Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Ancaman


__ADS_3

Milena tertawa terbahak ketika di langit tampak banyak sekali helicopter terbang. Dia memang tak sendirian, bersamanya telah ada beberapa orang lelaki yang juga berbadan kekar, lengkap dengan senjata di tangan mereka. Di dekatnya berdiri juga Alvin, kekasihnya yang sejak beberapa bulan ini membantunya membuat siasat penculikan Junior


“Lihat Vin, hanya menghadapi seorang Milena Thomas, Alexander sampai menerjunkan begitu banyak bodyguard dan pengawal lainnya. Jelas sekali jika dia pengecut”


Alvin ikut tersenyum sinis kearah Milena. Alexander yang sejak tiba di dekat mercusuar yang dimaksud oleh ahli IT langsung memakai teropong dan rahangnya mengeras ketika melihat Milena berdiri dengan santainya sambil menutupkan kelima jarinya di atas matanya karena silau


Tuan Anton mengambil teropong yang ada di tangan Alexander, kemudian wajahnya juga tampak mengeras ketika melihat apa yang tampil di teropong


Alvin melambaikan kedua tangannya ke atas seakan menyambut kedatangan lima belas helicopter yang berputar mengelilingi mercusuar tersebut. Angin kencang langsung menyerbu tempat tersebut sehingga membuat pasir terangkat keatas yang membuat tempat itu seketika menjadi kuning berdebu


“Bawa kesini anak itu. Aku ingin Alexander melihat anaknya!” teriak Milena sambil terus berusaha menahan laju debu agar tidak mengenai matanya


Dengan cepat Sandra berlari masuk dan tak lama telah kembali dengan menyeret tubuh Junior.


“Awas kalian…..!!!!!” teriak Alexander yang langsung berdiri dengan berpegangan pada besi helicopter


“Alexander duduk!!!!” teriak tuan Anton sambil menarik jas yang dikenakan Alexander


Melihat Alexander berdiri, beberapa bodyguard yang melihat ikut berdiri dan mengacungkan pistol di tangan mereka. Milena kembali tertawa dengan senang melihat bagaimana Alexander yang sangat marah padanya.


Dengan kasar ditariknya tubuh Junior dan didongakkannya kepalanya. Setelah itu Milena mendekat kearah wajah Junior yang matanya ditutup dengan kain hitam


“Kamu pasti dengar suara deru angin di atas, kamu tahu, jika diatas sana ada Alexander”


Junior berusaha menggerakkan kepalanya dan kepalanyaa terus bergerak tanpa henti seperti mencari sesuatu. Perlahan namun pasti seluruh helicopter yang semula berputar satu persatu mulai landing di luasnya pasir yang ada di pulau ini


Alexander yang begitu helicopter yang membawanya bersama tuan Anton berhenti, segera melompat turun. Bodyguard yang sebagian masih berada di atas helicopter begitu melihat Alexander berlari, mereka segera melompat walau helicopter yang mereka naiki masih berada beberapa meter lagi diatas udara


Tuan Anton tak mau kalah, beliau juga berlari masuk dengan banyak bodyguard yang mengiring di belakangnya.


“Kalian semua bersiaga. Karena Alexander kali ini tidak main-main” ucap Alvin pada anak buahnya yang segera menyiapkan pistol mereka


Sementara Milena yang sejak tadi berdiri di depan Junior yang terduduk di lantai telah meletakkan moncong pistol yang ada di tangannya di atas kepala Junior


Sandra berdiri tak jauh dari tempat Milena, wajahnya pucat dan sangat tegang. Tapi karena ini adalah keputusan bersama mereka, jadi dia berusaha melawan rasa takutnya, walau sebenarnya dia setengah mati ketakutannya


Alexander tak merasa lelah ketika menaiki tangga besi yang mulai rapuh di makan usia tersebut. Beberapa kali dia harus terjatuh akibat tangga yang dipijaknya patah, dan bodyguard yang berjalan di belakangnya dengan cepat membantunya berdiri dan mereka kembali menaiki tangga kembali


Tawa Milena kembali terbahak ketika muncul Alexander dengan nafas terengah-engah


“Lepaskan anakku!!!” geram Alexander dengan berjalan cepat menuju Milena


“Eits!!. Kamu stop. Kamu tak inginkan kepala anakmu ini meledak?”


