Kejahatan Alexander Louise

Kejahatan Alexander Louise
Terus Berusaha


__ADS_3

Sania yang sudah berhenti menangis dan sekarang meninggalkan suara cegukan sangat jelas terdengar oleh telinga Alexander. Sedetikpun dia tidak beranjak dari tempatnya duduk. Pikirannya sudah sangat kacau, dan tuan Anton sejak tadi tidak berhenti berbicara di handphone


Benda hitam itu sejak tadi terus berdering, dan wajah tuan Anton sesekali tampak menegang ketika dia berbicara di handphone, tapi terkadang terlihat agak tenang


“Pasukan sudah sampai, dan sekarang mereka sedang menunggu papi diluar. Papi akan turun sebentar” ucap tuan Anton pada tuan Alexander ketika dia selesai berbicara di hp


“Aku ikut pi” ucap Alexander


“Aku juga!” ucap Sania tak mau kalah


Alexander menoleh pada wanita yang sejak tadi hanya bisa terisak itu, kemudian dia menganggukkan kepalanya


Sania berdiri, tapi baru saja dia berdiri, tubuhnya langsung limbung. Dengan cepat Alexander menangkap tubuhnya yang menyebabkan wajah keduanya sangat dekat. Sania dengan gelagapan buru-buru melepaskan tangannya dari genggaman Alexander dan berusaha untuk berdiri sempurna


“Kamu masih sangat lemah akibat terus menangis. Ada baiknya kamu disini saja” ucap Alexander


Sania menggeleng, dan membuat tubuhnya seakan terlihat baik-baik saja


“Ayo….” ucap tuan Anton mendahului keduanya berjalan keluar dari ruangan pengawasan tersebut


Pihak kepolisian menoleh, bahkan ada sebagian mendekat kearah tuan Anton dan Alexander


“Anda mau kemana tuan?. Ada baiknya anda kembali saja ke hotel dan beristirahat. Percayakan ini semua pada kami”


Tuan Anton bergeming, wajahnya masih saja tampak dingin dan meneruskan langkahnya tanpa memperdulikan pihak kepolisian yang menghalangi langkahnya


“Tuan Alexander?” ucap polisi itu kembali kearah Alexander yang juga terus berjalan mengikuti papinya


“Di depan sudah ada pasukan kami. Tolong anda perintahkan anak buah anda membuka pintu!” ucap Alexander menjawab ucapan polisi tersebut


Polisi itu menganggukkan kepalanya, dan mengangkat tangannya, member kode kepada anak buahnya untuk membukakan pintu


Begitu pintu terbuka, ternyata jalan depan mall macet total dan sudah banyak orang berkerumun di depan mall tersebut. Melihat Sania keluar, mami Ajeng berteriak memanggil nama Sania


Sedangkan tuan Anton langsung berjalan kearah para pasukannya yang berjumlah puluhan. Tentu saja hal itu memantik semua orang yang melihatnya. Tak urung banyak kamera mengarah kearah mereka.


Alexander yang menyadari jika sangat banyak orang di luar, segera melepas jas yang sejak tadi dikenakannya, dan menutupkannya ke kepala Sania


“Jangan sampai orang mengambil foto kamu” ucap Alexander sambil menutupkan jas ke atas kepala Sania


“Bawa dia masuk!” ucap Alexander kearah seorang bodyguard yang segera menghampirinya


Sania tak ada pilihan lain, selain menuruti perintah Alexander. Teriakan mami Ajeng dan teman-temannya yang memanggil namanya hanya dijawabnya dengan menoleh sekilas dan mengangkat tangannya, kemudian dia segera masuk, sementara tuan Anton yang saat ini sedang berdiri di depan beberapa orang diantara orang suruhannya tampak sedang memberikan instruksi


“Saya ingin malam ini juga cucu saya ditemukan, bagaimanapun caranya. Kalian harus berusaha” ucap tuan Anton mengakhiri perintahnya


Seorang berbadan besar menganggukkan kepalanya, kemudian berbalik kearah anak buahnya. Dengan hanya menggunakan jari telunjuknya, puluhan lelaki besar dan tegap itu langsung berpencar.


