Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Membawa Junior Pergi


__ADS_3

"Kalian urus yang lain" ucap lelaki besar itu pada temannya yang lain yang segera menyerbu masuk ke dalam rumah bordil


Terdengar teriakan ketika para lelaki itu masuk dan menarik paksa para wanita malam, tak terkecuali mami Ajeng


Dan Junior yang mendengar jelas teriakan di tengah rumah kembali menggedor kencang pintu


"Mama.....??, buka maaa!!" teriaknya kencang


Sania yang diseret paksa hanya bisa menoleh dengan hati hancur kedalam rumah dimana didengarnya dengan jelas suara teriakan para temannya


"Den.... tolong selamatkan Junior....." lirih Sania ketika melewati Deno yang terkapar tak berdaya di tanah


Deno yang mengerang kesakitan hanya bisa melirik kearah Sania yang sekarang telah dipaksa naik keatas mobil


Sementara di dalam, para gadis yang dipaksa mengikuti para bodyguard terus berteriak ketakutan yang semakin membuat mami Ajeng bingung harus melakukan apa


"Lepaskan semua anak saya!!!!" teriak mami Ajeng lantang dengan wajah basah oleh air mata


Mark yang masuk segera berdiri melindungi mami Ajeng


"Nyonya selamatkan Junior, biar bodyguard ini menjadi urusan saya"


Kembali seorang bodyguard menyeringai dan segera mencengkeram kuat leher Mark


"Kurang ajar kamu ya, ternyata anda berkhianat!!!"


Mark berusaha menggeleng, sementara mami Ajeng dengan sisa keberaniannya mencoba berlari


"Berhenti, atau anda saya tembak!!!" teriak lelaki yang mencengkeram leher Mark


Segera dilepaskannya leher Mark lalu dia berjalan cepat kearah mami Ajeng dan secepat kilat disambarnya rambut mami Ajeng


Mami Ajeng memejamkan matanya ketika dirasanya sebuah cengkeraman kuat di kepalanya


Sementara suara teriakan makin jelas terdengar


"Cari suara kecil itu!!!"


Empat bodyguard langsung berjalan cepat, dan Mark kembali menghalangi langkah mereka


BUGHH!!!


Sebuah pukulan keras melayang ke wajah Mark yang membuatnya tersungkur


"Mama bukaaaa!!!!"


Empat bodyguard yang mengetahui dimana asal suara tersenyum menyeringai


"Nak...?, apa kamu di dalam?!" tanya sebuah suara berat


Mami Ajeng menggerakkan matanya dengan panik, dan berusaha melepaskan cengkeraman di kepalanya

__ADS_1


"Jangan sakiti anak itu, dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini" ucap mami Ajeng dengan suara tercekat


Seorang bodyguard mengetuk pintu untuk memastikan jika di dalam kamar tersebut ada orang


"Sayang.....?" panggilnya


"Mama saya mana, jangan sakiti mama saya!!!" teriak Junior


Keempat bodyguard tersebut saling toleh dan menganggukkan kepala mereka


Lalu salah satu dari mereka berjalan kearah empat wanita malam yang sekarang terduduk ketakutan di lantai


"Kamu minta anak kecil itu untuk membuka pintu kamarnya!"


Helen menggeleng dengan mata penuh air.


Sebuah tamparan keras langsung melayang ke wajahnya yang membuatnya langsung terpelanting dan pingsan


Melihat Helen terpelanting, ketiga temannya langsung terpekik dan tak bisa berbuat apa-apa ketika Helen pingsan, selain kembali menangis ketakutan


"Ayo cepat, siapa diantara kalian bertiga yang bisa membuat anak di dalam kamar itu membuka pintu!"


Seorang gadis mengangkat kepalanya, bibirnya gemetar dan masih dengan tangan gemetar dia mengangkat telunjuknya


"Cepat!!!!" ucap bodyguard tersebut sambil memaksanya berdiri dengan kasar


"Jangan nak, jangan biarkan mereka membawa Junior" mami Ajeng berkata lirih dengan berlinangan air mata


Sampai di depan pintu, tangannya yang dicengkeram tadi dilepaskan, lalu dengan wajah takut dan ragu gadis itu mengetuk pintu


"Junior......, nak....?"


