
Kembali di perjalanan menuju istana Tuan Anton, Sania duduk di bagian tengah dengan Junior.
Mungkin karena kelelahan atau juga memang malam telah larut, akhirnya Junior terlelap.
Dan ketika sampai di istana Tuan Anton, bodyguard yang berjaga langsung membukakan pintu mobil.
"Biar saya nona!" ucap seorang bodyguard ketika melihat Sania berusaha mengangkat tubuh besar Junior.
Sania membiarkan bodyguard tersebut mengangkat tubuh Junior keluar dari dalam mobil. Sementara Tuan Anton dan Nyonya Emma sudah menunggunya di depan pintu.
"Bawa cucu saya naik ke kamar Alexander!" ucap tuan Anton kepada bodyguard saat ini mengangkat tubuh Junior.
Bodyguard tersebut mengangguk kemudian langsung berjalan mendahului Tuan Anton dan Nyonya Emma
"Kamu mau satu kamar dengan Junior atau di kamar tamu?" tanya nyonya Emma
Sania bergeming, bingung tak tahu harus menjawab apa. Sedangkan dia tahu, selama ini semalam pun dia tidak pernah tak tidur dengan anaknya tersebut
"Kamu tidur dengan Junior saja!" ucap tuan Anton memutuskan ketika dilihatnya bagaimana Sania tampak seperti orang kebingungan
"Tapi tuan?" jawab Sania cepat
"Atau jika kamu sungkan masuk kedalam kamar anak saya, kamu bisa tidur di kamar tamu, sementara Junior biar Opa nya yang menemani"
Sania hanya bisa tersenyum kaku mendengar usul nyonya Emma
"Benar itu Sania, bukankah kemarin sore Junior tidur denganku?"
Sania mengangguk pelan. Karena tak ada pilihan lain, akhirnya dia menuruti ketika nyonya Emma membawanya ke kamar tamu
Sepeninggal nyonya Emma, Sania segera masuk kedalam kamar mandi kemudian tak lama berselang telah keluar dengan wajah bersih
Segera dia duduk di atas kasur, menatap berkeliling ke seluruh ruangan besar ini
Ukurannya dua kali lipat dari kamarnya yang ada di rumah mami Ajeng, begitu juga dengan isinya, semuanya sangat berbeda
Disini semuanya serba mewah dan serba wah, berbeda dengan kamarnya yang sederhana
Sania mulai merebahkan tubuhnya, matanya masih belum bisa di picingkan, semuanya masih belum bisa diterima oleh akal sehatnya. Semuanya serba mendadak
Pertemuan dengan Alexander, bertemunya tuan Anton dengan Junior, ditambah lagi dengan sekarang dirinya dan Junior berada di dalam istana Tuan Anton
Sania membolak balikkan badannya dengan gelisah. Duduk, berbaring sudah tak terhitung berapa kali sudah ia lakukan
Begitu juga dengan Alexander yang sekarang masih berada di ruang ICU.
Matanya juga tidak bisa dipicingkan. Sementara bodyguard yang berjaga di depan ruangannya sudah tidur walau dengan posisi duduk
Terlintas olehnya bagaimana tadi sekilas wajah Sania tampak olehnya
"Terima kasih Sania......" lirihnya
Dan Sania yang masih tidak bisa tidur mengambil hp di dalam tas nya, berniat berselancar di dunia maya. Tapi niatnya itu diurungkannya ketika ternyata hpnya lowbat
Dengan menarik nafas panjang, akhirnya Sania kembali mencoba merebahkan tubuhnya dan memaksakan matanya untuk terpejam
...----------------...
__ADS_1
Sandra langsung berwajah masam ketika melihat Milena masuk kedalam kantor pagi ini
"Ngapa lu liat-liat?!" bentak Milena
Sandra hanya melengos tidak memperdulikan bagaimana wanita arogan itu menyapanya
Tak lama Milena telah kembali lagi ke hadapannya dengan wajah masam
Dan Sandra pura-pura tidak melihat dengan sibuk menatap layar laptop yang ada di depannya
"Heh, sekretaris norak, lu liat gue kan?!"
Sandra kembali pura-pura tidak mendengar Milena, dia terus saja mengklik layar laptop menggunakan Mouse.
"Lu denger gue kan?" geram Milena lagi sambil berdiri dan sambil menarik rambut Sandra yang membuat Sandra terpekik kaget.
"Lu apaan sih Milena?, lu datang sambil bentak gue, dan sekarang elu kembali bersikap Arogan sama gue. Lu mau Gue laporin sama polisi?!" bentak Sandra sambil merapihkan rambutnya.
Milena dengan wajah masam hanya melipat kedua tangannya di depan dada kemudian dia melirik sinis ke arah Sandra.
"Mau apa lo?" tanya Sandra.
"Gue mau nanya, Alexander mana?, lu kan sekretarisnya, pasti lu tahu kan di mana dia?
Sandra kembali mencibir dengan membuang wajahnya mendengar pertanyaan Milena.
"Gue tanya sama elu ya sekretaris norak, Alexander ke mana? lu nggak usah mancing-mancing emosi gue deh, nanti lo Gue gampar lagi, mau?!" tanya Milena kembali sambil menahan marah.
"Ya kali lu nanya sama gue?, Ya gue mana tahu lah. Kan lu pacarnya Alexander, Harusnya lu yang lebih tahu dari pada gue" jawab Sandra tak kalah nyolotnya .
"Berhenti!!" bentak Mark yang muncul di belakang mereka berdua.
Milena langsung menghentakkan kedua tangannya yang telah siap menjambak Sandra ketika mendengar bentakan suara Mark.