Sebagian ada yang masuk kedalam mall, sebagian ada yang masuk kedalam mobil, dan sebagian lagi ada yang naik keatas motor besar

__ADS_1


“Aku ikut mereka pi!” ucap Alexander cepat sambil berlari kearah ketua para bodyguard tadi


“Serahkan sama kami tuan, kami tidak akan pulang sebelum anak anda kami temukan” ucap lelaki besar itu kearah Alexander yang mensejajari langkahnya


“Aku bisa mati jika aku hanya di dalam mall itu” jawab Alexander yang mendahului langkah lelaki itu dengan langsung membuka pintu mobil, kemudian langsung duduk


“Jalan!” perintah Alexander yang langsung dijawab anggukan oleh bodyguard yang segera melajukan mobil dengan ngebut


Benar tadi yang dikatakan oleh pihak kepolisian di mall, seluruh akses jalan di tutup. Hanya jalan kecil saja yang bisa dilewati mobil, itu pun harus dengan melewati serangkaian pemeriksaan ketat pihak kepolisian


“Saya Alexander” ucap Alexander kearah pihak kepolisian yang menghentikan rombongannya


“Mereka ini anak buah kami dari ibukota, sebagian dari daerah ini juga. Saya dan papi sengaja membawa mereka untuk membantu kalian”


Pihak kepolisian tidak bisa membantah, terlebih yang berkata itu adalah Alexander sendiri


“Ada perkembangan?” tanya Alexander yang saat ini turun dari mobilnya dan berkata dengan kepala kepolisian yang ada di jalan ini


“Sampai saat ini belum tuan, tapi pihak kami sedang memeriksa seluruh rekaman cctv yang ada di sepanjang jalan kota ini”


Alexander menghembus nafas dalam, kemudian dia kembali ke mobil dan memerintahkan bodyguard yang menjadi supirnya malam ini menjalankan mobilnya kembali. Jalan yang semula ditutup, langsung dibuka ketika rombongan Alexander akan lewat


Sementara di mall, jam kian bergerak kearah malam, tapi seluruh pengunjung yang ada di dalam mall ini satupun tidak ada yang boleh keluar. Sehingga mereka yang mulai ngantuk memilih untuk tidur sembarang tempat


“Kalian bisa ambil seluruh makanan yang ada di dalam mall ini”


Mendengar suara pengumuman dari pengeras suara yang ada di mall besar ini, seluruh pengunjung langsung berhamburan menuju bagian makanan, dan langsung berebutan mengambil makanan yang ada di tiap rak. Hingga tak sampai setengah jam seluruh makanan yang ada di mall ini kosong, ludes tak tersisa


“Saya yang akan bayar seluruhnya” ucap tuan Anton menoleh tajam kearah owner mall yang hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan takut


Silahkan kalian makan. Dan sebagai imbalannya, malam ini kalian bermalam di mall ini tanpa bisa pulang sebelum cucu saya kembali


Langsung terdengar suara protes dari orang-orang begitu mendengar pengumuman selanjutnya.


Nyawa cucu saya taruhannya. Saya bukan menyandera anda semua. Tapi saya melakukan ini karena saya tak ingin pelaku sebenarnya yang mungkin masih berada di dalam mall ini kabur. Mohon kerja samanya


Masih terdengar suara protes, tapi pihak kepolisian dan juga bodyguard bayaran tuan Anton segera membuat keadaan menjadi kondusif dengan instan.


Jika ada yang berani keluar, atau melakukan sedikit saja perbuatan yang merugikan, saya yakinkan jika kalian keluar dari mall ini sudah menjadi mayat


Teriak lantang seorang bodyguard yang membuat semua pengunjung terdiam dengan nyali yang langsung menciut.


