Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
JUNIOR HILANG


__ADS_3

Kedua bodyguard tersebut menggeleng dan sontak menghentikan permainan mereka dan langsung berlari ketempat Junior bermain tadi. Tanpa permisi keduanya langsung masuk ke dalam permainan mandi bola, dan menghambur-hamburkan seluruh bola ke atas dengan pikiran jika Junior terendam di sana.


Sania sudah mulai menangis dan masih terus berusaha mencari anaknya kesana kemari. Bahkan Sania sampai mencari anaknya ke pusat permainan lain. Karena masih juga tak menemukan Junior, akhirnya Sania bergegas menuju ketempat informasi, dan memberitahukan tentang anaknya yang hilang


Dengan segera pihak mall langsung mengumumkan berita anak yang hilang, dan secara serentak seluruh pihak keamanan mall langsung bergerak mencari Junior, bahkan langsung memeriksa cctv mall


“Saya mau ikut melihat kalian memeriksa cctv” ucap salah satu bodyguard yang telah muncul di depan ruangan cctv, sementara Sania yang ada di dalamnya masih tampak terisak


Satu bodyguard yang lain menelepon tiga temannya yang berjaga di rumah mami Ajeng dan dengan serentak seluruh bodyguard yang juga penjaga di rumah mami Ajeng langsung melesat menuju mall, tempat dimana saat ini Junior dan Sania berada


“Apa kerja kalian sampai Junior bisa hilang?” bentak seorang bodyguard ketika dia sudah tiba di mall. Sementara Deno yang melihat Sania terisak hanya bisa merengkuh pundak wanita itu


Pihak keamanan cctv menggelengkan kepalanya ketika tidak ada satupun cctv yang dapat merekam dimana Junior berada


“Perintahkan seluruh pengunjung mall ini untuk berkumpul di satu titik, sekarang juga!!!!” perintah salah satu bodyguard yang berbadan paling besar


Pihak keamanan itu menggeleng, dan hal itu memancing kemarahan bodyguard tadi


“Nyawa anak itu lebih berharga dibanding nyawa kami, asal anda tahu!!!” geramnya sambil menarik kerah baju pria yang tadi menolak perintahnya


“Tapi kami tidak punya wewenang tuan, kami hanyalah pegawai”


“Hubungi bos kalian!!” kembali bodyguard tersebut membentak sambil menghentakkan kerah baju pria itu hingga membuatnya tersungkur ke belakang


“Jangan ada yang berkelahi disini, temukan anakku cepat!!!!” teriak Sania histeris dan kembali menangis


Berita anak hilang di mall tersebut didengar jelas oleh seluruh pengunjung mall, sehingga tanpa diminta mereka secara naluri melihat dan menoleh-noleh ke kanan ke kiri berharap andai saja mereka menemuk Junior


Dan tempat mandi bola yang tadi menjadi tempat Junior bermain sekarang sudah dikosongkan, pihak keamanan mall dan juga beberapa bodyguard telah menyisir keseluruh ruangan bahkan hingga bola yang jumlahnya ribuan itu di sudah dihambur-hamburkan mereka dengan tak terkendali untuk mencari keberadaan Junior, jika saja Junior terendam di bawahnya


“Alex, Junior hilang!!!” ucap Sania sambil menangis ketika dia menelepon Alexander


Alexander yang baru setengah jam yang lalu selesai chatingan dengan Sania tentu saja merasa sangat kaget dan terlonjak dari kursinya


“Bagaimana bisa???” teriaknya


Sania menjelaskan bagaiamana tadi dia fokus membalas pesan dari Alexander dan kurang memperhatikan Junior


“Aku kesana sekarang. Perintahkan seluruh bodyguard dan polisi serta seluruh pihak keamanan mencari anakku!!” jawab Alexander sambil segera menyambar kunci mobilnya


“Siapkan helicopter sekarang juga!!!” ucap Alexander berbicara di handphone ketika dia membuka pintu ruangannya


