Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Tragedi


__ADS_3

Mobil kembali melaju cepat sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh ahli IT tadi. Sementara hari kian beranjak sore, tapi mereka tidak menghentikan pencarian. Karena mereka berpacu dengan waktu. Karena Junior hilang sudah lebih dari 24 jam. Dan itu semakin membuat Alexander khawatir, terlebih dia sudah mendapatkan titik terang siapa saja orang yang ada di balik hilangya Junior


Sementara di mall, tuan Anton yang sudah mendapatkan kabar jika Jason terlibat dalam penculikan cucunya hanya bisa menggeram marah. Dan Sania yang mulai mengenal beberapa bodyguard tuan Anton karena sudah berbulan-bulan menjaga dan melindunginya, turut terhenyak ketika dia mengetahui jika Jason, bodyguard baik yang dekat dengan anaknya terlibat dalam penculikan ini


“Dia baik sama kami, tuan” lirih Sania pilu sambil meneteskan air mata


Tuan Anton menarik nafas dalam, kemudian mengusap bahu Sania


“Saya yang kecolongan. Saya dikhianati oleh orang kepercayaan saya. Saya tidak akan memaafkan Jason jika terjadi hal buruk pada cucu saya”


Sania menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dan mendongak menatap langit-langit mall.


“Perintahkan seluruh pengunjung untuk pulang. Dan suruh mereka menulis nomor rekening mereka” perintah tuan Anton kepada owner mall yang masih berada di dalam ruangan tersebut


“Jika ada yang tidak memiliki rekening tuan?”


Tuan Anton menarik nafas panjang


“Jika begitu kamu ambil uang cash kamu”


Owner mall hanya bisa mengangguk takut mendengar perintah yang diucapkan oleh tuan Anton


“Berapa nominalnya tuan?” tanyanya kembali dengan takut


“Kamu minta data seluruh pengunjung yang nyaris dua malam terkurung disini. Saya yakin data mereka ada di pihak kepolisian”


Kembali owner mall tersebut mengangguk. Kemudian dia segera keluar dari dalam ruangan pengawas cctv, kemudian menghampiri pihak keamanan dan menanyakan seluruh data yang tadi diminta oleh tuan Anton


Tak lama telah ada kertas di tangannya. Berisi lengkap nama dan nomor hp seluruh pengunjung mall. Kecuali anak kecil karena mereka kebanyakan belum mempunyai hp sendiri. Tapi seluruh orang dewasa yang ada di dalam mall ini seluruhnya memiliki hp


Owner tersebut langsung masuk kembali kedalam ruang pengawas dan dengan ragu berjalan kearah tuan Anton


“Ini tuan” ucapnya sambil memberikan kertas tersebut kepada tuan Anton


Tuan Anton hanya melihat sekilas kertas tersebut, kemudian dia langsung memerintahkan owner mall tersebut untuk menyiapkan uang


“Siapkan satu milyar!” ucap tuan Anton sambil menyerahkan kertas tersebut kearah owner mall yang matanya terbelalak kaget


“Berapa tuan? Satu milyar?”


Tuan Anton menoleh dan menatap dingin kearah owner mall


“Di brankas kamu ada kan uang segitu?”


Owner tersebut mengangguk takut kemudian dia langsung keluar kembali dari dalam ruang cctv dan langsung masuk kedalam ruangannya

__ADS_1


“Seluruh pengunjung mall diharapkan berbaris di rapih di depan pintu keluar. Karena kalian akan dipersilahkan untuk pulang. Tapi sebelum pulang, kalian wajib menunjukkan kartu identitas kalian”


Seluruh pengunjung mall yang emndengar pengumuman tersebut menarik nafas lega dan secara berebutan semuanya berlari kearah pintu keluar mall


“Berbaris yang rapih. Yang tidak rapih, tidak boleh pulang!!!”


Pengunjung yang tadi berdesakan langsung berusaha berbaris rapih setelah kembali terdengar suara pengumuman


Tapi mereka masih saja berdesakan sehingga membuat pihak keamanan kembali harus mengatur mereka agar kembali rapih dan tidak berdesakan lagi


Saya secara pribadi meminta maaf pada anda sekalian yang telah dua hari dua malam ini terpaksa di dalam mall ini. Saya mengharapkan kerelaan hati dari anda sekalian untuk mendoakan yang terbaik untuk cucu saya. Doakan keselamatan cucu saya. Dan sebagai ganti rugi atas waktu anda sekalian yang telah saya buat, saya harap anda sekalian menerima sedikit hadiah dari saya


Suara kembali gaduh ketika terdengar suara pengumuman. Terlebih ketika mereka mendengar jika ada hadiah yang disiapkan oleh sumber suara


“Itu pasti suara opa” ucap gadis kecil yang merekam Junior kearah orang tuanya yang menganggukkan kepala


Satu persatu orang yang keluar dari dalam mall mendapatkan uang dari owner mall yang membagikan uang sesuai yang diperintahkan oleh tuan Anton. Mereka yang mendapatkan uang dalam jumlah jutaan itu melompat kegirangan ketika di tangan mereka kini telah ada tumpukan uang merah


“Handphone saya bagaimana tuan?” tanya ayah gadis kecil ketika dia berdiri di depan owner mall