Dengan rahang yang mengeras Alexander menghentikan langkahnya, tak lama berselang muncul tuan Anton dan banyak bodyguard bersamanya. Perbadingan mereka bisa dikatakan tak sebanding. Ada ratusan bodyguard yang saat bersama dengan Alexander dan rombongan, lengkap dengan senjata canggih. Sementara bersama Milena hanya ada sekitar sepuluh orang bodyguard, benar-benar bukan lawan yang seimbang


“Sehelai saja rambut anakku lepas dari kepalanya, kamu akan membayar mahal!” geram Alexander


“Oh ya ?” tantang Milena dengan menarik keras rambut Junior sehingga anak kecil tersebut berteriak kesakitan

__ADS_1


“Milenaaaaaaa!!!!” teriak Alexander kalap dengan berlari memburu kearah Milena


“Ku pecahkan kepala anakmu!!!! Milena tak kalah berteriak lantang dengan menarik pelatuk pistol yang membuat Alexander langsung menghentikan laju larinya. Begitu juga dengan ratusan bodyguard yang sudah bergerak maju. Wajah tuan Anton sangat tegang ketika Milena menggeram ketika dia berteriak marah


“Urusan kamu dengan aku, bukan dengan anakku!!!” teriak Alexander lagi


Junior yang saat ini masih terduduk di lantai dengan posisi kaki berselonjor, kedua tangan terikat ke belakang dan mata tertutup kain hitam hanya bisa menangis ketakutan


“Papa…. Tolong aku…..” isaknya


Remuk jantung Alexander mendengar rintihan ketakutan anaknya. Terlebih ketika dilihatnya tubuh anaknya menggigil hebat


“Junior sayang, kamu jangan takut lagi nak. Papa sudah datang sayang, papa akan menyelamatkan kamu. Tidak akan papa biarkan hal buruk terjadi sama kamu nak”


“Aku takut pa…..”


Tessssss…….


Air mata Alexander langsung mengalir. Dan Milena yang melihat air mata di wajah Alexander kembali terbahak


“Lihat Sandra!! Lelaki yang memanfaatkan tubuh kita sekarang menangis oleh anak pelacur”


“Tutup mulut kamu Milena!!!!” kembali Alexander membentak


“Kamu yang tutup mulut!!!” balas Alvin


“Akan ku pastikan tubuhnya remuk di tanganku” geram Alexander


Kembali Alvin menyeringai. Dengan santainya dia mendekat kearah Alexander. Keduanya sekarang berdiri berhadap-hadapan, saling tatap dengan tatapan penuh benci. Dada Alexander turun naik menahan amarah di dadanya. Sementara Milena yang sekarang masih mengarahkan pistol di kepala Junior dengan kasar memaksa anak tersebut untuk berdiri


“Sandra, lepaskan penutup mata anak ini. Percuma anak buta ini dipasangkan kain untuk menutupi matanya, karena tidak ada efek buat dia!”


Sandra mendekat. Wajahnya yang tegang hanya menatap sekilas kearah Alexander yang sekarang menatap penuh kilatan amarah kearahnya, dengan tangan gemetar di bukanya kain yang menutupi mata Junior


“Ini! Lihat wajah anakmu!!!” ucap Milena dengan sekali lagi menarik kasar wajah Junior sehingga menghadap kearah Alexander


“Kamu mau apa? Sebutkan apa yang kamu mau. Tapi lepaskan cucu saya” ucap tuan Anton dengan suara penuh penekanan


“Opa?. Itu opa kan?. Aku tahu itu opa. Opa, tolong aku opa. Orang ini menyakiti aku opa”


Tuan Anton membuang wajahnya mendengar aduan yang disampaikan Junior. sudut hatinya terasa disayat sembilu. Cucu yang sangat disayanginya melebihi sayangnya dia dengan Alexander, sekarang nyawanya berada di ujung tanduk


