
Dokter Anita ikut sedih melihat Sania yang tampak terguncang.
Setelah Sania lebih tenang, dua perawat mendorong brankar keluar dari ruang ICU, membawanya ke bansal perawatan
Sesampainya di ruang perawatan, kembali dokter memeriksa Sania dan mengajaknya mengobrol
"Dokter tahu siapa yang membawa saya kesini?" tanya Sania
"Dua orang lelaki, satu diantaranya mengaku keluarga mu" jawab dokter
Jantung Sania berdegup kencang mendengar jawaban dokter
"Orangnya seperti apa dokter?"
"Yang mana?"
"Yang mengaku saudara saya"
"Ohh, orangnya tinggi, putih, rambutnya ya model anak jaman sekarang lah, gaul gitu, terus ada kumis dan jambang di wajahnya"
"Alexander...." lirih Sania tercekat
"Bahkan dia juga yang telah mendonorkan darahnya untukmu"
Sania serasa berhenti bernafas mengetahui jika di dalam tubuhnya mengalir darah seorang penjahat kelamin.
Degup jantungnya berpacu cepat dan tiba-tiba nafasnya sesak. Suster dan dokter kaget melihat perubahan Sania yang kembali drop
"Cepat pasangkan lagi oksigen!" teriak dokter panik
Seorang suster berlari keluar kamar perawatan, melesat masuk kembali dalam ICU, dan dengan segera dia mendorong tabung besar oksigen menuju kamar Sania
Sementara dokter segera menekan-nekan dada Sania, ketika suster masuk dia segera memasangkan selang oksigen di bawah hidung Sania.
Tampak nafas Sania kembali teratur, tetapi tekanan darahnya jadi tinggi. Berkali-kali dokter memintanya untuk tenang agar darah dan nafasnya normal kembali
Air mata Sania kembali mengalir, dan dokter kembali menggenggam erat tangannya.
...****************...
"Akhirnya CEO GEO grup pulang juga" sambut pak Anton ketika mobil yang dikendarai Mark berhenti tepat di depan istananya
Alexander segera keluar dari dalam mobil, mendekap pak Anton yang tersenyum manis kearahnya
"Hei, habis liburan kok gitu mukanya?"
Alexander membuang mukanya mendengar ucapan papanya
"Alex capek pa, Alex mau istirahat" ucapnya menghindari pertanyaan selanjutnya dari pak Anton
Kembali langkah kaki Alexander terhenti, ketika mamanya, Emma Louise turun dari tangga dengan tergesa
"My son..." ucapnya sambil merentangkan tangan memeluk hangat Alexander
Hufff Alexander menghembus nafas dalam melihat kelakuan mamanya.
"Bagaimana liburannya?"
__ADS_1
Alexander memutar matanya dengan malas
"Berantakan"
Kening mama Emma mengernyit mendengar jawaban anak tunggalnya
"Why?"
"Papa sudah janji sama Alex mau memberikan waktu seminggu untuk Alex holiday, tapi baru tiga hari papa sudah nyuruh Alex pulang"
Mama Emma tampak tersenyum dan membelai sayang wajah tampan putranya
"Besok di Amerika kamu lanjutkan lagi liburannya"
Alexander mengangkat alisnya, tersenyum samar lalu naik menuju kamarnya.
Sesampai di kamar, dia segera membuka handphonenya yang sejak tadi berdering tapi tak satupun panggilan atau pesan masuk di jawabnya
"Ya ampuunn..." keluhnya ketika begitu banyak pesan masuk. Nyaris seribu pesan masuk
Yang pertama dibukanya adalah pesan dari pak Anton yang diberinya nama kontak PAPA
Hanya sekilas dibacanya, saking banyaknya pesan dari sang papa.
Kedua dari mamanya, sama saja dengan papanya. "Nggak penting" gumamnya sambil segera keluar dari pesan sang mama
Lalu dia membuka pesan dari anak buahnya, bahkan ada beberapa koleganya
"Hufff... stress saya dengan dunia kerja ini" gumamnya lagi sambil mengusap wajahnya
"Milena... kenapa lagi wanita satu ini" decaknya kesal
Belum juga selesai Alexander membaca pesan dari gadis itu, gadis itu sudah menghubunginya
"Hemmm" jawab Alexander
"My honey bunny sweety..."
