Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Berpacu Dengan Waktu


__ADS_3

Tuan Anton dan Alexander langsung berdiri di belakang ahli IT tersebut. Dengan segera ahli IT tersebut menzoom video yang tadi di hentikannya


“Kamera pengawas nomor 21, menunjukkan jika salah satu dari anak buah mall ini bertemu dengan orang asing. Barulah setelah itu seluruh cctv yang ada di mall ini mati”


Tuan Anton langsung memutar badannya kearah pemilik mall yang wajahnya langsung menegang ketika mendengar ucapan ahli It tersebut. Begitu juga dengan wajah dua pengawas ruang CCTV yang saat ini berdiri di sebelahnya


“Siapa diantara kalian berdua yang berjaga saat itu?” tanya tuan Anton


Kedua pria itu saling toleh, kemudian keduanya menjawab jika mereka yang bertugas hari itu tidak ada yang lain. Dan mereka tidak ada yang keluar dari ruangan tersebut


“Apa anda kenal dengan pria ini?” ucap ahli IT yang masih fokus menatap layar laptopnya


Di laptopnya, wajah orang yang tampak berbicara dengan orang tinggi besar yang tadi ada di computer cctv, tampak sangat jelas terlihat


Kedua pria yang bertugas mengawas cctv tersebut menggelengkan kepalanya.


“Periksa daerah cctv 21!” ucap seorang polisi pada anak buahnya melalui hp


Alexander yang sejak tadi sudah tidak karuan perasaannya segera menarik kerah baju salah satu pengawas ruang cctv.


“Sedikit saja kalian berbohong, nyawa kalian menjadi taruhannya”


Dua orang petugas pengawas cctv tersebut hanya bisa menelan ludahnya, dan menunduk ketakutan


“Ambil apa saja bukti yang ada disana” ucap ahli IT yang kembali menatap layar komputer, dimana dilihatnya beberapa polisi tampak berjalan di sekitar tempat yang terekam di kamera cctv 21. Dan kembali kepala polisi yang bersama mereka berbicara di hp. Dan salah seorang tampak melambaikan kertas kearah kamera pengawas


“Bawa kemari kertas itu!” ucap kepala polisi tersebut


Sania yang sudah harap-harap cemas hanya bisa menarik nafas dengan cepat dan bergerak gelisah


“Pulanglah dulu kerumah nyonya Ajeng. Ada kami disini. Sekecil apapun berita tentang Junior akan aku sampaikan sama kamu” bujuk Alexander kearah Sania


Sania masih menggeleng dengan wajah kuyu


“Saya yakin sejak kemarin kamu belum makan. Mark, tolong kamu suruh anak buah kita cari makanan. Bukan untuk kita saja. Tapi untuk seluruh yang terjebak di dalam mall ini” perintah tuan Anton


Mark mengangguk, dan segera keluar dari dalam ruangan cctv, dan tak lama telah kembali dengan polisi yang tadi tampak wajahnya di layar computer


Segera kertas yang tadi dipungutnya di sekitar ruangan yang terekam cctv 21 diberikannya kepada komandannya. Dan komandan tersebut memberikan kertas yang sudah kusut tersebut kepada ahli IT

__ADS_1


Dan kembali dengan cepat tangan ahli IT tersebut langsung bergerak lincah di atas layar laptopnya


“Tempat ini berjarak 15 kilo meter dari sini” ucapnya begitu di layar laptopnya tampil map


Dengan cepat Alexander menelepon anak buahnya untuk bergerak kearah tempat yang dimaksud oleh ahli IT tadi


“Kameranya mati selama satu jam. Dan aku yakin kamera pengawas di toko lain tidak mati, aku akan pergi ke toko seberang” ucap ahli IT tersebut yang kembali berdiri dengan membawa laptopnya


“Kamu terus disini. Biar aku yang pergi!” ucap Alexander ketika dilihatnya Sania berdiri


Sania terpaksa duduk kembali dengan lesu. Tuan Anton duduk di sebelahnya dengan mengelus pundaknya


“Hampir 24 jam tuan…….” lirih Sania sambil berlinangan air mata


Alexander yang sudah berdiri di depan pintu sontak menghentikan langkahnya dan langsung berjalan kembali kearah Sania


“Jangan lemahkan aku dengan air matamu Sania……” lirih Alexander yang langsung merengkuh Sania kedalam dekapannya


Tuan Anton menarik nafas panjang melihat wajah Alexander yang berubah mendung, sementara Sania sudah terisak di dekapan Alexander


“Come on bro, kita nggak punya banyak waktu” ucap Mark yang membuat Alexander segera melepaskan dekapannya pada Sania


Begitu juga pada Alexander dan Mark yang berjalan dengan pengawalan beberapa orang bodyguard. Dan tentu saja hal ini kembali menjadi berita hangat hingga stasiun tv nasional. Dan kembali perempuan paruh baya yang sejak semalam selalu terfikir dengan wajah Sania yang tampil sekilas kembali berfikir keras ketika dia melihat wajah Alexander dan Mark


