
“Kamu lihat secara detail perempuan itu!” ucap Alexander yang dijawab anggukan kepala dari ahli IT tersebut. Kembali tangan pria itu bergerak lincah di atas keyboard laptop, Mark dan Alexander terus menperhatikan gerakan tangannya dan juga tangkapan gambar di laptop lelaki tersebut
“Come on, come on….. !!!!” gumam lelaki itu sambil terus memainkan mouse. Tak tanggung-tanggung, tiga buah laptop menyala semua dihadapan lelaki itu. Secara bergantian dia memainkan jarinya diatas ketiga laptop itu, dan Alexander yang melihatnya kian merasa deg-degan
“Kamera di seberang jalan menunjukkan jika perempuan ini datang dengan mobil warna silver” ucap lelaki itu
Mark dan Alexander langsung menoleh kearah laptop yang paling pinggir dan melihat gambar seorang perempuan yang persis ditangkap oleh kamera café ini
“Terlihat dia menelepon seseorang, mungkin lelaki yang bernama Andra Guna itu” gumam Mark
“Berhenti!!!” ucap Alexander ketika dia melihat gambar seseorang yang berjalan mendekati wanita itu
“Bukankah dia bodyguard kita Mark?”
Mark memajukan kepalanya, kemudian mengangguk
“Benar. Dia yang kami kirim ke kota ini untuk menjaga Junior dan Sania” jawab Mark
Tangan Alexander langsung terkepal, dengan segera dia mengambil hp yang ada di dalam kantong celananya
“Tangkap bodyguard yang bernama Jason, jangan lepaskan dia sampai aku datang kesana!!!” ucap Alexander dengan gigi gemeletuk
Ahli IT yang terus bekerja tidak mempedulikan keadaan Alexander, dia terus fokus dengan pekerjaannya
“Wanita ini memiliki tanda di pergelangan tangannya, seperti sebuah tato” ucap lelaki itu ketika dia menzoom dan menghentikan video tersebut
Alexander langsung memutar laptop mengarah kepadanya, kemudian dia memejamkan matanya berusaha untuk mengingat siapa wanita yang memiliki tato seperti yang ada di gambar yang saat ini dilihatnya
“Perjelas gambarnya!” ucap Alexander lagi. Dan ahli IT tersebut kembali mengklik-klik mouse sehingga tampillah sebuah gambar yang cukup jelas
“Milena…….” Desis Alexander ketika dia melihat dengan jelas gambar tattoo yang saat ini terpampang jelas di layar laptop
“Kamu yakin perempuan itu?” tanya Mark begitu dia mendengar desis suara Alexander
Alexander tidak mempedulikan pertanyaan Mark, segera dia kembali mengambil hp nya dan meletakkan di telinganya
“Kurang ajar!!!” teriak Alexander karena panggilannya ternyata di blokir oleh Milena
“Kembali ke mall tadi!” ucap Alexander lagi dengan cepat
Segera ketiganya keluar dari dalam ruangan café tersebut. Dan Mark segera menghampiri bagian kasir dan memberikan segepok uang kepada pemilik café yang menerima uang tersebut dengan mulut ternganga
Kembali mobil melesat di jalan raya, dan kembali di dalam mobil Alexander berusaha untuk menghubungi nomor Milena yang lain. Tapi semuanya sama, seluruh panggilan dari Alexander ternyata di blokir oleh Milena
Dengan kesal Alexander hanya bisa mengumpat di dalam mobil. Kemudian dia beralih menelepon salah satu bodygaurdnya yang tadi diperintahkannya untuk menangkap Jason
“Jason tidak ada di lokasi bos. Mungkin dia ikut yang lain” jawab orang di seberang
Kembali Alexander berteriak kesal, hp yang ada di dalam genggamannya diletakkannya dengan kasar di jok mobil. Sementara Mark yang sejak tadi sudah tampak berbicara di hp hanya membiarkan Alexander kesal sendiri
“Kenapa kalian tidak ada yang sadar jika Jason tidak bersama kalian??!” bentak Mark
__ADS_1
Alexander menoleh, kemudian dia menghembus nafas kasar mendengar bentakan marah Mark
“Cari sampai dapat Jason. Hubungi dia, kalian berpencar. Kunci penculikan ini ada pada Jason!!!” kembali Mark berteriak
Sementara ahli IT yang sejak tadi tidak berhenti menatap layar laptop pribadinya kembali membuat Alexander dan Mark sama-sama melongokkan kepala mereka kearah depan ketika mendengar lelaki itu bergumam
“Apa yang kamu dapatkan?” tanya keduanya berbarengan
“Milena menginap di hotel yang tak jauh dari sini” ucap ahli IT tersebut
“Kita kesana!” ucap Alexander cepat.