“Laporannya pak!” ucap sekretaris yang mengejar langkah Alexander ketika wanita itu sudah berada di depan pintu ruangannya


Alexander tidak menjawab melainkan mendorong bahu wanita itu agar menjauh dan tidak menghalangi langkahnya


“Papi anakku hilang!!!” ucap Alexander di handphone kembali ketika dia sudah berdiri di dalam lift

__ADS_1


“Bagaimana bisa??” teriak tuan Anton


Alexander tidak menjawab pertanyaan papinya, melainkan mengatkan jika dia akan terbang ke kota pariwisata saat ini juga


“Papi ikut!” jawab tuan Anton yang sama paniknya dengan Alexander


Panggilan berakhir, Alexander segera tancap gas ketika sudah di dalam mobilnya, begitu juga dengan tuan Anton, beliau langsung berlari kedalam kamarnya, menyambar jaket dan berteriak memanggil istrinya


“Kenapa sih Pi?” jawab istrinya ketika keluar dari ruang samping ketika mendengar suaminya terus meneriakkan namanya


“Papi dan Alexander akan ke kota wisata saat ini juga. Junior hilang”


“Hah? Hilang? Kok bisa??” teriak nyonya Emma kaget


Tuan Anton tidak menjawab melainkan meneriakkan nama supir pribadinya yang segera datang tergopoh


“Siapkan mobil, antar saya ke helipad”


Pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya dan langsung berlari cepat kearah garasi dan segera mengeluarkan mobil


“Mami ikut” ucap nyonya Emma yang telah bersiap berlari kearah tangga


“Nggak usah. Mami di rumah saja. Kita tidak tahu apa yang terjadi di sana. Dan kita belum tahu apa penyebab pasti Junior bisa hilang. Mami doakan saja yang terbaik untuk cucu kita. Papi janji, apapun akan papi lakukan untuk menemukan cucu kita”


Setelah berkata seperti itu, tuan Anton langsung setengah berlari keluar dari dalam rumahnya


“Heli nya sudah siap?” tanya tuan Anton ketiak mobil telah melaju


“Cepat pak…!!!” ucap tuan Anton pada supir pribadinya yang hanya dapat menganggukkan kepala


Sementara di mall, Alexander yang telah menelepon langsung owner mall melalui handphone bodyguadnya, meminta mall tersebut di tutup. Dan meminta pihak mall melarang setiap pengunjung untuk keluar


“Saya CEO Gio Group, Alexander Louise, Putra Antonio Louise. Anda pasti tahu perusahaan besar kami. Bahkan perusahaan saya menanamkan saham besar pada mall anda” ucap Alexander ketika owner mall menolak permintaannya


Owner mall tidak berani berkutik ketika Alexander menyebutkan nama papinya, karena memang benar yang dikatakan oleh Alexander, perusahaan itu memang menanamkan saham yang besar di mall tersebut ketika tuan Anton yang memimpin GIO Group


“Hentikan seluruh aktifitas mall, dan perintahkan seluruh pengunjung untuk berkumpul di tempat luas sesuai dengan lantai mereka berada saat ini. Jangan ada satupun yang berani keluar. Tutup semua akses pintu keluar masuk!!!” perintah owner mall kepada pegawainya di bagian penyampaian berita


Kemudian dia sendiri terjun langsung memeriksa cctv, mengecek semua rekaman cctv sore itu


“Kenapa semua cctv rusak di jam tiga siang ini???” teriaknya marah


Seluruh pihak keamanan yang berada di ruangan tersebut menundukkan kepala mereka


“Bergerak!!!. Tidak ada gunanya kalian berdiri disini. Mall saya bisa rata dengan tanah jika tuan Antonio Louise tiba disini cucunya belum ketemu!!!!”


