
Namun sesaat setelah mendengar ungkapan Adam itu, Ratu langsung mengingat ucapan Aldo saat di acara Table Manner kemarin yang mengungkapkan bahwa Adam pernah mencintai kekasihnya yang tak lain adalah Nindi.
Jantung dan otak Ratu berputar saat itu.
"Ga...ga Ratu ga, Adam bilang begitu hanya sebagai pelampiasan cintanya ke Nindi, gw ga mau dibodohi dan dikecewakan untuk kesekian kalinya" batin Ratu berdebat.
"Ma..maaf kak..aku ga bisa terima kamu" jawab Ratu dengan tegas.
"Kenapa dek?" ucap Adam dengan bibirnya yang terus bergetar karena menggigil kedinginan.
"Aku masih trauma dengan cinta kak..semua cowok sama saja! hanya menikmati, menyakiti dan meninggalkan. untuk kesekian kalinya aku tak mau lagi mengenal cinta." jelas Ratu.
Karena kondisi yang begitu drop ditambah perut kosong Adam tak kuasa lagi menahan tubuhnya yang seperti sudah tidak bernyawa, Akhirnya Adam jatuh pingsan di hadapan Ratu.
"Kakak!!" teriak Ratu histeris.
…
…
Setelah beberapa jam, Adam tersadar dari pingsannya dan melihat sekeliling yang membuatnya keheranan.
"Dimana aku?" ucap Adam perlahan duduk.
"Hey..abang jangan kemana mana dulu, nih ayo makan bubur dulu bang" tawar bu Nisa untuk Adam.
"Iya bu, makasih ya" jawab Adam dengan lesu memegang mangkuk.
Ratu yang sedang duduk di samping ibunya langsung beranjak ke sebelah Adam dan mengambil mangkuk bubur itu.
"Ayo kak makan, aku suapin" sambung Ratu dengan senyum manis dari bibir seksinya.
Adam menyuap buburnya dengan begitu lahap dari suapan tangan Ratu mereka saling tertawa bahagia, bercanda, dan mengobrol berbagai macam pembahasan.
Bu Nisa mengusap kepala Adam seakan merasa sudah seperti anaknya sendiri dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
Melihat Adam dan putrinya semakin dekat bu Nisa begitu bahagia melihat kedekatan mereka.
"Yaudah mamah tinggal dulu ya hehe" ucap bu Nisa.
"Iya bu mari" balas Adam tersenyum dengan bibir pucatnya.
"Ayo kak abisin nih dua suap lagi" Ratu begitu semangat menyuapi kakak kelasnya.
"Am..nyam nyam.." dengan lahap Adam menyantap suapan terakhirnya.
"Ehm..aku bahagia bisa kenal kamu rat hehe" ucap Adam bahagia.
"Iya kak sama-sama ya hehe, oh ya kakak mau pulang jam berapa?" tanya Ratu.
"Ngusir halus nih hah? wkwkw" tawa Adam bercanda.
"Aku sayang sama kamu Rat, aku cinta sama kamu.." untuk kedua kalinya Adam mengungkapkan isi hatinya didepan Ratu secara langsung.
"Iya kak, tapi maaf aku ga bisa nerima kamu" jawab Ratu dengan berat hati.
"Aku masih perlu bukti kalo kak Adam beneran cinta sama aku hehe, aku hanya takut cintamu padaku sebagai pelarian dari si itu haha.." jawab Ratu celetuk.
"Dia? dia siapa maksudnya dek hah?" tanya Adam begitu keheranan.
"Tau ah haha" Ratu beranjak ke dapur meninggalkan Adam.
Waktu berjalan hingga sore pun tiba, melihat senja mulai berada di ufuk barat Adam pamit pulang dengan bu Nisa dan Ratu saat itu. untuk menghindari agar tidak kena ocehan dari mamahnya Adam.
"Bu..saya pulang dulu ya makasih udah jaga saya sejauh ini hehe" Adam mencium tangan bu Nisa.
"Iya bang ga apa-apa, abang jaga kesehatan juga ya" ucap bu Nisa sambil mengusap pundak Adam.
"Siap mah hehe, dek aku pulang dulu ya" balas Adam tersenyum manis pada putri sulungnya bu Nisa.
__ADS_1
"Iya kak..papay hehe" ucap Ratu sambil mengembangkan pipinya karena senyumnya yang begitu menggoda.
Setelah berpamitan, Adam langsung gas poll menuju rumah Axel untuk mengambil tasnya dan langsung beranjak pulang ke rumahnya.
