Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Tiba Di Rumah Tuan Anton


__ADS_3

Sampai di helipad pribadinya, kembali Tuan Anton langsung dibantu oleh Bodyguard-nya untuk turun.


Begitu Tuan Anton telah turun, Dia segera mengulurkan tangannya mengambil kembali Junior dan langsung digendongnya kembali


Segera mereka berlima segera turun dari helipad dan langsung menuju ke bawah dimana suasana kantor mulai sepi karena jam kantor telah usai


Hanya tinggal beberapa karyawan yang lembur, yang begitu melihat tuan Anton langsung berdiri dan membungkukkan badan mereka.


Tuan Anton hanya menoleh sekilas ke arah mereka kemudian dia terus berjalan keluar dari kantor tersebut.


Ketika sampai di luar kantor, sudah menunggu dua buah mobil mewah yang segera membukakan pintu dan mereka mempersilahkan Tuan Anton beserta yang lainnya untuk masuk.


Ketika sudah duduk dalam mobil, tuan Anton langsung menempelkan hp ke telinganya.


"Kirim seorang pelayan untuk menemani ibu dari cucu saya memilih pakaian!"


Setelah mendengar jawaban dari seberang, mobil yang ditumpangi oleh Tuan Anton langsung berjalan Dan tuan Anton langsung menyebutkan sebuah nama pusat perbelanjaan terkenal di ibukota.


Tak Butuh waktu lama, mobil sudah berhenti di depan sebuah Mall besar. Segera Tuan Anton meminta pada dua Bodyguard untuk turun menemani Sania belanja.


"Pilihlah barang sesuka kamu, nanti kamu pulang ke rumah dengan diantarkan oleh supir pribadi saya. Karena saya sudah meminta pada supir pribadi saya untuk menjemput kamu" .


Sania hanya bisa menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke dalam mall besar tersebut karena memang hari sudah malam.


Begitu sampai di dalam mall, dua orang pelayan langsung berjalan ke arah Sania dan langsung mengatakan jika mereka adalah orang yang diminta oleh Tuan Anton untuk melayani Sania selama berbelanja di sini.


Sania dengan dikawal oleh dua orang Bodyguard langsung memilih pakaian untuk kebutuhan dirinya dan juga Junior.


Sementara di tempat lain, Tuan Anton yang baru tiba di rumahnya segera disambut oleh beberapa orang bodyguard yang langsung membukakan pintu untuk Tuan Anton.


Tuhan Anton yang masih saja menggendong Junior segera masuk ke dalam rumah besarnya dan langsung berjalan menuju ruang tamu di mana istrinya sudah menunggu sejak tadi.


Mata Nyonya Emma terasa akan keluar ketika dilihatnya suaminya berjalan dengan menggendong seorang anak.


Dan tubuhnya langsung limbung seketika dia melihat wajah anak yang ada di dalam gendongan suaminya.


"Dia?" tunjuknya sambil menggeleng tak percaya.


Tuan Anton tidak memperdulikan bagaimana reaksi istrinya. Dia terus saja berjalan ke arah sofa lalu segera mendudukkan Junior di atas sofa. Baru setelah itu Dia memegang pundak istrinya yang sejak tadi hanya berdiri terpaku dengan mata melotot.


"Mama Duduk dulu ya, yang tenang" bisik Tuan Anton sambil membantu istrinya untuk duduk.


Nyonya Emma tidak membantah dia mengikuti perintah suaminya untuk duduk. Tapi pandangan matanya masih menatap tak percaya kepada Junior yang hanya menatap kosong ke depan.

__ADS_1


"Saya tanya sama papi, dia Siapa?" tanya Nyonya Emma dengan suara bergetar sambil menarik bahu suaminya untuk menghadap ke arahnya.


"Saya Junior. Junior Alexander. Cucunya opa" jawab Junior santai tapi masih tidak menoleh ke arah Nyonya Emma karena dia masih menatap kosong ke depan.


Tubuh Nyonya Emma langsung ambruk ketika mendengar jawaban Junior yang membuat Tuan Anton seketika langsung panik.


Asisten rumah tangga dan juga Bodyguard yang menjaga di depan rumah, langsung berhamburan masuk ke dalam rumah dan membantu mengangkat tubuh Nyonya Emma ke kamar tamu yang ada di bawah.


Junior yang tidak mengetahui bahwa ada insiden di depan matanya, hanya menggerakkan kepalanya berkali-kali mencoba mencerna situasi keadaan yang terjadi saat ini.


Asisten rumah tangga adalah orang yang paling sibuk karena diperintahkan oleh Tuan Anton untuk mengambil air, mengambil obat bahkan mengambil alat bantu nafas.


"Kalian cepat hubungi dokter!!" bentak Tuan Anton kepada para bodyguard yang segera keluar dan segera menelepon dokter pribadi keluarga Tuan Anton.


Junior yang mendengar ada derap kaki langkah yang cepat di sekitarnya langsung bertanya


"Apa yang terjadi di sini?".