“Tidak kah anda ingin beristirahat barang sebentar saja tuan?” kembali owner mall mendekati tuan Anton


Tuan Anton menoleh, kemudian dia melirik kearah Sania yang kembali terisak


“Bawa anak saya itu ke atas, keruangan anda. Biarkan dia yang beristirahat. Saya akan berada disini, saya akan terus memantau cctv”


Lelaki berwajah oriental itu menganggukkan kepalanya, kemudian mendekati Sania

__ADS_1


“Tidak, saya akan terus disini. Saya tidak akan tidur sebelum anak saya diketemukan” jawab Sania membandel ketika lelaki itu membujuknya


“Ada papi disini nak. Kamu istirahatlah. Papi yakin kamu sangat lelah”


Sania menggeleng, dengan mata yang sangat bengkak dia mengusap kasar wajahnya


“Tidak tuan, saya akan terus disini. Saya akan menunggu kepulangan Junior. Saya tidak mau begitu dia kembali nanti, saya tidak menyambutnya. Saya tidak mau dia menangis karena tidak mendengar suara saya”


Tuan Anton menarik nafas panjang ketika didengarnya Sania menjawab ucapannya dengan kembali berlinangan air mata


“Junior tidak bisa tidur jika tidak mendengar suara saya tuan, saya yakin dia menunggu saya. Makanya saya akan terus disini”


“Ini sudah larut nak. Dan semuanya telah bergerak mencari Junior. Sebentar lagi Junior pasti pulang. Karena itulah kamu harus tidur, kamu tak ingin kan begitu nanti Junior kembali kamu mengantuk?” bujuk tuan Anton


Sania kembali menggeleng


“Tidak tuan. Aku akan terus disini menunggu Junior”


Tuan Anton kembali menarik nafas panjang, dan menganggukkan kepalanya kearah Sania


“Kamu ambil spring bed terbaik di mall mu ini. Letakkan disini, persiapan jika anakku itu tertidur!”


Owner mall mengangguk, dan dengan cepat dia menelepon salah satu karyawannya. Lima belas berikutnya pintu ruangan tersebut diketuk, ada empat orang pria menggotong sebuah spring bed, dan langsung meletakkannya di sudut ruangan


“Jika kamu lelah, kamu bisa berbaring di sana Nak….” Kembali tuan Anton berusaha membujuk Sania


Sania menoleh kearah spring bed yang baru saja diletakkan di sudut ruangan, kemudian dia menganggukkan kepalanya


Kemudian tuan Anton berjalan keluar dari ruangan itu, seorang bodyguard yang berjaga di depan ruangan pengawasan tersebut langsung berjalan di belakang tuan Anton begitu melihat tuan besarnya keluar


Tuan Anton mengedarkan pandangannya pada seluruh pengunjung mall yang sebagian telah duduk dan berbaring itu. Ada rasa bersalah dalam hatinya, tapi ini harus dilakukannya karena ini menyangkut Junior


“Tuan berhenti…..!” teriak anak kecil


Tuan Anton yang hendak melangkahkan kakinya melanjutkan melihat ruangan lain, segera berbalik.


Beberapa pengunjung yang sudah berbaring bangun demi mendengar suara teriakan anak kecil tadi, begitu juga dengan beberapa orang polisi. Termasuk bodyguard yang sejak tadi mengawal tuan Anton


“Ya nak?” tanya tuan Anton mendekati anak tersebut


“Anda yang ada di dalam ruangan play ground sore tadi, saya yakin itu anda. Saya ingat, anda tadi berbicara dan mengajak anak yang hilang tadi bermain dan mengobrol”


Mata tuan Anton terbelalak, begitu juga dengan beberapa polisi dan bodyguard yang berdiri di belakang tuan Anton


“Saya?. Saya yang mengajak cucu saya bermain?” tanya tuan Anton


Gadis kecil itu mengangguk


“Iya pak polisi, tuan ini yang tadi mengajak anak kecil itu bermain. Kemudian setelah itu saya tidak melihatnya lagi karena saya sudah berlari ke tengah”

__ADS_1


Polisi yang berdiri di samping tuan Anton langsung menatap tajam pada tuan Anton. Dan tuan Anton yang bingung dengan ucapan gadis kecil itu segera menarik polisi tersebut menjauh


“Ada yang tak beres disini” ucapnya


__ADS_2