Tanpa disadari Adam dan Ratu, ternyata Reno sedari tadi memperhatikan Adam dirumah Ratu dari kejauhan dengan tatapan yang begitu tajam.
…
…
Beberapa hari kemudian hubungan mereka mulai membaik, hari demi hari Destroy menjalani aktivitasnya bersama-sama, seperti nongkrong di Bc Uks, jajan di kantin hingga saat bel pulang sekolah pun mereka masih asik bercanda didepan Uks.
Ditengah gelak tawa mereka, tiba-tiba Roy menghampiri Ratu.
"Hay rat, mumpung sekarang lagi libur eskul ikut gw yuk jalan-jalan sore hehe." ajak Roy yang berbicara dengan Ratu.
Destroy seketika diam melihat kedatangan Roy yang secara misterius dan ingin mengajak Ratu pula.
Ratu sempat ingin menolak namun saat dia ingat ungkapan perasaan Adam untuknya, Ratu malah berniat untuk memanaskan hati Adam dengan cara menerima ajakkan Roy.
"Boleh kak..hehe..ayo deh." jawab Ratu dengan polos.
"Baiklah haha..nanti pulang sekolah langsung gw tunggu di gerbang sekolah ya rat hehe" balas Roy begitu bahagia.
"Okey kak siap haha" Ratu membalas ucapan Roy sembari melirik Adam yang mulai terbakar api cemburu.
Setelah Roy beranjak pergi, Adam langsung menanyakan kenapa Ratu menerima ajakan Roy.
Ratu dengan sombong dan percaya dirinya menentang ucapan Adam. merasa semua pilihannya tak ada yang berhak melarangnya.
"Ya tapi aku begini karena sayang sama kamu dek" ucap Adam tegas.
"Hah..sayang sama aku? serius? sayang sama aku atau hanya jadi pelarian?" ucap Ratu dengan nada yang sedikit menyolot.
"Pelarian? maksud kamu apaan rat? aku ga ngerti." balas Adam dengan wajah yang agak keheranan.
"Hilih...ga usah pura-pura be*go deh kak, aku tau kamu dulu pernah suka kan sama Nindi? sampai ngejar-ngejar dia, ngikutin dia pulang sampai ngawasin dia disekolah. tapi sayangnya Nindi malah pilih kak Aldo sebagai pacarnya kan?" sambung Ratu dengan percaya dirinya menjelaskan pernyataan seperti itu.
"Lalu di saat kamu patah hati, tanpa sengaja aku hadir sebagai adik kelasmu dan perlahan kamu naruh rasa untuk ku, aku juga punya otak kak tau mana yang tulus dan mana yang sekedar singgah. dan aku ga percaya cintamu kini" sambung Ratu dengan penuh kekecewaan.
"Bukan seperti itu rat maksudku, cinta ku tulus apa adanya, aku memang pernah sayang dan cinta sama Nindi" ucap Adam sambil terus melangkah mendekati tubuh Ratu yang tentu saja membuat Ratu ikut melangkah mundur.
"Tapi semua perasaanku untuk Nindi sudah sirna jauh dari sebelum ada hadirmu di hidupku rat. kamu bukan pelampiasan tapi kamu cinta yang sedang ku perjuangkan dek!" sambung Adam tegas.
"Semua cowok sama aja kak, breng*sek !" balas Ratu dengan senyum kecewanya.
Ratu yang emosi segera beranjak meninggalkan destroy, nampak di ujung gerbang sekolah Roy sudah menunggu Ratu untuk berangkat bareng.
"Yakin kita biarin si Roy jalan berdua sama junior kita?" ucap Axel yang terfokus melihat Ratu pergi dengan Roy.
"Langkahin dulu mayat gw xel hehe" balas Adam dengan tatapan begitu tajam.
"Wih..siap. salam olahraga lagi nih ya hahahay" tawa Axel bahagia seakan mengerti apa yang akan terjadi kedepannya.
"Dafa..and Ferdi come here you.." teriak Axel dengan nada menggelegar.
Mereka berdua menghampiri Adam dan berkumpul. dengan lihai tanpa bersuara Agam mengisyarat sedikit gerakan tangan kepada mereka bertiga yang tentu dibalas dengan anggukan dari kepala mereka bertiga yang mengerti strategi Adam.
Akhirnya destroy memutuskan untuk bubar sore itu dan pulang ke rumah masing-masing.