Dengan cepat seluruh pegawai yang ada di ruangan tersebut bergerak. Bahkan pihak kepolisian juga sudah tiba dan langsung memeriksa seluruh cctv dan ruangan yang ada di mall ini terutama tempat terakhir Junior terlihat

__ADS_1


Seluruh pengunjung yang diminta berkumpul hanya bisa menurut dan bertanya-tanya, kiranya siapakah gerangan Junior ini. Mengapa sampai mall terbesar di kota ini sampai di tutup dan mereka semua di tahan demi dirinya


“Pasti anak itu bukan anak sembarangan. Jika tidak, tidak mungkin sampai seheboh ini” bisik salah satu pengunjung ketika banyaknya pihak kepolisian dan pria-pria berbadan besar di dalam mall ini


Sania yang hanya bisa terduduk lemas di ruang cctv bersama owner mall terus menangis tak berhenti. Bahkan ketika seluruh temannya dan mami Ajeng meneleponnya hanya dijawabnya dengan isak tangis. Mami Ajeng dan juga gadis-gadis penghuni rumah bordil yang datang ke mall hanya bis berdiri di luar tanpa bisa masuk karena mall telah dijaga ketat oleh pihak kepolisian


Di lain tempat, tepatnya di ibukota


Alexander melajukan mobilnya seperti orang kesetanan. Dia tidak memikirkan keselamatannya lagi, yang ada di dalam benaknya saat ini hanya keselamatan Junior, anaknya


“Tunggu papa nak, papa akan datang” gumamnya tak karuan dengan mata merah menahan marah dan kesal karena keteledorannya


Tak karuan berapa banyak orang yang memaki Alexander ketika lelaki tampan itu hampir menabrak orang. Alexander tidak memperdulikan sumpah serapah dari orang-orang, bahkan pada dagangan orang yang ditabraknya.


Begitu juga dengan tuan Anton, beliau yang juga sama khawatirnya dengan Alexander terus meminta pada supir untuk melajukan mobil dengan ngebut. Di jalan menuju kantor anak cabang perusahaannya, tempat helipad pribadinya, tuan Anton melihat begitu banyak barang dagangan orang kecil yang berhamburan dan beliau juga melihat wajah orang-orang yang marah dan menangis melihat dagangan mereka yang hancur


“Mark, kamu dimana?” tanya tuan Anton sambil menempelkan hp ke telinganya


“Kantor tuan. Alexander pergi tiba-tiba. Aku telepon tak diangkat, dan maaf tuan, kenapa suara tuan seperti tampak sangat khawatir?”


“Junior hilang!!!”


“What???!”


“Kamu ke jalan tempat helipad, kamu urusi semua pedagang yang ditabrak oleh Alexander. Ganti rugi mereka semua”


“Baik tuan”


“Saya di jalan menyusul Alexander. Dan kamu segera kirimkan pasukan ke tempat Sania. Sekarang juga. Cari penerbangan tercepat, bila perlu kamu carter satu pesawat agar langsung terbang”


“Baik tuan”


Selesai itu kembali tuan Anton menarik nafas panjang dan terlihat sangat gelisah


“Tuhan, lindungi cucuku…..” gumam tuan Anton dengan suara serak


Sementara Alexander yang telah sampai lebih dulu ke landasan helipad, segera melesat masuk dan meminta pada pilot untuk segeraa terbang


“Tuan Anton sudah di jalan tuan” jawab pilot yang terpaksa membuat Alexander berteriak kesal


“Papi cepat…!!!” teriak Alexander ketika melihat tuan Anton berlari


Baling-baling helicopter sudah mulai bergerak, rambut tuan Anton berkibar, tubuhnya yang berlari agak sedikit limbung. Dan ketika sampai di dekat helicopter, tangannya yang terulur langsung disambar oleh Alexander


Dengan cepat helicopter langsung mengudara begitu tuan Anton sudah duduk. Wajah dua orang ayah dan anak itu sangat tegang. Mereka hanya saling toleh sekilas, kemudian tuan Anton mendekap Alexander sambil menepuk-nepuk bahunya


“Tenang sayang, Junior pasti aman”

__ADS_1


Tangis Alexander langsung pecah


“Jika terjadi apa-apa pada anakku, aku adalah orang yang paling bersalah pi….”


__ADS_2