“Dan wajah dua bule ini….. ya Tuhan, aku seperti pernah bertemu dengan mereka” gumamnya


Pemilik toko yang tepat berseberangan dengan mall kaget ketika beberapa polisi dan orang berbadan besar masuk kedalam tokonya


“Kami pihak kepolisian, kami ingin melihat rekaman cctv toko anda”


Pemilik toko tersebut hanya bisa mengiyakan tanpa berani membantah. Dengan segera ahli IT memeriksa cctv toko tersebut. Berkali-kali keningnya berkerut, ketika dia melihat jika cctv ditoko tersebut juga mati persis yang seperti yang terjadi di mall tersebut


“Di toko ini cctvnya juga mati” gumam pria itu


Alexander langsung lemas ketika dia mendengar ucapan ahli IT tersebut


“Kita pindah ke toko sebelahnya” ucap IT tersebut yang langsung berdiri sambil kembali mengangkat laptopnya


Dan lagi-lagi, seluruh toko yang ada di sekitar mall tersebut semuanya mati pada saat itu. Dan semua waktunya sama

__ADS_1


“Ini sudah terkoordinir, mereka sudah bisa membaca situasi yang akan terjadi. Dan bisa dipastikan jika mereka juga sudah mengetahui kebiasaan Sania dan anak anda”


Tangan Alexander terkepal, giginya gemeletuk, pikirannya kian kacau


“Bos, ada kabar dari rekan kami di tempat yang bos suruh mereka datangi tadi” ucap seorang anak buah sambil mengulurkan hp nya pada Alexander


“Apa yang kalian dapatkan?” tanya Alexander


“Dari kamera pengawas disini, orang itu memang datang ke café ini bos. Dan dia tidak sendirian”


“Kalian stay disana, kami akan meluncur”


Dengan cepat Alexander dan rombongan keluar dari toko terakhir, yang jaraknya sudah 500 meter lebih dari mall. Dua buah mobil yang berisikan Alexander beserta rombongan langsung bergerak cepat. Dan ahli IT yang tetap pada pekerjaannya terus mengutak atik laptop yang ada di tangannya


“Kamera pengawas di bundaran itu saya yakin merekam lelaki yang ada di gedung itu tuan” ucapnya ketika dia mengangkat kepalanya ketika mobil yang membawanya berbelok tajam yang menyebabkan tubuhnya nyaris jatuh


“Berhenti!!!” ucap Alexander demi mendengar ucapan ahli IT tersebut


Alexander segera menghampiri pihak kepolisian yang berjaga di pos yang tak jauh dari bundaran tersebut. Dan langsung menyampaikan niatnya. Polisi tersebut yang memang telah mengetahui kasus anak hilang di mall langsung mempersilahkan Alexander dan ahli IT masuk kedalam sebuah ruangan


Dengan segera ahli IT tersebut duduk di depan layar komputer, dan kembali tangannya bergerak lincah. Ratusan mobil yang tertangkap di layar komputer tersebut tak luput dari tangkapan matanya.


“Ini….!!!” ucapnya setengah jam kemudian


Alexander menarik nafas panjang ketika tangkapan wajah pria yang ada di dalam mobil telaah berpindah ke laptop ahli IT.


“Kita segera di café tadi bos. Kita bahas semuanya disana. Karena sepertinya memang disana semuanya berawal”


Alexander mengangguk. Dengan segera dia keluar dari dalam ruangan tersebut, dan kembali masuk kedalam mobil, dan kembali mobil bergerak cepat hingga lima belas menit berikutnya mereka sudah duduk di dalam café tersebut


Kembali pihak kepolisian menyampaikan tujuan mereka datang. Dan pemilik café tak keberatan ketika ahli IT dan rombongan masuk memeriksa rekaman cctv mereka


Harus Mark dan Alexander akui kecepatan tangan ahli IT ini ketika tangannya bermain di atas keyboard laptop, matanya tak pernah luput dari layar, sesekali mulutnya bergumam dan terlihat dia menzoom out sebuah gambar dan kemudian dari hasil gambar tersebut dia mulai menganalisa siapa yang ada di gamabr tersebut


“Namanya Andra Guna, mantan napi yang baru keluar dari penjara sekitar dua tahun yang lalu karena kasus narkoba, terakhir masuk bui karena kepemilikan sabu seberat lima kilo gram. Dan saat ini sedang dalam pencarian polisi karena terlsibat kasus pembunuhan” ucap ahli IT tersebut ketika membaca resume yang tampil di bawah gambar lelaki yang berhasil di zoom nya tadi


“Bersamanya saat itu seorang wanita, sayangnya wanita ini memakai masker sehingga menyulitkan saya mengidentifikasi siapa dia”


Alexander kembali fokus menatap layar laptop ahli IT tersebut, kemudian dia kembali fokus mendengarkan penjelasan pria itu

__ADS_1


“Mereka bertemu pukul satu siang, dua jam sebelum kejadian. Tapi wanita ini memakai jaket dan tampak sekali jika berusaha menutupi wajahnya dengan kerah jaket yang sengaja dia tegakkan”


__ADS_2