Introvert Berjiwa Ganda

Introvert Berjiwa Ganda
S2: Yes, I Want to...


__ADS_3

"Ya.. Allah. Ca.. cantik banget kamu ay" Adam terdiam dan bicara dalam hati saat melihat pesona Ratu yang sangat nampak begitu feminim.



Bukan lagi pakai lev'is ataupun kemeja cowok, kini Ratu benar-benar membuat Adam terpukau malam itu.


"Hey ih malah gantian kamu yang bengong haha" Ledek Ratu mencoba tersenyum menerima kenyataan pahit ini.


"Oh iya haha yuk" Adam pun balik badan duluan ingin melangkah.


Namun, baru saja dua langkah dari teras ia harus terhenti saat bu Nisa keluar rumah dan memanggil namanya.


"Ada si abang toh neng haha" Ucap bu Nisa.


"Iya mah, eh ibu hehe" Adam kembali menghampiri dan mengecup lama punggung tangan kanan bu Nisa.


"Jaga anak momy, jangan sampai ia kenapa napa" Pinta bu Nisa.


"Siap bu. Itu pasti kok saya akan jaga Ratu sepenuh hati" Adam balas dengan senyuman manisnya.


"Yaudah kami berangkat dulu ya bu assalamualaikum" Sambung Adam yang penuh sopan santun.


"Walaikumsalam.. Hati-hati ya" Jawab bu Nisa.


Akhirnya mereka pun berangkat berboncengan dengan motor matic Adam.


Di jalan, Ratu hanya menunduk sambil menjaga jarak dengan Adam. Ingin rasanya memeluk erat tubuh kekar itu tapi Ratu sadar kini Adam calon suami dari wanita lain, bukan lagi kekasihmya.


"Kita mau nyari cincin dulu atau gaun kak?" Tanya Ratu dari belakang.


"Ehm, cincin dulu kali dek so abis itu baru gaun" Jawab Adam sambil menoleh sedikit ke belakang.


"Oke deh sip. Dimana emang? kamu punya kenalan kah?" Sambung Ratu.


"Gak juga sih, cuma ku pernah ngeliat toko itu pas lagi main keluar" Sahut Adam.


"Ouh oke-oke."


Ditengah obrolan yang menemani perjalanan itu Adam di kejutkan dengan Ibu-ibu yang menghidupkan lampu sein ke kanan tapi langsung memotong jalan belok ke kiri.


Sontak hal itu membuat Adam langsung menarik kedua handle rem nya secara bersamaan.


"Ccritt.."


"Aduh.." Ratu langsung menubruk tubuh Adam hingga refleks memeluk Adam dari belakang.


"Hati-hati bu!" Teriak Adam sambil memperingati Ibu-ibu yang nyelonong tanpa merasa bersalah.


"Hey kak, sabar ih sabar" Ucap Ratu mencoba menenangkan emosi Adam.


Karena ia hafal, jika yang berbuat itu anak muda atau pria dewasa pasti sudah langsung Adam kejar dengan penuh emosi.


Berhubung itu orang tua ditambah lagi seorang ibu-ibu, Adam pun mengurungkan niatnya untuk mengejar.


"Bukan gitu dek. Kebiasaan tau Astagfirullah.. Kalau bukan orang tua aja udah aku.." Emosi Adam sambil terus memperhatikannya dari jauh.


"Iya udah heh haha. Anggap aja ini ujian" Sahut Ratu.


"Idih ujian, di kata bikin SIM kali haha" Tawa Adam yang berhasil terhibur oleh ada nya Ratu.


"Yuk lanjut" Ucap Adam yang mau menarik tuas gas nya, namun terdiam sejenak saat melihat perutnya dilingkari erat oleh kedua tangan mantannya itu.


"Eh.. ma.. maaf kak!" Sontak Ratu kaget melihat Adam menyadari hal itu.


"Kalau nyaman.." Ucap Adam dengan lembut sambil meraih kembali tangan Ratu.


"Kenapa harus di lepas?" Adam tersenyum manis sambil mengaitkan kembali pelukan Ratu di perutnya.


Ouh my god!, melihat sikap romantis Adam pipi Ratu langsung merah merona. Senyum-senyum sendiri sambil menuruti pinta Adam.


"Maaf kak, ku hanya gak enak hati kan kamu akan jadi suami orang bentar lagi hehe" Sahut Ratu sambil memeluk Adam.


"Jangan bohongi hatimu hehe" Noleh Adam sambil tersenyum dan mulai melanjutkan perjalanannya.


...🎊💞"Introvert Berjiwa Ganda Season 2" 💞🎊...


Kini sampai lah mereka di sebuah toko perhiasan yang sekaligus merambah dengan toko gaun pengantin disebelahnya.


Adam turun duluan lalu di susul Ratu di belakangnya.


"Mari mas, kak ada yang bisa di bantu?" Ucap manis dari wanita si penjaga toko.


"Mau lihat-lihat cincin boleh ya mbak hehe?" Jawab Adam.