Bodyguard yang membawa mobil hanya mengangguk dan kembali melajukan mobil dengan ngebut. Sampai di hotel yang dimaksud oleh ahli IT tadi, mereka segera turun. Satu buah mobil di belakang yang berisikan beberapa ornag polisi ikut turun
“Kami dari pihak kepolisian!” ucap salah satu polisi pada petugas lobby hotel yang menyambut mereka dengan menunjukkan kartu identitasnya
“Kami mencari pengunjung hotel wanita ini, dia bernama Milena” ucap Mark cepat sambil menunjukkan gambar wajah Milena
Alexander menoleh cepat kearah Mark ketika dilihatnya jika orang kepercayaan papinya itu menunjukkan hp nya pada petugas lobby yang langsung melihat lama pada layar hp Mark
“Baru sekitar dua jam yang lalu dia check out” ucap petugas tersebut ketika dia selesai melihat wajah Milena
“Kamu perhatikan dengan benar gamabr wajah wanita itu!” bentak Alexander
“Benar tuan, kami tidak bohong. Wanita yang ada di hp ini memang baru beberapa jam yang lalu check out. Kalau tuan tidak percaya, ini buktinya” ucap pria muda tersebut sambil memberikan daftar buku kepada polisi yang langsung memeriksa buku tersebut
“Disini namanya bukan Milena, tapi Inne Thomas”
“Dari kartu identitas yang kami terima begitulah namanya pak” kembali petugas itu menjawab
“Bisa kami melihat cctv hotel ini?” tanya polisi itu kembali
Kedua petugas lobby saling toleh, kemudian salah satu dari mereka pergi berpamitan dan tak lama berselang telah muncul dengan seorang lelaki yang berpakaian rapih. Lelaki itu langsung mengulurkan tangannya kearah Mark dan seorang polisi yang juga mengulurkan tangannya
Kemudian pihak kepolisian langsung menyampaikan maksud dan tujuan mereka sehingga lelaki yang berpakaian rapih tadi segera membawa polisi dan ahli IT untuk masuk keruang cctv hotel
Alexander dan Mark yang tidak diperkanan masuk hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas di kursi lobby. Alexander sudah duduk berdiri dengan gelisah, sementara Mark terus menghubungi pihak bodyguard yang ditugaskannya untuk mencari keberadaan Jason
Sepuluh menit kemudian muncul pihak kepolisian dan ahli IT yang tadi masuk bersama kedalam. Melihat mereka Mark dan Alexander langsung berdiri
“Bagaimana?” tanya keduanya dengan cepa
“Wanita itu datang kesini tidak sendirian, tapi dengan seorang lelaki muda yang pernah saya lihat di aplikasi yang saya delete beberapa bulan yang lalu tuan”
“Alvin…..” kembali Alexander bergumam dengan menarik nafas panjang
“Terus kemana mereka sekarang?” kejar Mark
“Memang yang dikatakan oleh petugas lobby itu benar, mereka check out sekitar dua jam yang lalu”
Alexander langsung mengusap kasar wajahnya, menghembus nafas panjang dan tubuhnya sedikit membungkuk. Tak lama dia mengangkat kepalanya, kemudian menoleh kearah Mark yang menatap kearahnya
__ADS_1
“Kita kembali dulu ke mall. Kita atur strategi. Atau kita istirahat disini. Kamu dari kemarin tidak istirahat sama sekali. Dan kamu sangat kacau, saya tidak yakin dengan emosi kamu”
Alexander menepis tangan Mark yang memegangi bahunya
“I’m fine. Aku akan istirahat saat anak aku ditemukan” jawab Alexander yang berjalan mendahului semuanya
Mau tak mau tiga lelaki yang berada di belakang segera menyusul Alexander yang telah masuk kedalam mobil.
