Istri Tak Ternilai

Istri Tak Ternilai
BAB 52 - Jangan Berpaling


__ADS_3

Mereka menjalani malam ini layaknya pasangan yang tengah dalam proses pendekatan. Hanya saja, memang lebih serius dan Bima tidak lagi bercanda. Bertemankan beberapa makanan yang merupakan kesukaan Lengkara, keduanya menyaksikan sebuah film romantis malam ini.


Kesalahan besar, Bima iya-iya saja tanpa mencari tahu lebih dahulu gambaran filmnya akan seperti apa. Belum seperempatnya, pria itu mulai gelisah sementara Lengkara fokus sekali sampai menganga sembari bersandar di bahu Bima.


Hingga di pertengahan film, Bima semakin gusar dan melampiaskannya dengan berbagai cara. Mengusap kasar wajahnya, menggigit bibir hingga memijat pangkal hidungnya.


"Mas kenapa? Tidak suka ya?" tanya Lengkara kala menyadari Bima tak ada bedanya persis cacing disiram air garam.


"Bu-bukan ... teruskan saja, suka."


Lengkara yang mengira dia baik-baik saja kembali dengan posisinya. Namun, belum sampai lima menit Bima mengatakan teruskan saja, tanpa aba-aba meraih dagu Lengkara dengan jemarinya.


Belum usai keterkejutan Lengkara, Bima sedikit lancang dan mengikis jarak dan mengecup bibir Lengkara begitu lembut, persis adegan yang dia lihat beberapa menit lalu. Tidak hanya berhenti di kecupan semata, Bima memperdalam ciuman itu hingga Lengkara yang tadinya diam saja kini membalas ciuman Bima.


Bagi Lengkara, Bima bukan pria pertama. Sama halnya seperti Sean yang begitu ahli dalam asmara, putri Mikhail satu ini juga begitu. Kendati demikian, Lengkara tidak melebihi batas dan hanya sebatas kecupan saja.


Berbeda dengan Lengkara, bagi Bima justru sebaliknya. Lengkara adalah wanita pertama yang dia kenal dengan cara tak biasa, sedikit penuh drama dan berakhir luka hingga membuatnya benar-benar sulit lupa. Ini adalah kali ketiga Bima merasakan bibir Lengkara, setelah yang pertama Lengkara sambil menangis dan yang kedua dia dalam keadaan mabuk.


Secepat itu rindu mengendalikan Bima hingga tanpa sadar jika kini Lengkara sudah berada di bawah kungkungannya. Dia yang membuai, dia pula yang terbuai dan hampir kehilangan kendali.


"Maaf, Ra, mas terlalu jauh malam ini," ungkap Bima tersadar sebelum telanjur jauh, itu pun karena Lengkara sesak dan mendorong dadanya.


"Iya, Mas ... maaf juga aku terbawa suasana." Dia tidak akan menyalahkan Bima seorang, seperti yang kerap Bima katakan jika memang pria itu ingin, sejak lama Lengkara sudah menjadi milik Bima seutuhnya.

__ADS_1


"Sudah malam, mas pulang ya, besok pagi mas tidak kesini lagi tidak apa-apa, 'kan? Kamu pasti masih tidur," ucap Bima merapikan piyama Lengkara yang sedikit kusut karenanya.


"Tidak menginap saja? Sudah selarut ini." Mereka sudah tidur bersama lebih dari satu malam, dan semua baik-baik saja, tapi malam ini Bima menggeleng cepat dan menolak tawaran Lengkara.


"Tidak, Ra." Bima menolak baik-baik, walau kini keningnya membasah akibat keringat, sebisa mungkin pria itu terlihat tenang.


"Kamarnya ada dua, Mas."


"Tidak, Sayang, besok pagi mas takut telat."


Bima sudah sedarurat itu, Lengkara justru menawarkan lebih dan seolah benar-benar tidak ikhlas Bima berlalu. Maklum saja, sejak dahulu manjanya Lengkara sudah menjadi hal biasa, dan ketika dia sudah merasa membutuhkan seseorang maka dia akan menuntut lebih.


"Nanti aku bangunin, mas bisa tidur cepat aku tidak akan nakal, Mas janji!!"


"No, Lengkara!! Kamu mungkin tidak, kalau yang nakal mas bagaimana?"


Dia normal, jelas saja memiliki kebutuhan yang sama seperti laki-laki lain. Akan tetapi, sejak Bima mengucapkan janji akan menjaga Lengkara hingga napasnya terhenti di hadapan Mikhail masih terus dia pegang teguh sekalipun keadaan tidak lagi sama. Dia hanya tidak ingin kembali menodai janjinya, itu saja.


"Ooh begitu ... iya sudah, aku antar sampai depan ya?"


Bima mengangguk, Lengkara terlihat santai meski sudah hampir terbakar api asmara. Berbeda dengan Bima yang kini pucat pasi dan merasa butuh air untuk mendinginkan kepalanya segera. Napasnya masih tak beraturan, dia menatap Lengkara penuh damba, tapi benar-benar berusaha dia tepis perasaan itu.


.

__ADS_1


.


"Mas, kalau sudah sampai besok kabari aku ya," ujar Lengkara serius, baginya, kabar sebegitu pentingnya, tidak peduli baik atau buruk.


"Iya, mas kabari," ujar Bima mengulas senyum kaku.


Bima melangkah pelan, seperti biasa dia selalu berada di titik lemah ketika hendak meninggalkan Lengkara. Hingga, belum sepuluh detik dia melangkah, pria itu berbalik dan kembali menghampiri Lengkara.


"Kenapa? Melupakan sesuatu lagi?" tanya Lengkara, melihat Bima yang kembali berlari ke arahnya mengingatkan Lengkara pada hari dimana Bima rela kembali hanya karena lupa mencium keningnya.


Bima hanya mengangguk, dan detik itu juga dia merengkuh erat tubuh Lengkara. Dia tidak tahu bagaimana ke depannya, apa mungkin bisa kembali memeluk Lengkara dengan statusnya sebagai suami, atau ini yang terakhir kali.


Cukup lama Bima memeluknya, pria itu mengusap pelan pundak Lengkara penuh kasih sayang. Dia kembali mengecup keningnya, dengan jelas Lengkara melihat Bima meneteskan air mata, tapi secepat itu dia menghapusnya.


"Mas sungguh-sungguh ingin kembali padamu, Lengkara ... tidak peduli selama apa kamu bersama masa lalumu, tidak peduli seberapa banyak kenangan yang telah dia berikan dan tidak peduli kisah apa yang telah kalian rangkai di masa lalu ... yang jelas, mas ingin kamu menjadi milikku."


"Tunggu mas meminta restu papa ya, Sayang ... kumohon jangan berpaling andai sedikit lama," ungkap Bima seketika membuat Lengkara ikut menangis juga, andai mereka sedikit lebih sabar dan Lengkara menerima garis takdirnya, maka tidak akan ada Bima yang ikut terluka semacam ini.


"Masuklah," titah Bima mengusap puncak kepalanya, mana mungkin dia akan meninggalkan Lengkara yang masih memantau kepergiannya.


.


.

__ADS_1


- To Be Continued -


Hai guys, maaf agak melenceng sedikit ... adakah di sini yang berminat buat jadi Admin GC-ku? Buat ngatur GC-nya biar hidup aja gitu, buat rulles atau apapun aku serahkan sepenuhnya ke Admin. Mau adain apapun terserah asal jangan balap liar, kabarin segera ya kalau ada❣️ Bisa langsung chat aku, terima kasih cinta 😘


__ADS_2