"Iya boleh silahkan di pilih aja dulu mas." Sambung si wanita.


"Ehm.. mana dek yang bagus menurutmu?" Tanya Adam yang sama fokusnya memilih perhiasan yang ada di etalase.


Tanpa pikir panjang dan tanpa keraguan di hatinya, Ratu langsung menunjuk sebuah cincin emas yang begitu cantik di matanya.



"Itu kak bagus tuh hehe pasti cocok di jari manis calon istrimu nanti" Ucap Ratu.


"Ehm oke. Mbak coba lihat yang ini.." Tunjuk Adam pada cincin pilihan Ratu tadi.

__ADS_1


"Ouh boleh hehe sebentar ya mas" Ucap si penjaga sambil mengambilkan cincin yang Adam maksud.


"Wih keren haha. Oke cincin dapat and sekarang coba pilihin gaun terbaik bagi mu Rat" Ucap Adam dengan nada menantang.


"Oke" Ratu pun dengan sigap memilih 3 gaun dalam waktu kurang dari lima menit.


"Buset cepat banget kalau urusan gaun ya haha" Celetuk Adam.


"Iya lah, Ratu gitu loh haha" Tawa Ratu.


"But gaun itu gak bisa ku bawa sekarang dek, uang nya ga cukup hehe" Tutur Adam yang merasa malu.


"Aduh kamu mah kak, udah tau bawa uang kurang malah udah milih duluan hehe" Sahut Ratu.


"Ya nama nya juga rencana hehe, survei aja dulu seperti biasa aku hihi" Tawa kecil Adam.


"Yaudah mbak itu cincin nya dulu total berapa?" Adam menghampiri kasir dan melakukan pembayaran.


Singkat cerita setelah selesai membeli cincin mereka pun melanjutkan perjalanan, namun tidak langsung pulang melainkan Adam mengajak Ratu untuk menyaksikan konser nya sejenak di Cafe tempat Adam mencari uang tambahan.


Karena sebelumnya Salim menelepon Adam mengabari bahwa ada request'an lagu dari penonton yang hanya ingin di bawakan oleh Adam.


Mendengar penjelasan itu, Ratu pun tak bisa menolak dan memaklumi kegiatan Adam.


"Oke sebentar aja ya kak" Jawab Ratu.


Tak berselang lama, sampai lah mereka di depan Cafe dan langsung masuk ke belakang panggung untuk menemui Salim sang pembawa acara.


"Wih baru dateng lu bre" Sapa Salim berjabat tangan dengan Adam.


"Cantik banget nih Dam, selingkuhan lu ya?" Ledek Salim yang saat terpesona dengan kecantikan Ratu.


"Kaga lah haha, ini adek kelas gw. Tadi gw minta antar dia untuk beli cincin buat itu Lim haha.. peka kali" Celetuk Adam.


"Oh iya haha, si Tasya nya belum datang lagi bre" Ucap Salim sambil menoleh mencari keberadaan Tasya.


Mendengar obrolan kedua pria itu, membuat hati Ratu lagi-lagi rapuh atas kehilangan cintanya untuk yang kedua kalinya.


Tak menyangka perbuatan dia dulu membuat Adam benar-benar hilang rasa terhadap dirinya.


"Dah yuk mulai" Adam mengajak Salim naik panggung.


"Aku tunggu di bangku penonton ya kak" Ucap Ratu.


"Iya dek.." Jawab singkat Adam sambil melangkah.


...


...


"Khususnya buat kalian yang sebentar lagi akan menikah, yuk boleh kita nyanyi bareng-bareng hehe" Sambung Adam yang ikut menyapa.


Ditengah asik nya Ratu memperhatikan Duo Galau itu, datang lah Tasya yang langsung duduk di sampingnya.


"Hay.. mantan nya Adam ya?" Sapa Tasya pada Ratu yang langsung menusuk mentalnya.


"Iya kak hehe, btw selamat ya" Balas Ratu dan kembali memperhatikan acara yang akan segera dimulai.


Musik improve mulai menyapa penjuru Cafe, Salim mulai bernyanyi duluan.


"Lah kek pernah dengar nih gw hihi" Ucap Ratu dalam batinnya sambil tersenyum sendiri.


...🎶 Mungkin sudah saatnya...


...Kan ku akhiri masa kesendirian...


...Mempersiapkan hati tuk melamarmu...


...Terima lah diriku...


...🎶 Mungkin.. saat ini ku akan...


...Melepas masa lajangku...


...Kan ku persunting dirimu...


...🎶 Jadilah.. pasanganku dan hidup...


...Menua bersama ku...


...Terimalah cintaku...


"Waw seperti biasa ya lagu yang mereka bawakan menggambarkan realita hihi" Ucap Ratu dalam hatinya sambil melirik Tasya yang begitu fokus memperhatikan Adam.


"Semoga kelak kamu bahagia ya sayang dengan Tasya" Sambung Ratu berdoa dalam hati sambil menahan tangis kesedihannya.