Disisi lain berfokus pada Ratu dan Roy, setelah menempuh waktu dua puluh menit Roy berhenti disebuah tempat karaoke di tengah ruko pinggir jalan.
"Ayo ratu.." ajak Roy menggandeng tangan junior eskul nya itu.
"Ehm..tempat apa ini kak?" Ratu keheranan karena ini memang moment pertama kali dia ke tempat karaoke, karena di tanah kelahirannya Ratu belum mengenal tempat seperti ini.
"Udah ayo ikut aja ah hehe" semangat Roy menarik tangan Ratu.
Sesampainya didalam ruangan ber-Ac, lampu kelap-kelip dan musik jedag-jedug memeriahkan suasana, ditambah ramainya muda-mudi sedang berdansa ikut menambah kehebohan tempat maksiat tersebut.
__ADS_1
"Yuhu..mantap brey haha" Roy menghampiri teman-temannya yang sudah stay sedari tadi.
"Hallo Ratu..." ucap salah satu teman Roy ditengah ketidak sadarannya karena kebanyakan minum abok.
"Hay kak iya hehe" ucap Ratu tanpa merasa takut sama sekali.
"Ah..seger men gila!!" ucap Roy setelah meneguk segelas bir abok depan Ratu.
"Ih itu apaan kak? kok bau nya nyengat sih" heran Ratu merasa jijik.
"Oh ini namanya penambah stamina rat hehe coba lah, bisa buat penambah energi kita saat latihan taekwondo nanti haha." jelas Roy dengan mencoba menghasut junior eskulnya itu.
Tentu saja Ratu yang menyukai taekwondo dan didorongkan oleh rasa penasarannya tanpa pikir panjang langsung meneguk setengah botol bir abok itu.
"Uh...uwek!! uhuk uhuk"
Ratu batuk hebat setelah minum bir tersebut.
"Ditambah lagi dong sayang ayo.." ucap Roy sambil mencekoki bir itu kemulut Ratu.
Ratu yang mulai pusing tak berdaya lagi mau tak mau meneguk bir itu lagi dengan pasrah.
"Ehm..iya kak segar banget gila haha" tawa Ratu yang mulai tak sadar kan diri.
Roy melirik teman-temannya dengan tatapan iblisnya seakan sepakat ingin melakukan sesuatu.
"Gw yang pertama ya bos?" pinta salah satu teman Roy.
"Silahkan..tapi jangan main depan lu, itu jatah gw haha" balas Roy dengan mengacungkan jari tengah ke teman-temannya.
"Iya bos siap haha.." mereka semua memperhatikan Ratu yang mulai tumbang didekapan Roy karena kandungan alkohol yang dikonsumsinya cukup tinggi
…
Dirumah Adam tepat jam 22.00 wib, saat dia sedang terlelap tidur dering ponselnya berbunyi dengan keras mengganggu kenikmatan tidurnya.
"Eh iya hallo bu ada apa?" ucap Adam mengangkat panggilan itu.
"………"
"Ya allah astagfirullah, tumben belum pulang bu kemana dia?" lanjut Adam sambil mengucek matanya.
"………"
"Iya bu bukan sama saya dari pulang sekolah tadi, tapi nanti saya bantu cari bu ya, bu Nisa sekarang tenang dulu ya" balas Adam dengan lemas mencoba menenangkan bu Nisa.
Telepon pun dimatikan. Adam melotot menatap jendela kamarnya dengan genggaman kuat ditangan kanannya.
"Sampai Ratu kenapa napa karena lu Roy, demi apapun gw abisin lu saat itu juga!" mata Adam memerah mengepal tangannya begitu kuat seakan iblis Agam sudah menguasai dirinya.
"Xel..lu kabarin yang lain kumpul di Basecamp toko sepatu sekarang!" Ucap Agam dari telepon dengan penuh penekanan disetiap kata demi kata yang terlontar.
Bersambung...
...Pernah telintas untuk mematikan sebuah rasa...
...Rasa yang menyakitkan namun memberi bahagia...
...Tapi nyatanya hati tak rela melepas...
...Sebuah kenangan yang sudah terhempas...
...Demi kalian semua yang tersayang...
...Ku sisihkan waktu untuk merangkai ulang kenangan yang hilang...
...-Sang Perindu-...
Thanks banget buat yang sudah mampir dan yang selalu setia nunggu update novel ini, Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like, koment dan share ya sebagai dukungan buat aku untuk lebih semangat lagi update novel ini yang berjudul "Introvert Berjiwa Ganda".
__ADS_1
See you on the next episode...