
Tuan Anton yang masih duduk di depan ruang icu segera mengangkat hpnya ketika ada panggilan masuk
"Mereka sudah bersama kami bos"
Wajah Tuan Anton tampak tersenyum menyeringai
"Pastikan jika orang yang kalian bawa tidak kabur dan pastikan bahwa mereka baik-baik saja. Besok aku akan menemui mereka" Lalu setelah itu Pak Anton langsung menutup panggilan dan mendekati istrinya yang duduk dengan menutup wajahnya.
"Mi.... sebaiknya Mami diantar ke hotel saja ya. Mami istirahat saja di hotel biarkan malam ini Alexander dijaga dengan bodyguard kita"
Nyonya Ema membuka tangannya yang menutupi wajahnya. Lalu dia menggeleng
"Tidak pi, mami akan terus disini"
Tuan Anton menarik nafas panjang mendengar jawaban sang istri
"Tenang mi, bodyguard yang papi suruh untuk mencari yang memukuli anak kita sekarang sudah bersama mereka dan besok papi akan menemui mereka"
Wajah Nyonya Ema yang semula tampak suram sedikit bersinar cerah
"Bener Pi, orangnya sudah ditangkap oleh para Bodyguard kita? jika begitu baiklah mami akan ke Hotel tapi Papi juga. Papi harus istirahat kan tadi Papa bilang sendiri bahwa Bodyguard yang akan menjaga Alexander
Tuan Anton menganggukkan kepalanya lalu kembali Dia menempelkan HP ke telinganya
Sebagian kembali ke Rumah Sakit jaga anak saya!"
"Saya dan istri saya akan istirahat di hotel"
"Siap tuan!"
Setelah mendapatkan jawaban dari anak buahnya Tuan Anton lalu mengajak nyonya Emma untuk pergi meninggalkan ruang ICU setelah sebelumnya mereka berdua kembali melihat keadaan Alexander melalui kaca jendela
"Mami pergi dulu sayang, tapi Mami janji besok Mami akan datang lagi ke sini" lirih nyonya Ema dengan nada sendu.
Ketika sampai di luar ternyata sudah ada pihak hotel yang tadi telah dihubungi oleh Tuan Anton menjemput mereka setelah itu lalu mereka segera masuk ke dalam mobil dan langsung menuju hotel tempat mereka beristirahat.
Sementara para Bodyguard yang membawa Sania, Mark, dan Junior saat ini sedang dalam perjalanan menuju sebuah markas yang telah ditentukan oleh Tuan Anton.
Tak Butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di markas tersebut. Setelah mereka menghentikan mobil yang mereka kendarai, kembali dengan kasar 10 Bodyguard itu menarik paksa Sania dan Mark yang tidak hentinya terus mendekap Junior dan Sania yang melihat Mark menggendong Junior hatinya sedikit merasa lega itu artinya Junior baik-baik saja.
__ADS_1
"Junior..." panggil Sania dengan suara tertahan
Junior langsung menggerakkan kepalanya
"Mama...? Mama di mana?" Tanya Junior yang terus menggerakkan kepalanya dalam dekapan Mark
Mark lalu berbisik
"Tenang sayang, mamamu ada di belakang kita mamamu baik-baik saja kamu tenang ya kamu ada bersama uncle dan juga bersama mamamu.
Sania yang ditarik paksa oleh Bodyguard sekarang berjalan bersebelahan dengan Mark.
Secara refleks tangannya langsung menyentuh kepala Junior dan Junior yang merasakan bahwa itu adalah tangan mamanya langsung bersuara
"Mama, aku tahu bahwa ini Mama...."
Sania tidak bisa menjawab pertanyaan Junior. Hanya air matanya yang terus mengalir dan tangannya terus menggenggam tangan Junior
Hingga akhirnya seorang Bodyguard membuka markas itu lalu kembali dengan kasar didorongnya tubuh Sania hingga terhempas di lantai
"Hei Dia perempuan, bersikaplah yang lembut pada perempuan jangan kasar dan jadi pengecut!!" bentak Mark yang langsung menurunkan Junior lalu membantu Sania duduk
Sania sedikitpun tidak menggubris ucapan Mark, melainkan tangan Mark yang memegang tangannya langsung ditepisnya dengan kasar
"Sudah stop kamu bilang tentang Alexander, hidup saya sudah sangat kacau oleh Alexander dan sekarang makin kacau lagi terlebih dengan melibatkan Junior di dalam masalah ini"
Sania segera berjalan cepat ke arah Junior yang tadi diletakkan oleh Mark. Secepat kilat langsung di dekapnya dengan hangat tubuh anaknya dan Junior yang merasakan dekapan mamanya langsung terisak
Mama Junior takut, kita sekarang ada di mana Ma? Mengapa orang-orang jahat itu membawa kita ke sini dan juga Uncle yang menggendong aku tadi kepalanya berdarah, aku mencium bau darah ma"
Sania hanya bisa mengangguk dan mengusap kepala Junior lalu dibawanya Junior ke sudut ruangan dan masih di dalam dekapannya Junior disuruhnya untuk tidur kembali
Mark ikut duduk di sudut dekat dengan Sania dan Junior dan Sania yang melihat Mark duduk di dekat mereka hanya memasang wajah datar.