"Tarik Dam naik satu yuk." Ucap Salim yang sedikit terdengar di pengeras suara.


...🎶 Mungkin sudah saatnya...


...Kan ku akhiri masa kesendirian...


...Mempersiapkan hati tuk melamarmu...


...Terima lah diriku......

__ADS_1


Adam melangkah perlahan mendekati tempat duduk Tasya dan Ratu yang bersebelahan.


...🎶 Mungkin.. saat ini ku akan...


...Melepas masa lajangku...


...Kan ku persunting dirimu...


...🎶 Jadilah.. pasanganku dan hidup...


...Menua bersama ku...


...Terimalah cintaku...


Adam terdiam menatap syahdu ke arah Ratu.


"Ratu, mencintai mu adalah hal terindah kedua dalam hidupku. Yang pertama adalah menemukanmu." Ucap Adam ditengah heningnya para penonton yang terdiam memperhatikan mereka.


"Aku tidak mau lagi menunda kesempatan yang sudah ditulis kekal oleh sang kuasa. Kini... "


"Ratu.. Mau kah kamu menikah dengan ku?" Ucap Adam sambil berlutut menyodorkan cincin yang Ratu pilih sendiri sebelumnya.


Kaget bercampur bahagia, Ratu langsung tersenyum manis menahan tangis haru yang sudah tak terbendung lagi di kelopak matanya.


Menetes perlahan membasahi pipi chubby nya. Seakan semua serasa mimpi baginya, setelah banyaknya masalah yang menerjang hubungan mereka.


Kini mimpi Ratu untuk menikah dengan Adam di wujudkan di waktu yang tepat oleh Allah Swt.


"Iya, aku bersedia menemani sisa hidupmu sayang.." Jawab Ratu dengan mata yang berkaca-kaca.


Mendengar jawaban pasti itu, Adam pun dengan sigap memakaikan cincin di jari manis Ratu tepat di depan banyak nya pengunjung.


Melihat kebahagiaan sahabat kerjanya, Salim pun langsung menaikkan nada kedua di lirik yang ia improve sendiri dari lirik asli.


...🎶 Mungkin.. saat ini dia akan...


...Melepas masa lajangnya...


...Kan dia persunting dirinya...


...🎶 Jadilah.. pasangan nya dan hidup...


...Menua bersama nya...


...Terimalah cintanya...


"Asik yuk semua beri tepuk tangan yang meriah dong haha"Teriak Salim pada penonton.


"Prok.. prok.. prok.."


Suara tepuk tangan mulai bergemuruh memenuhi seisi Cafe.


"Hm.. udah boleh peluk ay?" Tanya Ratu malu-malu.


Adam hanya mengangguk dan membuka kedua tangannya yang langsung di peluk erat oleh Ratu


Ratu menangis di pelukan hangat yang sudah lama ia rindukan. Tak hanya Ratu, Adam pun membalas pelukan itu dengan mendekap tubuh seksi Ratu.


"Hm.. ayang kok gak bilang-bilang ih hiks..hiks.." Isak tangis Ratu yang menangis tersedu-sedu.


"Jeh kalau bilang gak suprise dong namanya ayang. Udah ah jangan nangis hehe" Ucap Adam mencoba menenangkan Ratu.


"Yuk kita happy aja malam ini hehe" Adam mengajak Ratu berdansa menikmati malam yang sudah penuh tawa kebahagiaan.


"Ayo sayang" Ratu pun beranjak mengikuti langkah Adam dan menari lah mereka berdua dengan bahagia.


Hap...


Adam memeluk erat Ratu dan menatap tajam kedua mata besarnya. Menempelkan kedua hidung mereka dan..


"Muach.."


"I love you.."


Kecupan manis dan hangat dari bibir Adam itu seakan membuat Ratu terbang ke langit ketujuh.


Setelah moment kebahagian itu selesai, Adam langsung pamit pada Tasya dan Salim untuk pulang duluan karena tak sopan jika memulangkan Ratu hingga larut malam.


"Bre.. pulang dulu ya gw. Mau nganter Ratu pulang sekalian" Balas Adam yang menggenggam kuat tangan Ratu.


"Oke siap haha, ditunggu undangan nya lay" Balas Salim pada Adam yang mulai melangkah pergi.


Kini sepasang calon pengantin keluar bergandengan menuju parkiran motor


Ratu pun terus tersenyum lebar atas moment yang diluar dugaannya itu, menoleh dan menatap cantik cincin yang ia pakai di jari manisnya.


"Aku akan jaga ini ay" Ucap Ratu dalam hati dengan penuh senyuman yang seakan tidak ingin pudar lagi.


"Siap?" Ucap Adam menoleh ke belakang.


"Siap sayang" Balas Ratu yang langsung memeluk erat Adam dari belakang.


Bersambung...


Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda Season 2".

__ADS_1


...See you on the next episode...🎉👏...


__ADS_2