Junior yang sejak tadi menggunakan indera pendengarannya tahu jika yang berdiri di depannya saat ini bukanlah mamanya dan dari nada suaranya dapat Junior tangkap jika ada getaran ketakutan dan isak tangisan


"Junior..... nak?, ini aunty..."


"Aunty mana mama?"


Gadis itu tak menjawab melainkan terisak yang membuat bodyguard yang sejak tadi menunggu jadi tak sabar dan segera menarik kasar rambut gadis tersebut


"Junior buka pintunya nak, jangan takut, ada aunty di sini"


Junior yang kembali mendengar nada ketakutan bercampur kesakitan segera membuka pintu kamar tanpa berfikir kembali


Secepat kilat gadis itu menarik Junior dalam dekapannya


"Tolong jangan sakiti dia, dia tidak bersalah"


Junior yang memang tidak tahu apa yang terjadi mendekap erat pinggang gadis itu


Tapi salah satu bodyguard yang tadi menjambak rambutnya merebut kasar Junior dari dalam dekapannya yang membuat gadis tersebut berusaha merebut kembali Junior, tapi tangannya sontak terlepas ketika salah satu bodyguard yang lain menarik kasar rambutnya dan membantingnya ke lantai

__ADS_1


"Nggak mau, turunkan aku!!!" Junior berteriak ketika tubuhnya dipanggul kasar oleh lelaki yang mencengkeramnya


Mami Ajeng hanya bisa menangis ketika dilihatnya bagaimana seorang lelaki besar dengan mudahnya memanggul tubuh Junior, melewati dirinya yang mencoba mengulurkan tangannya menggapai kearah Junior yang meronta


"Ikat semua perempuan ini!" teriak sebuah suara yang ternyata lelaki yang tadi membawa Sania keluar


Tanpa bisa melawan mami ajeng dan anak semangnya diikat menggunakan lakban, lalu mulut mereka juga dilakban


Bahkan Helen dan gadis yang tadi dibanting tak luput dari ikatan para bodyguard walaupun mereka dalam posisi pingsan


"Lepaskan anakku, lepaskan!!!!" teriak Sania kencang sambil berusaha membuka pintu mobil


"Diam!!!" bentak sebuah suara


Sania tak menggubrisnya, dia terus saja berusaha berontak dan membuka pintu mobil


Sementara Mark yang melihat Junior dipanggul seorang bodyguard yang tadi akan menembaknya tak tinggal diam, dia segera melompat dan meninju kasar wajah bodyguard tersebut


Tapi Mark kalah cepat karena bodyguard yang lain segera menyerangnya dengan bertubi-tubi


"Jika anda tidak bisa diajak kompromi, kami tidak akan segan-segan membunuh anda!!!" teriak salah satu dari mereka yang menahan tangannya yang telah siap dilayangkan ke wajah Mark


"Lepaskan anakku!!!" teriak Sania frustasi dengan suara tangis pilu


Deno dan para pengawal yang lain tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga sudah babak belur


Dengan kasar Junior dimasukkan di mobil yang berbeda dengan Sania yang membuat Sania terus berusaha keluar dan berteriak


PLAAAAK... PLAAAK.. PLAAAK...


Tamparan keras di wajah dan kepala Sania membuat wanita yang sejak tadi berteriak histeris diam tak berkutik lagi


"Kalian semua cepat masuk!!!!"


Secepat kilat semua bodyguard masuk kedalam mobil termasuk Mark yang wajahnya juga babak belur


"Anak ini biar sama saya!" ucap Mark kasar ketika seorang bodyguard menarik kasar tubuh Junior


Dengan cepat Junior ditarik Mark dan dibawanya duduk di bagian depan


"Sayang jangan takut ya, ada uncle sama kamu...."


Junior yang terisak tak menjawab, dia hanya menempelkan kepalanya ke dada Mark


"Jangan nangis sayang ya, mama ada di mobil lain, nanti uncle akan bawa kamu sama mama"


Junior yang menempelkan kepalanya di dada Mark perlahan mendongakkan wajahnya dan menggerakkan kepalanya perlahan


"Ada bau darah yang saya cium, uncle pasti terluka"


Mark tak menjawab melainkan semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh Junior

__ADS_1


"Uncle akan membawamu pada papa dan oppamu nak, kali ini tidak akan uncle biarkan kamu menderita lagi" batin Mark


__ADS_2