Owner mall menoleh kearah polisi yang berdiri di sampingnya. Tidak faham kemana arah omongan pria muda di depannya saat ini


“Oh, kalau begitu anda tunggu dulu disini. Saya akan menemui tuan Anton”


Secepatnya polisi tadi masuk kedalam ruangan pengawas dan tampak berbicara pada tuan Anton


Polisi tersebut menganggukkan kepalanya, kemudian keluar dari dalam ruangan tersebut dan menemui pria muda yang berdiri di sudut ruangan, sementara pengunjung yang lain terus berdesakan berbaris menerima gepokan uang yang dibagikan oleh owner mall


Pihak kepolisian yang menyimpan hp pria itu segera meminta papda pria itu untuk mengirimkan rekaman tersebut ke hpnya, dan pria muda tanpa keberatan sedikitpun segera mengirimkan video rekaman yang dimaksud oleh polisi tersebut


“Tuan Anton menitipkan salam untuk anda” ucap polisi tersebut sambil menyalami pria muda tersebut yang tampak tersenyum senang ketika mengetahui jika tuan Anton menitipkan salam untuknya


Sementara di jalan raya, ahli IT yang terus menunjukkan jalan melalui GPS mobil sewaan Milena sekarang tengah berusaha keras karena GPS tersebut timbul tenggelam di layar laptopnya


“No… No….” gumam ahli IT tersebut ketika akhirnya layar laptopnya sama sekali tidak menampilkan gerakan arah GPS mobil yang sejak tadi mereka ikuti


“Apa yang terjadi?” ucap Mark cepat


Sementara Alexander tampak pulas tertidur


“GPS nya hilang” jawab ahli IT itu dengan wajah menegang


“Uuhhhh….” Mark menggeram kesal mendengar jawaban ahli IT tersebut


“Usahakan cara lain. Kami hanya mengandalkan kamu. Kami tidak memiliki jejak lain selain kamu” ucap Mark

__ADS_1


“Saya akan berusaha tuan” ucap ahli It tersebut dengan kembali fokus menatap layar laptopnya


“Kita tinggal tiga kilo meter lagi dari mobil itu. Dan saya yakin, kita pasti akan bisa mengejarnya” ucap ahli IT tersebut tanpa menoleh kearah bodyguard yang langsung tancap gas begitu mendengar ucapan ahli IT


“Bagaimana? Dapat?” tanya Mark lagi


“Tidak tuan. Saya benar-benar kehilangan jejak mereka”


Mark kembali menghembus nafas panjang dengan kesal, kemudian dia menoleh kearah Alexander yang tampak pulas tertidur


“Saya akan terus berusaha tuan” jawab ahli IT lagi


Mobil kian melaju ngebut membelah jalanan yang mulai gelap. Dan bodyguard tiba-tiba mengerem mendadak ketika dilihatnya ada sebuah mobil berhenti di tepi jalan


“Itu mobilnya!” ucap Mark yang mengetahui dari plat mobil yang tertera jelas di mobil tersebut


Mobil di belakang juga behenti, dan secara keseluruhan mereka turun dan memasang senjata mereka masing-masing. Dan Alexander yang terjaga segera duduk dengan posisi tegap dan menoleh kearah luar, dimana dilihatnya anak buahnya dan anggota kepolisian tampak mengangkat senjata mereka


“Kamu tetap disana!” ucap Mark ketika dilihatnya Alexander turun


Salah satu polisi mendekati mobil yang lampu sein nya masih tampak menyala itu, dan lain mengepung mobil tersebut dengan senjata mengarah kearah mobil tersebut


“Buka pintunya!!!!” bentak polisi yang mendekati pintu mobil tersebut


Hening, tak ada sahutan. Dan kembali polisi tadi memerintahkan orang yang ada di dalam mobil tersebut untuk keluar


“Hati-hati pak. Kita tidak tahu ada apa di dalam mobil tersebut” ucap ahli IT yang masih fokus menatap kearah laptopnya


Beberapa polisi yang mengepung mobil tadi mengikuti instruksi pimpinannya untuk terus maju dan membuka paksa mobil tersebut


“Stop!!! Jangan sentuh mobil itu!!!” teriak ahli IT


Semua orang langsung menoleh kearah ahli IT dan tak lama mereka langsung berlari menjauh ketika terdengar suara seperti alarm dari dalam mobil tersebut


“Alexander…. Lariiiii…..!!!! teriak Mark


Semuanya bubar dan lari tunggang langgang bertepatan dengan suara ledakan dahsyat dari mobil tersebut. Mark yang tadi berlari kearah Alexander menarik kuat anak bos besarnya tersebut. Membawanya masuk kedalam sebuah parit yang ada dipinggir jalan


DDDDDDUUUUUAAAAAARRRRRRR!!!!


Api dan asap membumbung tinggi, dengan mobil yang tadi dikepung oleh polisi terlempar keudara


“Juniorrrrr…..!!!!!” teriak Alexander kencang ketika dilihatnya mobil tersebut terlempar ke udara


Dan kembali dengan sekuat tenaga Mark menahan tubuh Alexander yang telah siap untuk keluar dari dalam parit dan hendak berlari kearah api yang berkobar

__ADS_1


“Juniorrrrr……!!!!!” kembali Alexander berteriak lantang


__ADS_2