Istri Tak Ternilai

Istri Tak Ternilai
BAB 36 - Dia Istriku


__ADS_3

"Rona ... sudah kukatakan aku tidak mau."


"Kali ini saja, Jackson sangat menyukaimu."


Sejak awal Lengkara sudah malas datang ke pesta semacam ini. Selain karena dia tidak begitu mengenal siapa yang berulang tahun, Lengkara juga tidak nyaman dengan cara Rona mencarikan pasangan untuknya.


Tidak tahu saja Rona jika Lengkara adalah buaya betina yang memilih pensiun setelah merasakan patah yang sesungguhnya. Namun, demi menjaga perasaan teman dekatnya, Lengkara berusaha menjaga sikap walau sejak tadi mulai risih dengan sikap Jackson.


"Aku tidak menyangka kau secantik ini jika dari dekat, Ara."


Cih, mendengarnya saja Lengkara mendadak geli. Padahal, pujian semacam itu bukan hal aneh sebenarnya. Dia memang cantik, mungkin saja Jackson benar-benar jujur. Akan tetapi, entah apa sebabnya dia tidak bisa menyukai pria ini sedikit saja.


Tidak peduli sekalipun Rona mengatakan dia sangat tampan, bahkan melebihi Gery yang merupakan kekasihnya sendiri. Entah karena mata hati Lengkara sudah tertutup, atau memang aura pria di hadapannya ini terlalu suram.


"Aku dengar-dengar studimu hampir selesai? Benar begitu?"


"Sudah selesai sebenernya," jawab Lengkara asal, berkali-kali dia menegak minuman yang tersedia di atas meja seakan haus tak terkira.


Jackson hanya basa-basi sebenarnya. Sejak lama dia menggali informasi dari Rona yang merupakan teman dekat Lengkara. Lengkara memang kuliah di dua tempat, salah-satunya telah usai dan saat ini tengah menjalani yang lain.


Sosok wanita cerdas dan berbakat di mata banyak pria, termasuk Jackson yang mengaguminya sejak lama. Namun, sayang sekali dia tidak begitu menerima orang luar sekalipun hanya untuk sebagai teman.


Cukup lama mereka berbincang, hingga Lengkara menyadari jika pembahasan Jackson sudah mulai melampaui batas. Tidak hanya ucapan, tapi juga pergerakan tangan yang mulai lancang. Tanpa sedikitpun rasa takut, Jackson mengusap pelan pundak Lengkara layaknya seorang kekasih.

__ADS_1


Tidak berhenti di sana, Jackson juga meraba bagian paha Lengkara di bawah meja. Dres yang dia gunakan tidak terlalu pendek, tapi sialnya pria itu berani menelusupkan tangannya hingga Lengkara berusaha menepis dengan sisa tenaganya.


"Rona ...."


Sial, ada yang tidak beres dengannya. Lengkara merasakan pening dan seakan tak berdaya untuk menolak sentuhan Jack. Sementara Rona dan Gery begitu jauh dari pandangan matanya hingga tidak bisa menghampiri Lengkara saat ini.


Dia mabuk, sudah jelas Jack tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Ternyata pertahanan Lengkara sangatlah lemah, wajar saja dia memang bukan pemabuk seperti teman-temannya.


Jackson mengakui pada orang-orang di sekitarnya bahwa Lengkara adalah kekasihnya. Sudah tentu mereka percaya, terlebih lagi tidak begitu mengenal Lengkara secara pribadi.


Jack melangkah cepat, khawatir jika Rona dan Gery mengetahui kerpergian mereka. Berkali-kali selalu ditolak, gadis angkuh yang tidak pernah menatapnya ini tak berdaya juga pada akhirnya. Terpaksa, hanya ini cara yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan Lengkara dengan cepat.


Namun, belum sempat Jackson membawa Lengkara ke mobilnya, tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya. Bukan Rona ataupun Gery, tapi pria asing yang sama sekali tidak Jackson kenali.


"Mau kau bawa kemana? Kau pikir aku tidak paham isi otakmu?"


"Ayolah, Bung aku tidak ingin cari masalah ... mau kuapakan terserah, hakku lalu apa pedulimu?" tantang Jackson tak terima dengan kehadiran pria yang seolah sok jadi pahlawanan untuk Lengkara.


Mendapat gangguan disaat gairah mulai meninggi semacam ini benar-benar membuat Jackson naik darah. Ditambah lagi kala pria itu tiba-tiba menarik paksa Lengkara dari sisinya.


"Damn it!! Apa yang kau lakukan? Gadis itu milikku!!"


"Dia istriku, jangan coba-coba jika tidak ingin mati di tanganku," tegasnya seketika membuat Jack bergeming.

__ADS_1


Istri? Yang benar saja, berdasarkan penuturan Rona, kekasih saja dia tidak punya. Lantas bagaimana mungkin sudah menikah? Atau justru alasan Lengkara tidak tertarik pada pria adalah karena sudah menikah? Sungguh, Jackson dibuat bingung dengan apa yang kini terjadi padanya.


Seribu malam telah mereka lewati tanpa kabar, mantan istrinya menghilang bak ditelan bumi dan membuat sepotong hati di relung jiwa seorang pria merasakan kehilangan begitu dalam.


Mengetahui jika caranya menata diri justru seperti tadi, demi Tuhan dia merasakan sakit dan menyesali keputusannya. Tanpa sadar, dia membawa Lengkara dengan segudang amarah yang membuncah dalam dada.


"Apa unta ini dari Arab?"


Dia dalam keadaan mabuk sekarang, bahkan tidak menyadari siapa yang kini tengah membawanya persis karung beras hingga merasa seolah tengah berada di padang pasir.


Gelak tawa Lengkara semakin menjadi kala tubuhnya terhempas ke atas tempat tidur. Sesaat kemudian, Lengkara turun dan berdiri di hadapan pria yang telah membawanya.


"Kamu lama sekali, aku sudah menunggu tiga ratus tahun." Dia lagi-lagi meracau dan menarik kerah kemeja pria di hadapannya dan mendorong tubuh pria itu hingga terhempas seolah tengah menuntut balas.


"Beginikah caramu menata diri?!" sentak pria itu menatap sendu Lengkara yang merangkak naik ke atas tempat tidur layaknya singa lapar.


"Jangan mendekat!! Berhenti di sana!!"


"Kenapa? Mas menolakku lagi kali ini?" Pertanyaan Lengkara sontak membuat bungkam, jantungnya berdegub tak karuan hingga berakhir dengan jeritan kala gigi Lengkara tertancap di leher pria itu.


.


.

__ADS_1


- To Be Continued -


__ADS_2