"Sandra, kamu lanjutkan pekerjaan kamu. Dan kamu Milena, kamu ke ruangan saya!" ucap Mark dingin yang membuat Sandra tersenyum penuh kemenangan kearah Milena yang kembali berwajah masam.
Mark berjalan mendahului Milena yang mengekor di belakangnya. Begitu masuk ke dalam ruangannya, Mark langsung melemparkan map yang sejak tadi ada di tangannya.
"Kenapa anda tidak bisa menjaga attitude anda dengan karyawan perusahaan ini?"
Milena tak menanggapi pertanyaan Mark melainkan dia segera melipat satu kakinya di atas pahanya, kemudian menatap tajam ke arah Mark.
"Bukan karena anda teman dekatnya Alexander, Jadi anda bisa bersikap Arogan kepada seluruh perusahaan karyawan ini" tambah Mark.
"Jaga perkataan kamu Mark, jika saya mengatakan semua perbuatan kamu kepada Alexander, sudah bisa dipastikan tamat karir kamu" ancam Milena.
Mark tertawa menyeringai mendengar ancaman Milena.
"Saya yakin anda tidak lupa apa posisi saya di perusahaan ini" balas Mark dingin yang membuat Milena makin kesal.
"Saya tidak ingin berdebat panjang lebar sama kamu Mark. Tujuan saya ke sini adalah Saya ingin bertemu Alexander. Sejak akhir tahun kemarin hingga hari ini saya tidak pernah bertemu dengannya. Bahkan hpnya tidak bisa saya hubungi".
Mark kembali tersenyum menyeringai mendengar jawaban Milena.
"Seharusnya anda sadar, Mengapa Alexander tidak pernah menghubungi anda. Bahkan memberitahu anda di mana keberadaannya sekarang" kembali Mark membalas perkataan dingin Milena.
"Kamu.....?" geram Milena menahan kesal.
__ADS_1
Kembali Mark tersenyum sinis melihat Milena yang kembali tidak bisa menahan arogannya.
"Saya beritahu sama anda nona Milena Jeremy, Tuan Alexander tidak berada di kantor ini sejak akhir tahun kemarin. Dan perusahaan ini sekarang dipegang oleh saya. Jika anda ke sini tujuannya ingin mencari Alexander, maka anda salah tempat. Tapi jika anda datang ke perusahaan ini ingin berbicara masalah bisnis, Oke, akan saya layani".
Gigi Milena gemeletuk mendengar jawaban dingin Mark. Dia benar-benar merasa disepelekan oleh Mark. Dia tahu bahwa Mark memang tidak menyukainya, tapi dia tidak pernah menyangka jika Mark akan memperlakukannya dengan begitu buruk.
"Jika sudah selesai, Anda bisa pergi dari ruangan ini" sambung Mark kembali.
Dengan cepat Milena bangkit dari kursinya, sambil menghentakkan kakinya. Setelah itu dia langsung berjalan meninggalkan ruangan Mark dengan wajah ditekuk.
Ketika dia melewati ruangan Sandra, dengan cepat Sandra berdiri dan langsung mencemoohnya
"Bagaimana?, apakah sukses?!".
Milena menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh kearah Sandra dengan menatap tajam kepada sekretaris pribadi Alexander tersebut.
"Awas kamu, tunggu perhitungan dari saya!!" kembali Milena memberikan intimidasi kepada Sandra yang kembali tertawa mencemooh kearahnya.
Milena segera keluar dari perusahaan Gio Group, dan langsung menuju ke arah mobilnya.
Baru saja dia akan memundurkan mobilnya, dengan cepat seorang karyawan berlari ke arahnya.
"Tunggu Nona!!" teriak karyawan tersebut yang membuat Milena langsung menurunkan kaca mobilnya.
"Ada apa?" tanya Milena masih dengan berwajah tak ramah.
"Saya tahu di mana Tuan Alexander sekarang, nona kesini mencari tuan Alexander kan?" tebak karyawan tersebut.
Milena langsung mengangguk cepat.
"Ya, saya memang sedang mencari Alexander. Kamu tahu dia sekarang ada di mana?"
Karyawan tersebut menoleh ke kiri dan ke kanan, dan wajahnya seperti terlihat khawatir.
"Kamu masuk dulu ke mobil!" ucap Milena yang bisa membaca kekhawatiran di wajah karyawan tersebut.
Dengan cepat karyawan tersebut masuk ke dalam mobil Milena. Dan Milena langsung memundurkan mobil tersebut keluar dari area parkir kantor.
Sampai di depan kantor tepatnya di pinggir jalan Milena menghentikan mobilnya.
Dan karyawan tersebut langsung mengatakan jika saat ini Alexander sedang dirawat di rumah sakit terkenal yang ada di ibukota.
Wajah Milena seketika berubah panik ketika mendengar jika Alexander, orang yang dicintainya saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
"Tapi saya mohon, nona jangan memberitahu pada siapapun jika Nona tahu dari saya" tambah karyawan tersebut .
Milena menganggukkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih. Kemudian ketika karyawan tersebut akan keluar dari mobilnya, Milena langsung menyelipkan beberapa lembar uang merah ke tangan karyawan tersebut
"Terima kasih atas informasinya" ucap Milena .
Kemudian Milena langsung tancap gas menuju rumah sakit yang tadi disebutkan oleh karyawan perusahaan Gio Group.
Dan ketika sampai di rumah sakit, pihak rumah sakit langsung memberitahu Milena di ruangan mana Alexander saat ini dirawat.
"Alexander!!!" teriak Milena dengan nafas ngos-ngosan ketika membuka ruang VVIP ruang perawatan .
Suruh orang yang ada di dalam ruangan tersebut sontak menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1