“Kembali ke mall” ucap Alexander
Sepanjang jalan menuju mall, pikiran Alexander benar-benar kacau. Berbagai pikiran dan kemungkinan muncul di benaknya. Berkali-kali dia menarik nafas panjang dan terlihat sangat gelisah
“Mereka menyewa mobil di rental seberang hotel tuan” ucap ahli IT yang membuat Alexander langsung memerintahkan mobil untuk berputar arah kembali ke tempat yang disebutkan oleh ahli IT tadi
“Kamu tuggu disini saja. Saya yang urus!!!” ucap Mark menekan bahu Alexander ketika pria tampan itu hendak turun dari dalam mobil
Alexander yang sudah sangat lelah hanya mengangguk pasrah dan menuruti perintah Mark. Jadilah dia di dalam mobil dengan bodyguard yang ada di depan. Sementara bodyguard yang ada di mobil satunya begitu diberitahu Mark untuk menjaga Alexander segera turun dari mobil, dan berdiri di samping mobil, menjaga keamanan Alexander
Sementara Mark yang masuk bertiga dengan seorang polisi dan ahli IT langsung melakukan inspeksi mendadak. Segala pertanyaan dilontarkan oleh pihak kepolisian pada pemilik rental mobil tersebut
“Kami tidak menanyakan detail mereka tuan. Begitu proses adiminstrasi selesai, dan memang mereka membayar sewa dalam jumlah fantastis” jawab pemilik rental tersebut ketika ditanyai oleh petugas kepolisian
Sementara ahli IT yang masuk segera menyambungkan laptopnya dengan komputer cctv yang ada di tempat ini
“Saya akan Blokir GPS mobil tersebut!” ucap ahli IT tersebut
“Jangan !!!” teriak Mark cepat
“Kita ikuti kemana arah GPS tersebut!” ucap polisi tersebut yang segera mengajak ketiganya keluar
Ahli IT tersebut kembali dengan sigap berdiri dan langsung ikut keluar dari dalam ruangan rental mobil tersebut
“Ikuti petunjuk dari saya!” ucap ahli IT yang duduk di sebelah bodyguard yang duduk di belakang kemudi. Sementara Alexander yang tadi sempat tertidur langsung membuka matanya begitu mendengar pintu mobil dibuka
“Bagaimana?” tanyanya ketika Mark duduk
“Kita dapat GPS mobil yang disewa oleh wanita itu” jawab Mark
Jadilah mobil yang dikemudikan bodyguard berada di depan, sementara mobil satunya berada di belakang
“Mereka berada di arah selatan” ucap ahli IT sambil terus menatap layar laptopnya
“Tuan, bisakah anda memasangkan kabel charger laptop saya ke mobil anda?”
“Hah?” jawab bodyguard kebingungan
Ahli IT itu tidak menggubris reaksi kaget dari bodyguard yang fokus menyetir. Dengan segera dia merangkai beberapa kabel yang ada di dalam tasnya, kemudian dia berjongkok dan menarik sebuah kabel yang mengakibatkan mobil berhenti mendadak. Dengan segera mobil yang ada di belakang mengerem mendadak juga. Ahli IT tampak turun, dan terlihat bagaimana tangannya dengan cepat memasang kabel yang tadi telah dirangkainya. Kemudian dia masuk kembali kedalam mobil dan memerintahkan bodyguard untuk menyalakan lagi mesin mobil
Benar yang dikatakan ahli IT tdi, mobil yang tadi dipaksanya berhenti mendadak seketika mesinnya menyala kembali dan laptopnya yang sejak tadi sudah bersuara yang mengisyaratkan baterainya habis menjadi hening
“Mereka lima belas kilometer dari kita” ucap ahli IT itu lagi
__ADS_1
“Cepat kejar mobil itu!!!!” ucap Alexander kalut