Duar..duar...duar..." suara Ratu yang asik menghancurkan dinding dapur.


"Gubrak...!!" suara plapon rubuh oleh ulah Dafa.


Nampak Destroy begitu haus akan kehancuran, memang pilihan Ratu kali ini sesuai sekali dengan Passion para seniornya itu.


Hampir 3 jam berlalu kini keadaan rumah tersebut sudah hampir rata dengan tanah. Dafa, Ferdi dan Axel menghampiri Adam.


"Dam, Ratu mana nih kok ga keliatan dah mau magrib loh" ucap Axel yang mengingatkan Adam bahwa jam tangannya sudah menunjukan pukul 17:20 wib.


"Oh iya kemana ya adek gw? coba cari lay waduh" Adam panik sendiri dan berkeliling sekitar area yang sudah rata dengan tanah itu.


Beberapa menit pencarian, Axel menemukan Ratu di pinggir runyuk (kebun ilalang) sekitar rumah tersebut.


"Woy Ratu noh lay!!" teriak Axel mengabari yang lainnya.


Mereka semua pun menghampiri Axel dan Ratu dengan segera.


Betapa kaget nya mereka melihat Ratu sedang jongkok sambil mengusap usap tanah dengan jari nya.


"Aduh kenapa nih Adek gw lay?" ucap Adam sambil menyadarkan Ratu.


"Rat..hey sayang kamu kenapa?" ucap Adam mengusik Ratu.


"He..he..he.." ucap Ratu singkat walau tanpa menoleh sedikitpun.


"Duh angin duduk ini mah dam kek nya" celetuk Ferdi.


"Heh..bodoh lu fer kalo bicara sembarangan aja" bentak Dafa.


"Iya maaf hehe, coba Dam geser.." ucap Ferdi perlahan mendekati Ratu dan ikut jongkok di sampingnya.


Adam yang paham bahwa Ferdi sedikit mengerti dengan dunia mistis, akhirnya memberi ruang untuk Ferdi dan Ratu.


Dafa, Axel dan Adam memperhatikan Ferdi dan Dafa.


"Assalamualaikum.." ucap Ferdi sambil memijit leher Ratu.


Bersambung...


Ada apa tuh Ratu? semoga baik baik aja ya hm...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment, gift dan vote ya, atau mau tap love dulu juga ga apa-apa untuk dibaca dilain waktu.

__ADS_1


Share juga boleh ya guys sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".


...See you on the next episode......


__ADS_2