Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Bertemu Disituasi Yang Tak Diharapkan


__ADS_3

Alexander menggerakkan kepalanya yang terkulai ke samping, dan dengan sedikit mengerjapkan matanya berkali-kali, Alexander berusaha memusatkan pandangannya pada sekeliling tempatnya berada sekarang


“Siram lagi kepalanya, sepertinya dia belum sadar betul” ucap Milena pada anak buahnya yang kembali mengguyurkan ember air di atas kepala Alexander


Suara ember kosong yang dilempar memenuhi ruangan pengap ini. Dan Milena kembali memasang senyum menyeringai ketika Alexander kembali berusaha menarik nafasnya yang tak teratur akibat guyuran air yang deras di atas kepalanya


Terduduk di kursi dengan posisi terikat kaki dan tangan membuat Alexander tak leluasa untuk bergerak. Hanya tatapan mata marah dengan kilatan kebencian yang ditunjukkannya pada Milena yang saat ini duduk di atas meja dan tubuhnya condong kearah Alexander


“Gimana, enak?” ucap Milena dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya


“Persetan dengan kamu Milena!!!” teriak Alexander yang berusaha melepaskan ikatan pada kaki tangannya


Milena mencibir dengan mengangkat bahunya mendengar teriakan Alexander, lalu dia menoleh kearah Alexander, dan


PLAAAAKKKK!!!!


Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di wajah Alexander. Kemudian dengan cepat Milena menarik keras rahang Alexander hingga menghadap kearahnya


“Berteriaklah sesuka kamu Alexander, karena bisa kupastikan jika kamu akan lebih berteriak histeris ketika anakmu aku bunuh di hadapanmu!”


Kembali Alexander berusaha melepaskan dirinya dengan menggerakkan kuat tubuhnya. Dan perbuatan Alexander ini malah semakin membuat Milena terbahak


“Perlihatkan anaknya!!!” teriak Milena


Sebuah kamar terbuka, dan dengan cepat Alexander menoleh kearah ruangan tersebut


“Junior!!!!” teriak Alexander tercekat demi dilihatnya anaknya juga terikat sama seperti dirinya. Mulutnya dilakban, dan tampak sekali jika tubuh besar Junior terkulai lemah


“Junior!!!!” kembali Alexander berteriak karena dilihatnya Junior tidak bereaksi. Matanya terpejam dengan kepala lunglai kesamping


Milena kembali terbahak melihat bagaimana Alexander sekarang berusaha sekuat tenaganya memutar kursi yang didudukinya agar menghadap kearah Junior. Alexander pun tak hentinya berteriak memanggil nama anaknya, berharap jika anaknya akan merespon


“Kau apakan anakku?!” geram Alexander kearah Milena yang berdiri di sampingnya


Milena menoleh, kemudian dia kembali tersenyum menyeringai


“Satu persatu orang yang kamu sayangi akan aku lenyapkan Alex. Agar kamu tahu betapa sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi” lirih Milena sambil membelai wajah Alexander


“Sakit kamu Milena. Awas jika kamu berani sekali lagi menyiksa anakku. Akan aku pastikan jika kamu akan merasakan sakit yang berlipat dari ini!!!”


Kembali Milena mencengkeram rahang Alexander, matanya sedikit menyipit kemudian kembali sebuah tamparan melayang ke wajah Alexander


“Iya, aku sakit. Aku sakit karena kamu campakkan Alexander. Aku sakit karena kamu abaikan. Kurang apa aku Alexander sama kamu. Kurang apa???!!!” teriak Milena


“Bertahun-tahun aku berkorban demi kamu. Bertahun-tahun aku selalu mengabaikan nasihat papi ku. Tapi apa balasan kamu sama aku?. kamu ternyata lebih memilih pelacur itu ketimbang aku yang sudah memberi kamu semuanya!!!!”


“Sekarang jangan salahkan aku, jika anak kamu ini mati di tanganku. Karena dialah kamu akhirnya meninggalkanku. Dan aku yakin, jika bukan karena dia maka kamu tidak akan mungkin meninggalkan ku”


Alexander menggeleng mendengar ucapan Milena

__ADS_1


“Ada atau tidaknya Junior, memang aku akan meninggalkan kamu Milena. Sudah aku bilang aku bukanlah lelaki yang pantas bersanding dengan kamu. Jadi aku mohon, tolong lepaskan anakku. Masalah kamu itu sama aku, bukan sama anakku, apalagi sama Sania”


Kembali Milena menunduk dan memegang kedua bahu Alexander


“Aku benci mendengar kamu mengucap nama pelacur itu. Aku ingin hanya nama aku yang keluar dari mulut kamu, bukan perempuan itu!!!!”


Kemudian kursi yang diduduki Alexander nyaris rubuh akibat kencangnya Milena mendorong Alexander. Tapi anak buah Milena yang berdiri tak jauh dari kursi yang diduduki Alexander dengan cepat menahan kursi tersebut agar tak jatuh ke lantai


“Hanya aku yang pantas menjadi pendamping kamu Alex, hanya aku!!!” kembali Milena berteriak histeris


“Aku tidak mencintai kamu Milena. Kamu harus sadar itu!!!” Alexander juga tak kalah berteriaknya


Milena yang marah mendengar jawaban Alexander segera berjalan masuk kedalam kamar tempat Junior. Dan dengan cepat ditariknya rambut Junior hingga wajah anak tersebut terdongak keatas


“Milenaaaaa!!!!” Alexander berteriak kencang demi dilihatnya bagaimana anaknya disiksa di depan matanya


“Bangun!!!” teriak Milena sambil terus mencengkeram rambut Junior


“Milena, lepaskan anakku!!!”