Sampai akhirnya kembali pintu dibuka. Dan beberapa orang Bodyguard masuk
"Kalian tetap di dalam sini jangan pernah mencoba-coba untuk kabur jika kalian sayang dengan nyawa kalian, Mengerti?!"
Mark dan Sania melengos mendengar ucapan salah satu dari bodyguard tersebut
__ADS_1
Lalu salah satu dari bodyguard tersebut berjalan dan memegang kaki Junior yang langsung ditepis kasar oleh Sania
"Jangan berani-berani menyentuh anak saya. Urusan kalian sama saya bukan sama anak saya"
Bodyguard tersebut menyeringai lalu tersenyum sinis
"Berani juga perempuan ini!" ucapnya dengan langsung menarik kasar dagu Sania sehingga wajah Sania terangkat ke atas
"Lepaskan perempuan itu kalau tidak saya hancurkan tangan kamu saat ini juga!!" bentak Mark cepat dengan langsung mendorong kasar tubuh bodyguard tersebut
"Saya akan buat kamu menyesal seumur hidup kamu karena telah menyakiti dia!!!"
Bodyguard yang didorong Mark tadi berusaha bangkit lalu menyeringai dan berniat memukul Mark yang segera ditahan oleh temannya
"Stop!!! Tuan Anton meminta kita menjaga mereka bertiga bukan dengan menyakitinya. Terlebih jika kamu berani macam-macam sama perempuan itu. Kamu tahu sendiri kan prinsip kita, kita tidak pernah menyakiti perempuan. Kita boleh b******n tapi tidak menyakiti perempuan!!!"
Bodyguard tersebut seperti tersadar lalu segera bangkit dan meninggalkan Sania yang memandang tajam ke arahnya.
Sementara Bodyguard yang lain menjaga Sania, Mark, dan Junior di markas. Yang lainnya kembali ke rumah sakit untuk menjaga Alexander dan sebagian lagi kembali ke hotel untuk menjaga Tuan Anton dan nyonya Ema.
Karena sekarang bodyguard telah keluar dari ruangan itu Sania bisa bernafas lega dan kembali memangku kepala Junior yang Sudah terlelap
Mark sedikitpun tidak bisa memicingkan matanya sepanjang malam hingga pagi sedetikpun dia tidak bisa tertidur.
Sepanjang malam dia menjaga Sania dan Junior yang terlelap
Di dalam hati Mark sangat sedih melihat bagaimana Sania dan Junior tertidur di lantai
"Ya Tuhan Alexander, Andaikan kau melihat bagaimana perjuangan dua orang yang sangat kau cintai. Tentulah kau akan menangis darah" gumamnya
Jam 08.00 sesuai dengan perjanjian kembali Bodyguard menjemput Tuan Anton yang telah siap untuk berangkat ke markas.
Panjang perjalanan menuju markas Tuan Anton tak henti-hentinya bertanya kepada para Bodyguard Bagaimana cara mereka malam tadi mendapatkan orang yang telah memukuli anaknya.
"Kami menghabisi mereka semua Bos. Mereka kami lumpuhkan. Penghuni rumah bordil itu kami ikat semua, sampai dengan mucikarinya"
"Rumah bordil?, Maksudnya apa?" Tanya Tuan Anton dengan kaget karena dia tidak menyangka bahwa tempat yang disuruhnya untuk diserbu semalam adalah rumah bordil.
"Iya Bos rumah bordil, rumah yang kami datangi semalam itu adalah rumah bordil dan ternyata yang memukuli Tuan Alexander itu adalah para pengawal yang ada di rumah bordil tersebut. Jadi besar kemungkinan bahwa sebelum kejadian, Tuan Alexander itu datang ke rumah bordil tersebut"
__ADS_1
Tuan Anton langsung mengusap kasar wajahnya mendengar keterangan dari Bodyguard tersebut