Alexander memutar malas matanya mendengar suara genit gadis itu
"Kamu kemana, Mil kangeeennn"
"Terus?"
"Ihhh, kamu kok gitu sih sayang"
Alex diam tak menjawab, percuma meladeni gadis itu, dia akan selalu banyak tuntutan
"Sayang kamu kemana, pesan aku cek list, di telpon cuma memanggil bahkan diluar jangkauan, kamu baik-baik ajakan, kamu nggak papakan, kamu tahu nggak sih sehari nggak dengar suara kamu aku rasanya mau mati, kamu itu bla bla bla..."
Alexander sudah tidak memperdulikan ocehan gadis itu. Dia segera meletakkan handphonenya di atas meja, dia lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Milena terus dengan omongannya, tidak menyadari jika yang di ajak bicara sedang bersemedi di toilet
"Sayang? Alexander? Alexander Louise???!!!" teriak Milena yang menyadari jika sejak tadi tidak ada respon dari Alex
"Ihhhh dasar cowok brengsek!!!" makinya sambil berteriak dan segera memutus panggilan
__ADS_1
Alexander yang keluar dari dalam toilet segera meraih handphonenya yang telah gelap
"Bagus deh gadis itu menutup panggilan" gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang
Tangannya membuka menu galeri, kembali dia melihat foto Sania yang tadi pagi dicurinya dari handphone Sania
"Aku akan menemui mu suatu hari nanti" desisnya sambil mengusap layar handphone
...****************...
Sebelum terbang ke Amerika karena urusan bisnis, Alexander pergi dulu ke kantornya.
Seluruh mata karyawan perempuan menatap takjub nyaris tak berkedip ketika dia masuk.
Pesona Alexander begitu menyihir kaum hawa sehingga membuat mereka sesak karena ketampanannya.
Alexander yang menyadari jika karyawan banyak yang terpukau padanya bersikap cool seolah tak melihat.
Dia berjalan masuk kedalam ruangannya diikuti oleh Mark sebagai ajudan sekaligus asisten kepercayaannya.
Saat dia masuk keruangan barunya sebagai pemimpin tertinggi perusahaan ini, setumpuk laporan telah menantinya.
"Siapkan ruangan, saya mau berkenalan dengan seluruh karyawan" ucapnya sambil duduk santai tak menyentuh laporan itu sedikitpun
Mark segera keluar lagi dalam ruangan tersebut, menuju ke bagian redaksi dan menginstruksikan jika setengah jam lagi Alexander akan menemui mereka.
Tak butuh waktu lama, seluruh karyawan telah berkumpul di ruang serba guna.
Alexander yang berjalan dengan gaya machonya masuk kedalam ruangan tersebut. Kembali pesona maskulinnya membuat karyawan yang kebanyakan masih muda lagi-lagi tak bisa mengedipkan mata mereka, bahkan nyaris ada yang oleng, nyaris jatuh
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan saya Alexander Louise, putra dari bapak Anton Louise pemimpin perusahaan Geo Grup. Dan sekarang saya adalah CEO baru di perusahaan milik papa saya, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik" ucapnya memperkenalkan diri
Kembali Alexander menyadari jika karyawan-karyawannya meleleh melihatnya.
Lalu Alexander menampilkan senyum mautnya yang kembali membuat para karyawan perempuan menarik nafas panjang
"Ada yang ingin ditanyakan?" lanjutnya setelah selesai tebar pesona
Beberapa karyawan senior mengucapkan selamat datang padanya, sedangkan karyawan muda lebih memilih diam
"Sekretaris saya yang mana?" tanyanya
Seorang gadis cantik bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat mengangkat tangannya
Semua karyawan perempuan memandang iri pada gadis itu
"Cantik juga..." batin Alexander
"Nanti temui saya di ruangan"
Gadis cantik itu mengangguk dan menampilkan senyum manisnya.
"Siap, pak" jawabnya dengan senang hati
Insting bad boy seorang Alexander meronta-ronta melihat kecantikan dan senyum gadis itu.
"See you soon" balas Alexander
__ADS_1
Lalu dia meninggalkan ruangan tersebut, kembali masuk kedalam ruangannya.
Sekretaris Alexander segera diserbu karyawan perempuan lain yang menunjukkan iri mereka akan keberuntungan gadis itu bisa setiap saat berdekatan dengan Alexander