“Opa……?” panggil Junior lagi


“Iya sayang, ini opa. Opa sudah janji sama mama mu, bahwa opa akan membawa kamu pulang. Kamu jangan khawatir nak. Disini kamu tidak sendiri, ada ratusan bodyguard yang akan menghancurkan mereka”


Milena tersenyum sinis mendengar ucapan tuan Anton, kemudian dia kembali menarik kasar Junior sehingga kembali terduduk di dekat kakinya


“Kalian jangan banyak bacot jika ingin anak ini selamat!” bentak Milena

__ADS_1


“Apa mau kamu Milena?. Sebutkan!. Apapun keinginan kamu aku akan menurutinya tapi lepaskan anakku!”


Milena terbahak sambil satu tangannya digunakannya untuk mendorong kepala Junior yang hanya bisa pasrah dengan perlakuan kasar orang yang sama sekali tidak dikenalinya


“Jangan sakiti anakku!!!!” teriak Alexander yang segera mendorong tubuh Alvin dan kembali berniat berlari kearah Milena


“Kamu mendekat, anakmu jadi mayat!!!!” ancam Milena


Tangis Junior langsung pecah ketika Milena kembali mengancamnya.


“Papa jangan mendekat pa. Biarkan dia menyakiti Junior, ini tidak sakit kok pa. Junior kuat” ucap Junior dengan suara gemetar


Milena mengangkat dagu Junior, dan dicengkeramnya dagu tersebut dengan keras


“Kamu benar-benar mewarisi watak Alexander, keras kepala!!!!” teriaknya sambil menghempas dagu Junior yang menyebabkan tubuh anak kecil itu jatuh ke samping


Gigi tuan Anton dan Alexander gemeletuk menyaksikan bagaimana anak kesayangan dan cucu kesayangan mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh Milena


“Aku yakinkan kamu akan menyesal melakukan ini Milena” geram Alexander


“Menyesal kamu bilang?” Milena menggeleng sambil berdiri membetulkan rambutnya kebelakang. Kemudian dia menoleh kearah bodyguard tuan Anton yang telah berkhianat dan sekarang berpihak padanya


“Jason. Beritahu mereka apa yang kita inginkan!”


Jason menganggukkan kepalanya. Dengan berani ditatapnya mata tuan Anton yang berkilat menatap kearahnya


“Saya tidak suka ditatap kamu seperti itu Jason. Saya yakinkan bahwa setelah ini saya akan membuat perhitungan dengan kamu”


Jason tersenyum, kemudian dia mengambil sesuatu di dalam saku celananya, yang ternyata sebuah topeng, kemudian tanpa beban dipasangnya topeng tersebut ke wajahnya.


Setelah topeng terpasang sempurna, diangkatnya wajahnya. Seluruh yang ada terkesiap ketika wajah Jason berubah menjadi wajah tuan Anton. Kemudian dia berdehem sebentar


“Kami ingin anak ini mati, karena anak inilah yang membuat Alexander berpaling dari Milena”


Kembali semuanya terkesiap karena suara Jason bisa mirip sekali dengan suara tuan Anton


“Opa?. Opa tidak mungkin ingin aku mati. Opa bilang, opa menyayangi aku” lirih Junior yang kembali terisak


“Kurang ajar. Jadi kamu adalah ular berkepala dua itu” geram tuan Anton


Jason terbahak sambil melepas topeng yang dipakainya, kemudian dengan berani dia melempar topeng tersebut ke wajah tuan Anton


“Saya ingin anda melihat bagaimana cucu anda mati seperti aku yang melihat bagaimana anakku dulu mati ketika anda tidak mau membiayai pengobatannya! teriak Jason


Seluruh pistol yang mengarah kearah Jason dari seluruh anak buah tuan Anton tidak membuatnya gentar sedikitpun. Jason terus berjalan kearah tuan Anton, dan dengan secepat kilat ditariknya kerah baju tuan Anton


“Saat itu saya sampai berlutut di kaki anda, tapi sedikitpun anda tidak iba pada saya. Dan sekarang di depan mata anda saya akan melemparkan tubuh anak anda dari atas!!!”


“Jangannnnn!!!!

__ADS_1


__ADS_2