
“Aku mau bawa anak aku pulang!”
Alexander menghentikan kunyahannya dan melirik kearah Sania yang masih duduk di atas ranjang dengan melipat kedua tangannya di dada dan wajah yang masih di tekuk
“Aku masih mau dengan papa. Aku nggak mau pulang”
Sania menoleh cepat kearah Junior yang menjawab ucapannya
“Sayang…, kamu pernah bilang apa sama mama….?” Tanya Sania dengan nada lembut pada Junior yang sekarang mengarahkan kepalanya kearah Sania
“Bilang apa ya ma?”
Sania menarik nafas panjang, lalu menatap dingin kearah Alexander
“Dimana ada mama, disitu ada kamu, iya kan?”
Junior tersenyum
“Oh itu, gampang sih ma. Aku ingat kok. Karena itulah, kali ini mama yang nurutin permintaan aku. Aku ingin hari aku dengan papa. Karena itu jika mama ingin selalu dengan aku maka mama ikut aku dan papa. Hari ini kita kemana pa?”
Sania masih memasang wajah masam kearah Alexander yang tersenyum penuh kemenangan kearahnya
“Anak papa inginnya kemana?”
Junior diam dan tampak berfikir
“Ke pantai yuk pa, kita temuin aunty Dhea”
“Aunty Dhea kerja nak….” Jawab Sania cepat
Junior mendecak
“Tapi uncle tidak kan ma, uncle pernah bilang jika dia selalu di pantai, aku ingin ajak papa surfing”
Alexander menoleh cepat kearah Junior, kemudian kembali menoleh kearah Sania
“Surfing? Memang anak papa pernah surfing, kapan?”
“Nggak sih pa, aku takut. Cuma dengar cerita uncle aja waktu kami ke pantai, kalau dia pelatih surfing. Dan aku pengen merasakan di tengah laut itu seperti apa rasanya”
Dengan cepat Alexander bangkit dari sofa dan langsung berjalan kearah ranjang, tepatnya kearah meja yang ada di sebelah ranjang, mengambil handphonenya
“Arya, kamu cari tempat penyewaan jet sky, kalau dapat segera beritahu saya”
Sania memutar matanya dengan malas mendengar ucapan Alexander, terlebih ketika mendengar bagaimana antusiasnya Junior ketika mendapati jawaban sang papa jika hari ini dia akan diajak Alexander naik jet sky seharian
“Junior tidak pernah kena angin laut, nanti dia sakit”
Kembali Alexander mengeluarkan hp yang telah dikantonginya, dan kembali menempelkan benda tersebut ke telinganya
“Cari dokter yang bisa saya pakai jasanya hari ini, full day”
Kembali Sania membuang muka ketika lagi-lagi Alexander berhasil mematahkan alasannya
“Mama harus ikut ya”
Sania bergeming mendengar ucapan Junior. Niatnya untuk segera pergi dari sini kian jauh.
“Ma..?”
Sania mendecak sedangkan Alexander tidak memperdulikan reaksi Sania. Dia segera memutar kembali kepala Junior agar mengarah kearahnya dan kembali dengan telaten Alexander menyuapi Junior
“Jangankan hanya tengah laut nak, kamu minta papa bawa ke planet Mars sekalipun akan papa turuti”
Sania mengeraskan rahangnya dan meremas kuat bantal yang ada di pangkuannya mendengar janji yang diucapkan oleh Alexander pada anaknya. Giginya kian gemeletuk menahan marah yang tak tahu cara meluapkannya
“Kapan kamu siap papa bawa ke luar negeri untuk operasi nak?” kembali Alexander bersuara memancing reaksi Sania
“Luar negeri itu jauh pa?”
__ADS_1
Alexander mengangguk, kemudian dia mengusap kepala Junior
“Tidak nak, dekat. Tidak ada yang jauh di dunia ini bagi papa selain jauh dari kamu”
Sania segera bangkit dari atas ranjang, berjalan kearah Alexander dengan wajah kesal, kemudian dengan lancang ditariknya kepala Alexander dan dengan gemas diputar-putarnya kepala Alexander sehingga rambut Alexander langsung berantakan
Tak hanya sampai disana saja, diakhir aksinya Sania langsung menjitak kepala Alexander dengan kuat
“Uuuhhhhh kamuuuuuu…..” geramnya
Setelah itu barulah Sania meninggalkan Alexander dan Junior, kemudian dia langsung berjalan kearah pintu dan membanting keras pintu sehingga membuat Junior kaget
“Ma? Mama kenapa pa? mama mau kemana?”
