Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Bertengkar


__ADS_3

Alexander cepat menoleh ke arah handphone ketika didengarnya ada suara pintu seperti dibuka


Sama cepatnya dengan dia menoleh ke arah jam yang tergantung di tembok kantor


Jam 11.00 malam lewat 45 menit begitulah kira-kira waktu pada saat itu


Alexander segera meraih handphonenya dan menatap lekat ke layar tersebut. Tapi di layar tersebut masih tampak wajah Junior yang pulas tertidur bukan wajah Sania


Dan Alexander juga mendengar suara kresek-kresek langkah kaki. Dan suara senandung lirih yang dia yakini bahwa itu adalah suara Sania


Dan Sania yang masuk ke kamarnya saat itu tidak menyadari jika handphonenya dalam keadaan menyala


Sania segera masuk kedalam kamar melepaskan ikatan rambut di kepalanya, kemudian dia masuk kedalam kamar mandi dan membasuh mukanya


Baru setelah itu Sania melihat jika handphone yang tadi ditinggalkannya kepada Junior sekarang berdiri menghadap tepat ke arah wajahnya


"Ya ampun anak mama sampai ketiduran sambil bermain handphone" lirih Sania sambil merangkak ke atas ranjang


Tapi alangkah terkejutnya Sania ketika dia mengambil benda tersebut ternyata layarnya masih menyala sempurna dan tampil wajah Alexander


Wajah Sania seketika berubah tegang ketika tatapannya bertemu langsung dengan mata Alexander


"Dari mana kamu?" tanya Alexander dengan nada dingin


Sania berusaha memalingkan wajahnya menghindari tatapan dingin Alexander


"Saya tanya kamu dari mana?" suara Alexander masih bernada dingin tapi sekarang lebih mendekati emosi


Sania yang tak ingin menjawab pertanyaan Alexander apalagi berdebat, memilih ingin mengakhiri panggilan tersebut. Tapi Alexander yang mengetahui gelagat Sania segera menahannya dengan cepat


"Jangan dimatikan, Saya butuh penjelasan dari kamu!"


Sania menelan ludahnya dan berusaha untuk tenang menghadapi kemarahan Alexander


"Apa peduli kamu? terserah aku mau dari mana, bukan urusan kamu !!"

__ADS_1


Alexander mendengus dan tersenyum sinis mendengar jawaban Sania


"Memang bukan urusan saya kamu dari mana. Yang menjadi urusan saya adalah anak saya yang kamu tinggalkan. Kamu tahu ini sudah jam berapa?"


Sekarang giliran Sania yang tersenyum sinis mendengar jawaban Alexander


"Sudahlah Alexander kamu nggak usah sok-sokan peduli sama hidup saya. Bukankah kamu sudah tahu pekerjaan saya sebagai wanita malam, tentulah saya dari bekerja. Dan ini juga belum terlalu malam. Saya biasa pulang jam segini karena saya tahu saya meninggalkan anak saya"


"Itulah makanya saya tidak pernah pulang lebih dari jam 12.00 malam saya selalu pulang di bawah jam 12.00 malam. Dan asalkan kamu tahu, Saya tidak pernah menerima ajakan orang untuk menginap apalagi pergi sampai berhari-hari. Saya bisa saja menerima ajakan mereka, apalagi bayaran mereka cukup mahal. Tapi itu tidak saya lakukan karena saya memikirkan Junior"


Rahang Alexander langsung mengeras mendapati jawaban berani dari Sania


"Jika begitu baiklah, saya perintahkan sama kamu mulai malam besok kamu berhenti menjadi wanita malam. Dan saya akan membayar kamu jauh lebih mahal dari orang-orang yang pernah membayar kamu!!!"


Sania yang sejak tadi berusaha mengendalikan emosinya, akhirnya tidak tahan mendengar penghinaan dari Alexander


"Saya tahu uang kamu banyak Alexander. Tapi saya tidak membutuhkan sepeser pun uang dari kamu. Saya bisa mencari uang sendiri, dan Saya bangga karena saya bisa mencari uang sendiri untuk hidup saya dan juga anak saya tanpa meminta belas kasihan dari kamu"


"Kamu simpan saja sendiri uang kamu itu. Uang tersebut bisa kamu habiskan untuk perempuan-perempuan murahan di luar sana, tapi ingat uang kamu tidak bisa membeli saya!!"


"Jika kamu bersikeras tidak mau menerima uang dari saya, oke saya terima. Tapi saya minta sama kamu kamu, berhenti menjadi wanita malam dan jaga anak saya!!"