Salah satu bodyguard langsung mendekat dan membungkukkan tubuhnya sambil mengusap kepala Junior


"Tuan muda di sini saja ya. Tunggu dulu di sini. Opa sedang menenangkan Oma yang pingsan di dalam. Jadi tuan muda tunggu saja di sini jangan kemana-mana!"


"Oma?, oma saya pingsan?" tanya Junior cepat sambil menarik tangan bodyguard tersebut


Bodyguard tersebut tidak ada pilihan lain selain segera membawa Junior masuk ke dalam kamar tamu tempat di mana tadi Nyonya Emma terbaring .


"Maaf tuan, tapi tuan muda memaksa ingin ke sini" ucap Bodyguard tersebut takut-takut ke arah Tuan Anton yang menoleh ke arah pintu.


Tuan Anton mengangguk dan mengulurkan tangannya, dan segera bodyguard tersebut membawa Junior masuk. Lalu menyerahkan Junior kepada Tuan Anton yang langsung memeluknya dari belakang


"Oma kenapa?" tanya Junior dengan nada sedih


"Oma mu pingsan Sayang" jawab Tuan Anton pelan


Junior memutar badannya menghadap ke arah Tuan Anton


"Oma pingsan?, bukannya oma tidak ikut kita ke sini opa?, Bagaimana Oma bisa pingsan?" tanya Junior heran.


Tuan Anton tersenyum getir mendengar pertanyaan Junior


"Bagaimana caranya menjelaskan sama kamu Nak, kamu pasti bingung dan belum paham" bisik tuan Anton dalam hati.


Sementara nyonya Emma yang saat ini sedang di baluri dengan minyak kayu putih oleh asisten rumah tangga tampak mulai membuka pelan matanya.

__ADS_1


"Papi...." lirih Nyonya Emma sambil mengulurkan tangannya kearah Tuan Anton yang segera menyambut tangannya .


"Oma nya sudah sembuh opa?" tanya Junior ketika dia mendengar sebuah suara.


Tuan Anton mengangguk lalu mendekatkan tangan Junior pada tangan Nyonya Emma yang saat ini sedang digenggamnya.


Air mata Nyonya Emma langsung mengalir ketika tangannya disentuh oleh Junior.


"Boleh aku pegang wajah Oma?" tanya Junior karena dia ingin memastikan jika yang ada saat ini bersamanya adalah Oma Ajeng.


Tuan Anton menganggukkan kepalanya ke arah Nyonya Emma yang menatap padanya dengan tatapan heran.


Lalu Tuan Anton kembali menarik pelan tubuh Junior agar lebih dekat ke arah Nyonya Emma yang sekarang masih terbaring.


Junior langsung memejamkan kedua matanya saat menggerakkan jarinya di atas wajah Nyonya Emma. Dan nyonya Emma yang merasakan tangannya disentuh oleh jari tangan Junior hanya menatap heran pada Junior yang terpejam lalu melirik ke arah suaminya seperti ingin meminta penjelasan.


Tuan Anton langsung memberi kode dengan menunjuk kearah kedua matanya dan mulutnya memberi kode


"Dia buta" yang membuat Nyonya Emma langsung membekap mulutnya.


Sementara di mall, setelah dirasa cukup barang yang dipilihnya, Sania lalu memberikan barang tersebut kepada dua pelayan tadi yang langsung menuju kasir.


Setelah selesai mengambil semua barang kebutuhannya, Sania memberikan kantong belanjaan tersebut pada dua orang Bodyguard dan Sania berjalan santai di depan mereka.


"Kapan lagi aku membalas sakit hatiku pada mereka berdua jika tidak dengan sekarang" batin Sania.


Dan ketika sampai di luar mall, telah menunggu seorang sopir pribadi yang langsung membungkukkan sedikit badannya ke arah Sania. Dan setelah itu dia langsung membukakan pintu untuk Sania dan juga 2 orang bodyguard yang langsung masuk ke dalam mobil tersebut.


Degup jantung Sania langsung berdetak keras ketika mobil memasuki sebuah halaman luas dengan rumah yang sangat besar, bak istana.


Kembali Bodyguard membukakan pintu mobil untuk Sania dan Sania langsung turun.


"Silakan masuk Nona, semuanya sudah menunggu di dalam" ucap seorang bodyguard yang berdiri di depan pintu.


Sania yang masih ragu hanya terpaku berdiri di sebelah mobil tanpa berniat sedikitpun untuk masuk sampai akhirnya terdengar suara perempuan yang membuatnya menoleh.


"Nona, silahkan masuk!" ucap seorang perempuan paruh baya tersebut yang ternyata adalah asisten rumah tangganya Alexander.


Sania mengangguk, tapi wajahnya tetap tegang.


"Anak saya ada di dalam?" tanya Sania ragu pada perempuan paruh baya tersebut


Perempuan tersebut mengangguk kemudian membimbing Sania masuk ke dalam rumah besar tersebut, di mana tuan Anton dan nyonya Emma langsung menoleh ke arah pintu ketika mereka mendengar suara langkah kaki.

__ADS_1


"Dan dia juga siapa?" tanya Nyonya Emma bingung.


__ADS_2