Alexander dengan cepat kembali mengusap kepala Junior, dan hanya menggerakkan kepalanya sebentar untuk merapikan rambutnya yang acak-acakann akibat perlakuan Sania tadi.
“Mama mau cari angin segar sebentar sayang, tapi tenang saja, sebentar lagi mama pasti kembali, kan mama nggak bisa jauh dari kamu…”
Junior langsung tersenyum lebar mendengar ucapan papanya, lalu kembali dia lahap makan sarapan yang disuapkan Alexander kemulutnya
Sementara Sania yang keluar dari dalam kamar dalam keadaan kusut dengan baju dinas nya menjadi pusat perhatian orang-orang di loby
Sania tidak peduli dengan tatapan heran orang padanya, dengan cueknya dia berjalan kearah sarapan yang masih banyak orang antri di sana
“suit….. suit…….”
Sania langsung melirik tajam kearah dua orang lelaki paruh baya yang tadi bersuit. Dan dengan cepat dia mengambil menu sarapan yang diinginkannya kemudian dengan cepat dia berniat kembali naik ke kamar Alexander
“Ini nomor Om, kamu bisa calling om jika butuh teman”
Sania memejamkan sebentar matanya kemudian menghembus nafas panjang ketika salah satu dari lelaki yang tadi menggodanya mendekatinya dan memberikan secarik kertas padanya
“Maaf ya pak, bapak salah orang. Saya kesini sama suami saya”
Setelah berkata seperti itu Sania langsung mengembalikan kertas tadi ketangan lelaki hidung belang tadi yang tertawa menyeringai kearahnya
BRAAAAKKKK
Kembali suara pintu dibuka dengan kasar, dan ditutup dengan kasar pula.
“Mama, pa?”
“Hemm….., iya nak…” jawab Alexander sambil memperhatikan wajah Sania yang semakin terlihat kesal
Dengan wajah yang masih ditekuk Sania memakan sarapannya dengan emosi. Sehingga sendok yang dipakainya beradu kasar dengan piring
Alexander hanya memperhatikan, tidak berniat bertanya sama sekali. Karena dia pikir Sania masih kesal padanya.
“Ayo sayang, kamu papa mandikan”
Junior berdiri kemudian segera mengulurkan tangannya sehingga Alexander segera mengangkat tubuh besarnya ke kamar mandi
Sania yang masih kesal hanya melirik melalui ekor matanya ketika melihat Alexander menggendong Junior ke kamar mandi. Dan dia hanya bisa menarik nafas panjang ketika mendengar suara tawa renyah Junior dan Alexander
“Love you Junior……”
“Love you papa….”
Kemudian kembali terdengar suara tawa. Dan Sania yang mendengar tawa keduanya kembali merasakan debaran aneh di dalam dadanya
“Apaan sih….” gumamnya sambil menggelengkan kepalanya
Sania kembali berwajah datar ketika melihat Junior kembali di dalam gendongan Alexander. Dilihatnya baju Alexander tampak basah, begitu juga dengan wajah dan rambutnya. Tapi wajahnya sangat berseri, dan itu cukuplah menyiratkan jika dia sangat bahagia
Sania masih bergeming ketika melihat Alexander membuka lemari dan mengeluarkan pakaian dan dengan sigap dia memakaikan Junior baju
Sania hanya menelan ludahnya ketika melihat bagaimana telatennya Alexander mendandani anaknya, sampai dengan minyak telon tak ketinggalan dibalurkannya juga ketubuh Junior
“Perfecto….” Ucap Alexander ketika selesai memberikan pomade ke rambut Junior dan membuat gaya rambutnya sedikit berdiri kaku
__ADS_1
Sania tersenyum sekilas ketika melihat perubahan gaya Junior. Tidak seperti biasanya anaknya bergaya agak sangar, terlebih dengan jeans dan kemeja yang dimasukkan separuh
“Cakep nggak ma?”