Milena menyeringai, masih dengan kasar dia melepas ikatan pada kaki Junior kemudian dengan kasar diseretnya tubuh Junior di lantai yang kembali membuat Alexander berteriak kencang penuh marah melihat perbuatan tak manusiawi Milena pada anaknya tersebut


“Milenaaaa, aku mohon hentikan!!!” Alexander kembali berteriak ketika Milena dengan kasarnya melempar tubuh anaknya hingga tubuh besar Junior kembali menghantam tembok


“Junior…..!!!” isak Alexander menahan sakit di dalam dadanya


“Siram air di atas tubuh anak ini!!!” kembali Milena berteriak yang membuat satu orang anak buahnya mengguyurkan air keatas wajah Junior


“Aku tidak akan berhenti sampai kamu menyesali semua yang kamu lakukan sama aku dan kamu mau menikah dengan ku” jawab Milena dingin


Junior terbatuk yang menyebabkan anak buah Milena berhenti mengguyurkan air di atas wajahnya, dan Alexander yang mendengar batuk anaknya kembali berusaha mendekatkan kursi yang didudukinya kearah anaknya


“Mama……” lirih Junior


“Junior….. sayang. Ini papa nak…..” jawab Alexander antusias demi mendengar suara lirih anaknya


Dengan lemah Junior menggerakkan kepalanya


“Lepaskan anakku Milena. Sudah aku katakan anakku tidak tahu apa-apa!!” ucap Alexander dengan suara memelas


“Papa….?” Kembali terdengar suara lemah Junior


“Iya nak. Ini papa, papa datang”


Junior berusaha untuk kembali bergerak, tapi karena tangannya masih terikat jadi dia hanya bisa pasrah hanya terlentang di atas lantai


“Papa aku takut…..” lalu terdengarlah suara Junior menangis


Bergemuruh dada Alexander mendengar suara tangisan ketakutan anaknya. Dan Milena yang hanya menggerakkan matanya melihat Alexander dan Junior hanya tersenyum menyeringai

__ADS_1


“Gantung anak ini!!!” ucap Milena dingin


“Tidak!!!!” Alexander berteriak kencang


Milena menyeringai, lalu dia berjongkok di dekat Junior. Memaksa anak kecil tersebut untuk duduk


“Lihat Alexander, lihat!!!” teriak Milena sambil mengarahkan wajah Junior kearah Alexander yang kembali wajahnya basah


Junior meringis dan tangisnya yang masih belum reda semakin terdengar kencang


“Papa, sakit pa. Aku takut pa….”


“Nyawa anakmu taruhannya Alexander. Kamu tatap wajah anak kamu lekat-lekat sebelum akhirnya dia akan mati di tanganku!!!”


Alexander menggeleng kencang


DOORRR DOORRR GUBRAAKKK GUBRAAKKK…..!!!!


Seluruh yang ada di dalam ruangan ini langsung kaget ketika mendengar suara tembakan dan suara gaduh di luar


“Lepaskan anak dan cucuku Milena!!!!” teriak sebuah suara


Milena hanya tersenyum samar mendengar suara teriakan di luar, lalu kembali terdengar suara tembakan. Dia yakin jika di luar tengah terjadi baku tembak antara anak buahnya dan anak buah tuan Anton. Tapi sedikitpun Milena tak gentar, dia masih saja bersikap santai


“Ikat kembali anak kecil ini!!!” ucapnya pada salah satu anak buahnya yang tengah bersiaga


Seorang anak buah Milena segera masuk kedalam kamar penyekapan Junior tadi, memungut tali yang tadi dilepas oleh Milena kemudian mengikatkan kembali tali tersebut di kaki Junior. dan Alexander yang melihat anaknya kembali terikat tak bisa berbuat apa-apa selain berteriak marah


“Simpan energi kamu untuk melihat kematian anak kamu” lirih Milena sambil kembali memainkan pistol di atas kepala Junior


“Milena stop!. Jangan kamu lakukan itu pada anakku!!!” teriak Alexander ketakutan


BRAAAKKKK


Pintu ruangan tenpat dimana mereka berkumpul saat ini terbuka lebar akibat sebuah terjangan dari bodyguard tuan Anton. Alexander segera menoleh begitu melihat para bodyguard papinya masuk


“Berani macam-macam, nyawa anak ini melayang” ucap Milena masih dengan nada santai sambil terus menempelkan moncong pistol di atas kepala Junior


“Kalian mundur!!!!” teriak Alexander kearah para bodyguardnya yang masih siaga dengan senjata di tangan mereka


“Kamu serahkan ini sama anak buah kita Lex, mereka bodyguard terlatih” jawab tuan Anton sambil terus menatap nanar kearah Milena


“Oh, begitu ya?, baiklah jika begitu” jawab Milena santai sambil bersiap menarik pelatuk senjata yang ada di tangannya


“Tidaakkkkk…… Jangaannnn!!!” teriak Alexander dengan kencang sampai kursi yang didudukinya jatuh


Dengan susah payah Alexander merangkak dan para bodyguard bayaran papinya pun telah bersiap bergerak ketika kembali Alexander berteriak memerintahkan mereka untuk mundur


“Bunuh aku saja Milena. Karena yang bersalah sama kamu itu aku, bukan anak ku!!!” rintih Alexander sambil terus berusaha mendekati Milena yang menatap kearahnya dengan wajah sinis

__ADS_1


“aku pasti akan membunuh kamu Alexander. Tapi sebelum itu kamu saksikan dulu kematian anakmu!”


__ADS_2