Saya tidak suka diatur, Hidup ini hidup saya. Kamu tidak tahu apa yang saya lakukan. Jika kamu berpikir bahwa saya di luaran sana bersenang-senang, kamu salah. Saya memang seorang wanita malam, tapi tugas saya sebagai seorang ibu, tetap saya jalankan"


Alexander berusaha keras untuk membuat Sania mengerti dan meninggalkan pekerjaannya


"Jadi, kamu pergi terus setiap malam dan pulang selalu larut seperti ini, dan anak saya sendirian?, begitu?"


"Jika terjadi apa-apa dengan dia siapa yang akan tahu?. Penghuni rumah bordil itu pasti tidak akan mengetahui jika terjadi apa-apa pada Junior, karena Junior kamu kurung sendirian"


Saya tidak pernah mengurung Junior !! Ralat omongan kamu itu Alexander !!!" kali ini Sania berteriak marah


"Kamu berhenti menghubungi saya, jika kamu hanya ingin mendikte dan menyalahkan saya. Asal kamu tahu, kamu adalah orang yang telah merusak hidup saya"


"Kamu yang telah membuat saya terpaksa menjadi wanita malam!!!!"

__ADS_1


"Jika bukan karena kejahatan kamu, hidup saya tidak akan hancur seperti ini. Tentulah Saya tidak akan menjadi wanita malam. Tentu saya sudah bahagia menikah dengan Deri"


"Tapi karena kejahatan kamu, saya terpaksa menjadi wanita malam, melahirkan seorang anak yang cacat, dan yang paling parah adalah saya dibuang dari keluarga dan juga dikucilkan masyarakat"


"Kamu tidak tahu bagaimana rasa sakit yang saya rasakan Alexander. Kamu tidak tahu karena kamu tidak pernah merasakannya. Dan sekarang kamu sok-sokan menyalahkan saya atas apa yang telah saya lakukan karena saya meninggalkan Junior"


"Tapi pernahkah kamu berpikir Mengapa saya melakukan ini???Kamu orang pintar Alexander, saya tahu itu. Berpikir jernih lah. Mengapa untuk hal seperti ini pikiran kamu nol. Kamu tidak bisa berpikir secara logis"


Alexander hanya terdiam mendengar Sania memarahinya dengan panjang lebar. Dia berusaha untuk mendengarkan semua amarah yang mungkin selama ini belum pernah diluapkan oleh Sania sebelumnya


Jadi saya mohon sama kamu, Berhentilah menghubungi saya. Karena saya tidak akan pernah membiarkan kamu untuk menghubungi saya lagi. Biarkan saya hidup dengan cara saya sendiri!!"


"Tunggu dulu Sania, jangan kamu Matikan telepon ini karena saya belum selesai dan perkataan saya !!


"Kamu mau ngomong apa lagi, apa belum cukup jelas yang saya katakan ??"


"Oke, saya tidak akan pernah menghalangi pekerjaan kamu jika memang itu pilihan kamu. Tapi saya akan mengambil Junior, karena kamu tidak bisa merawatnya. Kamu tidak bisa mengasuh dengan baik anak saya"


"Dan saya pikir, anak saya akan lebih aman dan akan lebih terjamin kehidupannya jika dia ikut dengan saya. Jadi untuk itu, Saya sudah membuat keputusan bahwa dalam waktu dekat ini, saya akan menemui kamu dan mengambil Junior dari tangan kamu"


Mata Sania langsung melotot tajam ke arah Alexander begitu mendengar ucapan Alexander


"Sampai mati pun saya tidak akan pernah menyerahkan Junior ke tangan kamu. Kamu langkahi dulu mayat saya, baru kamu bisa mengambil Junior!!!"


"Selagi saya masih hidup dan nafas masih berhembus dari mulut saya, saya tidak akan pernah menyerahkan Junior sama kamu. Kamu dengar itu Alexander !!"


Lalu setelah itu Sania dengan cepat memutus panggilan video call. Dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dan langsung menangis tersedu-sedu


"Tidak akan pernah ada orang yang bisa memisahkan kita Mama. Sampai kapanpun aku akan terus hidup bersama mama"


Sania membuka wajahnya, lalu menoleh ke arah Junior yang tahu-tahu sudah duduk di belakangnya


Dengan cepat Sania langsung memeluk erat Junior dan menenggelamkan wajahnya di bahu anak kesayangannya tersebut


"Mama jangan menangis. Harus berapa kali aku katakan jika aku tidak akan pernah meninggalkan mama. Walaupun Mama berada di ujung dunia sekalipun, aku akan selalu ikut dengan mama, begitu juga sebaliknya. Aku janji, aku tidak akan pernah tinggal dengan papa kecuali bersama mama"

__ADS_1


__ADS_2