Sania tergagap dan hanya menjawab sekilas ketika Junior bertanya padanya
“Maaf jika nggak suka” lirih Alexander
“Suka kok. Cakep” jawab Sania sambil melengos. Dia tak ingin jika Alexander menangkap perubahan wajahnya
“Sama mama dulu ya nak, papa mau mandi”
Setelah berkata seperti itu, Alexander langsung masuk kedalam kamar mandi sedangkan Junior langsung diambil Sania dan langsung di dekapnya dengan hangat
“Kamu semakin mirip papa kamu jika seperti ini nak…..”
Junior tertawa dan segera membalas dekapan mamanya
Mobil yang disewa Alexander telah menunggu di bawah sehingga Alexander segera menggendong Junior dan berniat membawanya turun. Sania walaupun wajahnya masih masam, tak urung ikut juga. Tapi sekarang dia sudah berganti pakaian, tadi sebelum Arya kesini, Alexander memintanya untuk mampir ketoko pakaian terlebih dahulu
Wajah Sania seketika tampak tegang, ketika di bawah kembali dia bertemu dengan dua lelaki yang tadi menggodanya ketika mengambil sarapan
“Oh, jadi ini suami nya?”
Sania langsung melengos mendengar ucapan lelaki paruh baya tersebut, dan segera mempercepat langkahnya. Dan Alexander yang mendengar ucapan lelaki tadi, segera menghentikan langkahnya lalu dia memutar badannya dan menatap tajam kedua lelaki yang saat ini tertawa
“Kalian sehat?” tanya Alexander dengan nada nada dingin
Kedua lelaki tadi sontak menghentikan tawa mereka dan menoleh kearah Alexander. Sedetik mereka diam, kemudian keduanya kembali tertawa
“Dia Nahla…. Kami tahu siapa dia, dan kami tidak yakin jika anda adalah suaminya”
Dada Alexander langsung bergemuruh mendengar ucapan salah satu dari mereeka. Tapi dia berusaha tenang, dia tak ingin merusak mood nya yang sedang bahagia karena akan membawa Junior liburan
Alexander berusaha tersenyum kaku kearah kedua lelaki paruh baya tersebut, kemudian dia maju selangkah
“Kalian salah orang, dia istri saya”
Setelah berkata demikian, Alexander kembali melanjutkan langkahnya dan membetulkan posisi Junior agar tetap nyaman dalam gendongannya
Dan Sania yang sudah masuk duluan kedalam mobil hanya menelan ludahnya ketika Alexander membuka pintu mobil dan meletakkan Junior di sebelahnya
Setelah Junior duduk, barulah Alexander ke depan, berniat hendak duduk di sebelah Arya yang sudah menyalakan mobil
“Papa duduk dekat aku!”
Tangan Alexander yang telah siap membuka pintu bagian depan sontak terhenti, dan menoleh pada Junior yang menggeser duduknya
“Papa…..!!!” rengek Junior
Alexander langsung mundur kembali dan segera membuka pintu bagian tengah dan segera duduk di sebelah Junior
Segera mobil berjalan ketika Alexander sudah duduk. Dan Sania kembali menahan nafas ketika dua lelaki paruh baya yang tadi menggodanya masih di tempat mereka dan masih tampak tertawa ketika mobil yang dikemudikan Arya melewati mereka
“Nahla….!!” teriak mereka keras ketika mobil lewat tepat di sebelah mereka
Wajah Alexander seketika langsung murka dan dengan cepat dia membuka pintu mobil yang melaju pelan
“Alexander!!!” teriak Sania tertahan ketika Alexander nyaris jatuh karena dia turun disaat mobil masih berjalan
Arya mengerem mendadak sehingga membuat Junior jatuh ke depan. Dan Sania yang tadi menoleh kebelakang karena melihat Alexander ikut kejedot juga ketika mobil berhenti mendadak
BUGGGHH!!!!
Alexander langsung melayangkan tinjunya kearah lelaki yang tadi berteriak menyebut Sania dengan kata Nahla. Tapi lelaki itu sudah siap ketika melihat Alexander berjalan terburu dengan wajah marah kearahnya. Sehingga pukulan yang dilayangkan Alexander tidak terlalu parah mengenai wajahnya
Sania segera menolong Junior dan mendudukkannya kembali ditempatnya semula, kemudian dia segera turun dan meminta pada Arya untuk menjaga Junior
“Saya remukkan mulut anda!!!” geram Alexander lagi sambil kembali melayangkan pukulan
__ADS_1